NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Hampir saja

Halaman penginapan itu kini tak lebih dari sekadar pekuburan terbuka yang beku.

Mayat para pembunuh bayaran Klan Shan bergelimpangan dalam kondisi yang mengerikan; kulit mereka keriput dan pucat seolah seluruh cairan dan esensi kehidupan mereka telah disedot habis oleh lubang hitam yang tak terlihat.

​Di tengah-tengah kehancuran itu, Shan Luo berdiri dengan punggung melengkung tak wajar.

Jubah hitamnya compang-camping, dan uap ungu pekat keluar dari pori-pori kulitnya.

Wajahnya tertutup bayangan tudung yang sobek, namun kilatan mata ungu yang menyala di kegelapan itu bukan lagi milik seorang manusia.

​“LAGI … BERIKAN AKU LAGI …!” Suara itu keluar dari tenggorokan Shan Luo, namun itu adalah suara ganda—perpaduan antara pekikan remaja dan geraman purba dari Sabit Jiwa Kegelapan. Rantai di gagang sabit itu melilit lengan Shan Luo begitu erat hingga menembus kulit, menyatukan daging dan logam dalam ikatan terkutuk.

​Shan Bo, yang kini tinggal sendirian dan terluka parah, merangkak mundur dengan wajah penuh teror.

Tombak emasnya telah patah menjadi dua. Ia melihat saudara tirinya mendekat dengan langkah terseret namun pasti, meninggalkan jejak es hitam di setiap pijakannya.

​"Kau ... kau iblis! Kau bukan Shan Luo!" teriak Shan Bo histeris. Ia melemparkan sebuah jimat peledak ke arah Shan Luo sebagai upaya terakhir untuk melarikan diri.

​DUAARR!

​Ledakan api membumbung tinggi, namun dari balik kobaran api itu, Shan Luo melesat keluar tanpa luka sedikit pun. Ia tertawa gila, tawanya melengking memecah kesunyian malam.

Ia mengangkat sabit raksasanya, berniat membelah Shan Bo menjadi dua dan menelan jiwanya yang penuh ketakutan.

​"Mati ... MATILAH!"

​Namun, tepat saat bilah sabit itu hanya berjarak beberapa inci dari leher Shan Bo, sebuah tekanan energi yang luar biasa dahsyat jatuh dari langit.

Tekanan itu begitu berat, seolah-olah seluruh gunung di benua ini dijatuhkan ke atas bahu Shan Luo.

​WUUUSHHH!

​Udara di sekitar mereka mendadak menjadi sangat tenang, namun mematikan.

​Sesosok wanita mendarat dengan anggun di antara Shan Luo dan Shan Bo. Ia mengenakan pakaian sutra berwarna hijau zamrud yang berkilau di bawah cahaya bulan.

Rambut hitam panjangnya diikat tinggi dengan jepit perak, memberikan kesan gagah sekaligus elegan.

​Ia tidak membawa senjata besar. Ia hanya berdiri di sana, namun kehadirannya cukup untuk memadamkan sisa-sisa api ledakan di sekitarnya.

Tatapannya setajam belati perak, dingin dan penuh wibawa, langsung tertuju pada mata ungu Shan Luo yang liar.

​"Senjata tingkat Langit yang memakan tuannya sendiri ..." suara wanita itu rendah, namun bergetar dengan kekuatan yang sanggup menggetarkan jiwa. "Sungguh pemandangan yang menyedihkan."

​Shan Luo, yang kini hampir sepenuhnya dikendalikan oleh kesadaran sabit, menggeram ganas. Ia tidak peduli siapa wanita di depannya. Baginya, siapa pun yang menghalangi adalah mangsa.

​"MINGGIR ... ATAU KAU AKAN JADI SANTAPAN BERIKUTNYA!" raung Shan Luo (atau tepatnya, sang Sabit).

​Shan Luo menerjang. Ia mengayunkan sabitnya dengan kekuatan penuh yang sanggup membelah bangunan batu.

Serangan itu membawa seluruh hawa kematian dari jiwa-jiwa yang baru saja ia panen.

​Wanita berpakaian hijau itu bahkan tidak berkedip. Ia hanya mengangkat satu tangannya, jari telunjuk dan tengahnya merapat membentuk sebuah isyarat pedang.

​"Diamlah, Iblis Kecil."

​Hanya satu gerakan. Satu serangan tunggal yang begitu cepat hingga mata telanjang tidak bisa mengikutinya.

Wanita itu melangkah maju secepat kilat, melewati jangkauan bilah sabit, dan menghantamkan dua jarinya tepat di titik saraf di pangkal leher Shan Luo.

​JEDER!

​Sebuah ledakan energi murni berwarna hijau zamrud meledak di titik kontak tersebut.

Energi itu tidak bertujuan menghancurkan fisik Shan Luo, melainkan memutus paksa aliran Qi gelap yang menghubungkan Dantian Shan Luo dengan kesadaran sabit.

​Seketika, cahaya ungu di mata Shan Luo padam. Sabit raksasa itu berdenting keras saat terjatuh ke tanah, perlahan mengerut dan menghilang kembali menjadi tato di lengan Shan Luo yang kini terkulai lemas.

​Shan Luo terbatuk darah, kesadarannya yang asli tersentak kembali ke permukaan hanya untuk sesaat.

Ia melihat sosok wanita hijau itu berdiri dengan tenang di hadapannya, tatapan belati peraknya seolah-olah mampu membaca setiap dosa dan rahasia di dalam jiwanya.

​"Terlalu muda untuk menanggung kutukan sebesar ini," gumam wanita itu pelan.

​Tubuh Shan Luo kehilangan seluruh kekuatannya. Dunianya mulai berputar dan menggelap.

Sebelum ia benar-benar jatuh ke tanah, ia sempat melihat Shan Bo yang gemetar ketakutan melarikan diri ke dalam kegelapan, namun ia tidak lagi memiliki kekuatan untuk mengejar.

​BRUK.

​Shan Luo jatuh pingsan di bawah kaki wanita misterius itu. Seluruh keberadaannya seolah-olah terkuras habis.

​Xue Ling, yang sejak tadi terpaku dalam ketakutan, merangkak mendekat sambil menangis. "Shan'er! Anakku!"

​Wanita berpakaian hijau zamrud itu menoleh ke arah Xue Ling. Tatapan tajamnya sedikit melunak saat melihat kalung di leher Xue Ling dan rambut putih kebiruan itu. Ia seolah mengenali sesuatu dari aura artefak bumi dan rambutnya tersebut.

​"Jangan takut, wanita dari Klan Es," ucap wanita itu dingin namun tidak bermusuhan. "Dia hanya pingsan karena kelelahan jiwa. Jika aku terlambat satu detik saja, bukan musuhmu yang membunuhnya, melainkan senjata di lengannya itu yang akan menghapus keberadaannya dari dunia ini."

​Ia berdiri tegak kembali, menatap ke arah gerbang penginapan yang hancur. "Kota ini tidak lagi aman untuk kalian. Dan pemuda ini ... dia butuh lebih dari sekadar keberuntungan untuk menjinakkan kegelapan di dalam dirinya."

​Angin malam bertiup kencang, menggoyahkan ikat rambut tinggi wanita itu.

Di bawah sinar rembulan, kehadirannya terasa seperti pelindung sekaligus hakim yang tak kenal ampun, sementara Shan Luo tergeletak tak berdaya, tidak menyadari bahwa pertemuannya dengan wanita ini akan mengubah seluruh arah takdirnya.

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!