NovelToon NovelToon
My Husband Brondong

My Husband Brondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Dunia Maya jungkir balik saat ia terbangun dan menyadari bahwa ia telah terikat pernikahan dengan adik tingkatnya yang paling populer di kampus. Perbedaan usia lima tahun membuat Maya merasa seperti sedang mengasuh seorang adik daripada melayani seorang suami.

​Lucunya, sang suami justru bersikeras ingin membuktikan bahwa dirinya adalah pria dewasa yang bisa diandalkan. Mulai dari kecanggungan di dapur hingga usaha-usaha romantis yang berakhir gagal total, Maya mulai melihat sisi lain dari si "brondong" yang membuat jantungnya berdebar tidak karuan. Menikahi pria yang lebih muda ternyata bukan tentang mengajari, tapi tentang belajar mencintai kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16 - MHB

Dunia yang dibangun Maya dengan penuh ketelitian, dinding profesionalisme yang kaku, reputasi sebagai wanita besi yang tak tersentuh, dan rahasia pernikahan yang ia jaga layaknya dokumen negara yang runtuh hanya dalam satu kali klik tombol "Kirim".

​Siang itu, Maya sedang berada di kampus Arka untuk menyerahkan dokumen legalisir yang tertinggal di mobilnya. Karena tak ingin terlihat oleh mahasiswa lain, Maya menarik tangan Arka ke sudut kantin yang agak sepi, berniat memberikan berkas itu dengan cepat dan segera pergi. Dalam kepanikannya agar tidak terlihat, ia mencengkeram tangan Arka dengan erat, memaksa pemuda itu mengikuti langkahnya ke balik pilar.

​Ia tidak sadar bahwa dari kejauhan, sebuah lensa kamera ponsel menangkap momen itu. Sudut pandang kamera membuatnya tampak seolah-olah Maya sedang menarik Arka dengan agresif, sementara pakaian kerja Maya yang formal kontras dengan lingkungan kampus yang santai.

​Dua jam kemudian, saat Maya sedang memimpin rapat divisi di kantornya, ponselnya bergetar tanpa henti.

​Maya membuka grup WhatsApp yang berisi beberapa alumni dan junior kampus yang masih menjalin kontak dengannya. Jantungnya berhenti berdetak saat melihat sebuah foto yang sudah di-forward berkali-kali.

​Caption-nya lebih tajam dari pisau: "Gila, Arka sang Bintang Basket ternyata punya Sugar Mommy. Lihat nih si Tante Girang lagi narik brondongnya ke pojokan kantin. Ternyata selera Arka wanita karir haus belaian."

​Darah Maya terasa surut dari wajahnya. Ia bisa merasakan tatapan beberapa rekan kantor yang juga merupakan alumni kampus yang sama mulai melirik ke arahnya. Bisik-bisik yang tadinya pelan kini terasa seperti teriakan di telinganya.

​Tante Girang. Wanita haus belaian.

​Kata-kata itu berputar di kepalanya. Maya, yang selama ini bangga akan integritasnya, merasa harga dirinya baru saja diinjak-injak hingga masuk ke dasar bumi. Ia segera menutup laptopnya, mengabaikan tatapan bingung rekan rapatnya, dan berlari menuju kamar mandi.

​Di dalam bilik toilet yang sempit, pertahanan Maya runtuh. Ia menangis sesenggukan, menutup mulutnya agar suaranya tidak terdengar keluar. Ia merasa kotor, merasa dipermalukan, dan yang paling menyakitkan: ia merasa gagal melindungi dirinya sendiri. Segala pencapaian karirnya seolah menguap, digantikan oleh label murahan yang diberikan oleh orang-orang yang bahkan tidak mengenalnya.

​Kenapa ini harus terjadi? Kenapa Arka harus terlibat dalam hidupku? pikirnya dalam keputusasaan yang buta.

