NovelToon NovelToon
Kisah Sang Penguasa

Kisah Sang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Misteri
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Dengan kecerdasan aku menantang jalan ku sendiri. Aku bukanlah pahlawan atau penjahat besar tapi aku ada untuk keluargaku sendiri.

Dengan segala yang kumiliki aku menantang takdir, langit dan bumi dan menjadi penguasa dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 — Kembali ke Rumah [REVISI]

Wang Yan menatap siluet Dai Zhong yang menghilang di balik kabut tebal dengan tatapan mendalam.

Jemarinya mengusap permukaan dingin Cincin Ruang perunggu yang kini melingkar di jarinya. Nama Sekte Pedang Matahari terus bergema dalam benaknya, memicu memori dari tumpukan informasi yang pernah ia baca beberapa belakang hari ini.

​“Ah, aku baru ingat. Sekte Pedang Matahari. Mereka adalah salah satu dari tiga sekte besar yang memiliki pengaruh besar di Provinsi Jinnan,” gumam Wang Yan pelan.

​Tiba-tiba, sebuah perhitungan waktu muncul dalam logika analitisnya. Ia mengingat sebuah pengumuman resmi yang sempat tertempel di papan pengumuman pusat Kota Qingshi beberapa bulan yang lalu. Sebuah agenda besar yang biasanya hanya menjadi angin lalu bagi seorang sarjana lemah seperti dirinya.

“Satu bulan lagi. Tepat pada tahun baru, Sekte Pedang Matahari akan membuka gerbang seleksi secara langsung di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jinnan untuk mencari bakat-bakat baru.”

​Ia menyadari bahwa pertemuan dengan Dai Zhong bukanlah sekadar keberuntungan, melainkan variabel baru yang bisa ia manfaatkan. Jika ia bisa mencapai tingkat kekuatan yang cukup dalam satu bulan ke depan, ujian sekte tersebut bukan lagi sekadar mimpi, melainkan papan catur yang dapat ia mainkan bak penguasa.

​Dengan tekad yang semakin bulat, Wang Yan membalikkan badan. Ia tidak lagi melihat hutan itu sebagai tempat latihan tersembunyi, melainkan medan perang yang harus segera ia tinggalkan demi mempersiapkan rencana dan langkah yang lebih besar di rumah.

Wang Yan segera bergerak meninggalkan area Hutan Kabut Awan. Dengan stamina yang sudah pulih dan tubuh yang terasa lebih ringan, ia menempuh perjalanan pulang dengan kecepatan maksimal, menghindari jalur-jalur yang berisiko yang dapat memicu pertempuran baru.

Sore hari, saat matahari mulai condong ke barat dan membiaskan warna oranye di langit Kota Qingshi. Wang Yan telah sampai di rumah.

Saat masuk ke dalam ruang tengah, langkah kakinya terhenti. Di sana, ia melihat pemandangan yang tak biasa. Lin Yue sedang duduk bersila di atas dipan kayu dengan mata terpejam rapat. Napasnya teratur, dan ada fluktuasi energi tipis yang menyelimuti tubuhnya.

Huo Ting berdiri di sampingnya, mengamati dengan teliti sembari sesekali memberikan instruksi rendah tentang sirkulasi energi spiritual.

“Dia sudah bisa mengalirkan energi spiritual dengan meditasi,” batin Wang Yan. Ada rasa lega sekaligus puas melihat kemajuan Lin Yue.

Awalnya, Wang Yan berniat menanyakan cara mengekstrak energi dari batu kristal binatang buas kepada Huo Ting, mengingat pamannya seorang kultivator Lautan Spiritual lapisan kedelapan. Namun, ia menyentuh cincin perunggu di jarinya yang tersembunyi di balik lengan baju.

Dengan adanya gulungan teknik dari Dai Zhong, kebutuhan itu kini sudah terpenuhi. Ia tidak perlu lagi membebani pamannya dengan pertanyaan yang mungkin sulit dijawab atau memancing kecurigaan.

