mantan tim keamanan negara yang bernama Darren mengundurkan diri tinggal ditengah hutan, dirinya dikabarkan oleh sahabatnya bahwa presiden hilang. akhirnya Darren dan tim khusus dibawah naungan Samuel menyusun rencana untuk membebaskan presiden Roland dari jeratan musuh. masalah cinta, konspirasi, serta manipulasi diungkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
the return of Mr Darren
...“Tidak semudah itukan tes DNA di rumah sakit terlebih lagi ini berhubungan dengan orang penting di negeri ini” ucap Darren....
...“Tanpa sepengetahuan Alexo, aku bersama rekan ku dulu membangun lab swasta ya sudah beroperasi kurang lebih satu setengah tahun, aku memakai nama rekanku untuk izin praktik. Aku gak mungkin bergantung harta dengan Alexo terus terusan, cepat atau lambat Alexo pasti akan mendepakku dari rumahnya” ucap Jesy....
...“Terimakasih”....
...“Hanya itu saja, waktu ku masih sisa lho mungkin kamu mau menemaniku minum minum dulu disini” rayu Jesy memegang tangan darren lalu mengusap ke pipinya....
...“Aku gak selera dengan mu”....
...“Ohh apa jangan-jangan kamu suka pria?”....
...“Kamu gila” ucap Darren yang langsung pergi namun sebelum pergi dia berpura-pura menyenggol vas bunga sampai pecah agar bisa mengambil kamera yang disimpannya disana....
...“Bilang aja kamu tergoda dengan ku namun kamu memungkirinya, tuh sikapmu saja meyakinkan begitu” ucap Jesy tersenyum menggoda....
...Darren tak banyak bicara dirinya langsung keluar dari pintu kamar Jesy....
...Setelah Darren pergi Jesy menelpon asistennya untuk melakukan sesuatu untuknya, “kamu sebar berita malam ini juga, nanti aku tulis garis besarnya” ucap Jesy tersenyum puas....
...“Gak ada yang bisa menolak ku” ucapnya dalam hati....
...Darren turun menggunakan lift bertemu Sean di lobby hotel lalu pergi menaiki taksi, “gimana sudah dapat?” tanya Darren....
...“Ini” jawab Sean sambil melepas jepitan dasi yang sudah dipasang kamera....
...“Bagus”....
...(Flashback) Sebenarnya saat Darren bertemu dengan Jesy di cafe Madona, Darren mendapatkan informasi bahwasanya Helim akan bertemu dengan Frederick si penguasa bisnis yang bertempat tinggal di negara tetangga, maka dari itu Sean menyuruh Darren untuk memata-matai helim sedangkan dirinya mengurusi Jesy. Keberuntungan ada di pihak Darren, dirinya dikabari Jesy bahwa pertemuan pindah tempat....
...“Didalam video bagian terakhir ada hal menarik yang bapak mesti tahu”....
...“Nanti aku tonton” ucap Darren sambil menyimpan jepitan dasi tersebut di saku jaketnya....
...“Malam ini kamu menginap di apartemen ku” ajak Darren kepada Sean....
...“Siap pak” jawab Sean senang....
...Dirumah Alisa, lylya menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya. Alisa terbangun dari tidurnya karena mendengar cucunya sedang menangis, “kok kamu nangis sayang?” Tanya Alisa sambil memeluk lylya....
...“Aku kangen mama Oma, biasanya mama selalu datang ke kamar untuk mencium keningku dan menceritakan aku dongeng”....
...“Lylya jangan menangis, lylya harus yakin kalau mama baik baik saja dan mama akan pulang untuk lylya” ucap Alisa menenangkan cucunya....
...“Gimana kalau Oma yang membacakan buku dongeng buat lylya, mau gak?” Tanya Alisan sambil mengelus pipi lylya....
...“Mau Oma” ucap lylya sambil mengambil buku cerita kesukaannya. ...
...Alisa mulai menceritakan dongeng untuk lylya....
...Di gudang tua tempat Clara disekap dia membayangkan lylya anak perempuan nya, “pasti dia kesepian, maafin mama ya nak” gumamnya....
...Tak lama Clara menyanyikan lagu Nina bobo untuk lylya yang secara tak sadar tali hati mereka terhubung, lagu yang dinyanyikan Clara membuat lylya tertidur “suara mama merdu sekali” ucap lylya memejamkan matanya....
...Alisa yang melihat lylya sudah tertidur langsung menutup buku cerita lalu mencium kening lylya “selamat tidur kesayangan Oma”....
...Pagi hari Darren bangun dari tidur malamnya, dia melangkah ke kamar mandi untuk bersih-bersih badan. Di Depan wastafel dia melihat dirinya sendiri di pantulan cermin, “kamu pecundang Darren” ucapnya sambil menatap tajam wajahnya yang terpantul di cermin....
...Darren membasahi wajahnya hingga dirinya mendengar suara Clara yang terus terngiang-ngiang di dalam pikirannya, “kamu jahat Darren” bisikan Clara di alam bawah sadar yang membuat emosional Darren memuncak....
...“Aku memang egois, jahat. Aku gak pantas untuk kamu” ucap Darren sambil membanting gelas kumur ke tembok....
...Tak lama Sean mengetuk pintu, “pak sarapan sudah siap”....
...Lama tak ada jawaban dari Darren akhirnya Sean kembali duduk di kursi makan, “Kok gak dijawab, oh mungkin pak Darren masih tidur” gumam Sean....