NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:193.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ghaffar Siuman

Ghaffar sedang duduk sendiri, di tepi pantai. Suara ombak, terdengar begitu menenangkan. Ia memejamkan kedua matanya, saat angin bertiup lembut menerpa wajahnya.

Semua perasaan yang berkecamuk, seolah lenyap tak tersisa.

'Sayang'

DEG

Perlahan Ghaffar membuka kedua matanya, ia masih diam di tempat. Mencoba untuk meyakinkan diri, dengan suara yang baru saja terdengar. Suara yang begitu ia kenal, meski hampir terlupakan.

'Ghaffar, anakku sayang.' Ghaffar langsung menoleh ke arah suara...

Tes

Air matanya tak bisa ia tahan, perlahan Ghaffar bangun dari duduknya. Ia menatap sendu dan rindu, pada dua orang di depannya.

"Ayah.... Ibu...." panggilnya lirih

'Anak ibu, kami rindu nak.' Ghaffar langsung melangkahkan kakinya, bahkan ia berlari secepat yang ia bisa.

GREP

"HWAAAAAAAA....... HWAAAAAA..... AYAAAAAHHH..... IBU.... KALIAN... HWAAAAA...." tangisan Ghaffar pun pecah

Rasa rindu yang begitu besar, ia luapkan dalam pelukan. Air mata kedua orang tuanya pun, tak urung ikut membasahi kedua pipinya.

Mereka berpelukan cukup lama, sampai Ghaffar mulai merasa tenang. Dan tangisannya pun, tak sekeras tadi. Ia menjauhkan tubuhnya, meski ia tak melepaskan pelukannya.

Ghaffar menatap wajah ayah dan ibunya, mengukir kedua wajah itu di hati dan pikirannya.

'Kamu sudah besar sayang, jadi anak hebat. Karena suka membantu orang lain, ayah bangga.' ucap sang ayah, Ghaffar tersenyum. Senyuman yang begitu lebarnya, senyuman yang tak pernah ia tunjukkan pada orang lain.

"Ghaffar rindu" ucap pria tampan tersebut

'He em... Ibu juga rindu, tapi dunia kita sudah berbeda. Kalo Ghaffar rindu, kan bisa do'a in kami.' balas sang ibu

"Kenapa ayah dan ibu, tidak bawa Ghaffar? Ghaffar ingin ikut ayah dan ibu.." tanya Ghaffar, kedua orang tuanya saling tatap dan tersenyum

'Karena memang belum waktunya, untuk kita berkumpul kembali. Masih banyak yang membutuhkan bantuanmu, sayang. Akbar dan ibunya, menyayangimu dengan tulus. Jangan tinggalkan mereka, belum dengan Damar dan neneknya. Mereka juga tulus dengan mu sayang, masih banyak orang baik yang akan mengelilingi mu.' jawab sang ibu

"Tapi bu..." ayah Zayyan menggelengkan kepalanya

'Ayah yakin kamu bisa nak, kamu bisa melaluinya. Ghaffar adalah anak kesayangan kami, yang tak pernah putus asa.' ucapnya

"Ghaffar ingin membalas dendam, atas apa yang sudah menimpa ayah dan ibu. Gara-gara dia, Gahffar harus berpisah dengan kalian. Gara-gara dia, ibu dan ayah harus pergi dengan tragis." ibu Yasmin menggelengkan kepala

'Dengan membalas dendam, masalah takkan pernah selesai sayang. Akan terus menerus menganak sungai, dan mengakar pada keturunan. Bukan hanya saling bunuh, tapi membuat hatimu semakin kotor. Biarkan hukuman Allah, yang bekerja. Ini semua sudah takdir, tak ada yang bisa mencegahnya.' Ghaffar menundukkan kepala

'Anak ibu janji ya, jangan pernah berpikiran untuk membalaskan dendam ayah dan ibu. Lebih baik, membantu banyak orang dengan kemampuan yang kamu miliki. Lanjutkan yang sudah kamu mulai, karena mereka membutuhkanmu nak.' lanjut Yasmin

