Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENDAPATKAN KEADILAN
Selina yang menemukan gua garamenvoa untuk mengerok tembok batu gua untuk melihat sedalam apa garam yang tertempel di dinding gua. Setelah dikerok cukup banyak, gunung garam tak juga terlihat berkurang, membuat Selina merasa senang sehingga iapun segera pergi ke rumah kepala suku untuk memberikan kabar baik ini.
Baru saja kakinya melangkah keluar, perutnya sudah berbunyi nyaring sebagai tanda jika anak-anak dalam kandungannya kelaparan.
Krucukkkk…
“Kurasa aku harus makan dulu sebelum pergi kerumah kepala suku”, guman Selina yang kini sudah mulai memasuki ruang penyimpanan miliknya dan memasak dengan aneka bahan yang tersedia didalam kulkas.
Sambil menunggu makanan yang dimasaknya matang, Selina memakan aneka macam buah yang tersimpan dalam keranjang bambu yang ada di dapur.
“Seingatku buah disini sudah aku makan sebelumnya tapi kenapa jumlahnya masih tetap dan tidak berkurang”, Selina bergumam dengan ekspresi sedikit bingung.
Untuk memastikan kecurigaannya, setalah masakan yang dibuatnya matang Selina pun segera membuka kulkas dan melihat jika daging seafood yang baru saja ia ambil dan juga mie yang ia ambil kembali utuh, seolah barang tersebut tak pernah ia ambil dan pakai sebelumnya.
Mengetahui hal ajaib tersebut, kedua mata Selina berbinar cerah, “Aku benar-benar mendapatkan keberuntungan. Semua barang didalam ruang penyimpanan ini akan mengisi ulang sendiri sehingga tak akan habis meski terus aku makan. Akhirnya, aku bisa mendapatkan hal baik seperti para transmigator yang berpindah dunia yang pernah aku baca di novel-novel”.
Selina menyantap makan siangnya dengan hati gembira. Setelah makan, untuk mencerna makanan yang baru saja disantapnya ia pun berjalan menyusuri area dalam ruang penyimpanannya itu dan mengetahui jika barang yang akan terisi ulang hanyalah barang-barang yang sudah ada disana saja dan barang-barang yang ia ambil didunia beastman, yang sengaja ia simpan didalam ruang penyimpanannya hanya bisa menghentikan pembusukan dan tetap segar namun tak bisa mengisi ulang dengan sendirinya sehingga jika habis maka otomatis ia harus mencarinya lagi.
Pemahaman ini tentu saja membuat Selina mulai mempertimbangkan untuk mulai menanam buah dan sayuran yang ia dapatkan yang tidak ada di dapur dan berencana untuk mengembangbiakkannya agar ia bisa memanennya dan memiliki stock, demi kelangsungan hidupnya meski kini ia memiliki suami yang bisa mencarikannya makanan tapi hal itu tak membuat Selina merasa tenang jika ia tak memiliki stock makanan sendiri karena ia tak tahu sampai kapan beastman ular hitam tersebut akan terus bersamanya.
Selamanya atau hanya setelah anak yang dikandungnya lahir, Selina yang tak biasa menggantungkan hidupnya kepada orang lain memilih untuk berusaha sendiri. Dengan memiliki makanan sendiri maka ia baru bisa merasa hidupnya menjadi tenang.
Selina yang merasa sudah cukup berisik dan perutnya juga telah terisi segera keluar dan segera berjalan cepat menuju rumah kepala suku.
Dirumah kepala suku saat ini Anggelo tengah bersama kedua anaknya, Abraham dan Maria juga menantu pertamanya Yulius dan tabib suku, Qwerty.
Tok…tok…tok…
“Kepala suku, apa anda didalam?”, sapa Selina sopan.
Semua orang yang tengah membahas Juno dan hukuman apa yang patut diberikan oleh suku kepadanya dan Maya selaku pasangan betinanya atas tindakan curang yang dilakukannya kepada Selina, mendengar suara perempuan yang akan mereka berikan keadilan, semua orang pun menoleh ke arah pintu gua.
Maria lah yang berdiri untuk menyambut kedatangan Selina.
“Selina, ayo masuk. Kebetulan kami ingin pergi mencarimu”, sambut Maria ramah.
Selina yang penasaran kenapa kepala suku berniat mencarinya pun mengajukan pertanyaan, “Ada keperluan apa hingga kepala suku mencariku?”.
“Ayo masuk dan kamu akan mengetahui semuanya”, ajak Maria.
Keduanya pun segera masuk dan duduk mengelilingi meja bundar batu dimana sudah ada Anggelo, Abraham dan Qwerty disana.
