NovelToon NovelToon
NAMA KU QUEEN

NAMA KU QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.

Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.

Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??

Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NAMA KU QUEEN

Jam kerja sudah berakhir, 14:00. Queen segera membereskan pekerjaannya dan briefing bersama leader sif nya. Dia tampak ada di barisan belakang, di depannya sudah berjajar teman-temannya.

"Queen kamu di depan" kata leader nya.

Semua mata menoleh padanya, dan tanpa di perintah ke dua kali, queen segera maju di barisan depan. leader sif memberikan evaluasi kerja hari ini, queen mendengarkan dengan seksama.

"queen, mulai besok kamu di bawah menyiapkan stok kardus dan partisi, juga membersihkan semua area produksi, besok akan ada tamu yang datang untuk memeriksa seluruh tempat produksi, jadi kamu harus memastikan semua area bersih." intruksi leadernya.

" maaf pak, apakah saya sendirian" queen bertanya dengan hati-hati.

" iya!" jawab leader singkat.

"busyet, ruangan segede ini??, lalu teman-teman yang lain??? " quen bergumam dalam hati. Tetapi dia tidak membantah.

"baik pak, terimakasih" jawab queen. Sekilas dia melihat ada senyum sedikit sinis dari beberapa temannya, senyum mengejek.

"aku sudah berniat bekerja disini, dan tidak mudah masuk di pabrik ini, kalian salah jika mengira aku mudah menyerah. Aku tidak akan menyerah sebelum aku mencapai tujuan ku" batin queen.

Briefing selesai, semua membubarkan diri menuju loker masing-masing. queen seperti biasa berjalan seorang diri, menyapa ramah beberapa security.

" mbak queen" sapa reni. Salah satu temannya yang bersikap lebih baik.

"iya" jawab queen.

"mba queen kenapa tadi tidak meminta teman tadi saat pak ari memberi intruksi??" tanya reni.

"tidak mba ren, tanpa aku minta pun jika pak ari menanggap pekerjaan ini berat, pasti beliau akan memberi satu teman, tetapi jika tidak... Berarti beliau percaya aku bisa melakukan sendiri" jawab queen.

" aku bersedia membantu loh" kata reni

"terimakasih mbak reni, jika tidak ada perintah dari pak ari lebih baik jangan, dari pada kena semprot" kata queen sambil bercanda.

Tanpa mereka sadari, orang yang di bicarakan ada di belakang mereka. Mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari 2 anak buahnya. Dia tersenyum tipis, sangat tipis di balik maskernya.

"kamu tertarik dengan queen Ri?? Tanya temannya.

"apa dia sudah punya kekasih??" bukannya menjawab ari malah balik bertanya.

" setauku dia dekat dengan erfan, tetapi aku tidak apakah mereka memiliki hubungan atau tidak" jawab temannya.

"Dia gadis yang manis, tidak banyak bicara dan tingkah" kata ari

"tapi kamu sudah punya tunangan di bandung" kata temannya yang bernama cecep.

" tidak apa-apa, jauh lagi. Dia tidak akan tahu" jawab ari.

" kamu akan bermain api??" tanya cecep.

Ari hanya tersenyum, dia tidak menjawab. Ari adalah pria berkelahiran jawa barat berusia 27 tahun. Dia tertarik dengan queen sejak pertama masuk di perusahaan, tidak ada yang spesial dari queen, tapi ada sesuatu yang menariknya untuk ingin lebih dekat.

Dia sengaja memberikan pekerjaan ini sendirian agar dia bisa mendekati wanita manis ini.

Sampai di depan pabrik, erfan yang masuk sif malam, sudah menunggu di depan. Dia tersenyum pada queen.

" kan aku sudah bilang tidak perlu menjemputku" kata queen

" tidak apa-apa, lagian aku sudah tidur tadi" jawab erfan.

Dari jauh erfan memperhatikan interaksi ke duanya. " aku akan merebutnya " gumam ari penuh obsesi.

Queen segera naik ke atas motor milik erfan.

"kita cari makan dulu ya" kata erfan.

"tidak mas, pulang aja, aku masih kenyang"

"jalan-jalan dulu ya" kata erfan lagi

" gak enak belum mandi, gerah. Pulang dulu saja aku mandi, habis gitu baru jalan. Gimana??" tawar queen.

"baiklah" erfan segera melajukan motor menuju rumah sederhana queen.

Sampai rumah, queen mempersilahkan erfan masuk dulu, lalu dia mengambil jubah handuk menuju kamar mandi.

Selesai mandi, queen berjalan masuk ke kamarnya, erfan yang melihat queen memakai jubah handuk hanya tersenyum, " bisa-bisa nya aku ingin memeluk dia" gumam erfan.

" ayo mas" kata queen membuyarkan lamunan erfan.

"ya, ayo. Kamu cantik dek" kata erfan.

queen hanya tersenyum " tapi aku sudah tidak gadis" jawab queen dalam hati.

