NovelToon NovelToon
Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:988
Nilai: 5
Nama Author: Alya Senja

Demi nafas Nonik, Santi OB miskin rela jual harga diri.
Demi warisan triliunan Opa Darwis, Dody CEO dingin butuh istri kontrak.

Satu tanda tangan di UGD, satu cap jempol Nonik yg sekarat.
Kontrak nikah 250 juta resmi dibuat.

Dia istri di atas kertas. Dia suami yg membeku.
Di antara mereka ada Nonik, bocah 5 tahun yang nyawanya jadi taruhan.

Bisakah hati sedingin es Dody luluh oleh tangis Santi?
Sementara Wati sang HRD dan Wandy sang tunangan siap menikam dari belakang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN TUAN MICAN

LAUT J-PAGI

2 Speedboat hitam doff melaju cepat. Santi rambutnya basah terkena jipratan air laut. Dia sebentar lagi akan segera bertemu Nonik. Mister Chow akan mengantarkannya.

Sebuah adegan seru yang seumur-umur baru kali ini Santi alami. Mereka saling main dengan alat kerja. Terdengar suara keras mengguncang dada. Suara keras terdengar sampai di ruangannya. Dia terkejut pada dini hari karena suara keras yang terdengar.

Sampai akhirnya mister Chow Bersama abk kapal Litona mendatanginya dan menolongnya. Mereka segera pergi dari pulau T. Abk Litona yang dibawa mister Chow tinggal 19 orang. Vandi berhasil melarikan diri.

Mister Smith dan anak buahnya pun segera melarikan diri karena mereka kalah main. Tetapi sebelum pergi dia mengeluarkan omongan yang tajam menusuk.

“Tuan Mican sudah tahu. Kamu tak akan bisa mengelak.”

Mister Chow menggelengkan kepala. Dia sudah mengatakan pada Santi untuk tidak akan membawanya ke negaranya tetapi akan diantar ketemu anaknya. Dia juga tahu dengan mengantarkan Santi ke anaknya maka jika tuan Mican tahu padati timbul konflik.

Tuan Mican berharap mister Chow komitmen dengan segala tugas yang diberikan kepadanya.

“Kamu harus selalu bawa target dengan baik jangan sampai ada yang lepada.”

Demikianlah kata-kata tuan Mican kepaadanya diwaktu dia memberi laporan kepadanya.

Mister Chow menganggukkan kepalanya. Dia bawahan langsung tuan Mican harus patuh pada apa yang menjadi perintahnya.

“Bawa target masuk.”

“Baik boss.”

Mister Chow segera memerintahkan anak buahnya untuk membawa semua target dan memasukkan sesuai dengan kegunaannya.

Setiap 5 bulan mister Chow datang membawa pesanan yang diperintahkan tuan Mican. Tidak hanya target bahkan dia juga mendapat pesanan untuk angkut transit barang dari orang-orang tertentu untuk dikirim ke tempat yang sudah ditetapkan. Itu seperti yang dipesankan mister Smith kepadanya. Tetapi karena kurang hati-hati ketahuan sama keamanan pelabuhan S dan diambil paksa.

Mister Smith sejak saat itu ada rasa tidak baik kepadanya. Sehingga mister Chow berusaha untuk tidak bertemu mister Smith yang sudah padati akan menagih transit barangnya terus menerus.

Tetapi kata-kata mister Smith tentang tuan Mican yang sudah tahu tentang Santi yang mau dia bebaskan karena dia teringat istrinya yang sakit keras. Dia kasihan pada Santi selain karena pada waktu pertama ketemu orangnya kondisinya lemah tak perdaya juga setelah mendengar cerita dari Santi sendiri tentang anaknya yang sakit asma akut dan jantung bawaan.

Dia bersimpati pada Santi. Ketika Santi diambil paksa, dia berusaha keras mengambil Santi walaupun mempertaruhkan nyawa. Tetapi berkat pengalamannya sebagai petualang lautan dia berhasil membawa kembali Santi. Santi sudah dia anggap sebagai mitra yang dia percaya. Sama seperti anak buahnya juga dia anggap sebagai mitra kepercayaan juga. Segala susah senang ditanggung bersama.

Mereka akhirnya berhasil keluar dari pulau T yang terpencil. Ternyata mister Smith mendirikan bangunan darurat sementara sebagai tempat tinggalnya. Untuk markas sementara di negara I. Negara yang dianggap netral tidak berpihak dan memiliki kelonggaran-kelonggaran. Tidak seperti negara mister Smith yang super ketat sehingga mister Smith lari di Kawasan A supaya dia dapat kerja bebas tanpa pengawasan dari negaranya.

Akhirnya mereka sampai ke kapal Litona. Kemudian mereka semuanya dapat masuk dipulau tersebut.

Tiba-tiba muncullah helikopter besar bertanda KCL di lambungnya. Mister Chow terkejut. Itu organisasi KCL tempat dia bekerja. Helikopter itu mendarat di landasan di kapal Litona. Kapal Litona mempunyai landasan helikopter untuk tempat nyaman pendaratan helikopter bagi kepentingan macam-macam urusan. Bisa jadi rekanan kerja ada yang mau mendatangi langsung kapal Litona pakai helikopter maka itu sudah tersedia. Atau tiba-tiba tuan Mican mau datang maka tetap bisa datang pakai helikopter.

