NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Bintang

Istri Rahasia Sang Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan rahasia / Dokter
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

Dunia mengenalnya sebagai bintang paling bersinar. Namun, hanya dia yang tahu betapa redupnya pria itu di balik layar.
Elvano Alvendra punya segalanya: kekuasaan, ketenaran, dan wajah yang dipuja jutaan orang. Tapi bagi Selena Nayumi, Elvano hanyalah pasien keras kepala yang lupa cara mengurus diri sendiri.
Sebuah perjodohan kolot dari sang nenek memaksa mereka terikat dalam janji suci yang tersembunyi. Bagi Elvano, Selena adalah "obat" yang tidak pernah ia duga akan ia butuhkan. Bagi Selena, Elvano adalah teka-teki misterius yang perlahan mulai ia cintai.
Di antara jadwal konser yang padat, kilatan kamera media, dan kontrak kerja jutaan dolar, ada satu rahasia besar yang mereka simpan rapat di balik pintu rumah: Status mereka.
Dapatkah cinta tumbuh di tengah kepura-puraan? Dan sanggupkah Selena bertahan menjadi rahasia terbesar sang bintang saat dunia menuntut Elvano untuk tetap "milik publik"?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Suara bising dari mesin jet yang mendarat di Changi Airport perlahan memudar, berganti dengan aroma kopi mahal dan pendingin ruangan yang menusuk kulit. Di tengah kerumunan orang yang berlalu-lalang, seorang wanita melangkah dengan anggun. Rambut panjangnya terurai indah, sesekali tertiup angin saat ia melewati pintu otomatis. Di tangan kanannya, ia menarik sebuah koper kecil berwarna rose gold, sementara tangan kirinya memegang tas jinjing berisi beberapa toples kue kering yang ia buat dengan penuh cinta semalam.

Senyum manis dr. Selena Nayumi mengembang lebar saat kakinya akhirnya resmi berpijak di tanah Singapura. Matanya menyisir lobi kedatangan yang luas itu, mencari sosok yang sudah berjanji menjemputnya. Tak butuh waktu lama, dari kejauhan terlihat seorang pria melambaikan tangan dengan penuh semangat, hampir saja berjingkrak jika tidak ingat sedang berada di tempat umum.

“Dokter Selena! Di sini!” teriak Darian dengan suara yang cukup kencang hingga beberapa turis menoleh ke arahnya.

Selena mempercepat langkahnya, tawa kecil terselip di bibirnya saat melihat Darian yang tampak begitu lega melihatnya. Darian segera menghampiri Selena dan dengan sigap mengambil alih koper yang ditarik wanita itu.

“Selamat datang di Singapura, Dokter Sunshine! Perjalanan lancar, kan?” tanya Darian sambil memberikan gestur hormat yang jenaka.

Selena mengangguk pelan sembari merapikan helaian rambut yang menutupi wajahnya.

“Lancar sekali, Darian. Terima kasih ya sudah mau repot-repot menjemputku di sela kesibukan tim Elvano,” jawab Selena lembut.

“Repot? Sama sekali tidak! Justru ini misi rahasia paling mendebarkan yang pernah aku lakukan selama bekerja dengan Elvano,” sahut Darian sambil terkekeh pelan.

“Ayo, taksi yang kupesan sudah menunggu di depan. Kita harus segera pergi sebelum ada penggemar yang mengenali kita.”

Mereka berdua berjalan menuju area penjemputan taksi. Begitu masuk ke dalam mobil, hawa sejuk langsung menyapa mereka, memberikan sedikit ketenangan di tengah rencana besar yang sedang mereka susun. Mobil melaju membelah jalanan Singapura yang tertib menuju apartemen pribadi Elvano di kawasan elit.

Selena menatap keluar jendela, melihat gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Pikirannya melayang pada sosok calon suaminya yang mungkin saat ini sedang berada di venue konser, bergelut dengan keringat dan tekanan besar.

“Elvano benar-benar tidak tahu kan kalau aku datang?” tanya Selena memastikan, suaranya sedikit bergetar karena rasa gugup yang mulai merayap.

Darian yang duduk di kursi depan menoleh sebentar ke arah belakang, ia mengacungkan jempolnya dengan bangga.

