karena Ayahnya tewas di tangan Arya saat melakukan Pemberontakan Nirmala pergi ke negeri Bharat, guna belajar ilmu kanuragan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke Kuil Shaolin Si
Pagi itu, Han le dan Ketiga Biksu Shaolin bersiap berangkat ke Gunung Songshan, di mana pusat Shaolin berada
Biksu Kwat Lian menatap Han Le yang masih membenahi baju miliknya ke dalam buntalan kecil
" Han Le, kemungkinan perjalanan kita ke gunung Songshan akan sangat berbahaya, berita tentang kami yang mengejar pencuri Pil pusaka itu, dan pastinya sudah menyebar kemana mana, bisa jadi perjalanan kita akan banyak di penuhi pertarungan, jika nanti kami tak sanggup melawan musuh, kau harus berjanji akan terus ke kuil Shaolin, jangan bicara apapun tentang pil kecuali kau bertemu dengan Pemimpin kuil Guru Kong Hui" ucap Biksu Kwat Lian
" baik losuhu" jawab Han le mengerti
" ayo kita berangkat" Biksu Kwat Song berjalan mendahului ia sebagai pembuka jalan, ia berjalan ke sebuah tebing yang banyak pohonnya, lalu melesat dari satu pohon ke pohon lain untuk naik ke atas jurang
" han Le yang melihat itu mencoba mengikuti ia melompat dari satu pohon ke pohon lain namu saat sampai pohon yang paling tinggi ia berhenti, jarak antara pohon dan tebing agak jauh, ia sangsi bisa melewatinya
" mari pegang tanganku Siau Han ( anak Han)" biksu Kwat lian mengulurkan tangannya , saat Han Le sudah memegang tangannya ia melompat, Han le juga ikut melompat dan saat di tengah udara Biksu Kwat Lian melemparkan Han Le ke biksu Kwat Song yang telah sampai duluan bibir Jurang
" Aaaaaaa"
Han le menjerit kaget karena di lempar secara tiba tiba, saat hampir sampai di bibir Jurang Biksu Kwat Song dengan gerakan cepat menangkap Han Le
" Tap "
" Tap"
Biksu Kwat Lian mendarat di sisi biksu Kwat lian, mulutnya tersenyum melihat Han Le yang sedikit pucat karena kaget
" Losuhu, membuat aku kaget saja" Han le menggerutu karena di kerjai oleh Biksu Kwat Lian
" maaf , pinto lupa" balas Biksu Kwat Lian sambil tersenyum , mereka berempat menuruni gunung Himalaya.
Setelah berjalan tiga hari tiga malam mereka sampai di perbatasan dan mulai memasuki wilayah Pegunungan Kun-lun
" Apa kita akan singgah di perguruan Kun-lun twako ?" tanya Biksu Kwat Cing, biksu kedua, yang pertama Kwat song, yang kedua biksu kwat Cing, dan yang ketiga biksu Kwat Lian , biasa di panggil Sam te ( adik ketiga)
" Tidak , kita harus segera sampai di gunung Songshan," jawab terus melangkah, mereka menempuh jalan jalan yang sepi dan tersembunyi agar tak bertemu dengan para pendekar yang mengincar Pil Pusaka
Kini di hadapan mereka sungai Huang Ho ( sungai kuning) membentang, mereka harus menyebrang untuk sampai di gunung Songshan, ada satu jembatan tua untuk menyebrang, Jembatan PU JIN, karena sudah lama kayu kayu sudah mulai rapuh , jika melewati jembatan itu maka harus berhati hati agar tak terjeblos karena menginjak papan kayu yang telah lapuk.
Langkah mereka terhenti saat akan ke jembatan Pu Jin itu ada beberapa orang menghadang mereka
Sekitar delapan orang yang mengenakan pakaian serba hitam dengan ikat kepala berwarna merah darah. Di pinggang mereka terselip berbagai jenis senjata tajam, dan di wajah mereka terukir senyum menyeringai yang menakutkan dan bengis. Sosok yang berdiri paling depan adalah seorang pria bertubuh gempal dengan janggut lebat yang memutih sebagian, kulitnya hitam legam terbakar matahari. Di tangannya yang besar, ia memegang sepasang kapak besar yang berkilau tajam di bawah sorot matahari sore.
Biksu kwat song menghentikan langkahnya,
Kwat Cin dan Kwat Iian juga berhenti sambil memperhatikan para penghadangnya
" Amitaba...! Sudilah hohan( Orang gagah) memberi jalan pada pinto" Biksu Kwat Song maju dan berkata dengan sopan
Pria itu menyeringai makin lebar, matanya menyala tajam menatap Kwat Song
" boleh saja bila Losuhu ingin lewat , tetapi berikan pil pusaka Shaolin baru kami 'Ji Siang Tay Kong' (Dua Jenderal Kapak Berdarah)? Aku, Hong-hiam (Si Kapak Badai), dan kawanku yang sedang bersembunyi di balik bebatuan di sana, Lim-hiam (Si Kapak Petir), baru kalian bisa lewat, kami sudah menunggu kedatangan kalian sejak lama. Kami tidak akan membiarkan kalian lolos begitu saja dengan membawa barang pil itu." ucap Hong Hiam angkuh
Ketiga biksu kaget, Nama 'It Siang Tay Kong' adalah nama yang sangat disegani sekaligus ditakuti di dunia kang-ouw. Mereka adalah pendekar sesat yang kejam dan tidak segan-segan membunuh siapa saja demi mencapai tujuan mereka. Kabarnya, kapak mereka dilumuri racun 'Bing-hwa Toat' (Racun Bunga Es) yang jika melukai sedikit saja bisa membuat korban tewas dalam waktu singkat. Ternyata, berita tentang mereka mengejar pencuri Pil Pusaka Kuil Shaolin telah menyebar di dunia Kang - ouw
" Amitaba...!, Jadi kalian tahu tentang pil itu," ujar Biksu Kwat song dengan nada suara yang tenang
" kami memang mengejar pencuri itu tetapi tak dapat menemukannya di pegunungan Himalaya yang luas" lanjut biksu Kwat Song sambil menhela napas panjang.
Si Kapak Badai mendengus kasar, tidak takut dengan peringatan itu. " kalian bohong, hari ini kalian tidak akan bisa menyeberangi sungai ini dengan selamat!"
" Serbuuuu!"
Hong Hiam berteriak menyuruh anak buahnya menyerang, Ia sendiri melompat maju menyerang Biksu Kwat song, Ia mengibaskan kapak di tangannya hingga menciptakan suara menderu.
" Hiaaaat"
"Hiaaaat
begitu mendengar perintah dari pemimpin mereka, semua anak buah Hong Hiam' langsung mengepung mereka berempat.
" awas senjata mereka beracun!" biksu Kwat Song segera memperingatkan kedua adik seperguruan
Biksu Kwat Cin dan Biksu Kwat Lian segera menyambut serangan itu.
" Hiaaaat" Hwat Cing dengan cepat memutar senjata tongkatnya, membuat perisai untuk melindungi tubuhnya dari serangan para anak buah Hong Hiam, sementara Kwat lian yang lebih lincah Ia menggunakan jurus-jurus pukulan kosong yang memiliki tenaga dahsyat.