NovelToon NovelToon
LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: ꧁Diajeng rini꧂

Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Tengah malam tiba. Suasana kediaman Duke Astoria sudah sepi dan hanya menyisakan suara jangkrik yang sepertinya juga sedang mengeluhkan nasib mereka. Elara bangkit dari kasur sutra "modifikasi" nya dengan mata yang menyala.

"Oke perut sabar ya, kita bakal kunjungan kerja ke dapur, jangan bunyi dulu ntar kita ketahuan, bisa-bisa menu besok ganti jadi batu bata rebus" bisik Elara pada perutnya yang keroncongan.

Menggunakan ingatan Elara Mirabel, Elara menyelinap lewat pintu belakang gudang yang engselnya sudah karatan. Dia berjalan mengendap-endap menempel di bayangan tembok seperti ninja yang gagal diet "Untung koridor ini gelap, kalau terang mungkin orang bakal ngira aku kuntilanak lagi nyari daster baru" batinnya sambil melirik gaunnya yang compang-camping.

Sampai di dapur utama mata Elara langsung berbinar melihat deretan sosis asap keju besar, dan roti gandum yang aromanya masih tertinggal di udara.

"Wah ini mah bukan dapur, ini mah minimarket premium!" Elara dengan cekatan mengambil sepotong besar daging asap dan roti. Dia baru saja mau mengantongi beberapa butir telur ketika tiba-tiba...

KLIK.

Lampu sihir di ruangan itu menyala terang membuat Elara refleks menutupi matanya yang silau.

"Tikus gudang mana yang berani mencuri di dapur keluargaku malam-malam begini?" sebuah suara berat dan sombong terdengar dari arah pintu.

Elara menurunkan tangannya dan melihat seorang pemuda tampan berambut perak dengan jubah sihir biru gelap yang sangat mewah. Itu Julian Astoria kakak keduanya yang punya hobi mengejek Mirabel sebagai "Sampah Mana".

Julian melipat tangan di dada menatap Elara dengan tatapan jijik "Oh ternyata si Gagal. Kenapa? Apa makanan sisa yang diberikan pelayan kurang layak buat perut sampahmu itu?"

Elara terdiam sejenak menatap daging asap di tangannya lalu menatap Julian dengan wajah datar tanpa dosa. Dia tidak gemetar ketakutan seperti Elara Mirabel yang asli.

"Wah ternyata si Julian. Jam segini kok belum tidur? Apa sihir jenius kamu itu lagi konslet sampai bikin kamu insomnia?" celetuk Elara sambil tetap menggenggam daging asapnya dengan erat. Elara bahkan enggak memanggil Julian dengan sebutan kakak.

Julian mengerutkan kening kaget karena adiknya tidak langsung sujud minta maaf. "Berani-beraninya kau bicara begitu! Letakkan makanan itu sekarang atau aku akan membakar tangan kotormu dengan sihir api!"

Elara justru mengangkat daging itu tinggi-tinggi "Bakar aja, sekalian tolong agak matengan dikit ya, aki sukanya yang well-done. Lumayan kan dapet bantuan sihir gratis buat masak daging. Lagian kamu aneh banget"

"Aneh apa?!" bentak Julian, tangannya sudah mulai mengeluarkan percikan api biru.

"Ya aneh, kamu ini jenius sihir, calon penyihir agung tapi kok hobinya nongkrong di dapur tengah malem cuma buat jagain sosis? Apa bakat sihir kamu sekarang cuma level "Alarm Anti-Maling Daging"? Rendah banget cita-citanya" sindir Elara sambil geleng-geleng kepala prihatin.

Julian membeku. Api di tangannya mendadak padam karena dia terlalu syok dihina sekejam itu "K-kamu... kamu tahu apa soal sihirku?!"

"Ngga tahu dan ngga mau tahu" potong Elara santai sambil mulai melangkah pergi melewati Julian "Daripada kamu marah-marah ngga jelas, mending pakai sihir itu buat angetin susu biar tidurnya nyenyak dan ngga gampang emosi, ohh dan satu lagi..."

Elara berhenti tepat di samping Julian menatap matanya yang berkilat marah "Itu kantung mata tebel banget. Hati-hati kalau makin item nanti orang ngira kamu bukan penyihir tapi saudara jauhnya panda. Sayang kan muka ganteng tapi tampilannya mirip hewan langka"

Elara melenggang pergi meninggalkan Julian yang mematung dengan mulut menganga di tengah dapur yang terang benderang.

