NovelToon NovelToon
Dimana Waktuku?

Dimana Waktuku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Wanita
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.

buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Dia anak yang bodoh" Bisik Zelka pada Zender yang hanya di angguki oleh pemuda itu.

"Aku mendengar nya!!!! Murka Aiden, pemuda itu lalu memasang kuda-kuda dan menerjang si kembar secepat kilat.

" Prang!!! Pedang pemuda itu berhasil di tahan oleh Zender sebelum mengenai Zelka.

"Kuat! Batin Zender, tangan nya gemetar menahan pedang anak yang 1 tahun lebih muda dari nya, meskipun ia penyihir, kemampuan pedang nya cukup hebat.

" Minggir!

"Prang!

" Prang!

"Prang!

" Prang!

Kedua nya lalu saling beradu pedang, Zender berusaha sekuat mungkin mencari celah di pergerakan Aiden.

"Lemah! Ucap Aiden menatap tajam mata Zender, pemuda itu lalu melapisi pedang nya menggunakan sihir api.

" Prang!! Tepat saat pedang berlapis api itu mengenai Zender, Zelka mengaktifkan sihir pelindung untuk melindungi pemuda itu.

"Ck! Aiden berdecak kesal melihat serangan nya di tahan, pemuda itu lalu mundur beberapa langkah ke belakang.

" Huffttt" Zender menarik nafas lega, syukurlah Zelka tepat waktu memasang pelindung itu.

"Ctass!

" Ctass! Anak panah di tembakkan ke si kembar.

Zender mengaktifkan sihir nya.

Kepulan asap hitam memenuhi area pertarungan mereka, dalam sekejap, dengan bentuk asap nya zender muncul di belakang satu persatu orang orang Karsa.

Pemuda itu lalu menjerat leher para prajurit hingga mereka pucat pasi.

"Ekkhhh!!! Rintih para prajurit tidak bisa bernafas, tangan mereka perlahan-lahan melepaskan busur panah yang di pegang.

" Ada apa?!! Teriak Aiden panik, pemuda itu tidak bisa melihat apapun karena kepulan asap hitam Zender, satu-satunya suara yang ia dengar hanyalah suara prajurit nya yang merintih kesakitan.

"Srekhh!!

 " Uhuk! Zelka memanfaatkan kelengahan Aiden, ia lalu menepas punggung pemuda itu dari balik asap.

"Uhuk! Uhuk! Aiden kemudian memuntahkan darah segar dari mulut nya.

" Jangan jadi pengecut dengan bersembunyi!! Teriak Aiden murka, pemuda itu lalu mengenggam pedang nya erat dan mengaktifkan sihir api.

"Jleb!! 

" Jangan pernah membiarkan punggung mu tanpa perlindungan di medan perang" Ucap Zelka dingin, pemuda itu menusuk perut Aiden menggunakan pedang nya.

"Uhuk! Aiden memegangi perut nya yang tertusuk, ia bisa melihat dengan jelas pedang Zelka yang tertancap di sana.

" Benar-benar gila" Ucap Zender melepaskan sihir nya, pemuda itu lalu muncul di sebelah Zelka dengan sebagian tubuh yang masih berbentuk asap.

"Apa?! Aiden bisa melihat dengan jelas tubuh para prajurit nya yang terkulai lemah di tanah, mulut mereka mengeluarkan busa putih dengan wajah pucat.

Pemuda itu lalu menatap Zelka dan Zender yang dengan santai nya memandang diri nya kasihan.

" Ck! Pemuda itu sempat berdecak lidah sebelum akhirnya pingsan.

Bagaimana bisa ia dan prajurit nya kalah semudah ini di tangan dua orang anak kecil?

"Brukh! Tubuh Aiden ambruk, darah segar mengalir mengitari tubuh pemuda itu yang terbaring lemah.

Zelka men garuk-garuk kepala nya, ia tak tega melihat anak yang lebih muda dari nya justru terbaring lemah dengan darah.

Ia lalu melihat ke arah kristal sihir yang merekam mereka, ia kemudian menekan sebuah bola kecil dan melemparkan nya ke arah Aiden.

Dua orang penyihir kemudian muncul, mereka lalu membawa tubuh Aiden dan pergi menggunakan sihir teleportasi.

Itu adalah tindakan belas kasih, dengan begitu Aiden akan mendapatkan perawatan sebelum kompetisi berakhir.