​Sementara itu, di kampus, suasana jauh lebih panas. Arka baru saja keluar dari ruang ujian saat ponselnya meledak dengan notifikasi. Saat ia melihat foto itu, matanya yang biasanya penuh jenaka berubah menjadi sangat gelap. Arka tidak peduli jika dirinya dihina, tapi melihat Maya—wanita yang ia hargai lebih dari siapa pun—disebut dengan julukan serendah itu, membuatnya kehilangan kendali.

​Tanpa bicara, Arka berjalan menuju area kantin. Ia tidak perlu mencari lama untuk menemukan "sumber" kebisingan itu. Sekelompok mahasiswa di pojok meja sedang tertawa sambil menatap layar ponsel mereka. Salah satunya adalah Randi, seorang mahasiswa yang selama ini memang selalu merasa tersaingi oleh prestasi basket Arka.

​"Wah, Ka! Hebat banget, dapet tante-tante kelas atas. Kasih tips dong gimana caranya biar dapet jatah bulanan gede!" teriak Randi saat melihat Arka mendekat.

​Brak!

​Arka tidak memukul, tapi ia menggebrak meja dengan kekuatan yang membuat minuman di atasnya tumpah. Wajah Arka sangat tenang, namun ketenangan itu justru sangat mengerikan.

​"Hapus foto itu. Sekarang," suara Arka rendah, bergetar oleh amarah yang tertahan.

​"Woles, Ka. Kita kan cuma bercanda—"

​Arka mencengkeram kerah baju Randi, mengangkatnya sedikit dari kursi. "Gue nggak bercanda. Dia bukan 'tante' yang bisa lo hina. Dia istri gue."

"Gue kasih lo waktu satu jam untuk bikin permintaan maaf terbuka di semua platform lo. Bukan cuma buat gue, tapi buat dia. Tanpa menyebut nama, tapi semua orang harus tahu kalau apa yang lo posting itu fitnah," Arka meletakkan ponsel itu kembali dengan denting yang keras. "Kalau nggak... lo bakal tahu kenapa bokap gue dan relasi 'orang penting' ini bisa bikin lo nggak akan pernah dapat kerjaan di kota ini selamanya."

​Kantin yang tadinya riuh mendadak sunyi senyap. Randi melongo, semua orang terpaku. Pengakuan itu keluar begitu saja dari mulut Arka, menghancurkan segala aturan "rahasia" yang selama ini mereka pegang.

​"Lo... lo nikah?" gagap Randi.

​"Iya. Dan kalau gue dengar sekali lagi ada kata-kata kotor keluar dari mulut lo atau grup WhatsApp itu tentang dia, gue nggak bakal segan-segan bawa ini ke jalur hukum atas pencemaran nama baik. Lo tahu siapa ayahnya, kan? Lo tahu siapa perusahaannya? Lo lagi bermain-main dengan orang yang salah," Arka melepaskan cengkeramannya dengan kasar. "Hapus, atau lo tanggung risikonya."

​Arka kemudian berbalik dan berlari menuju parkiran motornya. Pikirannya hanya satu: Maya.

​Arka sampai di apartemen dalam waktu yang tidak masuk akal. Ia menemukan pintu tidak terkunci. Di ruang tengah, ia melihat Maya duduk meringkuk di sofa, masih mengenakan pakaian kantornya yang sudah kusut. Bahunya bergetar, dan suara isakannya terdengar sangat memilukan.

​"Maya..." panggil Arka lembut.

​Maya mendongak. Matanya sembab, riasannya luntur. "Arka... hancur semuanya. Harga diriku... mereka bilang aku tante girang, Arka. Di kantor, semua orang melihatku seperti itu..."

​Arka segera duduk di lantai, tepat di depan lutut Maya. Ia menggenggam tangan Maya yang dingin dan gemetar.

​"Aku sudah urus di kampus. Foto itu sudah dihapus, dan Randi teman kampusku pelakunya tapi sudah aku paksa minta maaf secara terbuka di grup," Arka menjelaskan dengan nada yang sangat menenangkan.

