Keisha lari membawa rahasia hidupnya. Lima tahun ia bersembunyi, berpikir tak ada yang akan tahu. Tapi Arsen tidak pernah berhenti mencari. Ketika mereka bertemu kembali, dunia Keisha gemetar. Pria itu datang bukan untuk membenci, tapi untuk menuntut haknya sebagai seorang ayah dan ingin memiliki Keisha sepenuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DENDAM YANG TERSEMBUNYI
Matahari mulai condong ke barat saat Keisha melangkah keluar dari gerbang rumahnya. Dia memakai topi dan masker untuk menutupi wajahnya yang bengkak karena menangis. Di ujung jalan, mobil putih Kevin sudah menunggu dengan mesin yang menyala.
"Mau ke mana, Ma?" tanya Leo polos sambil memegang tangan ibunya.
"Kita jalan-jalan sebentar ya, Sayang. Biar hati Mama enakan," jawab Keisha pelan.
Mereka masuk ke dalam mobil. Suasana di dalam mobil sangat berbeda dengan di rumah Arsen. Hangat, tenang, dan penuh perhatian. Kevin langsung menyalakan musik lembut dan menawarkan air mineral serta cokelat.
"Minum dulu, Sha. Jangan nangis terus nanti cantiknya ilang," kata Kevin lembut sambil tersenyum. Tapi di balik senyum itu, ada kilatan aneh di matanya yang tidak disadari Keisha.
"Makasih ya Vin. Aku beneran nggak tahu harus ngadu ke siapa lagi," ucap Keisha lemas.
"Udah jadi kewajiban aku bantuin kamu. Lagian... dari dulu kan aku emang sayang sama kamu. Sayang banget," bisik Kevin pelan, tapi cukup jelas untuk didengar.
Keisha tertegun, lalu buru-buru menunduk. "Vin, jangan gitu dong. Aku kan udah bersuami."
"Aku tahu. Tapi kan suamimu itu jahat. Dia nggak bisa bahagiain kamu. Dia malah nyakitin kamu," suara Kevin berubah serius, tangannya yang memegang setir mengerat. "Coba aja dulu kamu terima lamaran aku, pasti hidup kamu udah jadi putri kerajaan sekarang. Nggak perlu nangis-nangis begini."
Keisha diam. Kata-kata itu masuk ke telinganya dan mulai menanamkan keraguan baru. Apa benar aku salah pilih?
Mereka pergi ke taman bermain besar, makan di restoran mewah, dan belikan Leo banyak mainan. Keisha tertawa lagi. Untuk sesaat, dia bisa melupakan rasa sakit di hatinya. Dia merasa dihargai, merasa cantik, dan merasa penting.
Tapi mereka tidak sadar... bahwa di setiap sudut, ada lensa kamera yang merekam setiap gerak-gerik mereka.
Sementara itu, di kantor polisi...
Arsen duduk dengan wajah muram dan gelisah. Dia baru saja melapor untuk proses pengambilan sampel DNA, meskipun hatinya sebenarnya sangat berat dan dia merasa bersalah.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ada pesan masuk dengan nomor tidak dikenal.
[Lihat ya Tuan Arsen, istri manis kamu lagi asyik bersenang-senang sama cowok lain. Hati-hati lho, nanti anak kamu lebih sayang sama ayah angkatnya daripada ayah kandungnya. 😏]
Arsen mengerutkan kening, lalu membuka lampiran foto yang dikirim.
BRUK!
Darah Arsen seakan berhenti mengalir.
Di foto itu terlihat jelas: Keisha tertawa lebar menatap Kevin, tangan mereka bersentuhan saat mengambil makanan, dan yang paling parah... Kevin sedang mengelap sisa makanan di sudut bibir Keisha dengan sangat lembut dan intim! Wajah mereka sangat dekat!
Foto kedua: Kevin menggendong Leo, dan Keisha berdiri di sampingnya sambil tersenyum bahagia. Mereka terlihat persis seperti keluarga yang sangat harmonis dan utuh!
Tangan Arsen gemetar hebat. Wajahnya pucat pasi, lalu berubah merah padam karena amarah yang meledak-ledak.
"JADI BEGINI YA?! KAU BILANG KAU SAKIT HATI?! TAPI KAU MALAH ASYIK BERCINTA DENGAN DIA DI LUAR SANA?!" teriak Arsen sendirian di dalam mobil.
Hatinya terasa robek berkeping-keping. Rasa bersalahnya hilang seketika, digantikan oleh rasa dikhianati yang luar biasa. Dia pikir Keisha menangis di kamar, ternyata dia jalan bareng selingkuhan!