"Kau yakin? Tanya Zender, memberikan belas kasih pada musuh itu sama saja dengan menunjukkan kelemahan.

" Ayo! Ucap Zelka, ia lalu berjalan menghampiri kuda nya dan pergi meninggalkan area itu.

Zender hanya bisa menarik nafas panjang melihat tingkah kakak nya, seharusnya mereka tidak terlahir kembar.

apakah alasan kakaknya itu memberikan belas kasih adalah karena mereka berdua sama sama rambut merah? Pikir Zender, ia kemudian menarik satu helai rambut nya, kenapa ia memiliki warna rambut hitam sedangkan kakak kembar nya merah?

**

"Apa kita melewati jalan yang benar? Tanya Zelka heran, ia hanya terus menunggangi kuda tanpa tahu arah dan hanya mengikuti perkataan Sevalio di pikiran nya.

" Kalian melewati jalan yang benar, terus lurus ke depan dan sebentar lagi pasti ketemu Arena" Balas Sevalio malas, ia tahu dirinya susah di percayai, tapi Zelka sudah menanyakan hal yang sama 50 kali sampai sampai ia muak menjawab.

"Benar! Aku melihat cahaya" Ucap Zelka gembira karena mereka bisa sampai di arena dengan mulus tanpa ada kendala.

"Apa kita menjadi yang pertama? Tanya Zelka semangat pada Zender, ia yakin kelompok nya yang pertama sampai karena Ashley pasti sudah memasuki arena jauh sebelum langit berubah warna.

" Jangan besar kepala " Ucap Zender malas.

"Selamat datang!!!!!

" Kalian kembali hidup hidup!!!!

"Selamat!!!

" Horeee!!!!

Sorak sorai penonton terdengar keras tepat saat mereka berdua melangkah kan kaki memasuki Arena.

Tatapan mata Zelka berbinar, ia tidak menyangka akan mendapatkan sambutan semeriah ini.

"Kalian terlambat! Ucap Ashley menghampiri si kembar.

" Aku khawatir saat melihat kalian berdua di layar tadi" Ucap gadis itu meneteskan air mata, ia ikut degdegan melihat pertarungan si kembar tadi karena takut mereka berdua kalah.

"Kau pikir kami kalah kan? Tanya Zelka menaikkan satu alisnya.

Ashley mengangguk.

" Kau pikir kami siapa sampai di kalah kan oleh cecunguk kecil" Ucap pemuda itu mengelus surai rambut Ashley.

"Maaf" Ucap gadis itu menyeka air mata nya.

"Bagaimana dengamu?

" Apa kalian bisa kembali tanpa kendala?

Tanya Zender penasaran, ia tidak melihat satupun luka baru di tubuh Ashley.

"Kami kembali tanpa rintangan" Balas gadis itu tersenyum.

"Kalian lemah! Teriak Arthur.

" Apa?! Zelka dan Zender dibuat terkejut, mereka lalu menoleh ke samping dan melihat kelompok Arthur dan Damien sudah kembali.

"Kalian sudah kembali? Tanya Zelka berjalan menghampiri.

" Benar " Balas Damien tersenyum, penampilan pemuda itu memang cukup berantakan, namun masih terlihat rapi di banding si kembar.

"Kupikir kalian akan berada cukup lama di dalam hutan" Ucap Zender membersihkan lengan bajunya.

"Kami memang berniat kembali ke arena saat matahari hampir terbenam" Ucap Arthur, dari semua orang yang berdiri di sana penampilan pemuda itu yang paling rapi tanpa ada darah dan kotoran yang menempel.

"Lalu? 

" Damien datang dan meminta kembali lebih awal" Ucap Arthur sedikit kecewa.

"Hahaha" Damien tertawa kecil, ia sedang dalam perjalanan kembali ke Arena lalu tak sengaja berpapasan dengan Kelompok Arthur.

Wajah pemuda itu saat melihat penampilan Damien benar-benar menakjubkan.

"Lalu dimana Arsene dan Athena? Tanya Zender, pemuda itu celingak celinguk mencari keberadaan mereka berdua namun satu pun tidak terlihat.

Damien yang mendengar pertanyaan Zender langsung menatap layar, di sana Arsene dan Athena terlihat sedang sibuk memburu mahluk spiritual tingkat tinggi.

"Mereka benar-benar gila?! Ucap Zelka terbelalak, apa yang mereka berdua pikirkan hingga berani melawan mahluk itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!