NovelToon NovelToon
GADIS MALANG DENGAN TAKDIRNYA(CEO)

GADIS MALANG DENGAN TAKDIRNYA(CEO)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:663
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

GADIS MALANG dengan takdirnya (ceo)

"Hayu siapa yang penasaran sama kisah Aruna, gadis malang yang terpaksa menyerahkan hidupnya jadi milik seorang pria yang sangat tampan, kaya raya, tapi dikenal sangat kejam dan berhati dingin? 😯💔

Dipaksa menikah cuma demi bertahan hidup, dihina, diremehkan, dan dianggap cuma barang milik semata. Namun Aruna berjanji dalam hatinya, dia bakal buktikan kalau dia juga punya harga diri yang tak boleh diinjak. Apakah dia sanggup hadapi sifat angkuh dan kejam Aris Baskara? Bagaimana nasibnya hidup di antara kemewahan yang ternyata penuh dengan penghinaan dan rasa sakit? 🤔

Baca yuk ceritanya! Kisah cinta penuh luka, amarah, air mata, dan takdir yang bikin hati campur aduk. Dijamin bikin penasaran dari bab pertama sampai akhir 📖🔥

📖 Judul: GADIS MALANG dengan takdirnya (ceo)
(Penulis: Lestari Visa)"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Cinta yang Akhirnya Memiliki Jalan

Air mata bahagia terus mengalir di pipi Luna, namun kali ini air mata itu terasa begitu hangat dan manis. Ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari mulut Aditya, kabar yang selama ini paling ia harapkan namun tak berani ia mimpikan.

"Jadi... kita benar-benar tidak ada hubungan darah sama sekali, Aditya?" tanya Luna sekali lagi dengan suara bergetar, matanya menatap lekat-lekat manik mata Aditya seolah ingin memastikan bahwa ini bukanlah mimpi.

Aditya tersenyum lembut, lalu mengusap lembut rambut panjang Luna yang indah, kemudian mengecup kening gadis itu dengan penuh rasa sayang dan ketulusan.

"Benar, Sayang. Kita tidak ada hubungan darah sama sekali. Ibumu, Laras, sebenarnya adalah anak angkat dari Kakek Pratama. Beliau mengadopsi Ibumu saat masih bayi karena tidak tega membiarkan anak kecil itu hidup sendirian tanpa orang tua. Hal ini sengaja dirahasiakan sangat rapat, bahkan aku pun baru tahu dari dokumen rahasia yang ditemukan Pak Herman di gudang milik Bapak Surya. Bapak Surya sendiri ternyata juga baru tahu hal ini belakangan, itulah sebabnya dia sangat panik dan berusaha sekuat tenaga untuk melenyapkanmu sebelum kebenaran ini terungkap ke publik."

Aditya menatap mata Luna dalam-dalam, matanya memancarkan cinta yang begitu besar dan tulus.

"Selama ini kita menderita, menahan rasa sakit, dan menyiksa diri sendiri hanya karena sebuah kesalahpahaman dan rahasia yang disembunyikan orang lain. Kita bukan saudara sedarah, Luna. Kita bebas. Kita bebas saling mencintai, bebas untuk bersama, dan bebas membangun masa depan kita berdua tanpa ada rasa bersalah atau larangan apa pun."

Rasa bahagia yang meluap-luap seketika memenuhi seluruh hati dan jiwa Luna. Ia tertawa bahagia sambil menangis, lalu tanpa ragu sedikit pun ia langsung memeluk tubuh Aditya erat-erat, seolah takut pria itu akan menghilang jika ia melepaskannya. Aditya pun membalas pelukan itu dengan sama erat dan penuh rasa syukur kepada Tuhan. Ia memeluk wanita yang dicintainya itu sekuat tenaga, merasakan kehangatan tubuh Luna yang begitu berharga baginya.

"Terima kasih, Tuhan... Terima kasih banyak," bisik Luna pelan di dada bidang Aditya, suaranya terdengar begitu haru dan bahagia. "Aku pikir aku harus menahan perasaan ini selamanya, aku pikir kita tidak akan pernah bisa bersatu selamanya. Tapi ternyata Engkau punya rencana yang jauh lebih indah dari apa yang aku bayangkan. Maafkan aku ya Tuhan, aku sempat mengira Engkau jahat dan kejam, padahal Engkau sedang menyusun cerita yang paling indah untuk kami berdua."