"Setidaknya aku dapet daging" gumam Elara saat kembali ke gudang gelapnya "Ternyata ngadepin penyihir sombong ngga sesusah ngadepin ibu-ibu yang rebutan diskon minyak goreng di dunia dulu, lemah"

Julian masih berdiri mematung di tengah dapur menatap pintu yang baru saja dilewati Elara dengan perasaan campur aduk antara emosi dan tidak percaya. Api biru yang tadinya membara di tangannya benar-benar padam, persis seperti harga dirinya yang baru saja diinjak-injak tanpa ampun.

"Tadi itu... Elara?" gumamnya pelan.

Dia menatap telapak tangannya sendiri. Biasanya cukup dengan satu jentikan jari atau tatapan dingin Elara akan langsung gemetar, menangis dan memohon ampun sambil bersujud di kakinya. Tapi tadi? Gadis itu bahkan tidak berkedip saat dia mengancam akan membakar tangannya.

"Panda? Dia bilang aku mirip panda?" Julian meraba bawah matanya dengan panik lalu segera mencari bayangan wajahnya di pintu lemari dapur yang terbuat dari perak mengkilap "Sialan apa benar kantung mataku separah itu?"

Julian menggeram rendah. Ada sesuatu yang salah, tatapan mata Elara tadi tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Sebaliknya mata itu menatapnya seolah Julian hanyalah sebuah gangguan kecil yang tidak lebih penting dari lalat. Tatapan bosan, sarkas, dan meremehkan, tatapan yang seharusnya dimiliki oleh orang yang berada di posisi atas, bukan seorang "sampah" yang tinggal di gudang.

"Berani sekali dia meremehkan sihirku" desis Julian meski dalam hati dia merasa terusik.

"Lihat saja besok. Aku akan pastikan dia merangkak memohon maaf karena sudah menghina wajah ku ini"

Namun, jauh di lubuk hatinya ada rasa penasaran yang mulai tumbuh. Siapa gadis yang baru saja pergi membawa daging asap itu? Karena bagi Julian, itu sama sekali bukan Elara yang lemah dan membosankan, dia seperti orang lain.

___

Elara mengerjap merasakan silau matahari yang menembus celah genteng. Berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya di kosan yang bising suara klakson pagi ini dia disambut kesunyian gudang yang mencekam. Namun ada satu hal yang bikin dia tersenyum puas yaitu punggungnya tidak terasa sakit sama sekali.

"Wah ternyata bener kata orang, ada harga ada rupa. Jerami lapis sutra Lilian ini performanya ngga main-main, lebih empuk dari kasur busa diskonan di dunia dulu" gumam Elara sambil mengusap permukaan kain sutra yang kini jadi sprei daruratnya.

Dia bangkit berdiri dan meregangkan tubuhnya yang mungil tapi terasa lebih bertenaga setelah makan daging asap semalam. Elara melirik tumpukan barang rongsokan di sekitarnya dengan mata yang berbinar penuh ide. Baginya gudang ini bukan tempat pengasingan melainkan toko material gratis yang menunggu untuk dieksploitasi.

"Oke El mumpung belum ada yang ganggu mari kita bikin tempat ini lebih manusiawi. Di mana pun tempatnya, kenyamanan adalah kunci. Kalau gudang ini bersih kan enak buat rebahan sambil mikirin cara kabur dari sirkus keluarga ini" gumamnya.

___

Sementara itu di kediaman Duke Astoria mendadak tegang seperti dawai gitar yang mau putus. Duke Alaric duduk di kepala meja dengan wajah sekeras batu karang mendengarkan "laporan berantai" dari keluarganya yang tampak sangat menderita.

Julian, dengan kantung mata yang benar-benar menghitam karena semalaman tidak bisa tidur memikirkan hinaan panda mengadu dengan suara tinggi tentang pencurian daging dan penghinaan sihir. Di sampingnya Lilian terisak pelan akting andalannya sambil meratapi gaun mahalnya yang kini jadi sprei jerami. Tak ketinggalan Duchess Beatrice menimpali dengan histeris soal betapa "kurang ajarnya" Elara mengomentari ketebalan bedak dan perhiasannya.