“Tenang saja, Dokter. Aku sudah menyembunyikan semua bukti dengan sangat baik. Ponselnya aku pantau, dan jadwal kegiatannya aku buat sedemikian rupa supaya dia tidak punya waktu untuk curiga. Ini akan jadi kejutan paling legendaris untuknya,” ujar Darian mantap.

Selena mengembuskan napas lega, senyumnya kembali merekah. “Syukurlah. Aku hanya ingin memberikan semangat tambahan untuk konser terakhirnya nanti malam. Semoga saja rencana ini berhasil dan dia tidak marah karena aku datang diam-diam,” gumam Selena pelan.

“Marah? Elvano Alvendra marah karena calon istrinya datang?” Darian tertawa renyah mendengar kekhawatiran itu. “Percayalah padaku, dia mungkin akan langsung lupa caranya bernapas saking senangnya. Oh ya, aku ingin berterima kasih secara pribadi kepadamu, Dokter.”

Selena mengerutkan dahi, tampak bingung. “Terima kasih untuk apa, Darian?” tanya Selena penasaran.

“Untuk semuanya. Terutama soal kesehatannya. Apa Elvano makan dengan baik selama di sini? Jawabannya adalah ya, dan itu semua karena dia lebih mengutamakan makanan serta vitamin yang kau bawakan. Dia bahkan menolak makan siang dari restoran bintang lima kemarin hanya karena ingin menghabiskan sisa bekal darimu. Kondisi mental dan fisiknya jauh lebih stabil sekarang dibandingkan tur-tur sebelumnya,” jelas Darian panjang lebar.

Selena merasakan kehangatan menjalar di dadanya mendengar laporan itu. “Aku bersyukur kalau dia ada perkembangan baik. Dia itu tipe yang suka memaksakan diri, jadi aku memang harus sedikit cerewet soal nutrisinya,” jawab Selena tulus.

Mobil terus melaju, melewati taman-taman kota yang hijau. Selena teringat sesuatu, ia menatap Darian lewat kaca spion tengah.

“Darian, boleh aku minta satu hal? Panggil aku Selena saja. Jangan panggil Dokter lagi kalau kita sedang tidak di rumah sakit. Kita ini kan juga sudah seperti keluarga sendiri,” pinta Selena dengan nada akrab.

Darian sempat terdiam sejenak, lalu ia tersenyum tulus. “Baiklah, kalau begitu. Terima kasih, Selena. Aku tidak akan sungkan lagi kalau begitu. Tapi tetap saja, bagiku kau adalah pahlawan yang berhasil menjinakkan si singa Zenithra itu,” canda Darian yang kembali membuat suasana menjadi cair.

Taksi akhirnya berhenti di lobi sebuah gedung apartemen mewah dengan keamanan yang sangat ketat. Darian membantu Selena turun dan menurunkan kopernya.

“Elvano sedang ada di stadion untuk cek sound terakhir. Dia mungkin tidak akan kembali ke apartemen. Dan kau punya waktu untuk bersiap-siap untuk bertemu sang pujaan hati,” goda Darian sambil menunjukkan kartu akses apartemen.

Langkah kaki Selena terasa ringan saat ia menyusuri lorong apartemen mewah di jantung Singapura tersebut. Bunyi roda koper rose gold miliknya yang bergesekan dengan karpet tebal menciptakan irama yang seolah mengikuti detak jantungnya yang penuh semangat. Di sampingnya, Darian berjalan sambil menenteng kunci akses cadangan.

“Nah, akhirnya sampai juga. Selamat datang di istana pribadinya Tuan Elvano Alvendra selama dia di Singapura. Tidak ada media yang tahu lokasi ini, jadi kau benar-benar aman di sini,” ujar Darian sambil menempelkan kartu akses pada pintu berwarna kayu gelap yang tampak sangat kokoh.

Bunyi klik pelan terdengar, dan pintu pun terbuka lebar. Selena terpaku sejenak melihat interior apartemen yang didominasi warna monokrom dan aksen marmer. Ruangannya sangat luas dengan jendela kaca raksasa yang langsung menghadap ke arah Marina Bay Sands. Kesannya sangat tenang, mahal, sekaligus sedikit dingin—persis seperti pemiliknya.

