Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.
Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.
Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.
Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.
Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17.
Esther tidak percaya, memandang akta nikah yang ia pegang.
Ia menikah di usianya yang baru sembilan belas tahun.
Ia dan Jack baru saja mendaftarkan pernikahan mereka di kantor catatan sipil.
Ia tahu ini demi status keempat bayinya, agar nama mereka tidak tercemar sebagai anak diluar nikah.
Mungkin setelah ia melahirkan, ia harus pergi meninggalkan keempat bayinya, setelah keempat bayinya menyandang nama keluarga Sebastian.
Ia dan Jack tidak saling mencintai.
Ini semua terjadi karena cinta satu malam, yang tidak pernah mereka inginkan, sehingga ia hamil benih Jack.
"Kenapa melamun?" tanya Jack melihat Esther memandang akta nikahnya.
"Oh, ti.. tidak! aku hanya memandang saja!" jawab Esther memaksakan untuk tersenyum.
"Jangan lagi dilihat!" Jack mengambil akta nikah dari tangan Esther.
Mobil yang membawa mereka sampai di Mansion Sebastian, dan dua pengasuh yang di tugaskan Ibu Jack untuk melayani Esther, menunggu Esther di pintu utama Mansion.
"Jaga baik-baik Nyonya muda, apa pun yang dibutuhkannya segera dikerjakan!" kata Jack mengingatkan dua pengasuh Esther.
"Baik, Tuan!"
"Naiklah, pergi beristirahat!" Jack mengelus kepala Esther, "Aku masih ada pekerjaan di kantor!"
"Mari, Nyonya!" Rose meraih tangan Esther, untuk ia bantu naik ke lantai dua.
Esther dengan patuh menurut saja, ia merasa nyaman dengan keramahan di dalam rumah Sebastian.
Kehidupan di Mansion Sebastian, membuat Esther bagaikan ratu, dan selalu di manjakan semua penghuni Sebastian.
Hari berlalu tanpa terasa.
Jack yang selalu sibuk, membuat mereka jarang bertemu.
Ia hanya melihat Jack di malam hari, di saat ia terbangun di tengah malam.
Jack tidur di sampingnya dengan tenang, tanpa pernah merapat padanya seperti pasangan suami istri pada umumnya.
Ia pun tidur pada posisinya, dan berupaya tidak pernah mengganggu tidur Jack.
Pagi harinya saat ia bangun, Jack sudah tidak terlihat lagi tidur di sampingnya.
Dan hari berlalu memasuki usia kehamilannya tujuh bulan, dan membuat bentuk tubuhnya menjadi sedikit gemuk.
"Nyonya, hati-hati!"
Luna dan Rose selalu berada di sekitar Esther.
"Ada tamu, ya?" tanya Esther, saat menuruni anak tangga.
"Iya, keluarga Paman Tuan muda Jack! mereka membawa menantunya yang sedang hamil juga! mereka masih saja meragukan kalau bayi dalam perut Nyonya milik Tuan muda Jack!" jawab Luna.
Saat kaki Esther menginjak anak tangga terakhir, tiba-tiba namanya di panggil, dan matanya terpaku melihat siapa yang memanggil namanya.
"Vera?!!"
Esther tidak percaya melihat Vera bersama keluarga Paman Jack, ternyata Vera istri sepupu Jack.
"Ternyata memang benar kamu! ke.. kenapa kamu berada disini? dan kamu juga hamil?!!" mata Vera membulat melihat perut Esther.
"Kamu kenal dengannya?!" tanya Williams.
"Iya! dia itu gadis dari desa! Bibinya sudah lama mencari-carinya! ternyata dia bersembunyi disini!!"
"Kamu mengenalnya, Esther?" Charlotte bertanya pada Esther sembari melangkah mendekati Esther.
"Iya, Ma! dia tadinya sahabatku, sekarang tidak lagi! memanggilku ke kota untuk dia jual kepada lelaki hidung belang!!" jawab Esther.
Raut wajah Charlotte seketika tidak senang melihat istri Williams.
Vera menjadi panik mendengar jawaban Esther, "Bohong! dia sendiri yang menggoda laki-laki itu!!"
"Kamu yang berbohong, Vera! kamu memasukkan obat kedalam minumanku! aku belum menuntutmu atas perdagangan ilegal!!" Esther menaikkan nada suaranya.
Vera semakin panik, "Kamu yang penipu! kamu hamil dari laki-laki liar mana? aku tahu malam itu kamu tidur dengan sembarang laki-laki, iya kan?!"
