NovelToon NovelToon
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos

Antara Ketulusan Dan Godaan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:744
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Demi melunasi utang almarhum ayahnya dan membiayai sekolah adiknya, Andra (23 tahun), seorang pemuda desa yang tampan dan bersahaja, nekat merantau ke Jakarta. Berbekal kejujuran dan ijazah SMK, ia diterima sebagai asisten administrasi di Apex Media, sebuah agensi periklanan papan atas yang gemerlap di kawasan Sudirman.
​Di sana, Andra berhadapan langsung dengan sang bos besar, Nadia (32 tahun), seorang wanita karier sukses yang perfeksionis. Di balik kemewahan hidupnya, Nadia menyimpan kesepian mendalam karena pernikahannya dengan seorang pengusaha kaya telah lama mendingin dan hambar.
​Di tengah belantara Jakarta yang penuh kepalsuan, ketulusan dan kepolosan Andra perlahan mencuri perhatian Nadia. Intensitas kerja hingga larut malam membuat batas profesional di antara atasan dan bawahan ini perlahan mengabur. Andra kini dihadapkan pada dilema moral terbesar dalam hidupnya: bertahan pada ketulusan prinsipnya demi keluarga di desa, atau menyerah pada godaan sang bos yang menawarkan keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Ruangan Baru dan Isyarat

Hari Senin tiba dengan membawa perubahan besar dalam garis hidup seorang Andra. Koridor lantai 17 Apex Media yang biasanya ia pandang dari balik meja administrasi depan, kini menjadi saksi bisu saat ia melangkah masuk sebagai seorang Account Executive muda. Kemeja flanel dan celana bahan lungsuran yang biasa ia kenakan telah berganti dengan kemeja katun premium berwarna abu-abu gelap, hadiah tersembunyi yang dikirimkan Nadia ke kontrakan sederhananya dua hari lalu.

Langkah kaki Andra terhenti di depan sebuah pintu kayu dengan plakat kaca bertuliskan namanya: Andra Bayu. – Account Executive.

Ruangan itu tidak terlalu besar, namun memiliki dinding kaca privat yang menghadap langsung ke arah koridor dalam, terpisah dari kubikel staf kreatif. Di dalamnya terdapat sebuah meja kerja modern berbahan serat kayu, kursi putar yang nyaman, dan sebuah laptop korporat baru yang masih mengilat. Bagi seorang anak desa yang merantau dengan modal seadanya, ruangan ini adalah sebuah lompatan kasta yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Andra meletakkan tas ransel hitamnya di atas meja, lalu menduduki kursi barunya. Ia mengembuskan napas panjang, mencoba meredakan debaran di dadanya. Namun, belum sempat ia menyesuaikan diri dengan atmosfer ruangan tersebut, pintu kerjanya diketuk dua kali dari luar.

Citra, senior dari tim kreatif, melangkah masuk dengan membawa sebuah map berkas tebal. Wajah wanita itu tampak menunjukkan kombinasi antara rasa kagum, penasaran, dan sedikit kecurigaan yang tertahan.

"Selamat pagi, Pak Andra. Wah, sepertinya mulai hari ini panggilannya harus sedikit berubah ya," ujar Citra dengan nada setengah berguyon namun matanya jeli memperhatikan perubahan penampilan Andra yang kini terlihat jauh lebih tampan dan berwibawa.

"Jangan begitu, Mbak Citra. Panggil Andra saja seperti biasa, saya masih harus banyak belajar dari Mbak dan teman-teman di sini," jawab Andra dengan pembawaan yang tetap rendah hati, tidak mau menunjukkan keangkuhan sedikit pun meskipun jabatannya telah dinaikkan secara instan oleh Nadia.

Citra meletakkan map tebal itu di atas meja. "Ini berkas kelanjutan proyek kosmetik dengan pihak legal mereka di SCBD. Bu Nadia meminta kamu untuk langsung memegang kendali komunikasi sebagai perwakilan resmi Apex Media. Katanya, pihak sana secara khusus meminta orang yang mengantarkan dokumen darurat kamis lalu untuk menjadi contact person utama mereka."

Mendengar penjelasan Citra, jantung Andra seketika berdegup kencang. Ia langsung teringat pada Diana, direktur hukum berwibawa yang memayunginya di bawah derasnya hujan malam Gala Hotel Mulia. Permintaan khusus ini jelas bukan sekadar urusan administrasi bisnis biasa, ini adalah langkah catur pertama dari Diana untuk menariknya kembali ke dalam jangkauan perhatiannya.

"Baik, Mbak Citra. Terima kasih berkasnya. Akan segera saya pelajari," jawab Andra tenang, berusaha menjaga ekspresi wajah sawo matangnya agar tetap datar.

Setelah Citra keluar dari ruangan, Andra membuka map tersebut. Di lembar paling depan, terselip sebuah memo kecil berwarna kuning dengan tulisan tangan yang sangat rapi menggunakan tinta emas:

Selamat atas posisi barumu, Andra. Langkah yang cerdas dari Nadia untuk menjagamu tetap dekat. Tapi seperti yang kukatakan malam itu, panggungmu jauh lebih besar dari sekadar ruangan kecil di lantai 17. Hubungi saya siang ini untuk membahas kelanjutan kontrak. - Diana.

Andra menyandarkan punggungnya pada kursi, meremas memo kuning itu dalam genggaman tangannya hingga hancur. Ia berada di tengah-tengah dua kekuatan besar. Di satu sisi, ada Nadia yang memberikannya ruang privat ini dan kehangatan intim yang mengikat batinnya di apartemen Kebayoran Baru. Di sisi lain, ada Diana yang dengan sabar menunggu di menara kaca SCBD, memegang kendali atas proyek bernilai miliaran yang bisa menjatuhkan atau mengangkat karier barunya dalam sekejap.

Belum sempat Andra memutuskan apa yang harus ia lakukan, layar telepon genggam jadul di saku celananya mendadak menyala dan bergetar. Sebuah nomor tidak dikenal masuk melalui pesan singkat.

Andra membuka pesan tersebut. Alih-alih dari Diana atau Nadia, pesan itu berisi sebuah kalimat pendek yang membuat seluruh darah di tubuh pemuda desa itu mendadak berdesir dingin.

Jangan mengira jas mahal dan ruangan baru bisa menghapus asal-usulmu, bocah. Nikmati saja fasilitas dari istriku selagi kamu bisa, karena roda berputar sangat cepat di Jakarta.

Pesan itu tanpa nama, namun Andra tahu persis siapa pemilik gaya bahasa arogan dan penuh ancaman tersebut. Gunawan. Suami sah Nadia rupanya telah mulai menggerakkan bidak-bidaknya untuk mengawasi dan meneror hidup Andra setelah insiden malam Gala.

Andra menatap ke luar dinding kaca ruangannya. Di ujung koridor, pintu ruang kerja Nadia masih tertutup rapat, sementara bayangan ancaman dari Gunawan dan tarikan magnet dari Diana mulai mengepung langkah pertamanya di posisi baru ini. Ratusan bab perjalanan Andra di ibu kota kini resmi memasuki babak penuh intrik yang sesungguhnya, di mana setiap pilihan yang ia ambil akan menentukan apakah ia akan bertahan di puncak atau hancur menjadi debu kota.

1
Master Haki
terbaik dan bikin penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!