"ayooo malah melamun. " erfan menarik queen.

"bisa khilaf aku kalau lama-lama di dalam rumah queen" kata erfan dalam hati.

"kita kemana ini?? , atau mau makan di mana?" tanya erfan

"terserah mas aja. " jawab queen.

Erfan melajukan motornya menuju tengah kotan di sana ada resto ikan bakar. Sudah lama erfan ingin mengajak queen kesana.

Queen dan erfan segera masuk dan memesan makanan, tidak lupa erfan memesan untuk di bawa pulang, 1 bungkus untuk orang tua queen dan 1 bungkus untuk ibu dan adik-adik nya.

Erfan dudu disamping queen, sambil menunggu pesanan tiba, erfan yang sudah merencanakan sesuatu tidak sabar ingin mengatakan, apalagi dia mendengar ada yang mendekati queen tadi siang. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan.

"dek maaf kalau aku lancang, aku mau mengatakan sesuatu" kata erfan

"apa mas??"

"aku mencintai kamu, apakah kamu mau jadi kekasihku??" kata erfan tanpa basa basi.

"ha... Aku??" tanya queen.

"tapi aku...." queen ragu melanjutkan ucapannya.

Tetapi queen tidak ingin berbohong, terserah jika ada orang yang mencelanya, dia tidak peduli. Dia harus jujur di awal. Jika setelah ini erfan menjauhinya, itu bukan masalah mutlak baginya.

" Kenapa??" apa kamu tidak menerimaku?, " tanya erfan.

"bukan mas, tapi aku wanita miskin dan sudah kotor" jawab queen tanpa ragu.

Erfan sedikit kaget, tetapi dia mampu mengusai ekspresinya.

"maksudmu sudah kotor bagaimana??" tanya erfan.

"hufffft. Aku sudah tidak gadis lagi.tidak perlu aku menjelaskan kenapa dan bagaimana atau dengan siapa, tetapi yang jelas aku sudah bukan gadis perawan lagi" jelas queen.

Erfan tersenyum, dia meraih tangan queen dan mengecupnya.

" siapa saja yang tahu masalah ini?" tanya erfan.

"aku, dia,kamu dan.... Allah. " jawab queen.

" jangan menceritakan masalah ini pada siapapun, jika yang tau hanya aku, kamu Allah dan... Dia, cukup itu saja. Aku menerima kurang dan lebihnya dirimu, aku juga bukan laki-laki baik, aku pernah minum-minuman keras, tetapi sudah berhenti. Tetapi aku belum pernah melalukan sex. Aku bisa jamin itu. Aku belum pernah pacaran sebelumnya, sekali jatuh hati langsung padamu. Jadi... Ayo sama-sama kita menutup aib, terima aku dan kekuranganku, aku juga menerima mu dengan segala kekuranganmu soal status sosial, aku juga bukan orang kaya, kebetulan saja ayahku seorang pensiunan militer. Kita berjuang sama-sama" panjang lebar erfan menjelaskan.

" tapi... Aku belum mau menikah" kata queen.

"aku juga belum, dua adikku masih sekokah" jawab erfan.

"lalu bagaimana?? Apa kamu menerimaku?? " ucap erfan sambil mengecup lembut tangan queen.

Queen terlihat ragu, apakah dia benar-benar menginginkan erfan, atau ini hanya pelarian dari abdi. Abdi... Kenapa dia tiba-tiba teringat abdi.

"hei, dek" queen tergagap karena sedang melamun.

"kamu ingat mantanmu??" tanya erfan.

"iya, sekilas aku ingat dia" jawab queen jujur

"kamu masih mencintai dia??" tanya erfan.

"tidak mas, sudah lama aku mengubur rasa itu, tetapi tidak di pungkiri aku belum bisa melupakan, selain karena aku menjalin hubungan bertahun-tahun, dia juga yang sudah...." queen tidak melanjutkan.

"dek... Lihat aku" kata erfan sambil mengangkat dagu queen.

"aku tidak memintamu melupakan dia jika memang belum bisa, tetapi kalau kamu sudah tidak ada rasa padanya, ijinkan aku masuk dan pelan-pelan menghapus dia dari ingatanmu, berganti dengan ingatan tentang kita, tak perlu membahas apa yang pernah kalian lakukan selama kalian pacaran, cukup kita jalani hubungan ini dengan serius, hingga datang waktunya untuk bersama dalam ikatan yang sah. Aku serius queen" kata erfan yang tidak mau queen mundur.

"aku... Namaku queen. Queen hidayat. Aku menerimamu mas" jawab queen.

"Alhamdulillah.... Terimakasih sayang" erfan sangat bahagia, dia mengecup tangan queen berkali-kali, bahkan dia mengecup puncak kepala queen dengan sayang. Hingga ikan bakar pesanan queen datang dan mereka menikmati kebersamaan dari awal hubungan sebagai sepasang kekasih.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!