NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....





Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Begitu mereka pergi, Maudi berdiri dan mengusap pipinya. Rasa sakit itu tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa muak yang ia rasakan. Ia duduk kembali di depan laptopnya.

"Satu tamparan, satu bukti baru. Terima kasih, Ibu," gumam Maudi dingin.

ia menyimpan rekaman itu dengan sangat rapi, sebagai salah satu bukti tentang kejahatan Ibunya.

Tiba-tiba, Saka masuk ke paviliun tanpa mengetuk. Ia melihat Maudi yang baru saja menghapus air matanya. Saka terdiam melihat pipi Maudi yang merah,sangat kontras dengan pipinya yang merah-merah penuh jerawat.

"Maudi... kamu nggak apa-apa?" tanya Saka pelan. Ia menyodorkan sebuah kantong plastik berisi es batu. "Nih, buat kompres pipimu. Aku dengar teriakan Mama tadi."

Maudi menerima es itu dengan ragu. "Terima kasih, Kak Saka. Kakak tidak marah karena ponsel Kak Eliza rusak?"

Saka menghela napas, ia duduk di kursi kayu butut milik Maudi. "Eliza memang keterlaluan. Aku tahu dia bohong soal virus itu. Tapi Maudi... aku merasa ada yang aneh denganmu. Kamu terlalu tenang untuk orang yang selalu ditindas."Saka menatap Maudi dengan curiga.

Maudi menatap kakaknya, kakak sepersusuannya yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. "Mungkin karena di pesantren Maudi diajarkan bahwa kesabaran adalah senjata terkuat, Kak."

Saka menatap mata Maudi dalam-dalam. Untuk pertama kalinya, ia merasa mata adiknya itu sangat cantik dan jernih, sangat kontras dengan kulit wajahnya yang rusak. Ia merasa ada rahasia besar di balik cadar itu.

" kalau begitu aku pergi dulu, segeralah ke dokter, kalau kulitmu tetap seperti itu, lama-lama kau akan jadi perawan tua, bagaimana ada yang akan menyukaimu, sedangkan wajahmu saja sangat buruk, " Ucap saka sebelum pergi, di balik ucapan tajamnya itu, Maudi tahu, kalau kakaknya itu mulai perhatian.

Saka berbalik"Besok kakek kesini, Bersiaplah, Kakek pasti kasihan melihat mu yang bodoh dan jelek".

Maudi tersenyum tipis, ada rasa hangat yang menjalar di hatinya.

Setelah kepergian Saka, ponsel Maudi berkedip, ternyata Seina sedang menghubungi seseorang. Ia segera memasang headset dan ikut mendengarkan apa yang akan di rencanakan ibunya.

Halo, Bram.Kamu sudah di posisi?" bisik Seina sambil melirik ke arah pintu, memastikan Doni masih berada di ruang kerjanya.

"Sudah, Nyonya. Anak buah saya sudah menyebar di sekitar jalur protokol menuju bandara," suara berat Bram terdengar dari seberang telepon.

"Dengar baik-baik," desis Seina, matanya berkilat kejam. "Harison tidak boleh sampai ke rumah ini dalam keadaan sehat. Dia terlalu banyak tanya. Kamu tahu obat jantung yang selalu dia bawa di saku jasnya?"

"Tahu, Nyonya. Apa perintahnya?"

"Tukar obat itu dengan dosis yang lebih kuat, atau pastikan dia mengalami serangan di tengah kerumunan bandara yang sesak. Buat itu terlihat seperti kecelakaan karena kelelahan setelah penerbangan panjang. Jika dia pergi , hartanya akan jatuh ke tangan Doni, dan itu artinya milikku."

"Risikonya besar, Nyonya. Harison selalu dikawal ketat oleh asisten pribadinya."

Seina mencengkeram ponselnya lebih kuat. "Aku tidak mau tahu caranya! Gunakan pengacau sinyal atau buat keributan kecil untuk mengalihkan perhatian pengawalnya. Jika kamu berhasil, sisa pembayaran yang kita sepakati akan aku transfer dua kali lipat malam ini juga. Tapi ingat, jangan ada jejak yang mengarah padaku!"

"Dimengerti. Eksekusi dilakukan saat target keluar dari pintu kedatangan besok pagi."

Seina menutup teleponnya dengan senyum puas. Ia merasa rencananya sudah sempurna. Namun, ia tidak menyadari bahwa di balik tembok paviliun, Maudi sedang duduk dengan headset terpasang di telinganya.

Melalui spyware yang ia tanam di ponsel Seina, Maudi mendengar setiap detail percakapan itu. Tangannya gemetar karena marah, namun otaknya tetap bekerja dengan dingin.

"Ibu... kau benar-benar sudah kehilangan nurani belum cukupkah selama ini kau hidup dalam kemewahan, benar-benar kikir," gumam Maudi.

Jari-jarinya bergerak secepat kilat di atas keyboard. Ia langsung mengaktifkan protokol perlindungan tingkat tinggi.

___

Pukul tiga dini hari, Mansion Daneswara tenggelam dalam kesunyian. Maudi keluar dari paviliun dengan langkah seringan kapas. Ia tidak menggunakan lampu senter, melainkan night vision goggle mini yang ia bawa dari Amerika.

Tujuannya adalah kamar kerja Doni. Maudi tahu Doni sering tertidur di sana jika sedang lembur. Dengan kemampuan meretas kunci digital yang ia miliki, pintu jati besar itu terbuka tanpa suara.

