Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tantangan Lagi
Ella dan John sudah kembali ke Jakarta. Dan di Jemput oleh Kapten Jefry Christo Brasmanto Lantang, saudara kembarnya John.
"Wellcome back Ella. Enam bulan lalu, waktu kamu berangkat praktek ada yang putus asa karena di blokir nomor kontaknya."
"Kamu punya perbuatan nona Ella."
"Sudah lama kak, kan ngak perlu di ingat ya."
"Tetapi kamu harus tahu, gimana tampang kekasihmu itu dek. Dia sedih banget, mami, dede yang jadi korban."
"Sedih apa kak, baru pulang bersama perempuan, masa sedih. Akting itu." John yang di godai hanya diam. Sedangkan Jefry dan Ella tertawa kecil. Takut di marahi.
"Kak kemarin dede ada konsul soal sakit kaka, gimana sudah mengambil keputusan??"
"Aku itu takut dek."
"Kak ngak ada luka besar, seperti di laser begitu hanya menggunakan jarum khusus begitu. Di rumah sakit tentara kan sudah ada alatnya."
"Iya, Ini kalian sudah disini minggu depan deh operasinya. Gimana keadaan papa kamu dek??"
"Puji Tuhan sudah membaik."
"Kita kerumah dulu mama sudah masak. Malam atau pagi baru ke apartemen."
"Pagi aja."
"Mas aku bobo dimana??"
"Di kamarku lah??"
"Terus kamu??"
"Ya dikamarku juga lah. Masa aku yang punya kamar tidur di luar."
"Aku bobo sama dede saja."
"Coba saja kalau berani."
"Mas....."
"Iya sayang." Jefry hanya tertawa melihat dua adiknya ini.
Sampai di rumah keluarga Lantang Ella disambut oleh mami dan papi, dan langsung menanyakan keadaan papanya Ella. Dia sangat bersyukur ternyata keluarga ini begitu perhatian kepadanya. Mereka makan malam bersama. Kemudian Ella mandi. Selesai mandi Ella langsung tertidur saja di kamar John. Sementara John, Jefry serta mami dan papinya sedang di ruang keluarga membahas rencana operasi Jefry sambil menunggu Jesica pulang acara ulang tahun temannya.
Begitu mendengar suara mobil, John dan Jefry lebih dahulu keluar menyambut adeknya. Jesica keluar dari mobil temannya, ketika melihat John kakaknya langsung menepuk jidatnya.
"Mampus Gue."
Jesica lebih takut kepada John. Karena kalau dia katakan dia pukul maka akan dia lakukan. Berbeda dengan Jefry saudara kembarnya masih bisa mengerti. Keras juga, namun dia kontrol karena penyakitnya. Tetapi kalau ada yang buat salah dengan adik perempuan mereka. Maka urusannya sama John dan Jefry.
"Di antara siapa???"
"Teman kak."
"Teman - teman siapa namanya??"
"Malam kakak saya Aldo, teman kampus Jesica."
"Oke. Terima kasih ya Aldo, sudah antar adikku."
John langsung mengandeng adeknya menutup pintu pagar dan Aldo langsung pulang.
"Kenapa sih mukanya jelek banget. Kenapa cepat pulang sih?? Ngak takut kak Ella pindah ke hati Kapten Esau yang dokter itu."
"Stttttsssss dede, kak Ella mu ada bobo di kamar kakakmu itu."
"Pantas tenang - tenang aja. Aku mau baguni biar bobo dengan dede.
"Dede, berani abang cubit ya. Dua minggu di rumah mertua, abang ngak bisa peluk baik - baik."
John langsung masuk ke kamar dan mengunci pintunya. Terdengar suara maminya agar tidak macam - macam. John membuka pintu kamarnya dan mengeluarkan kepalanya.
"Adek janji ngak macam - macam hanya peluk dan cium saja."
Papa dan Jefry kakak kembarnya hanya mengelengkan kepala. Sedangan maminya merasa heran kalau Jesica memang dia sudah sangat rindu sama Ella.
Kebiasaan kalau John tidur harus bertelanjang dada. Dia naik ke atas ranjang dan tidur sambil membawa tubuh yang menjadi candu baginya kedalam pelukannya. Pagi - pagi Ella sudah bangun, dan dia sadar bahwa semalam dia tidur di kamar kekasihnya. Ketika Ella mau bergerak turun, John langsung menahan tubuh kekasihnya.
"Mas belum puas sayang."
"Aku mau ngecek dulu??"
"Masih perawan sayang? Mas sudah janji."
"Mas yakin ade masih perawan??
John langsung memeluk Ella semakin kencang. Tatapan matanya tajam ke arah Ella, yang di tatap hanya tersenyum. John tahu, bahwa Ella sedang menguji dirinya.