Begitu Selina duduk, Anggelo pun segera menceritakan semuanya, mengenai perbuatan curang Juno dan Maya.
Selina yang merasa jika dua orang tersebut telah melakukan hal yang fatal hingga membuat pemilik tubuh asli kelaparan dan meninggal didalam hutanpun segera meminta keadilan.
“Meski saya jarang berkumpul dengan anggota suku yang lain tapi saya pernah mendengar jika tindakan buruk Maya ini tak hanya ditujukan kepada saya saja, tapi banyak betina lain yang sudah menjadi korbannya sehingga saya harap kepala suku menggelar pengadilan terbuka agar anggota suku yang lain, yang pernah Maya rugikan bisa memberi kesaksian sehingga keadilan bisa ditegakkan”, ucap Selina tajam.
Ia sebenarnya ingin meminta kepala suku untuk langsung mengusir Maya dan Juno, tapi mengingat jika ia masihlah warga baru disini dan masih belum memberikan kontribusi apapun maka menggelar pengadilan terbuka adalah cara yang bijak.
Angelo yang melihat sikap bijak Selina diam-diam mengangguk puas karena ia dan putranya juga akan berencana mengambil jalan tersebut mengingat jika kedua orang tua Maya sudah banyak memberikan kontribusi besar untuk suku, jika langsung mengusir nya begitu saja, itu akan dianggap tidak adil apalagi orang yang ia bela merupakan warga baru yang selama ini belum memberikan kontribusi apapun untuk suku.
“Baiklah, jika begitu sudah diputuskan. Besok pagi, di alun-alun kita akan menggelar sidang terbuka untuk keduanya” ucap Anggelo memberikan keputusan.
“Abraham, sore ini kamu hubungi semua orang yang pernah dirugikan oleh Maya agar mereka memberi kesaksian dalam persidangan besok”, perintah Anggelo yang direspon anggukan oleh Abraham.
Setelah masalah kecurangan Juno dan Maya yang mengakibatkan pemilik tubuh asli kelaparan dan meninggal dunia, Selina pun mulai membicarakan tujuannya datang kerumah kepala suku siang ini.
“Apa! Gua Garam!!”, teriak keempat orang kompak sambil menatap Selina dengan ekspresi terkejut.
“Benar kepala suku, gua garam. Saya tak sengaja menemukan tempat tersebut ketika tengah menyusuri aliran sungai dimana saya menemukan batu garam untuk pertama kalinya”, ucap Selina kembali menegaskan, membuat semua orang yang ada dalam ruangan merasa sangat senang.
Garam merupakan barang langkah dan mahal. Mereka harus pergi ke benua tengah ketika pasar besar dilangsungkan hanya demi bisa menukar garam yang selama ini hanya di miliki oleh suku dari klan elang laut.
Kini, jika entar mereka menemukan gua garam, bukan hanya kebutuhan seluruh suku akan garam tercukupi, mereka juga bisa menjualnya ketika pasar besar di benua tengah dibuka yang tentunya akan memberikan pemasukan besar bagi suku suku rubah bisa mengembangkan wilayah suku mereka agar lebih maju daripada sekarang.
Dibawah bimbingan Selina, keempatnya pergi menelusuri aliran sungai kecil dibelakang gua batu milik Selina yang lama dan setelah menempuh perjalan sekitar dua puluh menit, kelimanya pun tiba didalam gua garam.
Begitu masuk, mulut semua orang terbuka lebar dengan kedua mata terbelalak karena syok.
"Ini benar-benar gua garam! Kemakmuran suku rubah sudah tiba!", teriak Qwerty denga air mata haru.
Sepanjang hidup ia sama sekali tak menyangka jika suku rubah akan segera memasuki masa kejayaannya.Baru saja ia mengetahui mengenai cara memasak makanan dan mendapatkan sumber bahan makanan yang bisa disimpan lama didalam gudang sebagai cadangan untuk musim dingin,kini mereka menemukan gua garam.
Semua orang berbalik dan menatap Selina dengan ekspresi penuh ucapan terimakasih. Kebenaran Selina sebagai rubah ekor sembilan yang baru mereka ketahui ketika tabib suku melakukan ritual kontrak dengan pasangannya sudah membuat semua orang sangat berharap kepadanya dan kini satu persatu harapan mereka mulai terwujud. Sebagai salah satu anak dewa binatang, rubah berekor sembilan seperti Selina dianggap membawa keberuntungan dan hal ini mulai terlihat dengan banyaknya hal baik yanh terjadi didalam suku rubah seiring dengan penerimaan baik yang mereka berikan kepada perempuan itu
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya