NovelToon NovelToon
Mawar Indah Tuan Ferguson

Mawar Indah Tuan Ferguson

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Di bawah langit London yang selalu mendung, Alex Ferguson berdiri sebagai predator puncak di dunia bawah tanah Inggris. Baginya, kematian Brandon Warming karena sakit jantung adalah sebuah "penghinaan"—ia kehilangan kesempatan untuk membalas nyawa ibunya dengan tangannya sendiri.
Namun, Brandon meninggalkan satu-satunya harta yang tersisa: Tiana Luxemburg Warming. Gadis berusia 18 tahun yang masih memiliki binar polos di matanya, sama sekali tidak tahu bahwa seluruh hidupnya kini telah beralih menjadi milik Alex sebagai pelampiasan dendam yang belum tuntas. Bagi Alex, Tiana bukan sekadar mangsa, melainkan mahakarya yang akan ia hancurkan perlahan di balik dinding kastelnya yang dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menyaksikan langsung

"Bekerjalah sekarang. Ikuti aku ke tempat rekanku, kita akan 'bermain-main' di sana terlebih dahulu, Tiana," ucap Alex dengan nada yang dingin namun penuh rahasia. Ia melepaskan kungkungannya, berbalik menuju cermin besar untuk merapikan dasi yang baru saja dikencangkan Tiana dengan sengaja.

Tiana mematung di tempatnya, jemarinya yang gemetar meremas ujung seragam pelayannya yang tipis. "Bermain-main? Apa maksud Tuan? Saya hanya pelayan, bukan teman bermain Anda."

Alex menoleh melalui pantulan cermin, seringai tipis yang mengerikan terukir di wajah tampannya. "Kau akan segera tahu, Baby. Partnerku ini sangat suka melihat 'koleksi' baru yang rapuh dan cantik sepertimu. Jangan permalukan aku di depannya, atau kau akan menyesal."

------------------------------

Beberapa saat kemudian, Tiana dipaksa masuk ke dalam mobil Rolls-Royce hitam yang sudah menunggu di lobi. Sepanjang perjalanan melewati jalanan London yang berkabut, Tiana hanya bisa menatap keluar jendela dengan tatapan kosong, tangannya terus memilin kain seragamnya.

Mobil itu akhirnya berhenti di depan sebuah gedung tua bergaya klasik yang terlihat sangat privat dan dijaga ketat oleh pria-pria berjas hitam. Alex turun lebih dulu, lalu menarik tangan Tiana dengan posesif, memaksanya berjalan bersisian dengannya masuk ke dalam.

Di dalam ruangan yang remang-remang dan berbau cerutu mahal, seorang pria paruh baya dengan senyum licik sudah menunggu. Itu adalah Vincenzo, rekan bisnis Alex yang dikenal sangat kejam dan punya hobi yang menyimpang.

"Ah, Alex! Akhirnya kau datang," seru Vincenzo dengan suara serak. Matanya langsung tertuju pada Tiana yang berdiri gemetar di samping Alex. "Dan siapa mawar cantik ini? Apakah ini putri Luxemburg yang legendaris itu?"

Alex merangkul pinggang Tiana, menariknya mendekat hingga tubuh mereka menempel. "Hanya pelayan baruku, Vincenzo. Aku membawanya ke sini agar dia tahu bagaimana cara klan kita 'bermain' dengan musuh."

Vincenzo tertawa terbahak-bahak, ia menunjuk ke sebuah kursi besi di tengah ruangan di mana seorang pria lain sudah terikat dengan mulut disumpal dan wajah penuh luka. "Pas sekali! Aku baru saja akan memulai sesi interogasi untuk pengkhianat ini. Tiana, maukah kau menjadi saksi bagaimana kami menghancurkan seseorang secara perlahan?"

Tiana membelalak, ia hampir saja muntah melihat kondisi pria yang terikat itu. Ia menatap Alex dengan penuh permohonan. "Tuan... tolong... aku tidak ingin melihat ini... biarkan aku keluar..."