Vera memutarbalikkan keadaan untuk menyudutkan Esther, agar tidak membahas masalah yang telah ia lakukan.
"Ohh, ternyata memang benar bayi di dalam perut menantumu itu bukan anak Jack!!" Rachel pun menjadi bersemangat untuk mengungkapkan kebohongan Esther.
"Iya! pantas saja aku tidak habis pikir! bagaimana mungkin Jack bisa membuat perempuan itu hamil! Jack sudah di diagnosis tidak dapat memiliki keturunan!!" Edison pun bersemangat begitu mendengar apa yang dikatakan Vera.
"Bibi, dia itu perempuan penipu! kalian harus mengusirnya dari kediaman Sebastian!!" Williams tidak lebih kalah bersemangat.
Ia akhirnya akan mengambil alih aset bisnis Sebastian, walau Jack tidak setuju, keluarga tertua Sebastian akan mendukungnya.
"Diam kalian! jangan ikut campur urusan keluarga kami! kami lebih percaya pada Esther dari pada kalian, yang mempunyai niat tertentu!!" Charlotte seketika tidak terima mendengar keluarga Edison, yang menyerang Esther dengan fitnahan.
"Bibi! sadarlah! dia ini perempuan penipu!!" dengan nada tekanan Williams mencoba meyakinkan Charlotte.
"Kalian yang penipu! jangan harap bisa mengambil alih bisnis Jack!!" Charlotte semakin tidak senang pada keluarga adik suaminya itu.
"Kakak ipar! kamu itu jangan terlalu keras kepala! kalian nantinya akan menyesal, karena tidak mendengarkan kami!!" Edison menjadi sangat kesal dengan sikap Charlotte, yang tidak mendengarkan mereka.
Vera mendekati Esther, "Kamu itu dasar tidak tahu malu! masih saja tidak mengaku, kalau kamu itu tidur dengan laki-laki liar di club malam itu!!"
Vera mendorong bahu Esther, dan tubuh Esther terdorong ke belakang.
Esther nyaris saja jatuh, kalau tangan Luna tidak cepat menahan tubuh Esther.
"Kurang ajar! berani sekali mendorong menantuku! Butler! cepat usir mereka!!!" jerit Charlotte dengan kencang.
"Tuan dan Nyonya! silahkan pergi! jangan sampai saya melakukan hal yang kasar kepada kalian!!"
Butler Li melakukan apa yang diinginkan Charlotte, dan menghalau keluarga Edison untuk pergi meninggalkan kediaman Sebastian.
"Esther! kalau bukan karena aku memanggilmu ke ibukota, kamu tidak akan pernah mengenal keluarga kaya! kamu itu harus berterimakasih padaku! kamu pasti akan ketahuan telah hamil anak lelaki liar di club malam itu!!"
Vera yang tidak terima Esther mendapat perlakuan yang baik dari Charlotte, semakin ingin memojokkan Esther.
Dan ia sangat ingin membuat bayi dalam kandungan Esther, lahir dalam keadaan tidak selamat.
"Aku tidak pernah ingin ke ibukota, kalau bukan karena kamu panggil! jangan membuat tuduhan yang tidak masuk akal, Vera! aku sangat membencimu! aku akan menuntutmu! teruslah kamu bicara menyalahkanku! tunggu saja aku akan membuka kedokmu, yang licik itu!!"
Esther tidak ingin kalah memojokkan Vera, karena ia sudah terlanjur tidak menyukai sahabatnya itu lagi.
Vera tertawa kecil mendengar apa yang dikatakan Esther, "Kedok? memangnya aku salah menuduh kamu tidur dengan laki-laki liar? kamu sudah memanfaatkan kehamilanmu menipu Tuan Muda Sebastian!!"
"Siapa yang sudah memanfaatkan kehamilannya?!!"
Terdengar suara Jack dari arah pintu, dan semua menoleh ke arah Jack yang melangkah masuk bersama Asistennya, Nick.
Mata Vera membulat melihat siapa yang baru saja bicara.
Membuatnya membeku tidak percaya, Tuan muda Sebastian ternyata mantan Ceo perusahaan tempat ia bekerja.
Jack melangkah menghampiri Esther, dan merangkul bahu Esther dengan lembut.
Ia kemudian memandang ke arah keluarga Pamannya satu persatu.
Bersambung.........
cari penyakit aja kamu.....😡