Wang Yan memilih untuk tidak mengganggu fokus Lin Yue. Ia berjalan pelan menghampiri Huo Ting setelah pamannya itu menyadari kehadirannya dan memberi isyarat untuk mendekat.

Wang Yan duduk di samping Huo Ting, matanya tetap tertuju pada Lin Yue yang masih tenggelam dalam meditasinya.

Suasana hening halaman rumah itu hanya dipecahkan oleh suara jangkrik sore yang mulai bersahutan.

“Perkembangannya sangat bagus,” bisik Huo Ting tanpa mengalihkan pandangan dari gadis itu.

“Baru dua hari sejak dia mulai serius, tapi dia sudah berhasil menyentuh tingkatan Lautan Spiritual lapisan kesatu. Dibandingkan bakat putra-putri keluarga besar di Kota Qingshi, bakatnya sangat mengerikan.”

Wang Yan mengangguk setuju. Ia bisa merasakan fluktuasi energi Lin Yue yang mulai stabil, sebuah tanda bahwa fondasi dasarnya terbentuk dengan baik.

“Dia memiliki kemauan yang kuat, Paman. Itu modal yang lebih besar daripada sekadar bakat bawaan.”

Sejenak keheningan menyelimuti mereka sebelum Wang Yan mengubah topik pembicaraan. Suaranya rendah, nyaris berbisik agar tidak memecah konsentrasi adiknya.

“Paman, apakah Paman telah mendengar rumor tentangku yang beredar hari ini?”

Huo Ting akhirnya melepaskan fokusnya terhadap Lin Yue. “Rumor? Ah... Ya. Paman banyak mendengarnya pagi ini.” jawab Huo Ting.

“Tuan Guang Ming dan Tuan Gong Du tadi datang ke toko, mereka bertanya banyak hal pada paman karena khawatir dengan rumor itu. Mereka ingin memastikan apakah sarjana kebanggaan mereka benar-benar sedang berpindah haluan atau justru sedang merencanakan sesuatu yang besar.”

Wang Yan terdiam sejenak. Sebenarnya siapa orang yang menyebarkan rumor itu?

Jemarinya secara tidak sadar memutar cincin perunggu di jarinya yang tertutup kain lengan baju. Logika analitisnya sudah memetakan konsekuensi dari rumor ini.

Menghindar bukan lagi pilihan yang efektif karena Keluarga Hong pasti sudah mengunci target pada rumah ini.

“Paman,” ucap Wang Yan sambil menatap lurus ke gerbang luar.

“Mulai sekarang, Paman tidak perlu lagi menyembunyikan kekuatan Paman sebagai kultivator di depan umum.”

Huo Ting tersentak, ia menoleh cepat ke arah Wang Yan dengan tatapan tidak percaya.

“Apa maksudmu? Jika aku menunjukkan kekuatanku, Keluarga kita akan keluar dari hukum dinasti dan Keluarga Hong yang beberapa hari ini berniat mengambil peninggalan ayahmu akan menganggap rumah ini sebagai ancaman aktif dan mereka dapat menekan kita terang-terangan.”

“Kita belum siap untuk konfrontasi terbuka, Wang Yan. Kita hanya memiliki satu kultivator Lautan Spiritual lapisan kedelapan, Dan kau... kau bahkan baru mulai melangkah di jalan ini kemarin. Kita hanya akan menjadi sasaran empuk bagi mereka,” lanjut Huo Ting dengan nada sangsi. Namun, ia terhenti sejenak, memicingkan mata sambil memindai aura di tubuh Wang Yan.

“Tunggu Yan’er... fluktuasi energimu... hmmm, kau sudah berada di tingkatan itu hanya dalam dua hari?!”

Keterkejutan Huo Ting kembali pada latihan sore kemarin, tapi membuatnya tambah bingung karena kemarin sore ia tidak merasakan sedikitpun fluktuasi energi spiritual pada saat Wang Yan mengangkat batu seberat 25 kilogram sebanyak 100 kali.

