NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

1 MINGGU KEMUDIAN....

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, acara di gelar dihalaman rumah keluarga Pak Roslan. Sangat Mewah dan meriah. Para ibu-ibu yang menggosipkan Delina dan juga Agam tidka bisa berkata-kata lagi, tapi mereka tetep menjulidkan Agam.

" Mewah banget acaraanya, gak kayak acaranya si anak Gatot. "Bisik-bisik para ibu-ibu menggosip.

"Bedalah, palingan ini uang Pak Roslan juga. Berharap apa kalian gaji dari seorang guru."

" Iya juga sii, palingan bagi dua. "

" Kita lhat saja nanti, paling gak bakal bertahan lama. Tau sendirlah Delina kan gak biasa hidup susah. "

" Eh, katanya keluarga suaminya dari orang alim juga. "

" Orang Alim sekarang jangan terlalu percaya, bukktinya. Si Pak Agam juga kepergok beduaan sma Delina."

" Bener banget..."

Par ibu-ibu warga desa semakin gencar berbisk, padahal mereka jga numpang makan tempat Delina. Tapi masih saja suka julid.

Para tamu undangan sudah mulai berdatangan stu persatu. Keluarga dari pihak mempelai pria, juga mulai bedatangan apalagi ada yang ikut merewang sampai acara hari-H ya. Begitu juga keluarga dar pihak mempelai wanita.

Suara Mc mulai terdengar, pertanda. Acara akan dimulai dengan membawakan konsep tema sunda untuk acara pertunangan.

Dimana mempelai lelaki sudah berdiri dengan setelan kemeja bermotif batik warna ungu gelap ia tampak tersenyum tipis sekedar menghargai orang-orang yang menyapanya dari jarak jauh.

Mc kembali memanggil mempelai wanita nya untuk berdiri di sisi sang mempelai pria.Delina beranjak dri duduknya melangkah perlahan menemui Agam, dengan pakaian yang senada ungu terang bermotif kebaya modern dibalut rok jarit span bewarna coklak keemasan serta rambut yang disanggul dengan motif bunga--bunga kecil menghiasi sanggulnya ia tampak menebar pesona senyuman nya.

Akhirnya prosesi acara Tunangan telah selesai, mereka berfoto-foto bersama antar keluarga. Kurang lebih 1 jam-08.00, Kedua mempelai kembali berganti baju dan kali ini tema nya berbeda. Lebih sakral, dan khidmat karena mengusung tema adat Jawa untuk prosesi acara akad nikah

Agam sudah duduk, di kursi dan meja yang sudah hias. Didepan nya sudah ada penghulu dan juga Pak Roslan yang tengah besiap diri sebelum memulai.

Tidak hanya Pak Roslan, Agam dan keluarga yanglain nya juga sama. Padahal bukan mereka yang akan melaksanakan nya tapi mereka juga tetep gugup.

" Baik, Mohon bapak dan ibu-ibu harap tenang. Jika ingin merekam silahkan tapi jangan berisik dan mengganggu acara akad yang akan dilaksanakan sekarang." Ucap MC laki-laki disna.

" Pak Roslan, ikuti kata-kata saya setelah ini." Ucap Pak Penghulu yang duduk disamping pria yang usianya tidak muda lagi itu.

" Setelah, pengucapan dari Pak Roslan mohon Pak Agam disambung untuk bait selanjutnya jadi tidak terputus." Sambung pak Penghulu.

Kedua pria berbeda usia itu mengangguk-angguk sudahpaham.

" Bismillahirrahmanirrahim. Saya, Roslan Munajar, menikahkan dan mengawinkan putri kandung saya, Delina Azzahra Gustia binti Roslan Munajar, dengan engkau Muhammad Agam Alfariz bin Ahmad Syahrudin, dengan maskawin seperangkat alat salat dan sebesar emas 5 Gram dibayar tunai."

" Qabiltu nikahaha wa tazwijaha Delina Azzahra Gustia binti Roslan Munajar bil mahril madzkur halan lillahi ta'ala."

Kata 'SAH' kembali terucap kali ini semakin nyaring dan tidak terelakkan lagi. Dalam satu tarikan nafas, dua insan yang sebelumnya tidak saling mengenal kini resmi terikat dalm ibadah paling suci-pernikahan.

Seluruh anggota keluarga menangis terharu, Ummi Jemmah dan Abah Ahmad saling memeluk mengucap syukur. Akhirnya anak sulung mereka memiliki tambatan hati seumur hidupnya.

Begitu juga dengan Azzam-sang adek, yang turut bahagia bisa melihat kakaknya memiliki pasangan hidup dan tidka menyendiri atau menggalau lagi.

Tidak terelakan bagi Mak Nurlela dna Pak Roslan sama sekali tidk pernah terbayangkan akan secepat ini menyerahkan anak perempuan bungsu mereka pada suaminya. Bang Nul dan istri serta Bang Enong dna istrinya tentunya sangat bahagia.