Keluarlah dari helikopter seorang jangkung yang kelihatannya tidak bahaya sama sekali penuh senyum memikat. Disampingnya 2 orang yang bawa alat kerja panjang. Lalu dibelakangnya muncul 4 orang dengan muka serius membawa juga alat kerja panjang. Pengawalan super ketat bagi boss besar organisasi KCL. Organisasi yang disegani dan ditakuti se antero kawasan A.

“Sungguh tak terduga boss datang.”

Mister Chow menyoja hormat. Dia menduga-duga kedatangan tuan Mican padati berkaitan dengan mister Smith yang melaporkannya kepada tuan Mican.

Tuan Mican tersenyum. Dia melihat kepada mister Chow dengan tajam.

“Emmm, Chow. Kamu kelihatan lelah dan payah. Juga bajumu basah oleh air laut. Apakah kamu barusan pergi.”

“E…e….e.”

Mister Chow terbata-bata mau menjawab tetapi mulutnya seperti terkunci. Apakah dia akan bilang barusan pergi ke pulau T yang terpencil untuk menyelamatkan Santi dengan menantang ombak besar yang merupakan marabahaya besar bagi petualang laut seperti dirinya. Tentu tuan Mican sangat marah kepadanya dianggap hanya buang-buang waktu dan tenaga percuma sedangkan perjalanannya terhambat hingga tuan Mican menunggu terlalu lama.

Mata tuan Mican terpaku pada sosok Santi yang mojok takut-takut.

“Cantik.”

Guman Tuan Mican. Rupanya dia tertarik dapat Santi. Santi dimatanya punya kecantikan yang eksotis beda dengan perempuan-perempuan lain.

“Ini orang yang dibilang mister Smith yang kamu biarkan bebas berkeliaran di kapal.”

“Ma..af boss. Dia mitraku dan sudah menjadi kepercayaanku.

“Bagus. Bagus.”

Tuan Mican menepuk pundak mister Chow.

“Aku butuh istirahat minta Santi bantu aku.”

Mister Chow ragu-ragu. Lalu dia menuju pada Santi berbisik-bisik pada telinga Santi. Santi kaget. Tetapi kemudian tenang kembali.

“Dia bersedia bantu boss. Ayo Santi.”

Santi segera beranjak. Dia mengiringi Langkah tuan Mican ke ruang  istirahat kapal. Ruang VIP.

Ruang VIP itu mewah karena dihiasi perabotan-perabotan mahal import dari negara-negara lain yang handal dalam memproduksi perabotan-peraboant tersebut.

“Emmm. Siapa namamu. Tadi Chow sebut namamu Santi. Betul.”

“Betul tuan.”

Tuan Mican tersenyum.

“Kamu tak perlu takut. Aku tidak akan ngapa-ngapain kamu. Kamu cantik. Bantu aku.”

Santi menghela nafas. Dia barusan terlepada dari mulut buaya tetapi mulut harimau menganganga lebar kepadanya. Santi mengeluh dalam hati. Dia ingin segera ketemu Nonik. Dia tidak tahu kondisi berkembangan Nonik sepeninggal dirinya.

“Santi, kamu bisa oles punggungku dengan minyak itu. Tadi aku letakkan di meja kecil. Ambil.”

‘Baik tuan.”

Santi meraih botol minyak oles lalu dioleskan dipunggung tuan Mican.

“Tanganmu lembut Santi. Kamu kerja apa.”

“OB tuan.”

“OB. Macam pembantu rendahan. Kamu kerja saja sama aku. Bayarannya tinggi. Dapat bonus banyak.”

Santi tidak menjawab. Tangannya terus mengoles minyak dipunggung tuan Mican.

Tidak berapa lama tuan Mican tertidur. Matanya tertutup dan nafasnya pelan. Santi menghentikan dia mengoles minyak dipunggung tuan Mican.

Santi terpekur. Kalau dia akhirnya dibawa tuan Mican lepas harapannya ketemu anaknya dan juga pak Dody yang kini perhatian kepadanya. Sejak kejadian dia mendapatkan perlakuan kurang mengenakkan dari ibu Wati, HRD galak sekaligus ratu gosip. Apakah pak Dody akan terus perhatian kepadanya ataukah kemudian acuh tak acuh setelah kenal perempuan lainnya yang lebih cantik dari dirinya.

Kadang Santi tidak merasa cantik. Dia orang desa dari lereng gunung M yang terpencil. Penduduknya rata-rata tidak glowing, tidak perawatan kulit dan muka. Setiap hari bekerja banting tulang untuk menghidupi keluarganya.

Tiba-tiba ada tangan besar menepuknya. Santi kaget dan hampir menjerit. Tetapi terdengar suara mister Chow.

“Ssssssstttttt. Jangan berisik. Ayo pergi dari sini.”

Mister Chow mengajak Santi meninggalkan tuan Mican dan keluar ruangan.

Bagaimana apakah Santi dapat pulang kepada Nonik dan pak Dody yang sedang mencarinya.

Bersambung

1
gendiz
semangat ya
Alya Senja: Terima kasih kak sudah mampir
total 1 replies
MayAyunda
keren
Alya Senja: Makasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
Alya Senja
ya terima kasih mau mampir kak. Kita langsung ya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!