Benar saja, Doni tertidur di sofa dengan beberapa berkas di dadanya. Maudi mendekat dengan hati-hati. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut tertangkap, tapi karena rasa haru menatap wajah pria yang ternyata adalah ayah kandungnya..., bahkan Doni tertidur dengan memeluk foto Ambar yang ia sembunyikan di laci meja kerjanya agar Seina tidak melihat,

"Maafkan Maudi, Papa,...pasti dulu papa sangat sakit ya di tinggal Mama untuk selamanya, bahkan Papa juga kehilangan putih kandung papa akibat wanita beracun itu, sayang nya Papa selama ini tidak tahu, Papa terlalu lugu, hati papa terlalu baik, sampe-sampe Papa tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, mana yang jujur dan mama yang penipu" bisiknya nyaris tak terdengar.

Dengan pinset steril, Maudi mengambil dua helai rambut yang tertinggal di bantal sofa, lengkap dengan akarnya. Ia memasukkannya ke dalam plastik klip berlabel khusus. Ia juga mengambil sampel air liur dari gelas bekas minum Doni yang masih tersisa di meja.

"Satu langkah lagi menuju kebenaran," gumamnya sambil menghilang kembali ke kegelapan.

Kembali ke paviliun, Maudi segera memproses data. Ia tidak akan membawa sampel itu ke laboratorium biasa di Jakarta yang bisa dengan mudah disuap oleh Seina. Ia akan mengirimkan sampel itu menggunakan jasa kurir internasional rahasia ke laboratorium di California besok pagi.

Sambil menunggu pagi, Maudi membuka folder Black Box Mansion. Folder ini berisi rekaman CCTV yang selama ini disembunyikan atau dihapus oleh Seina.

Maudi menemukan rekaman sebelas tahun lalu lalu

1.Seina sengaja mendorong Maudi kecil dari tangga, lalu berpura-pura panik saat Doni datang, mengatakan bahwa Maudi terpeleset karena tidak hati-hati.

2.Seina menyuntikkan sesuatu ke lengan Maudi saat ia tidur , kemungkinan besar zat yang membuat Maudi sering jatuh sakit saat kecil, dan kulitnya rusak parah selain karena krim kadaluarsa.

3.Seina tertawa puas sambil membakar surat-surat dari Tuan Harison yang ditujukan untuk Maudi , agar tuan Harison mengira Maudi tidak pernah mau membalas suratnya.

Lalu karena penasaran,Maudi ingin melihat beberapa tahun saat dirinya masih bayi...

Disana terlihat,Seina sering menceburkan Maudi ke dalam kolam ikan di samping paviliun sampai Maudi sudah bernafas, bahkan Seina menyuapi Maudi kecil dengan kasar, memukul mulutnya kalau Maudi tidak mau makan, menyeret Maudi dengan menarik kakinya sampai tubuhnya penuh luka-luka akibat goresan-goresan kecil lantai kasar di taman , untung nya , Maudi di berikan kesehatan dan panjang umur sampai sekarang , meski dulu dirinya selalu di siksa.

"Luar biasa... kau benar-benar iblis berbaju manusia, Seina," desis Maudi....Maudi sampai terisak melihat kekejaman Seina, tapi ia juga perlu berterima kasih karena Seina membuang dirinya ke pesantren, walaupun alasan awalnya karena ingin menyiksa Maudi di kehidupan pesantren yang kumuh, serba kekurangan dan keterbatasan pendidikan...padahal Seina tidak tahu yang sebenarnya tentang pesantren itu .Maudi mencadangkan semua video itu ke dalam sepuluh server berbeda di seluruh dunia agar tidak bisa dihancurkan.

1
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Maudy baik' saja dan Rasya selalu setia menemani Maudy dari sakit sampai sembuh kembali 💪💪💪
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
@Mita🥰
wah semoga Eliza jangan ...jadi cinta sama Rasya ya
Lovita BM
berasa lihat film action 😁
suti markonah
lanjut maning thor🙏
suti markonah
karna othor hr ini dah bikin aku seneng maka ☕ pun mendarat maning
suti markonah
hari ini othor bikin aku deg deg gan trs plus bikin penasaran..kuharap eliza tidak iri ketika rasya jatuh cinta sm maudi..eliza untuk kevin aja
Uba Muhammad Al-varo
Rasya dari pandangan pertama sampai dititik ini selalu terpesona oleh pesona nya Maudy dan kau Hans, Seina sebentar lagi kehancuran akan menghampirimu
Uba Muhammad Al-varo
Eliza lawan mamamu Seina, jangan sampai kau terperdaya oleh nya, Rasya....../Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Uba Muhammad Al-varo
good....... Rasya kau bantu dan tolong jaga Maudy, lindungi dan berikan rasa aman Maudy hajar, Hans jangan biarkan kejahatan Hans membuat keluarga besarnya Maudy celaka 💪💪💪
Diana Dwiari
klo part Rasya inginnya tertawa ae....ni orang lucu banget sih....eh,emang ada ya di dunia nyata orang kayak rasya
Aisyah Virendra
Pertempuran yg seruuu 🤩🤩🤩
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 Rasya terkagum " 🤣🤣🤭🤭
Lovita BM
ternyata Eliza tk spti ibunya yg rakus dan serakah....
suti markonah
lanjut thor ojo gawe aku dak dik duk
Yuyun Srie Herawati
rokok tanpa cukai
suti markonah
aku baca smpe tahan nafas karna tegang, bayangke maudi menyelamatkan eliza
suti markonah
eliza jgn terpengaruh sm seina..berpihak lah sm maudi agar hidupmu tidak berakhir di jalan..inget lah maudi yg sering di siksa sm mama mu saja masih mrangkul mu jadi saudara
@Mita🥰
semoga Eliza ada yang nolong
Aisyah Virendra
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!