Tapi, bagi Bang Nul dan Bang Enong. Ada rasa yang belum rela melepaskan sang adek kesayangan mereka kepada suaminya, walaupun memang sudah kewajiban para perempuan yang setelah menikah mengapdi pada sang suami.

Aldo, Om Gio dan Tante gita meraskan hal yang sama kebahagiaan nya . Terutama Aldo yang masih tidak menyangka sahabat karib seorok, sekampung, satu sekolah, se plengernya itu kini resmi jadi istri dari paman nya.

Aldo jadi ke inget, percakapan mereka kemarin sore.

FLASHBACK ON.

Suara-suara backsound terdengar dari rumah keluarga Pak Roslan, suara besi-besi yang bertabrakan dan suara teriakan terdengar. Aldo mengintip , ada rasa penasaran dalam dirnya.

Ingin pergi kerumah Delina rasanya tidak mungkin untuk sekarang, tapi... Ia juga ingin tahu gimana kabar sahabat pelenger nya itu sekarang.

Semenjak kejadian mereka ke-gep para warga di nikahkan di rumah Pak Rt, Aldo tidka pernah lagi menghubungi Delina. Bukan tanpa alasan, ia niatnya memberi Delina waktu untuk menenangkan diri tapi sepertinya wanita itu seolah enggan berbicara atau mengirim pesan sja tidka pernah.

Padahal Aldo tahu, Delina tipe perempuan ceplas ceplos. Ia akan menceritakan semua apa yang membuat nya sakit hati.... Tapi kali ini tidak ada kabar sama sekali.

Ya,... Anggaplah memang salahnya Aldo.

Aldo sudah memutuskan untuk kerumah Delina.

TOK...

TOK...

TOK...

" Assalamualaikum, Tante...." Panggil Aldo.

KLEK...

" Waalaikumsallam, oh. Nak Aldo, mau ketemu Delina ya?" Tanya Mak Nurlela.

" Iya tante, Delina nya ada? Sekalian mau kembalikan bandonya." Ucap aldo beralasan entah keberuntungan atau gimana barang milk Delina masih ada dikamarnya.

" Masuk-masuk, dia dikamar. Biasalah kalau mau nikah di pinggit, apalagi besok acarnya." Ucap Mak Nurlela.

" Bener Tante, aku ke kamar nya dulu ya."

" Iya, kesana aja. Tante mau masak didapur, disana ada Mamak kamu juga." Ucap Mak Nurlela.

Pergilah Aldo, ia mengetuk pintu kamar Delina plan.

TOK...

TOK...

TOK...

" Masuk, aja mak! Gak dikunci." Sahut Delina dari dalam.

KLEK....

Sedangkan Delina, berpikir. Itu Mamaknya eh..ternyata bukan.

" Kenapa mak? Mbak lulur pijat pengantin nya sudah datangyaa?" Tanya Delina wanita itu membalikan tubuhnya yang tengkurap dikasur baru sadar siapa yang datng.

" Do? Ngapain lo disini?" Ucap Delina memasang wajah datar.

" Jahat, bener. Sambutan nya begtu ke sohibnya."

" Salah lo lah, bukannya semangattin gue malah hilang ditelan bumi." Kesel Delina.

" Mending lo pulang, percuma lo disini. Besok gue juga sah jadi istrinya si duda tua itu..."

" Duda tua gitu juga, bakalan jadi lakik lo."

" Iya juga sii, gak usah mengalihkan pembincaraan. Lo mau apaan dah kerumah gue?" Tanya Delina bersedekap dada.

" Ini,gue mau kembalikan bando lo." Ucap Aldo menyodorkan bando bentuk Loppy.

" Thanks, gue kira di gondol Milky kucing tetangga." Jawab Delina.

" Lo masih marah sama guue?" Tanya Aldo lirih.

" Ngana pikir begeimana? " Tanya balik Delina menaikan sebelah alisnya terlihat angkuh.

" Menurut gue, lo marah si..."

" Tuh, lo tahu. Ngapain nanya gue."

" Jangan marahlah...."

" Gue minta maaf, gue juga bukan nya ngehindar. Gue kasih lo waktu buat tenangin diri lo. " Melas Aldo.

" Ya, memang gue sempat setress sii. Tapi itu sdah berlalu sekaran gue udah gapapa."

" Jadi lo maafin gue gak nih?"

" Gue mau maafin lo tapi ada satu syaratnya." ucap Delina.

" Apaan tuh? Jangan aneh-aneh yaak..."

" LO yakin mau turutin gue?"

" Iya, demi maaf dari lo. Gue bakalan turutin. Awas aneh-aneh.."

" Gak aneh kok cuman satu macam aja..." Ucap Delina tersenyum penuh arti.

1
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!