NovelToon NovelToon
PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Action
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.

Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.

Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".

Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: BERITA MENGGUNCANG DAN KEBERANGKATAN

Kemenangan Raymond atas pasukan Istana Kematian dan pembunuhan Jenderal Xiong menjadi berita yang meledak seperti bom di seluruh wilayah.

Dalam waktu tiga hari, nama Raymond menjadi legenda. Orang-orang tidak lagi memanggilnya bocah atau sampah, tapi menyebutnya sebagai "Tuan Muda Pembunuh Naga" atau "Alkemis Muda Terkuat".

Di dalam aula utama markas, Raymond sedang duduk di singgasana utama. Di depannya, para pemimpin kota dan tetua-tetua klan lain datang dengan kepala tertunduk hormat, membawa hadiah dan persembahan untuk memohon perlindungan.

Mereka tahu, mulai hari ini, Raymond adalah penguasa mutlak di wilayah ini.

"Tuan Raymond, ini adalah peta jalan menuju Kota Kekaisaran dan surat rekomendasi untuk masuk ke Akademi Roh Surgawi," kata seorang tetua tua dengan gemetar. "Dengan kekuatan Tuan, masuk ke sana pasti mudah."

Raymond menerima peta itu. "Terima kasih. Kalian boleh pergi."

Setelah semua orang pergi, ruangan menjadi sepi.

"Bagus, Nak. Kau sudah membuktikan diri. Wilayah ini terlalu kecil untukmu sekarang. Waktunya tepat untuk pergi ke pusat benua," suara Zhuo Yi terdengar bangga. "Tapi ingat, di sana bahayanya puluhan kali lipat. Musuh-musuhmu adalah orang-orang jenius dari seluruh penjuru dunia."

"Aku siap, Kakek. Semakin kuat lawannya, semakin menarik permainannya," jawab Raymond yakin.

Tiba-tiba, Elena, gadis yang dulu kadang membantunya saat masih menderita, masuk dengan wajah cemas.

"Raymond... kau benar-benar mau pergi? Kota Kekaisaran itu jauh dan berbahaya. Bagaimana jika... jika kau tidak kembali?"

Raymond tersenyum hangat, wajahnya yang dingin saat bertarung kini berubah lembut.

"Elena, jagalah wilayah ini untukku sampai aku kembali. Saat aku datang lagi nanti... aku tidak akan datang sebagai penguasa kota kecil. Aku akan datang sebagai orang yang paling kuat di seluruh benua!"

Elena menatapnya dengan kagum dan sedih, lalu mengangguk kuat. "Aku akan menunggumu. Dan aku juga akan berlatih keras! Suatu hari nanti, aku akan mengejar langkahmu!"

 

Tiga hari kemudian.

Di gerbang luar kota.

Raymond berdiri dengan satu tas punggung berisi bahan obat dan uang, serta Pedang Bayangan Naga yang tersimpan rapi. Ia tidak membawa pengawal, tidak membawa pasukan. Ia pergi sendirian, penuh percaya diri.

Ia melangkah masuk ke jalan setapak yang menuju ke utara, menuju arah Kota Kekaisaran yang megah dan misterius.

"Perjalanan menuju puncak... dimulai sekarang!"

Perjalanan memakan waktu hampir sepuluh hari. Raymond melewati hutan belantara, gunung tinggi, dan sungai deras. Sepanjang jalan, ia tidak lupa berlatih dan meramu pil dari bahan-bahan yang ia temukan.

Kekuatannya semakin stabil di Alam Asal Level 1, dan penguasaan teknik Alkeminya semakin mahir.

Akhirnya, ia tiba di sebuah kota besar yang ramai bernama Kota Batu Hijau. Ini adalah kota perbatasan terakhir sebelum memasuki wilayah inti Kekaisaran.

Kota ini sangat ramai. Di sini berkumpul para petualang, pedagang, murid-murid sekte, dan orang-orang kuat dari berbagai latar belakang. Suasananya hidup namun penuh persaingan.

Raymond masuk ke kota dengan pakaian sederhana, tidak menunjukkan identitasnya. Ia ingin low profile dulu.

Ia mencari sebuah penginapan untuk beristirahat. Namun, baru saja ia hendak masuk ke sebuah halaman penginapan yang cukup bagus...

"Heh! Bocah desa, minggir! Ini tempat bukan untuk orang sepertimu!"

Seorang pemuda berbadan tegap dengan jubah bergambar pedang biru mendorong bahu Raymond dengan kasar. Di belakangnya ada beberapa teman yang tertawa mengejek.

Mereka adalah murid dari Sekte Pedang Biru, salah satu sekte menengah yang cukup berpengaruh di daerah ini.

Raymond berhenti. Ia menatap pemuda itu dengan tatapan datar.

"Jalan ini milik umum. Kenapa aku harus minggir?" jawab Raymond tenang.

"Wah, berani melawan mulut ya?" Pemuda itu tersenyum sinis. "Kau tahu siapa kami? Kami murid Sekte Pedang Biru! Level kami sudah di Tahap 9 Dasar! Kau mungkin baru keluar dari desa kan? Lihat bajumu yang lusuh itu, pasti tidak punya uang juga kan?"

Teman-temannya tertawa makin keras. "Mending kasih dia beberapa koin tembaga biar dia bisa beli roti, hahaha!"

Raymond menghela napas. Ia sebenarnya malas berurusan dengan sampah kecil seperti ini, tapi kalau mereka yang cari masalah...

"Pindah dari depanku. Atau aku yang akan membuatmu pindah," kata Raymond dingin.

Wajah pemuda itu berubah merah padam karena marah. "Woy! Berani mengancam kami? Anak buah, tangkap dia! Pukul sampai dia sadar diri! Hancurkan barang-barangnya, siapa tahu dia membawa obat-obatan curian!"

Dua orang murid langsung maju mencengkeram tangan Raymond, siap untuk memukuli dan menggeledahnya.

Orang-orang di sekitar menunduk takut atau hanya menonton. Tidak ada yang berani melawan murid Sekte Pedang Biru.

Raymond tersenyum miring.

"Kalian yang minta..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!