Melina Khairunisa seorang gadis berusia 19 tahun, yang tumbuh di panti asuhan tanpa tahu siapa orangtua kandungnya. Dirinya harus dipaksa menikah dengan putranya---Ishan Ganendra atas desakan Nyonya rumah bernama Adisti Ganendra, tempatnya bekerja sebagai ART.
Ishan Ganendra sebagai Aktor terkenal berusia 30 tahun, dan sudah memiliki kekasih---Livia Kumara seorang model papan atas. Setelah menikahi Ishan----tak sekalipun Melina di perlakukan selayaknya istri, bahkan seringkali mendapatkan KDRT, sikap kasar, dan ucapan yang menyakitkan hati dari mulut Ishan.
Suatu saat Karena Konspirasi dibuat Livia, membuat Melina masuk penjara dan Ishan meragukan anak di kandungannya.
Hidup selalu adil, di saat terpuruk Melina bertemu orangtua kandungnya seorang Perwira TNI dan Dokter berpengaruh, yang memiliki pengaruh besar sehingga Melina bisa bebas dari penjara. Bagaimana reaksi Ishan setelah tahu Melina tak bersalah dan anak yang dikandung Melina adalah anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Suasana di Studio A stasiun TV Indonesia tampak riuh dengan segala macam aktivitas.
Kabel-kabel hitam melintang di lantai beton yang dingin, lampu-lampu sorot cahaya besar menggantung di langit-langit studio.
Cahaya putih menyorot tajam ke arah set panggung.
Suara kru yang berteriak berusaha mengarahkan dan mengatur posisi kamera dan monitor-monitor yang besar.
Monitor yang memperlihatkan wajah para pengisi acara yang menambah kesan sibuk dan suara ramai di lokasi studio itu.
Ishan Ganendra yang sedang beristirahat duduk terdiam di sebuah kursi lipat, di tengah keramaian lokasi syuting.
Pemuda berwajah Turki Pakistan dan Indonesia itu, mengenakan biru dongker dengan lengan yang di gulung sedikit ke atas, dan celana hitam formal.
Di saat jam break atau istirahat, bisanya Ishan akan sibuk membaca naskah atau membalas pesan manajernya, namun kali ini pikirannya bukan ke pekerjaan tapi melayang jauh ke istrinya.
Meskipun matanya menengadah menatap monitor yang menyala, fokusnya sedang tak disana.
Sekelebat bayangan wajah istrinya tiba-tiba melintas-----di pagi tadi teringat betapa polosnya gadis itu.
Istrinya dengan lembut berusaha membangunkannya, juga sorot mata terluka Melina saat di bentaknya habis-habisan sebelum berangkat kerja.
Ishan juga teringat bagaimana tangan kanannya menampar wajah polos istrinya, sungguh dirinya bisa di bilang pria yang tak punya hati nurani.
Tapi mau bagaimana lagi, dirinya menganggap Melina hanya sebagai wanita yang matre dan hanya menginginkan popularitas.
"Mas...aku berusaha jadi istri yang baik. Terserah kamu mau berpikir aku ini apa," ujar Melina yang lirih.
Suara Melina dengan isak tangis seolah menggema di telinga Ishan, dan dirinya hanya bisa menghela napas.
Terbayang senyum polos Melina yang tanpa dosa, saat pertama kali bertemu seolah menghantui pikirannya.
Rasa bersalah mulai menyelinap masuk ke celah hati kecil Ishan, hati yang bisa di bilang keras.
Dirinya mulai menyadari betapa buruk perlakuannya semalam dan pagi tadi.
Bagaimana jika Melina yang sudah di ujung emosi, lalu mengadu ke media sosial soal pernikahan yang mengalami KDRT ini.
Mata Ishan menatap tangannya yang sudah memukul Melina, sebagai seorang aktor papan atas, satu unggahan viral meski satu bisa menghancurkan karirnya.
Karir yang sudah susah payah di bangun selama bertahun-tahun, reputasinya sebagai pria idaman akan tamat seketika.
"Melina... kenapa kamu mau-mauan menikahiku," gumam Ishan hampir tak terdengar, sebuah pertanyaan yang lebih ditujukan pada dirinya sendiri.
"Jujur saja setiap menatapmu, aku tak tahan ingin berhubungan badan denganmu..." gumam Ishan lirih.
"Aku tahu kamu masih p*rawan," jawab Ishan.