'Kamu akan mendapatkan kabar baik nanti, tanpa kamu turun tangan. Allah sudah memberikan hukuman padanya terlebih dahulu, percayalah.' sambung Zayyan

"Benarkah? Ayah dan ibu.... tak ingin Ghaffar membalas dendam?" keduanya mengangguk

'Ghaf... Mau sampe kapan kamu teh meremnya, meuni lama. Aku teh kangen tau, ga ada yang delekin aku, ga ada yang pelototin aku.' samar-samar terdengar suara Akbar, kedua orang tuanya Ghaffar tersenyum

'Pulanglah nak, banyak yang menunggumu. Bila ada kesempatan, kami akan kembali untuk menengok mu.' ucap Zayyan, Ghaffar mengangguk

Mereka kembali berpelukan, hati Ghaffar terasa lebih ringan. Keinginannya untuk bertemu orang tuanya, meski hanya lewat mimpi. Sudah terkabulkan...

"Ghaffar akan merindukan ayah dan ibu, tunggu Ghaffar yah.. bu..." Zayyan dan Yasmin mengangguk, tubuh mereka lambat laun menghilang.

Ghaffar menoleh, ia kembali mendengar suara sahabatnya. Ghaffar berbalik dan melangkahkan kakinya, mengikuti arah suara yang sejak tadi menangis. Ada cahaya terang di depan sana, Ghaffar pun masuk dan..

"GHAFF... KAMU BANGUN GHAFF!!! ALHAMDULILLAH, BENTAR YA.. AKU PANGGIL DOKTER DULU." teriak Akbar kegirangan, ia melesat cepat keluar ruangan. Memanggil dokter, yang tadi bilang mau kembali ke ruang praktek nya.

Ghaffar menoleh ke arah dinding, lalu ia menghembuskan nafas panjang.

"Kebiasaan kamu mah Bar, padahal ada tombol emergency." gumam Ghaffar, ia kembali memejamkan kedua matanya. Rasanya begitu berat, ia sangat mengantuk.

ceklek

Pintu kembali terbuka, masuk bang Abraham dan Damar. Ghaffar kembali membuka matanya, melihat siapa yang datang.

"Alhamdulillah, lu udah bangun Ghaff. Ga bisa gue bayangin, kalo lu meremnya lama. Bisa-bisa, si Akbar gelosoran di depan rumah sakit. Nangis kejer, gegara kangen ma lu." ucap Damar lega, Ghaffar hanya tersenyum tipis

"Gimana perasaan kamu sekarang?? Masih sakit?" tanya bang Abraham

"Baik bang, aku udah ga papa. Bisa pulang kayanya sekarang juga, cuma luka di tangankan?" balas Ghaffar

"Cuma... Cuma... Kalo cuma, kamu ga akan tidur sampe 2 hari atuh Ghaff. Bikin semua orang khawatir, di rumah ibu nangis mulu." celetuk Akbar, yang masuk dengan dokter di belakangnya

"Sorry.." Akbar berdecak kesal

"Periksa dok, kapan dia bisa pulang?" pinta Akbar, dokter pun mengangguk. Ketiga pria di dalam sana menyingkir, memberikan ruang memeriksa Ghaffar.

"Semua baik, tak ada yang harus di cemaskan. Bila kondisinya semakin baik, sore ini bisa pulang." jelas dokter

"Alhamdulillah" ucap ketiganya serentak, bang Abraham berterima kasih. Dan dokter pun pamit, kembali ke ruangannya.

Akbar membantu Ghaffar duduk, ia menata bantal di belakangnya.

"Aku bersyukur kamu akhirnya bangun, Ghaff. Padahal dokter bilang, harusnya kamu bangun dari dua hari yang lalu. Tapi kamu ga bangun-bangun, bikin orang jantungan aja." ucap Akbar

"Dua hari?" di angguki yang lainnya

"Sorry Bar" ucap Ghaffar

"Ga papa, yang penting kamu sekarang udah bangun." jawab Akbar, Ghaffar menatap pada bang Abraham

"Maaf bang, kalian pasti sudah menunggu untuk bisa bertemu Arkana dan yang lain." ucap Ghaffar, bang Abraham menepuk pelan kepala Ghaffar.