Aditya tersenyum mendengar gumaman Luna, ia merasa hatinya begitu tenang dan damai, seolah beban terberat di dunia baru saja diangkat dari pundaknya. Ia pun selama ini menyiksa dirinya sendiri dengan perasaan yang rumit, mencoba mengubah rasa cinta menjadi kasih sayang saudara, namun ternyata semua itu tidak perlu lagi. Cinta mereka sah, cinta mereka murni, dan tidak ada satu pun yang bisa melarang atau memisahkan mereka lagi.

"Ayo kita lanjutkan perjalanan ya, Sayang. Kita harus pergi ke makam Ayah dan Ibu, memberi kabar gembira ini, dan mendoakan kepergian mereka dengan tenang. Aku yakin, mereka pasti sudah menunggu kabar dari kita, dan mereka pasti sangat bahagia di surga melihat kita akhirnya bersatu dan aman dari segala bahaya," ucap Aditya lembut, lalu perlahan melepaskan pelukan itu dan kembali menyalakan mesin mobil untuk melanjutkan perjalanan.

Mobil mewah itu pun kembali melaju membelah jalanan kota yang ramai. Namun, suasana di dalam mobil kini terasa begitu hangat, indah, dan penuh cinta. Tidak ada lagi rasa canggung, rasa takut, atau rasa bersalah yang menyelimuti hati mereka. Kini, mereka berdua duduk berdampingan sebagai sepasang kekasih yang sah, yang akhirnya dipertemukan oleh takdir setelah melewati begitu banyak rintangan dan bahaya maut. Aditya sesekali menggenggam tangan Luna yang lembut, mencium punggung tangan gadis itu dengan penuh rasa sayang, sementara Luna tersenyum malu-malu namun sangat bahagia, sesekali menatap wajah Aditya dengan pandangan yang penuh kekaguman dan cinta.

Perjalanan menuju kompleks pemakaman terasa begitu singkat bagi mereka berdua, seolah waktu berjalan dua kali lebih cepat saat mereka sedang bahagia dan bersama-sama. Sesampainya di sana, suasana terasa begitu hening, damai, dan sejuk. Angin bertiup pelan membawa aroma tanah dan bunga-bunga segar yang tumbuh di sekitar makam. Di sana, berdiri dua makam yang letaknya bersebelahan, makam Almarhum Bapak Pratama dan Ibu Pratama, orang tua kandung Aditya, serta makam Almarhum pasangan orang tua angkat Luna yang telah meninggal beberapa tahun lalu.

Aditya dan Luna berjalan beriringan menuju makam itu dengan langkah yang tenang dan penuh khidmat. Di tangan mereka masing-masing, mereka membawa seikat bunga mawar putih yang indah dan harum, sebagai tanda penghormatan dan kasih sayang kepada mereka yang telah tiada. Mereka berdua berlutut di depan makam itu, menundukkan kepala sejenak untuk berdoa dan mendoakan kebaikan bagi arwah mereka.

Aditya meletakkan bunga mawar putihnya di atas makam orang tuanya, lalu menatap batu nisan itu dengan pandangan yang penuh emosi dan kerinduan.

"Ayah, Ibu... Aditya datang," ucap Aditya pelan namun jelas, suaranya terdengar begitu tulus dan menyentuh hati. "Aditya datang untuk memberi kabar bahwa keadilan akhirnya ditegakkan. Bapak Surya dan semua orang yang sudah menyakiti Ayah, Ibu, dan keluarga kita akhirnya tertangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal atas segala kejahatan yang telah mereka lakukan. Nama baik keluarga Pratama akhirnya bersih kembali dari segala fitnah dan noda hitam. Ayah dan Ibu bisa tenang dan damai di sana, karena musuh besar kita sudah dikalahkan dan kebenaran akhirnya terungkap ke seluruh dunia."

Aditya menoleh ke arah Luna yang sedang berdoa dengan khidmat di sampingnya, senyum lembut dan bahagia terukir indah di bibirnya. Ia kembali melanjutkan ucapannya, seolah sedang berbicara langsung dengan kedua orang tuanya yang ia cintai.