Pria itu memejamkan matanya, masih mengira jika Melina itu adalah wanita yang matre dan hanya menginginkan uang.
Tapi nyatanya Melina setelah lulus kuliah akan pergi meninggalkan Ishan, tanpa meminta uang sepeserpun dari pria yang kejam itu.
Tiba-tiba, sebuah tepukan keras mendarat di bahunya.
Hal yang membuat Ishan terbuyar akan lamunannya.
"Weh, selamat ya bro atas pernikahan lu!" ucap salah satu teman aktornya yang baru saja selesai makan siang.
Delon Valdez.
Pria itu menyeringai, tidak menyadari ketegangan yang menyelimuti Ishan.
"Gila, gercep banget ya! Nggak nyangka gue, lu bakal lepas masa lajang secepat ini. Istri lu pasti cantik banget sampai lu sembunyiin dari publik."
"Iya pasti dong," ucap Ishan dengan tersenyum.
"Jagain bini lo pantau terus takut di ambil orang," ucap Delon yang duduk di samping Ishan dengan mengambil bangku.
Deg.
Mendengar ucapan Delon membuat Ishan menatap rekan aktornya, "apalagi gua denger bini lu masih muda yaa," ujarnya.
Terasa di hati Ishan langsung panik, bukankah seharusnya Ishan senang jika wanita yang sudah di anggap parasit segera bercerai darinya.
"Terus si Livia gimana?" tanya Delon pada Ishan.
Ishan langsung terpaksa menarik sudut bibirnya, membentuk senyum palsu yang biasa dirinya gunakan saat berakting di depan kamera.
"Livia gua ama dia masih hubungan biasa TTM, teman tapi mesra," jawab Ishan dengan gelak tawa.
Padahal yang terjadi sebenarnya Ishan masih pergi tidur bersama Livia, bahkan Livia tak merasa malu jika tidur dengan pria yang sudah bersuami.
Tiba-tiba managernya Delon memanggilnya.
"Eh bro bentar ya, tuh gua di panggil ama manager gua," ucapnya.
"Eh iyaa," sahut Ishan.
Ishan menghela napas, dan dirinya menelepon seseorang untuk melakukan sesuatu.
Mengirim orang untuk memantau istrinya, jika benar apa yang di katakan Delon.
Siap-siap di rumah Melina akan babak belur, dan yang pasti akan merasakan rasanya seperkasa apa Ishan di atas kasur.
Ishan tak peduli, Melina masih perawan dan yang pasti dirinya akan sangat kesakitan setelah di sentuh suaminya.
"Hallo," ucap Ishan.
"Saya minta kamu ke kampus pelita bakti dan pantau apa saja yang dilakukan Melina Khairunisa," ucapnya.
"Soal biaya saya akan tanggung," lanjutnya menutup telepon.
Ishan menggenggam kedua tangannya memutih, dirinya ingin sekali ke rumah dan memberikan pelajaran pada Melina.
Dirinya tak mau jika Melina dekat dengan pria lain, karena memiliki status sebagai istrinya---istri seorang Ishan Ganendra.
Tak lama dirinya mendapatkan pesan masuk dari Livia.
"Kamu akan ke apartemen 'kan sayang," tanya Livia.
Padahal saat ini Livia tengah bersama seorang pembalap di apartemennya, melakukan hubungan maksiat yang pasti akan di laknat tuhan.
"Iya sayang, nanti aku kesana aku minta kamu siapkan k*ndom ya," ketik Ishan dengan tersenyum ke layar yang menyala.
"Ada kok sayang di bupet nakas, kamu bisa pilih," ucapnya.
Sungguh ironi Livia tidur dengan seorang pembalap yang pasti pria itu sudah memiliki seorang istri, Livia adalah seorang model yang memiliki syahwat tinggi.
Mau tak mau wanita itu sudah meniduri berbagai macam pria, selain untuk projek modelnya----dirinya melakukan itu untuk kepuasan pribadi.
Seketika pikiran Melina di kepala Ishan langsung terbuyar, di gantikan pikiran-pikiran soal syahwat bersama Livia.
Kelakuan yang tak pantas seharusnya, Ishan pergi bersama istrinya----bukan dengan mantan kekasihnya, ini sungguh kelakuan yang tak pantas.
Ihsan mematikan ponselnya, saat syuting sudah mau di mulai.
*
*
*
*
*
*
*
*