"Dia benar-benar sudah gila Alaric! Dia tidak hanya tidak punya mana tapi sekarang dia kehilangan kewarasannya dan bersikap lancang!" seru Beatrice sambil memegang kepalanya yang sebenarnya tidak pusing.

"Bawa Elara Mirabel ke sini" perintah Duke Alaric dengan suara seberat batu nisan. Dia merasa harga diri keluarga Astoria sedang dipertaruhkan hanya karena satu anak "gagal".

___

Di tengah asyiknya Elara mengutak-atik barang antik di gudang pintu besi itu tiba-tiba ditendang dari luar BRAKK!

Seorang pelayan yang ternyata asisten pribadi Duchess Beatrice melangkah masuk tanpa mengetuk. Dia menutup hidungnya dengan sapu tangan seolah udara di sekitar Elara adalah racun mematikan.

"Heh Elara!" teriak si pelayan tanpa embel-embel Nona sedikit pun "Berhenti bermain dengan sampah-sampah itu! Cepat berdiri dan ikut aku ke ruang makan utama. Duke sudah menunggu untuk memberimu pelajaran atas kelancanganmu semalam!"

Elara tidak langsung berdiri. Dia justru tetap jongkok dan meniup debu dari alat sihir rusak di tangannya dengan santai "Wah baru pagi begini kok udah ada toa nyasar ke gudang ya? Berisik banget"

Si pelayan membelalakkan mata dan wajahnya merah padam "Apa kamu bilang?! Beraninya kamu bicara begitu padaku! Cepat bangun, kamu diseret pun harus sampai ke hadapan Duke sekarang juga!"

Elara bangkit berdiri perlahan menepuk-nepuk debu di gaun compang-campingnya. Dia berjalan mendekati si pelayan lalu berhenti tepat di depan wajahnya. Tatapan Elara begitu datar dan dingin membuat si pelayan refleks mundur satu langkah.

"Dengar" bisik Elara dengan nada yang sangat tenang tapi menusuk "Telingaku masih berfungsi dengan baik, tidak perlu teriak-teriak seperti orang gila. Dan satu lagi, di dalam darahku masih ada nama Astoria. Kalau kamu lupa cara manggil majikan dengan benar mungkin aku perlu bantu 'mengingatkan' mulutmu itu pakai sapu di pojokan sana"

Pelayan itu menegang, entah kenapa aura Elara hari ini terasa sangat mencekik. Dia tidak berani membalas dan hanya bisa mendengus kesal "T-terserah! Cepat ikut!"

Elara tersenyum tipis merapikan ikatan rambut dari gaun Lilian yang mencolok "Nah gitu dong. Kan enak kalau komunikasinya dua arah tanpa urat leher yang mau putus. Ayo aku juga udah pengen liat pertunjukan keluarga itu pagi-pagi begini".....

_______________________________________________

Haii teman-teman jangan lupa tinggalin like sama komen yaaa biar aku tambah semangat update🌹

1
Pa Muhsid
linggis itu linggis
Diajeng rini: hai kakk jangan lupa tunggu kelanjutannya yaa
total 1 replies
aku
sumpahmu basi li 😌 krn yg kluar dr mulutmu cm bau jigong 🤣
Diajeng rini: hai kakkk jangan lupa baca kelanjutannya yaaa
total 1 replies
aku
beneran iq ndlosor kluarga siji ki. udh kyk gt loh pdhl sifate 😌 msh d blg kesayangan 🙄 😌
aku: kan yg nulis anda autooooorr 😭😭 napa jd ikut heran 🤣🤣🤣
total 2 replies
Pa Muhsid
awokawok
Pa Muhsid
jangan sampai ada plot cinta segi tiga
Pa Muhsid
Xander tor chemistry nya dapat di Xander kalo kaelen dari awal seperti,,,, teman👯👯👯 asik aja gak ada feel nya
Diajeng rini: YAKANNNNNNN, tunggu aja kelanjutannya gimana, kira2 xander atau kaelen😍
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🗿
Diajeng rini
makasiiii🫶🫶🫶🫶
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* moga-moga nggak ada genre haramnya
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* hancurkan dan bumi hanguskan wanita murahan itu
Diajeng rini: ahahahah😭😭
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 👍
McBos
pilih Kaisar Udin aja thor
Diajeng rini: haha udin
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* up
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Smile/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🙂
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Shy/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
McBos
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
McBos
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
McBos
ingat komen ya kalau suka~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!