Malam harinya, di rumah.
Keisha dan Leo pulang dengan wajah ceria dan kantong belanjaan yang banyak. Tapi begitu masuk ke dalam rumah, senyumnya langsung pudar.
Arsen sudah duduk di ruang tengah dalam kegelapan. Hanya ada cahaya redup dari luar yang menerwaj wajah tampan itu yang kini terlihat sangat menyeramkan. Tatapannya tajam, dingin, dan penuh kebencian.
"Selamat bersenang-senang," suara Arsen dingin, memecahkan keheningan.
Keisha terkejut dan sedikit gugup. "Kau... belum tidur?"
"Mana bisa aku tidur kalau istriku pulang bawa bau pria lain?" Arsen berdiri perlahan, lalu melempar sebuah kertas cetak foto dengan keras tepat ke wajah Keisha.
Byur! Foto-foto itu bertebaran di lantai.
Keisha menunduk melihat foto-foto itu. Matanya membelalak. Itu foto dia dan Kevin tadi siang!
"JELASKAN INI APA?!" bentak Arsen, suaranya menggelegar membuat rumah seakan bergetar. "Kau bilang kau sakit hati?! Kau bilang kau mau istirahat?! TAPI KAU MALAH JALAN-JALAN ROMANTIS SAMA DIA?! KAU MAKAN DARI TANGAN DIA?! KAU BIARIN DIA DEKAT-DEKAT SAMA KAU?!"
"BUKAN GITU! ITU CUMAN TEMAN! KITA CUMAN MAKAN BASAH!" bela Keisha panik.
"BASTARD!" Arsen menendang meja kecil di sampingnya hingga terbalik. "JANGAN BOONGI AKU! DI FOTO ITU KAU TERTAWA BAHAGIA BANGET! LEBIH BAHAGIA DARIPADA SAMA AKU! KAU MENYESAL KAN NIKAH SAMA AKU?! KAU INGIN BERSAMA DIA KAN?!"
"AKU INGIN BERSAMA KAMU TAPI KAMU YANG MERAGUKAN SAYA!" balas Keisha tak kalah keras, air matanya jatuh lagi. "AKU CUMAN MAU DIPERHATIKAN! AKU CUMAN MAU DIHARGAI! SESUATU YANG SUDAH TIDAK KAU BERI LAGI!"
"JADI ITU ALASANNYA? KAU CARI PERHATIAN DARI PRIA LAIN?!" Arsen mendekat dengan langkah lebar, mencengkeram kedua bahu Keisha erat-erat. Matanya menatap tajam nanar.
"Dengar aku baik-baik, Keisha. Kau adalah milikku. Hanya milikku! Tubuhmu, hatimu, hidupmu... semuanya milikku! Kalau kau berani melangkah lagi sama dia... aku tidak akan segan-segan menghancurkan kalian berdua!" ancam Arsen gila.
"LEPAS! KAU SAKIT!"
"AKU GILA KARENA CINTA SAMA KAU!"
Tiba-tiba ponsel Arsen berbunyi lagi. Pesan masuk lagi dari nomor yang sama.
[Gimana rasanya Tuan? Enak kan dikhianati? Oh iya, lupa bilang. Kevin itu bukan sembarang orang. Dia anak dari saingan bisnis Bapakmu dulu yang kamu hancurkan tahun lalu. Dia datang bukan buat cinta-cintaan, tapi buat BALAS DENDAM dan ambil semuanya darimu. Hati-hati, istrimu ada di mulut harimau. 😂]
BRUK!
Arsen tertegun membaca pesan itu. Seluruh darah di tubuhnya terasa dingin.
Dendam? Kevin mau balas dendam?!
Dia menatap Keisha yang masih menangis ketakutan di hadapannya.
Ya Tuhan... Keisha dalam bahaya! Dia tidak tahu kalau dia sedang bermain api dengan musuh paling berbahaya! Kevin tidak mencintainya, Kevin cuma memanfaatkannya untuk menghancurkan Arsen!
"Kevin... dia musuhku..." bisik Arsen pucat. "Sha, lari dari dia! Jangan pernah dekat sama dia lagi! Dia mau bunuh kita!"
Keisha mengerutkan kening bingung, air matanya masih menetes. "Maksud kamu apa? Kevin baik, dia temanku..."
"DIA BERBOHONG! SEMUANYA BOHOONG!" Arsen memeluk kepala frustrasi. "Kita dalam bahaya besar! Dan kau malah bawa musuh masuk ke dalam hidup kita!"