“Wah, apartemennya benar-benar luar biasa. Elvano ternyata memang sekaya itu ya sampai punya hunian sekelas ini di negara orang?” tanya Selena dengan nada bercanda, berusaha menutupi rasa kagumnya.

Darian tertawa renyah sambil meletakkan koper Selena di dekat sofa kulit yang empuk. “Ya, begitulah bosku yang merangkap calon suamimu itu. Tapi tenang saja, meski dia pemilik agensi besar, di sini dia tetap saja pria yang suka mengeluh kalau kopinya kurang pahit,” jawab Darian dengan nada jenaka.

Darian kemudian berjalan menuju area kamar, tangannya menunjuk ke arah dua pintu yang berseberangan. “Di apartemen ini sebenarnya hanya ada dua kamar saja. Yang utama itu kamar Elvano, dan yang satunya lagi biasanya aku yang tempati kalau kami sedang ada proyek panjang di sini. Jadi, nanti biar Selena pakai kamarku saja, ya? Aku gampang, bisa tidur di ruang tamu atau di sofa ini,” lanjut Darian.

Mendengar hal itu, Selena langsung merasa tidak enak hati. Wajahnya yang fresh tampak sedikit cemas. “Aduh, Darian, jangan begitu. Aku jadi merasa tidak enak kalau harus merebut kamarmu. Aku bisa tidur di mana saja kok, sungguh,” tolak Selena dengan halus.

Darian langsung mengibaskan tangannya di udara, tanda ia sama sekali tidak merasa keberatan.

“Sama sekali tidak masalah, Selena. Kalau Elvano tahu aku membiarkan calon istrinya tidur di sofa, bisa-bisa karirku di Zenithra berakhir besok pagi. Sudah, jangan dipikirkan lagi ya?” ujar Darian mantap.

Selena akhirnya mengangguk pasrah. Ia kemudian berlutut di samping kopernya yang diletakkan di ruang santai. Saat resleting koper dibuka, Darian langsung terbelalak. Bukannya tumpukan baju modis yang terlihat, melainkan jajaran toples dan kotak kedap udara yang tersusun sangat rapi.

“Astaga, Selena! Aku kira koper besarmu ini isinya gaun-gaun cantik untuk konser nanti. Ternyata isinya makanan sebanyak ini?” tanya Darian dengan ekspresi tidak percaya.

Selena tersenyum bangga sambil mengeluarkan toples demi toples. “Ini kue kering sehat rendah kalori, khusus untuk Elvano dan kamu. Lalu yang di kotak besar ini sisa stok yang kubawa untuk dibagikan ke tim kalian. Dan tolong lihat ini,” kata Selena sambil mengeluarkan sebuah tas thermal kecil. “Di dalam sini ada makanan berat yang sudah kusiapkan. Tolong hangatkan ya, terus bawa ke tempat konser. Aku yakin Elvano pasti belum sempat makan dengan benar karena sibuk cek sound,” lanjut Selena dengan nada penuh perhatian.

Darian tersenyum lebar, matanya berbinar melihat dedikasi wanita di hadapannya. “Kau benar-benar luar biasa, Selena. Elvano itu paling malas makan kalau sudah fokus kerja, tapi kalau tahu ini darimu, dia pasti akan menghabiskannya sampai bersih. Terima kasih banyak ya, kau sangat pengertian,” puji Darian dengan tulus.

Selena mendongak, matanya menatap Darian dengan penuh permohonan. “Tapi tolong ya, Darian. Jangan katakan kepada Elvano kalau makanan berat ini dariku. Bilang saja kau beli di restoran organik atau semacamnya. Aku ingin ini tetap menjadi kejutan sampai aku benar-benar muncul di hadapannya nanti malam,” pinta Selena sungguh-sungguh.

Darian langsung memberikan gestur hormat dengan jarinya. “Siap laksanakan, Nyonya Alvendra! Rahasiamu aman bersamaku. Sekarang, sebaiknya kau beristirahat dulu di kamar. Isi energimu supaya nanti malam saat melihat Elvano di panggung, kau tidak mengantuk karena jetlag,” saran Darian.

