Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?
===
“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”
“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”
“Masa?”
“Mahameru pantang ingkar janji.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Rencana Akbar
Bab 14
Lokasi berikutnya Gua Sunyaragi. Kali ini seluruh tim lebih serius dan sedikit bercanda mengingat lokasi tujuan mereka adalah cagar budaya bersejarah. Bukan hanya gua, ada beberapa bangunan mirip candi. Selain shooting di lokasi dan area sekitar, wawancara dilakukan dengan salah satu petugas.
Tidak ada kesulitan dan hambatan, termasuk di hari kedua.
“Geser kanan Ru!” titah CInta karena Eru mengendalikan remote penggerak drone. “Lebih tinggi, lebih luas lagi.”
“Oke.”
“Bang Umar bilang, kemungkinan kita pulang malam ini.”
“Hah, serius?” tanya Eru meski fokusnya masih pada remote, begitupun dengan Cinta mengawasi layar kamera memastikan gambar yang terekam sesuai yang dibutuhkan.
“Hm. Jadwalnya emang besok, karena malam ini kita brief hasil sebelum dikirim ke tim editing. Paling agak malam sih.”
“Aku ngikut aja.”
“Sumpah, ini tempat eks0tis banget. Enak kerja begini, sekalian jalan-jalan. sambil menyelam minum air,” tutur Cinta lalu terkekeh.
“Asal jangan tenggelam aja mbak.”
Tengah hari kegiatan mereka sudah selesai. Tim pun membereskan peralatan dan pamit pada petugas lalu kembali ke penginapan. Satu bangunan dengan beberapa kamar. lebih mudah untuk koordinasi dan briefing dibandingkan kamar hotel yang terpisah-pisah.
“Ta, gabungin dulu file punya elo yang kemarin sama hari ini!” titah Asep.
Cinta berlari ke kamar. “Bentar, udah kebelet.” Tidak lama Cinta kembali bergabung di living room, sudah berganti celana training dan kaos putih. Rambutnya di gulung agak berantakan.
Eru yang ikut camver pan bersama Abil dan driver baru saja datang, langsung menghempaskan tubuh di sofa tepat di samping Cinta.
“Makan, makan,” seru Abil membawa 2 kantong plastik. Yang satu makan siang mereka, satunya lagi beberapa bungkus es kelapa.
“Makan dulu, mbak,” lirih Eru setengah berbisik.
“Nanti, lagi tanggung. Kamu kenapa, kayaknya nggak semangat.” Cinta menoleh sekilas mendapati Eru memejamkan mata dan kepala bersandar.
“Capek aja kali.”
“Kaget ya kerja kayak gini. Biasa kuliah di ruangan, adem, sekarang panas-panasan.”
“Worth it-lah. Di samping aku ada cewek cantik.”
Tangan Cinta gatal kalau diam saja mendengar gombalan Eru. Mendorong tubuh itu agar menjauh. Eru malah terkekeh meski matanya masih terpejam.
“Ge-li dengernya. Bikin merinding.”
“Ru, ditanyain sama mbak resepsionis. Pengen kenalan katanya,” ujar Abil sudah membuka makan siang miliknya, begitu pula dengan Asep. Umar sedang istirahat di beranda sambil merokok.
“Nggak usah kenal-lah, toh nggak akan ketemu lagi.”
“Mana tahu jodoh. Lo nggak tahu garam sama asam ketemu di panci sayur asem, padahal asal mereka berbeda,” jelas Asep.
“Ya saya nggak minta berjodoh sama mbak itu,” sahut Eru lagi bahkan sudah berbaring sambil menekuk kaki karena di ujung sofa ada Cinta, meraih bantal lalu dipeluk macam guling. Aneh memang, padahal ada sofa lain ngapain juga sempit-sempitan.
“Maunya sama mbak yang ini,” ucap Abil.
“Ho oh.”
Asep terkekeh, Abil menggeleng pelan.
“Dasar bol0t. Lihat aja tuh, pasti nggak denger. Kalau gue jadi Eru udah gue gigit tuh kuping.”