"Jujur sayang."
"Kalau iya, kamu masih mau menerima saya apa pun diriku."
"Saya akan terima kamu apa adanya. Tetapi siapa laki - laki itu?? Dan......."
"Mas kamu mau apa???"
"Menghapus semua tanda dia di tubuhmu."
John sudah menindih tubuh kekasihnya dan seketika itu Ella mengaku bahwa dia berbohong. John langsung memeluk tubuh Ella sangat erat.
"Kamu jangan perna mencobai aku sayang."
"Maafkan aku mas."
"Kamu perna mempunyai pacar??"
"Aku perna pacaran dengan teman satu tingkat, namun, kami tidak sederajat. Orangtuanya mau dia berpacaran dengan orang yang setara dengan dia."
"Kenapa bari cerita sekarang???"
"Kamu ngak perna tanya??? Sudah ya aku mau mandi.
Ella langsung meninggalkan John dengan sejuta tanda tanya serta penasarannya tentang siapa sosok laki - laki yang perna menjadi kekasihnya.
"Kamila. Pasti dia tahu semau tentang Ella."
Selesai sarapan Ella akan pamit kembali ke apartemen tempat dia tinggal. Ella tidak tahu, bahwa apartemen itu sudah di beli John kekasihnya. Ella masih berpikir itu milik Kamila sahabatnya.
Tadi pagi sebelum sarapan, Ella selesai berdoa pagi dia keluar membantu maminya John menyiapkan sarapan. Maminya John tentu bahagia.
"Mami ayamnya enak, baru perna lihat dan rasakan masakanan mami yang ini."
"Papi, itu bukan mami yang masak. Itu Ella yang masak. Tadi pagi Ella bantu mami siapkan sarapan."
"El, enak loh papi suka."
"Terima kasih."
"Dede ikut itu kak Ella, sudah cantik, pintar akademik dan pintar masak pula. Istri idaman tuh."
"Kak Ella nanti ajari Jess ya." Ella hanya kedip mata.
"Ehhh kekasihnya tidak ada respon nih."
"John sudah perna merasakan masakan Ella."
Selesai makan, Ella dan Jessica merapikan meja makan dari peralatan makan yang kotor. Sementara koper Ella sudah dibawa John ke mobilnya. Ella masih membersihkan barang - barang makan yang kotor. Selesai merapikan semua. Di rumah kedatangan tamu, kebetulan ini weekend jadi semua ada di rumah. Ternyata yang datang sahabat papi dari Kalimantan.
"Hai, suatu kehormatan kamu bisa sampai di kediaman kami." Papi dan mami langsung berpelukan dengan sahabat dan letting papi.
"Ini pasti Meilinda ya??"
"Iya tante."
"Kamu cantik sekali nak."
"Tin, Meilinda ini seorang dokter."
"Dokter??? Dokter apa nak??"
"Dokter umum, kami baru ada berkat jadi baru mendaftar dokter spesialis."
"Mau ambil spesialis apa Mei??"
"Rencana sih mau ambil organ reproduksi dan kandungan tante."
"Bagus itu. Oooo kenalkan ini anak tante Jefry kembarnya John dan satu cewek lagi di dapur."
"Sama John sudah ketemu di Kalimantan tante."
"Ooooo enam apa tujuh bulan lalu."
Meilinda langsung duduk disebelah John, sangat menempel. Pandangan Meilinda tidak bisa berpaling dari sosok John yang dia rindukan. Di Kalimantan semua orang tahu bahwa John ini adalah pacar dari dokter Meilinda.
"Jess, ajak Kak Ella kesini. Kenalan sama teman papi dan mami."
"Anaknya dua???"
"Satu cewek. Yang satu calon anak mantu."
"Oooooooooo."
"Barata ini Jesicaĺ anak bungsu kami,dia juga mahasiswa kedokteran baru tingkat satu. Sedangkan yang satunya itu calon mantuku dokter Pamella Christine Giardini kekasihnya John."
Seketika raut muka pak Barata dan anaknya Meilinda berubah total. Ella dan Jess sudah menyalami om Barata. John pamit ijin ke toilet agar lepas dari Melinda yang duduk di sebelahnya.
John tahu bahwa ada masalah besar di depan. Dia membasuh mukanya. Dan keluar membawa tas Ella yang ada di kamarnya. Karena Ella sudah rapikan semua barang - barangnya.
"Tas kamu sayang."
"Terima kasih."
Ella menerima tas itu dan mereka berdua langsung pamit dari kedua orangtua John, juga om Barata dan Meilinda.
"Jef yang buka gerbang."
"Jess juga permisi temani kak Ella ke garasi."
"Mampus kamu." Jefry yang membuka pintu garasi langsung memberi komen atas peristiwa itu.
"Aku akan hamili Ella."