“Iya, aku akan mandi dan istirahat sebentar. Kabari aku ya kalau ada perkembangan di venue,” jawab Selena sambil menyeret kopernya menuju kamar yang tadi ditunjukkan Darian.

Setelah Selena masuk ke kamar, Darian segera bergegas menuju dapur. Ia memindahkan makanan buatan Selena ke dalam wadah yang lebih representatif dan menghangatkannya. Aroma harum bumbu dapur yang khas dan menenangkan langsung memenuhi ruangan, sangat berbeda dengan aroma makanan cepat saji yang biasa mereka konsumsi.

“Bisa gila Elvano kalau tahu Selena ada di sini sekarang,” gumam Darian sambil memasukkan kue-kue kering itu ke dalam tas kerjanya.

Darian segera meninggalkan apartemen dengan langkah seribu menuju venue konser. Pikirannya sudah membayangkan bagaimana ekspresi wajah Elvano yang biasanya sedingin es itu akan meleleh saat mencicipi makanan ini. Ia yakin, malam ini tidak akan hanya menjadi konser terbaik Elvano, tapi juga momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh sahabatnya itu.

**

Di National Stadium, suasana sangat tegang. Elvano baru saja menyelesaikan satu lagu latihan dengan hasil yang menurutnya kurang memuaskan karena masalah teknis pada monitor telinganya. Ia berdiri di tengah panggung, berkacak pinggang dengan wajah yang tampak sangat lelah dan aura yang sedikit berbahaya.

“Darian mana? Kenapa dia pergi lama sekali di saat penting seperti ini?” tanya Elvano dengan suara dingin yang menggema di mikrofon.

Beberapa kru tertunduk diam, tidak ada yang berani menjawab karena aura kepemimpinan Elvano yang sangat absolut sedang mendominasi. Tepat saat itu, Darian muncul dari balik panggung dengan napas tersengal namun wajahnya terlihat sangat cerah.

“Maaf Bos, tadi ada urusan darurat. Tapi lihat apa yang aku bawa? Aku membelikanmu makanan dari tempat spesial, kau harus mencicipinya sekarang sebelum kita lanjut ke sesi berikutnya,” ujar Darian sambil mengangkat tas thermalnya.

Elvano hanya menatap tas itu dengan datar. “Aku tidak lapar, Darian. Simpan saja itu untuk nanti,” tolak Elvano dingin.

Darian tidak menyerah, ia mendekati Elvano dan membukakan kotak makanan itu tepat di bawah hidung sang CEO. Aroma masakan yang sangat ia kenali tiba-tiba menyusup ke indra penciumannya. Aroma yang hanya ada di dapur rumahnya di Jakarta.

Elvano terdiam seketika. Matanya menyipit, menatap hidangan di dalam kotak itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang saat melihat bentuk potongan wortel dan bumbu yang sangat spesifik, persis seperti gaya memasak Selena yang selalu perfeksionis soal gizi.

“Kau bilang... kau beli ini di mana?” tanya Elvano dengan nada suara yang mendadak berubah, tidak lagi sedingin tadi.

Darian tersenyum misterius, ia tahu umpan itu sudah dimakan. “Hanya tempat rahasia, El. Coba saja, rasanya pasti akan mengingatkanmu pada rumah,” jawab Darian santai.

Elvano mengambil garpu dan mencicipi satu suapan kecil. Begitu rasa itu menyentuh lidahnya, matanya langsung terbelalak. Ia menatap Darian dengan tatapan mengintimidasi, seolah ingin menembus pikiran asistennya itu.

“Darian, katakan padaku dengan jujur. Di mana Selena sekarang?” tanya Elvano dengan suara rendah namun sangat menuntut.

***

1
Sri Murtini
elvano kau benar " cinta ya bukan akting
Sri Murtini
Elfano jatuh cinta se jatuh"nya dipelukan kekasih hati. ternyata tidak selamanya perjodohan itu berdampak buruk.... ini memang ketemu pasangan sejatì
Penta Ning Thiyas
luar biasa
Penta Ning Thiyas
karyamu selalu keren.. dan nagih😍👍 semangat kak
Hugo Hamish
kak up dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!