Alex justru membisikkan sesuatu tepat di telinga Tiana, membuat bulu kuduk gadis itu meremajang. "Duduklah dan tonton, Tiana. Jika kau ingin selamat dari klan Ferguson, kau harus membiasakan matamu dengan darah."

------------------------------

"AAAAA!"

Pekikan Tiana membelah ruangan yang pengap itu saat bunyi lecutan cambuk menghantam kulit sang tawanan hingga robek. Secara refleks, rasa takut yang luar biasa melumpuhkan akal sehatnya. Tiana melonjak dan langsung duduk di pangkuan Alex, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher pria itu sembari memeluknya dengan sangat erat. Tubuhnya gemetar hebat, air matanya membasahi kemeja mahal Alex.

"Takuttttt... hiks... jangan jahat, kasihan... tolong hentikan," isak Tiana dengan suara parau yang menyayat hati.

Alex sempat membeku sesaat. Kehangatan tubuh Tiana yang mendesak dadanya adalah sesuatu yang asing, namun ia tidak melepaskan pelukan itu. Tangan besarnya justru melingkar di pinggang ramping Tiana, mencengkeramnya dengan posesif, sementara matanya tetap menatap dingin ke arah penyiksaan di depan mereka.

"Aku dulu juga begitu, Tiana..." bisik Alex, suaranya kini terdengar sangat rendah dan penuh dengan luka lama yang berkarat. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Tiana yang sedang merintih. "Aku melihat ibuku mati dengan cara yang jauh lebih mengerikan di tangan ayahmu. Aku menangis, aku memohon, tapi pahlawanmu itu tetap menarik pelatuknya."

Tiana tertegun, tangisnya mereda sejenak karena syok mendengar pengakuan Alex yang begitu intim di tengah kekejaman ini. Ia bisa merasakan detak jantung Alex yang stabil namun keras di bawah dadanya.

"Kau merasa kasihan pada pengkhianat ini?" Alex mencengkeram dagu Tiana, memaksanya menoleh untuk melihat darah yang mulai mengucur ke lantai semen. "Lalu siapa yang mengasihani ibuku saat itu? Ayahmu? Tidak. Dia tertawa di atas mayatnya."

Vincenzo yang melihat pemandangan itu tertawa mengejek. "Wah, Alex! Kau membawa mainan yang sangat sensitif. Haruskah aku menguliti pria ini agar mawar kecilmu pingsan karena ketakutan?"

"Lakukan sesukamu, Vincenzo," sahut Alex tanpa melepaskan pandangannya dari Tiana. "Biarkan dia melihat bagaimana dunia yang sebenarnya bekerja. Dunia yang diciptakan oleh ayahnya sendiri."

Tiana menggeleng histeris, ia semakin menenggelamkan wajahnya di dada Alex, mencoba menutup mata dan telinganya dari kenyataan pahit ini. Ia terjepit di antara rasa benci pada kekejaman Alex dan rasa bersalah atas dosa ayahnya yang baru saja ia ketahui.

1
partini
don't worry uncle,,tuan Alex nanti dia sendiri yg masuk ke permainan nya sendiri bucin akut
partini: okeh Thor lnajut
total 2 replies
partini
good story
partini
lanjut Thor ceritanya bagus 👍
Nur Sabrina Rasmah: makasih kak support nya😍🙏
total 1 replies
partini
aduh paman masa langsung percaya aja
partini
visual keren ,tapi ceweknya rada kurang pas Thor cari yg cewek latin mata biru
Nur Sabrina Rasmah: kamu bayangin sendri aja ya ..maaf 🙏
total 1 replies
Mia Camelia
tahan ya alex🤣🤣🤣
Mia Camelia
jahat banget alex, aduh kasian dikit dong🤣
Mia Camelia
lanjut thor👍👍cerita nya keren🥰🥰🥰
Wayan Sucani
Ayok dong up lg
Nur Sabrina Rasmah: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!