“Jangan kang, jangan digigit. Dipeluk aja terus disos0r.”
“Si Eru mulutnya mulai si4lan," ejek Asep dan Eru malah tergelak.
“Apaan sih pada berisik aja. Belum makan galak, dikasih makan ribut." Cinta menutup laptop dan meletakan di atas meja. “Ru, nggak makan, kok malah tidur.”
“Nanti mbak, merem dulu bentar.”
***
...Om Langit...
Ru, aman?
^^^Aman kok. Emang agak capek, ^^^
^^^tapi masih wajar sih^^^
Pulang dari sana, temui Om.
Jangan sampai nggak
^^^Iya^^^
Eru menghela nafasnya. Berniat hanya merem sebentar, nyatanya hampir dua jam. Untungnya Cinta juga tidur, jadi Asep tidak ada lawan untuk mengoceh. Pria itu fokus dengan Umar mengecek hasil shooting termasuk file dari Cinta.
“Udah oke ini, tinggal kirim,” seru Umar begitu yakin. Kegiatan pertama mereka di tim 7 cukup memuaskan.
“Oke, bungkus,” cetus Asep lalu mengunggah file ke simpanan awan. “Habis ini gimana Kang? Kita lanjut nginep atau balik?”
Umar melihat jam dinding, sudah sore. Ia pikir akan selesai malam, nyatanya lebih cepat.
“Kalian maunya gimana? Pulang malam ini?”
“Gass bang,” sahut Asep masih menatap layar laptop.
“Aku sih yes.” Eru beranjak mengambil makan siang jatahnya yang tertunda.
“Ngikut aja saya mah.” Kali ini Abil bersuara.
“Oke, kita pulang. Paling habis maghrib kali ya, cukup untuk beres-beres. Kasih tahu Cinta.”
“Cinta!” teriak Asep.
“Nanti saya yang kasih tau kang,” usul Eru. Tidak tega kalau Cinta dibangunkan dengan teriakan macam di hutan.
...Arkatama Family...
Krisna : Foto (Cinta diambil dari medsos gadis itu. foto CInta menggendong kelinci dengan wajah imut dan menggemaskan)
Ini ‘kan orangnya. Ru, kenalan dong
Samudera A. : Parah, stalker juga dia
Meilan : Cantik ya, pantes aja pada naksir 🤭
BUnda_Indri : Serius dia karyawan di Yess TV, kayak masih kuliah ah
Mami_Maura : Cantik mami atau dia, Ru? 😊
Langit : Udah, jangan bahas itu. Gimana Ru, di Cirebon?
Krisna : gue nyusul ah
Eru_Kerenz : Hapus Om, selepet nih. @langit aman kok. Apa sih Mih🧐
Ayah_Akbar : Ru, fokus magang. Jalan kamu masih panjang, jangan dulu mikir perempuan
Krisna : Denger Ru, jadi buat gue aja ya
Samudera A. : Bangs4t emang🤣
Eru_Kerenz : 😏
Bukan hanya obrolan di grup, Akbar pun mengirim pesan pribadi
...Ayah_Akbar...
Ayah serius Ru. Fokus magang
^^^Iya,^^^
Pacaran hanya mengganggu fokus kamu
^^^Ini aku lagi fokus ^^^
“Ck, pacaran apa sih. Orang mau aku nikahi biar bisa pacaran halal,” gumam Eru, tersenyum membayangkan wajah cinta yang ngamuk kalau sampai dengar usulnya ini.
cinta terhalang kejadian antara orang tua.😭
semangat Eru,setidaknya kamu jangan cepat menyerah.
jadikan cambukan,Cinta yang jadi korban papi mu maka kewajiban mu melindungi nya..kalau perlu menikahi nya
egoisnya akbar hanya mementingkan ke baikan keluarganya sendiri. tanpa memikirkan orang lain.😤
siap2 reaksi cinta nrma ga ya kenyataan
kamu dah di kasih tau sama mamih kan dan di wanti² tentang gosip tidak enak nah ini maksudnya