Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.
Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.
Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Mansion keluarga Mu.
Malam itu, suasana ruang tamu terasa tegang.
Roland Mu duduk dengan tenang di sofa, sementara Amy duduk di hadapannya dengan wajah penuh emosi. Micheal masih belum terlihat.
“Amy, apa yang sebenarnya terjadi sampai kakakmu bisa menjadi seperti itu?” tanya Roland dengan nada serius.
Amy langsung mengangkat wajahnya.
“Paman, semua ini karena Colly Shen!” ucapnya kesal.
“Dia yang mulai mencari masalah dengan papa dan kakakku. Dia bahkan menghancurkan tangan kakakku sampai cacat!”
Nada suaranya semakin tinggi.
“Dia juga melawan papaku. Kaki papaku sampai terluka dan sekarang harus duduk di kursi roda,” lanjutnya.
“Paman… aku ingin membalas dendam. Tolong bantu aku.”
Roland sedikit mengernyit.
“Aku tidak menyangka seorang mahasiswi bisa seberani itu melawan kalian,” ujarnya pelan..“Aku kira ini hanya masalah kecil. Tapi kalau sampai memukul ayahmu… dia memang sudah kelewatan.”
Amy langsung mengangguk, seolah mendapatkan pembenaran.
“Papaku hanya menegurnya karena dia melukaiku,” ucap Amy.
“Tapi dia langsung menyerang. Paman, dia seusiaku… tapi sangat tidak tahu sopan santun.”
Tatapannya merendah.
“Tidak tahu dari mana asalnya… mungkin hanya anak yatim piatu yang tidak punya didikan.”
Roland terdiam sejenak, lalu berkata dengan tenang, “Amy, tenanglah. Setelah Micheal pulang, paman akan berbicara dengannya.”
“Paman, kali ini hanya paman dan Micheal yang bisa membantuku,” ucap Amy dengan nada memohon.
“Aku tidak ingin papa dan kakakku menjadi korban sia-sia. Papaku sudah bicara dengan sopan… tapi Colly Shen malah mencambuk kaki papa. Dia memang bukan manusia baik.”
“Bicara dengan sopan? Apa kau yakin itu?”
Suara dingin itu tiba-tiba terdengar dari arah pintu.
Micheal.
Amy langsung menoleh dan bangkit.
“Micheal!” serunya, lalu berlari memeluk pria itu.
“Aku sudah menunggumu. Papa dan kakakku terluka parah. Aku harus membalas dendam demi mereka. Micheal, kau harus membantuku… kalahkan Colly Shen dan buat dia berlutut di hadapan kami!”
Micheal tidak membalas pelukan itu.
Ia melepaskan tangan Amy dengan tenang, lalu berjalan menuju sofa dan duduk.
Suasana langsung berubah dingin.
“Micheal, apa rencanamu tentang masalah ini?” tanya Roland serius.
“Aku tidak akan ikut campur,” jawab Micheal singkat.
“Masalah yang kalian timbulkan, selesaikan sendiri. Jangan melibatkan keluarga Mu.”
Amy tertegun.
“Apa?” suaranya meninggi.
“Micheal, kita akan menikah. Kenapa kau masih menganggap keluarga Long orang luar?”
Micheal menatapnya datar.
“Karena kau sudah datang,” ucapnya tenang, “aku sekalian ingin mengumumkan sesuatu.”
Ruangan mendadak hening.
“Pernikahan ini dibatalkan.”
“Apa?!” Amy membulatkan mata. “Micheal, apa yang kau katakan?!”
Roland ikut mengernyit.
“Micheal, jelaskan. Hubungan ini tidak bisa dibatalkan begitu saja. Ini bukan hal kecil,” ujarnya tegas.
Micheal tetap tenang.
“Pa,” ucapnya singkat, “aku tidak ingin terikat dengan keluarga yang selalu menimbulkan masalah.”
Tatapannya beralih ke Amy.
“Dan aku tidak ingin memiliki calon istri… yang suka berbohong dan tidak tahu diri.”
Kata-kata itu jatuh begitu dingin.
Membuat suasana ruang tamu membeku.
“Kenapa kau bisa bicara seperti itu padaku? Aku tunanganmu! Kalau bukan aku, siapa lagi yang pantas mendampingimu?” ujar Amy dengan nada tinggi.
“Pantas?” balas Micheal dingin. “Mencari masalah lalu tidak mampu menyelesaikan… apa itu yang kau sebut pantas?”
Amy semakin kesal.
“Kenapa kau malah membela orang luar? Saat ini kami yang jadi korban gadis sialan itu! Tapi kau justru ingin membatalkan pernikahan!” bentaknya.
Micheal menatapnya tajam.
