Alya Talita tanjaya gadis pembangkang dia egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri. suatu ketika Alya di usir karena dia mengambil uang untuk operasi ginjal kakaknya yang membuat hampir kakaknya meregang nyawa, dia di usir dari rumah orangtuanya dan Alya tinggal di kontrakan sahabatnya hari demi hari dia berubah namun suatu kejadian menimpanya saat dirinya sudah berubah menjadi lebih baik dia di tabrak mobil saat dirinya menghindari kakaknya yang ingin mendekat ke arahnya. dia tidak mau menganggu keluarga nya lagi jadi Alya memutuskan untuk menjauhi mereka. saat di mana detik - detik kematiannya datang tiba - tiba ada suatu keajaiban dimana dia kembali ke masa lalu dan di anugrahhi sistem Kekayaan 1000x Lipat.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2
Alya pun langsung pergi tanpa menoleh ka arah mereka dengan air mata yang sudah mulai bercucuran dengan deras.
"Harusnya dari dulu gue berubah, harunya dari dulu gue gak egois. Sekarang gue udah gak ada kesempatan balik ke rumah lagi, rumah yang sangat gue cintai" ucap Alya dengan tangis yang terus bercucuran
Alya pulang langsung ke kontrakannya dengan berjalan kaki selama 30 menit, dia terus menangis tanpa henti dia menyesali apa yang sudah dia perbuat selama ini ke egoisnya dan selalu membuat masalah di keluarganya.
Di Rumah Orang Tua Alya
"Hmmm dia selalu ngoceh ngoceh terus, cengeng, egois, manja lagi, gak ada yang ngerecokin kita lagi kan" balas Lisa sebari tersenyum tipis
"Tapi kalo gak ada Al suasana jadi sepi gak ada yang suka ngerepotin kita lagi kan. jujur gue suka Alya yang kadang manja sama gue walupun dia egois, tapi gue sayang banget sama adek gue itu. gue pengen cepet - cepet dia pulang ke rumah ini" lanjut Lisa, ucapan Lisa yang tidak di dengar Alya.
"Iya Adek yang merepotkan tapi kalo gak ada dia hidup kita jadi sepi banget ya" balas Cika
"Tapi om Andreas sama Tante Rumi tau di mana Al sekarang tinggal?" tanya Bene
"Tau dia tinggal di kontrakan ibunya Yuri sahabat dia, mamah selalu ke sana buat kasih makan al sama kasih uang kontrakan sama mamah nya Yuri. walupun mamah nya Yuri gak mau tapi kita tetep kasih karena ya Al tinggal di kontrakan mereka" jawab Lisa
"1 Minggu yang lalu pas papah usir Al, papah nangis semalaman di kamar Al dan papah nampar dirinya karena papah merasa dia gagal menjadi seorang ayah yang baik, sebenarnya papah gak tega ngusir Al dari rumah tapi papah ingin anak bungsunya itu berubah menjadi yang lebih baik. Ya mungkin ini salah satu caranya" lanjut Lisa
"Apa kita ke kontrakan Al aja kali ya, kita jemput dia mungkin kalo kita yang jemput dia pasti seneng dan mau pulang ke sini" ucap Cika
"Gue juga maunya gitu. Tapi papah selalu bilang kalo Al akan berubah dan pulang sendiri ke rumah ini dengan versi yang lebih baiknya" balas Lisa
Lisa dan kedua sepupu nya sangat merindukan adik yang sangat bawel itu, namun mereka berharap jika Al akan segera pulang dan hidup lebih baik bersama mereka.
"Mas gimana Al?" tanya bunga
"Aman" jawab singkat Andreas
"Aman gimana? Cari dong mas, masa keponakan aku kamu usir. Udah 1 Minggu ini mas" balas kesal bunga
Semua orang sangat menyayangi Alya namun karena keegoisan Alya membuat orang - orang semakin menjauh namun mereka masih peduli kepada Alya.
"Aman bunga, kita tau Al ada di mana dia aman di sana. Kita hanya mau tunggu Alya siap untuk pulang ke sini kita hanya ingin Alya berubah" jawab Rumi
"Tapi ini udah 1 Minggu mbak gak sebaiknya aja kita yang jemput Al pulang?" tanya bunga
"Sebentar lagi juga dia pulang sabar aja. mbak kamu aja masih nengokin dia ko dan jaga dia dari jauh, jadi kamu gak perlu khawatir" jawab Andreas
Andreas terus menenangkan bunga agar dia lebih sabar dan tenang karena Alya aman dan punya tempat tinggal yang nyaman.
