NovelToon NovelToon
Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Kevin Sanjaya dulunya adalah seorang kurir Ojol pengantar makanan dengan kehidupan keluarga yang penuh dengan kemiskinan. akhirnya dia menemukan sistem pengantaran terhebat.

Sistem tersebut membuat dirinya bisa mendapatkan kekayaan dengan melakukan pengantaran makanan, bahkan wanita cantik pun beramai-ramai mendekatinya.

saat sistem bekerja, ulasan terbaik adalah prioritas atas segalanya. akhirnya kekuatan dan pengaruh telah ia dapatkan, namun tuntutan sistem akan semakin menekan.

bahkan kekuatan penguasa - penguasa akan dia lawan, juga wajah - wajah baru akan dia temui.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Pergi ke neraka!

"Kevin, hati-hati!"

Jantung Nona Melati berdegup liar saat melihat pistol itu terangkat. Wajahnya langsung pucat, dan napasnya tercekat.

Itu bukan pisau… bukan ancaman biasa…

Itu senjata api!

Satu peluru saja… cukup untuk mengakhiri segalanya.

Kevin menetap pria yang memegang pistol dengan tatapan bosan.

"Heh… jadi kalian bawa mainan seperti itu?"

Namun, di tengah ketegangan yang memuncak, suara santai Kevin justru terdengar meremehkan.

Ia berdiri tegak, tanpa sedikit pun merasakan ketakutan.

Bahkan… tersenyum meremehkan.

"Kalian pikir benda seperti itu bisa menjatuhkanku?"

"Ap… apa?!"

Para preman itu saling berpandangan.

Orang ini gila?!

Itu pistol sungguhan!

Bukan properti film!

Dengan Santai Kevin berjalan mendekat.

"Jangan… jangan mendekat!"

Pria yang memegang pistol mulai panik, tangannya sedikit gemetar.

Aura Kevin… terlalu menekan!

Seolah-olah yang berdiri di depan mereka bukan manusia…

Tapi sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Pandangan Kevin menatap lurus ke arah pria itu.

"Takut?"

Senyum Kevin semakin lebar.

Ia melangkah maju.

Satu langkah…

Dua langkah…

Tenang. Santai. Tanpa beban.

"Kalau berani, tembak saja."

Melihat apa yang di lakukan Kevin, membuat Nona Melati nampak sangat ketakutan.

"Kevin, jangan!!"

Nona Melati hampir berteriak histeris.

Ia tak tahan membayangkan Kevin akan terluka di hadapannya.

Namun—

Kevin hanya meliriknya sekilas.

Tatapan itu…

Penuh keyakinan.

"Tenang saja."

.......

"Sialan!! TEMBAK!!"

Akhirnya, salah satu dari mereka tak tahan tekanan itu.

Ia merebut pistol dan langsung menarik pelatuk!

DOR! DOR! DOR!

Tiga tembakan meledak berturut-turut!

Suara keras menggema di gang sempit.

Bau mesiu langsung memenuhi udara.

"Keeeeviiiiinnnn....!!!"

Nona Melati menutup mata, air matanya jatuh.

Ia tidak berani melihat…

Namun…

Detik berikutnya, Tidak ada suara tubuh jatuh.

Tidak ada darah.

Tidak ada jeritan.

"…Cuma segini?"

Suara santai itu kembali terdengar.

Nona Melati membuka matanya perlahan.

Dan apa yang ia lihat…

Membuat seluruh dunianya berhenti.

Kevin… berdiri utuh.

Tanpa luka.

Tanpa goresan.

Masih tersenyum.

Lalu…

Ia membuka telapak tangannya.

Ting… ting… ting…

Tiga peluru jatuh ke tanah.

Seketika Suasana menjadi Sunyi.

Semua orang membeku.

"Ti-tidak mungkin…"

Wajah para preman berubah pucat seperti mayat.

Menangkap peluru…

Dengan tangan kosong?!

Kevin terkekeh pelan.

"Kalau aku tidak bisa menangkap peluru…" Ia menggeleng ringan.

"Lebih baik aku berhenti jadi manusia."

Di sisi lain…

Nona Melati terpaku.

Matanya berkaca-kaca.

Namun kali ini…

Bukan karena takut.

"Dia… luar biasa…" Jantungnya berdegup semakin kencang.

Pipi memerah.

Tatapannya tak bisa lepas dari sosok seorang Kevin Sanjaya.

"Aku… benar-benar… jatuh hati…"

Semuanya massi terpaku....

"Sial!! Lari!!"

Salah satu preman akhirnya panik total.

Keberanian mereka hancur.

Mereka berbalik dan mencoba kabur!

Namun—

"Selesai bermain?" Suara Kevin terdengar dingin.

Dalam sekejap—

WHOOSH!

Tubuhnya menghilang!

Kemudian, Muncul kembali…

Tepat di depan pria bersenjata itu.

Seperti bayangan.

Seperti iblis.

"Kau sudah menembakku." Kevin tersenyum tipis.

"Jadi… sekarang giliranku."

BUUM!

Satu pukulan ringan dilayangkan.

Namun, Saat mengenai bahu pria itu—

MELEDAK!!

"AAAAAAHHHH!!"

Lengannya hancur seketika!

Darah menyembur ke segala arah!

Tubuhnya terpental, berguling di tanah sambil menjerit kesakitan.

"Satu."

Kevin melangkah maju.

Tatapannya dingin tanpa ampun.

Melihat itu, Preman lainnya gemetar.

Kaki mereka lemas.

Tak ada lagi niat melawan.

..........

"Jangan… jangan datang…!"

Namun Kevin tidak berhenti.

Aura membunuhnya kini benar-benar keluar.

Menekan.

Mencekik.

"Kalian tadi… sangat berisik."

Ia tersenyum.

Namun senyum itu…

Lebih menakutkan dari kematian.

"Jadi sekarang…"

Ia mengangkat tangannya perlahan.

"Giliran kalian masuk neraka."

1
Oktaviadi Ayu
S
Naga Hitam
okta
DD
typo Vanesa 🤣
Kenjiro Dominic: 😭😭😭😭😭
total 1 replies
dhani satria
update yg banyak bang
Kenjiro Dominic
nanti malam author Update 10 Bab yaaa... maaf pagi ini blum ada update🙏
Naga Hitam: makasih
total 1 replies
DD
typo nona Yati, Thor 🤣
Kenjiro Dominic: 🤣 maaf ngantuk jadi Typo dikit nggak ngaruh kan 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!