"Ga papa Ghaff, emang siapa yang tau kalo kamu bakal kaya gini. Semuanya bisa sabar menunggu, yang penting kamu sehat dulu." jawab bang Abraham, Ghaffar mengangguk

Pintu terbuka, masuklah orang tua Abraham.

"Assalamu'alaikum" salam keduanya

"Wa'alaikum salam"

"Alhamdulillah, kamu sudah bangun nak. Apa yang sakit?? Bilang sama tante, biar nanti dokternya tante suruh bawa obat yang bagus." ucap tante Hesti

"Ga papa tan, semua baik-baik saja. Terima kasih..." Hesti tersenyum, ia mengusap kepala Ghaffar.

"Om, tante.. maaf, Ghaffar jadi menunda kalian untuk bertemu Arkana." ucap Ghaffar lagi, ia masih merasa tak enak

"Ga papa, yang penting kamu sehat dulu. Jangan di paksakan, takutnya kamu kembali drop." jawab tante Hesti, Ghaffar merasakan ketulusan semua orang.

"Makan dulu, tante suapin ya." tante Hesti mengambil makanan yang ia bawa dari rumah, yang lainnya juga di minta untuk makan terlebih dahulu.

Ghaffar bisa melihat jejak air mata di kedua pipi tante Hesti, dia yakin bila tante Hesti belum bisa menerima kepergian putra kecilnya.

"Ayo makan" ucap tante Hesti, seraya duduk di sisi ranjang. Ia menjulurkan tangan, yang memegang sendok. Kedua mata Ghaffar memerah, ia merasa yang tengah menyuapinya saat ini adalah...

'Ibu...'

...****************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
Ayuk Witanto
ibunya sean seperti gak ada ikatan ya...gak perhatian
Ayuk Witanto
ternyata mau ngeruk hartanya
Siti Nurjanah
orang tua macam apa ? udah tau kalau itu bkn anak kandung malah didepan anak kandung malah lebih perhatian ma anak palsu
Ayuk Witanto
emang harus di basmi Meraka ghaf
Ayuk Witanto
kurang ajar banget ..apa motifnya
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kok jadi malah gedeg ya sama orang tuanya Sean😒
Lina Suwanti
masa dah dengar nenek Laksmi msh percaya ma anak yg tertukar sih orang tua kandung Sean,aduh ada yg ga beres ini
rose🦋
astaga tuh ibunya kok GK antusias bngt kek neneknya, pas ank palsu pura2 sakit mlh pngn pergi , apa GK punya perasaan apapun yaa sm ank kandung nya, ihhh gemezzzz.
Aghitsna Agis
lanjut segera up.lagi ditunggu penasaraan mihh
vania larasati
lanjut kak
Novita Vita
waaaaahhh.... minta di 🔪🪓🪚 itu si anak palsu Mak.... blm apa" sudah main drama🤣
kaylla salsabella
heheh... nanti ujung" orang tua kandung Sean tetep sayang sama Arkansas🤭🤭🤭
nurul supiati
duh anak palsunya mulai dramaaa😭
Lilis mulyati
sean itu anak kndungmu bu msa gk ngerti juga klau dia itu anak palsu jka gk sdar2 juga akan lbh baik sean hdup sma Gaffar dripda sean punya ortu bodoh itu.jka sdah diperas hrtanya olh anak gk tau diri itu baru lah mohon2 sma sean buat hdup sma mreka.
Ambu Rinddiany Thea
asli mak moal kamamana da ie cicing asal double we mak ..
Sulastri Mawardi.87
lebih baik pinang di belah empat aja biar adil...?
hayo mau kemana km anak palsu..jgn buru2 pergi km si anak palsu..
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Trus kumaha tah kira2 ditarima teu Sean
nisa
dsr ank aspal ngaku" ank kandung askan or keluarga km nasibnya akan berakhir kismin😏 lanjutttt mak
mama_im
kalo anaknya gak tau apa apa mungkin masih bisa di terima di keluarga kandung sean, lah ini malah idah tau dan nyuruh nyiksa sean 🙄🙄😤😤
Dewi inaya
gak tau diri ne anak bah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!