​"Tapi tetap saja, mereka sudah melihatnya! Rahasia kita... semuanya hancur," tangis Maya semakin pecah.

​Arka menarik Maya ke dalam pelukannya, membiarkan wanita itu menangis di dadanya. Ia mengusap punggung Maya dengan gerakan teratur.

​"Biarkan mereka tahu, Maya. Biarkan dunia tahu kalau kamu istriku. Aku nggak peduli dengan reputasi 'brondong' atau apa pun. Aku lebih nggak terima kalau kamu harus sembunyi-sembunyi seperti pencuri padahal kamu adalah ratu di hidupku," bisik Arka.

​"Tapi kamu masih kuliah, Arka... mereka akan tetap menghina kita."

​Arka menjauhkan sedikit tubuhnya, menatap Maya tepat di mata. "Dengar. Kedewasaan itu bukan soal angka di KTP. Kedewasaan itu soal gimana pria berdiri membela wanitanya saat dunia mencoba menjatuhkannya. Aku nggak akan biarkan satu orang pun menghinamu lagi. Besok, aku akan datang ke kantormu. Aku akan perkenalkan diri secara resmi sebagai suamimu."

​Maya menatap Arka, mencari keraguan di mata itu. Namun ia tidak menemukannya. Yang ia lihat hanyalah seorang pria yang benar-benar telah tumbuh menjadi pelindung yang ia butuhkan.

​"Kenapa kamu berani sekali?" tanya Maya lirih.

​"Karena harga dirimu adalah harga diriku juga, Maya," jawab Arka sambil mengecup kening Maya lama. "Jangan menangis lagi. Kamu terlalu cantik untuk menangisi orang-orang bodoh."

Bersambung.....

1
Teh Fufah
keren bingits bukan lumayan keren mayaaaa
Ari Atik
ingat maya egoisnu akan membuat pecahnya bahtera samudra rumah tanggamu.😡
Teh Fufah
karena aku senang, aku kasih mvote nya hari ini buat maya 😍 arkaaaa
Naelong: makasi kak udah mampir😍🙏
total 1 replies
Teh Fufah
klw dah cemburu kayak gini mah otw unboxing hihi
Teh Fufah
otw bucin loe may...
Ari Atik
yap betul sekali.....

karena satu kebohongan,akan muncul seribu kebohongan lagi untuk menutupinya......

rumit hidupmu maya,tak tenang karena sebuah kebohongan....🤔
Teh Fufah
hadeh..... maya oh arka
Teh Fufah
senengnya hati ku
thanks neng otor... ku tunggu up ny lsgi
Ari Atik
mulai memahami satu sama lain....

good...😊
Ari Atik
arkanya gk jadi memperkenalkn diri,di kantornya maya kah?

memperjelas status pernikahan mereka...
Naelong: jadi tapi bukan sekarang ya😍
total 1 replies
Ari Atik
ya.. betul sekali langkah arka..
lebih baik blak2kan daripada di sembunyikn,biar gk jadi fitnah...
Ari Atik
kan...
setelah tau kebenarannya...
makanya jadi wanita jangan egois,merasa di atas,eh taunya kalah start....😡

lanjut thor....😊
Naelong: makasi udah mampir kak😍
total 1 replies
Ari Atik
muak dg egonya maya.....
Ari Atik
maya ...
jangan sok,terlalu egois dn merasa paling hebat....

ingat maya kesabaran sezeorang ada batasnya,jangan mandang susmimu sebelah mata,kalau gk nau menyesal kemudian....😡
Ari Atik
akting,sekaligus memanfaatkn keadaan....🤭😊😊
Ari Atik
ya sakitlah jadi arka....
suami yg tk di akui..😡
Ari Atik
sampai kapan maya bisa mempertahankn egonya....?
Naelong
makasi udah mampir kak🙏
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu, nggak pake lama... Semangat
Teh Fufah
mari kita berpetualang dengan kisah cinta ny sang berondong
Naelong: makasi udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!