​Wang Yan mengangguk tenang. “Benar, Paman. Saat ini aku sudah berada di Lautan Spiritual lapisan keempat.”

​Huo Ting nyaris tersedak ludahnya sendiri. Ia menatap Wang Yan seolah sedang melihat monster.

Lautan Spiritual lapisan keempat dalam dua hari tanpa bimbingan guru formal adalah sesuatu yang melampaui logika kultivasi yang ia ketahui selama empat puluh dua tahun hidupnya. Bahkan bakat Lin Yue yang dapat dianggap sangat mengerikan tidak bisa dibandingkan dengan Wang Yan.

Selama hidupnya menjaga Wang Yan sedari kecil, ia tak menyangka telah menjaga monster dengan bakat yang menentang langit. Atau jangan-jangan Wang Yan menyembunyikan kekuatannya sejak dahulu?

Tapi kemudian ia tepis pemikiran penuh keraguan dari kepalanya itu..., Wang Yan adalah anak yang jujur, tidak mungkin dia berbohong kepada dirinya.

​“Konfrontasi dengan Keluarga Hong sudah pasti terjadi, Paman. Mereka sudah mulai mengincar kita sejak lima hari yang lalu, tepat setelah mereka mengetahui tentang harta peninggalan ayah,” ujar Wang Yan datar sembari jemarinya meraba kalung giok berbentuk bulan yang melingkar di lehernya.

Logikanya dingin; ia tahu Keluarga Hong tidak akan berhenti sampai mendapatkan apa yang mereka mau.

​“Tapi dengan kekuatan kita sekarang...” Huo Ting mencoba memprotes.

​“Besok, Paman pasti akan terkejut. Sangat terkejut,” potong Wang Yan dengan nada penuh keyakinan, namun ia tidak melanjutkan penjelasannya lebih jauh. Ia tahu bahwa malam ini, dengan bantuan batu kristal tingkat 1 kelas sempurna, ia akan melakukan lompatan kekuatan yang tidak terbayangkan.

​Huo Ting terdiam sejenak melihat sorot mata Wang Yan yang begitu tajam dan terencana. Ia kemudian menyandarkan punggungnya pada tiang kayu dipan, lalu tertawa kecil dengan suara serak.

​“Yah... Kau selalu saja membuatku terkejut, Yan’er. Sejak kecil kau memang sudah seperti dewa kecil di rumah ini dengan segala rencana dan kebijakan mu yang tidak terduga, apalagi meraih Lautan Spiritual lapisan keempat dalam dua hari. Sungguh bakatmu menentang langit.” ucap Huo Ting sembari menepuk bahu Wang Yan dengan berat.

“Baiklah, jika kau sudah berkata begitu, aku akan mengikuti permainanmu. Aku akan berhenti berpura-pura menjadi paman tua yang lemah mulai hari ini.”

​“Terima kasih, Paman. Sekarang, aku akan masuk ke kamar untuk meditasi. Tolong selalu menjaga dan melatih Yue’er paman.”

“Tentu saja, Yan’er.”

​Wang Yan berdiri, melirik Lin Yue yang masih dalam kondisi meditasi yang stabil, lalu melangkah masuk ke dalam kamarnya. Di balik pintu kamarnya yang telah diberikan segel formasi, ia mengeluarkan gulungan teknik ekstraksi dan kristal putih terang dari cincin ruangnya.

...

1
BlueHeaven
*Seharusnya Hukum Dinasti
Ajipengestu
Lanjut💪
Author Lover's
Belum ngontrak ni thor?
BlueHeaven: makasih ya💪👋
total 3 replies
Nanik S
Wang Bo... apa lupa Ingatan
BlueHeaven: Bisa dikatakan seperti itu bang, ingatannya Feng Bo terpecah karena suatu hal yang akan di ceritakan alasannya dalam Arc besar.
total 1 replies
Nanik S
Hadir
BlueHeaven: Absen terus💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!