**
1 Bulan Kemudian
"Hah.... Cape banget" lesu Alya
"Gimana al cape kan" tanya pak Asep salah satu supir mobil besar
"Lumayan pak" jawab Alya
"Lumayan apa itu muka kamu udah penuh sama keringet. Istirahat aja dulu, bapa berangkat nya juga jam 12 malam ini baru jam 9. Buru - buru banget" balas pak Asep
"Aku kan mau cepet pulang pak, kalo semuanya udah masuk cepet kan aku bisa pulang cepet" ucap Alya
"Euhhh.... Yaudah bapa bantu sedikit lagi kan itu, kamu pasti cape banget" balas pak Asep
"Hah.... Makasih" ucap Alya sembari tersenyum senang.
"Iya sama - sama" balas pak Asep
Alya harus memasukan barang - barang ke satu kontener besar sendirian, dan barang yang tidak terlalu berat karena bos Alya pun tau kekutan Alya.
30 Menit Kemudian
Barang semuanya sudah masuk ke dalam kontener dan hari ini pekerjaan Alya selesai.
"Hah selesai juga, makasih ya pak" ucap Alya kembali
"Sama - sama, cepet pulang sana udah malem" balas pak Asep
"Iya pak. semangat kerjanya pak" ejek Alya sembari tersenyum sambil terengah engah karena kelelahan.
"Hahah anak itu" gumam pak Asep
Alya pun memberikan absen dan memberikan berkas yang harus di kumpulkan dan langsung pergi dari tempat dia bekerja.
Alya menaiki motor milik Yuri yang di berikan oleh ibu Yuri, ibu Yuri takut jika terjadi sesuatu saat Alya pulang jadi ibu Yuri memberikan motor itu untuk Alya berangkat dan pulang kerja.
20 Menit Berkendara
Alya sampai di kontrakan nya, dengan lesu Alya memasukan motornya ke dalam rumah.
"Cape banget, badan gue sakit banget kerja sendirian ahhh" gumam Alya
Hari ini teman nya libur jadilah Alya bekerja sendirian, namun yang paling dia bahagia adalah gaji hari ini di double karena dia bekerja sendiri.
Tanpa sadar ada 3 orang yang sedang melihat Alya masuk ke dalam rumah.
"Al dari mana mah? Jam segini baru pulang?" tanya Andreas
"Al baru pulang kerja pah" jawab Rumi
"Pulang kerja? Al kerja?" kaget Andreas
"Iya pah. udah 1 bulan Al kerja di cafe dan di gudang ekspedisi" balas Rumi
"Gudang ekspedisi? Bukanya gudang ekspedisi itu kerjanya berat banget?" kaget Andreas
"Iya pah. jujur mamah udah gak sanggup liat Al kecapean kaya gitu, kita ajak pulang aja yu Al. Pliss pah" rengek Rumi
"Iya pah. Ajak pulang Al sekarang pah, aku kangen banget sama Al" ucap Lisa
Andreas terdiam dia melihat ke arah Alya yang terlihat sangat kecapean di tambah dengan keringat yang bercucuran wajah Alya yang terlihat sangat kelelahan berdiam diri sendirian di depan kontrakan sembari memejamkan matanya karena kelelahan membuat hati Andreas sakit melihat putri bungsunya yang dulu sangat manja dan gampang kelelahan sekarang bekerja keras seperti ini membuat hati Andreas tidak tenang.
"Besok kita jemput Al kalo kita ke sana sekarang kasian Al, biar dia istirahat dulu. Besok kita belanja baju buat Al biar dia bahagia" ujar Andreas
Rumi dan Lisa tersenyum bahagia.
"Bener pah gak bohong kan?" tanya Lisa
"Engga sayang. Ayo pulang, kita beresin kamar Al dulu kita rombak kamarnya biar dia bahagia besok pas pulang" jawab Andreas
"Makasih papah" ucap Lisa sambil memeluk Andreas
"Makasih sayang" balas Rumi
"Iya iya, ayo kita pulang" ajak Andreas
dsr ppb.....🤮🤮🤮
tapi kayaknya aku bakalan nabung bab nya soalnya kalo baca per update nya kan cuma 1bab jadi mendingan di tabung bab nya. makasih thor aku suka ceritanya, sehat selalu ya author yang baik. ❤❤❤
s neng blm sdar sm kkuatannya sndri....pdhl,slain jd holang kaya dia jg jd sakti mndragunawati.....🤣🤣🤣
kl holang kaya mh gt ya....pas dngr btuh apa,sat set beli....tau2 udh nmpuk aja....tp indah bruntung bgt ktmu alya,jd dia bs bbas dr kluarga gila...trs prgi jauh....