“Apa yang terjadi pada ayahmu dan kakakmu… semua itu karena mereka yang mulai,” ucapnya tegas. “Kalau keluarga Long tidak mencari masalah dengan Colly Shen, kalian tidak akan berada dalam kondisi seperti ini.”
“Mencari masalah?!” Amy meninggikan suara. “Kau tetap menyalahkan kami? Dia yang menyakiti kami! Kami korban, bukan dia!”
Tanpa banyak bicara, Micheal mengeluarkan ponselnya.
Ia memutar sebuah rekaman.
Video kejadian di kampus.
Terlihat jelas bagaimana Jason datang membawa banyak orang, bagaimana mereka mengepung, dan bagaimana semuanya berawal.
Ruangan menjadi hening.
“Lalu… apa penjelasanmu tentang ini?” tanya Micheal tenang.
“Ayahmu membawa sekelompok orang untuk menyerang seorang mahasiswi di kampus. Kalau video ini tersebar… apa kalian masih akan dihormati?”
Roland ikut memperhatikan dengan serius.
“Kau ada di sana?” tanya Amy dengan nada tidak percaya.
“Itu bukan poinnya,” jawab Micheal dingin. “Sebagai keluarga terpandang, kalian justru yang mencari masalah dengan seorang mahasiswi.”
Tatapannya semakin tajam.
“Semua ini bermula darimu. Kau menindas teman sendiri, lalu berbohong di depan keluargamu,” lanjutnya.
“Kau yang memulai, tapi menyalahkan orang lain.”
Ia berhenti sejenak.
“Kau dan kakakmu sama saja. Selalu mencari masalah,” ucapnya tanpa emosi. “Dan sekarang… kau datang meminta bantuan dari kami.”
“Kenapa kau tidak keluar saat itu?” tanya Amy dengan nada tinggi. “Kau diam saja saat melihat papa dan kakakku dipermalukan?!”
Micheal menatapnya dingin.
“Lalu kenapa?” jawabnya tenang. “Itu bukan tanggung jawabku untuk membantu kalian. Aku hanya berdiri di pihak yang benar. Aku tidak ingin ikut terjerumus ke jalan yang salah seperti kalian.”
“Amy Long,” lanjutnya tegas, “aku tegaskan sekali lagi. Sejak awal aku tidak berniat menikahimu.”
Amy membeku.
“Kau hanya pembawa masalah. Manja, tidak logis, suka merendahkan orang lain. Kau merasa dirimu paling tinggi hingga semua orang harus tunduk padamu,” ucap Micheal tanpa ragu. “Apa yang terjadi pada keluargamu… adalah karma.”
“Cukup!” Amy hampir berteriak.
Roland menghela napas panjang.
“Amy, sebaiknya kau pulang dulu. Soal pernikahan… kita tunda,” ujarnya.
“Paman…” suara Amy melemah.
“Apa yang dikatakan Micheal ada benarnya,” lanjut Roland. “Sebagai calon menantu keluarga Mu, kau harus bisa menjaga sikap. Dengan sifatmu sekarang, kau tidak akan bisa menyelesaikan masalah apa pun.”
Tatapannya serius.
“Bagaimana aku bisa tenang menyerahkan bisnis kepadamu di masa depan?”
Wajah Amy berubah.
Rasa malu dan marah bercampur jadi satu.
“Baiklah,” ucapnya dingin. “Paman dan Micheal sama saja. Kalian sengaja ingin menyingkirkanku.”
Ia menatap mereka satu per satu.
“Aku adalah nona besar keluarga Long. Masih banyak pria yang menungguku di luar sana.”
Setelah itu, Amy berbalik dan pergi.
Pintu tertutup keras.
Suasana kembali hening.
Micheal duduk kembali di sofa dengan tenang.
Roland menatapnya.
“Micheal, apa kau sudah yakin dengan keputusanmu?” tanyanya.
Micheal tidak langsung menjawab.
Ia justru mengangkat pandangan.
“Pa, di dunia mafia… siapa yang paling papa hormati? Dan paling tidak ingin papa singgung?” tanyanya.
Roland berpikir sejenak.
“Ada beberapa nama,” jawabnya perlahan. “Tapi yang paling aku hormati adalah keluarga Shen. Dan yang paling tidak ingin aku singgung… juga mereka.”
Ia melanjutkan, “Sejak beberapa petarung juara dikalahkan oleh dua bersaudara Shen, nama mereka semakin dihormati dan ditakuti.”
Roland menatap Micheal.
“Untuk keluarga Long, aku hanya berbisnis dengan mereka. Tidak lebih.”
Ia menyipitkan mata.
“Kenapa kau bertanya seperti itu?”
“Colly Shen ... tidak bisa disentuh,” jawab Micheal singkat." siapa pun yang menyinggungnya, akan menanggung akibatnya."
mau gunakan cara licik
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