"Dan satu lagi kabar yang paling membahagiakan dan mengubah segalanya, Ayah, Ibu... Ternyata Luna bukanlah keponakan kandung Aditya. Ternyata Ibu Laras, ibu kandung Luna, adalah anak angkat dari Kakek. Jadi, Aditya dan Luna sama sekali tidak memiliki hubungan darah. Kami berdua bebas, Ayah, Ibu. Kami berdua bisa saling mencintai dan bersatu tanpa ada rasa bersalah atau larangan apa pun. Aditya mencintai Luna, dan Luna pun mencintai Aditya. Kami berjanji, Ayah, Ibu... kami akan saling menjaga, saling melengkapi, dan saling mencintai seumur hidup kami. Aditya berjanji akan melindungi Luna dengan sekuat tenaga, akan membuatnya bahagia dan menjadi wanita paling beruntung di dunia. Aditya berharap Ayah dan Ibu di sana meridhoi hubungan kami dan selalu melindungi kami berdua dari segala kejahatan dan bahaya."

Di sampingnya, Luna pun ikut berbicara dengan suara yang lembut namun penuh ketulusan dan rasa hormat. Ia meletakkan bunga mawar putihnya di atas makam orang tua angkatnya dan juga makam orang tua kandungnya yang baru saja ia ketahui identitasnya.

"Ibu, Ayah... Luna datang," ucap Luna pelan dengan mata yang berkaca-kaca namun tersenyum bahagia. "Luna akhirnya menemukan jati diri Luna, akhirnya tahu siapa asal-usul Luna yang sebenarnya. Dan yang paling membahagiakan, Luna akhirnya menemukan cinta sejati dan rumah tempat Luna pulang. Luna bertemu dengan Aditya, pria yang paling Luna cintai dan sayangi di seluruh dunia ini. Kami berdua akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai dengan sah. Luna berjanji akan menjadi wanita yang baik, wanita yang bisa membanggakan keluarga kita, dan akan selalu setia mendampingi Aditya dalam keadaan apa pun, baik saat senang maupun susah. Tolong doakan kami ya, Ayah, Ibu. Tolong selalu lindungi hubungan kami dan keluarga kami dari segala hal buruk yang mungkin akan datang di masa depan."

Angin kembali bertiup pelan, menyentuh wajah mereka berdua dengan lembut seolah merupakan jawaban dan sapaan hangat dari mereka yang sudah tiada, seolah memberi tahu bahwa mereka mendengar, mengerti, dan merestui segala hal yang terjadi. Hati mereka berdua terasa begitu damai, tenang, dan penuh kebahagiaan yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Segala beban, rasa sakit, dan ketakutan yang selama ini membebani pikiran dan hati mereka akhirnya hilang lenyap tak berbekas, berganti dengan kedamaian yang begitu indah dan abadi.

Setelah selesai berdoa dan mendoakan, mereka berdua berdiri tegak dan saling bertatapan. Aditya langsung meraih tangan Luna dan menggenggamnya erat, menautkan jari-jemari mereka seolah tak ingin terpisah lagi selamanya.

"Terima kasih sudah mau datang menemani aku ke sini, Luna. Rasanya jauh lebih tenang dan bahagia kalau kita melakukan hal-hal penting seperti ini berdua. Rasanya seolah Ayah dan Ibu juga ikut tersenyum bahagia melihat kita seperti ini," ucap Aditya lembut sambil menatap wajah wanita yang dicintainya itu dalam-dalam.

Luna tersenyum manis dan mengangguk mantap. "Aku juga berterima kasih, Aditya. Mulai sekarang dan selamanya, apa pun yang kita lakukan, ke mana pun kita pergi, dan apa pun yang kita hadapi, kita harus selalu melakukannya berdua ya. Kita tidak boleh terpisah lagi, karena kita sudah berjanji untuk saling mendampingi seumur hidup kita."

Aditya tersenyum lebar dan mengangguk setuju. "Tentu saja, Sayang. Kita akan selalu bersama, selamanya. Tidak ada satu pun yang bisa memisahkan kita lagi, tidak ada bahaya yang bisa memecah belah kita, dan tidak ada rahasia yang bisa merenggangkan hubungan kita lagi. Kita adalah satu kesatuan yang utuh dan tak terpisahkan."

Namun, di tengah kebahagiaan dan kedamaian yang meluap-luap itu, tiba-tiba Aditya teringat kembali pada isi dokumen-dokumen rahasia yang sempat ia baca bersama Pak Herman. Ada satu hal yang masih belum terjawab, satu misteri yang masih tersimpan rapat dan belum terpecahkan, yang perlahan mulai membuat rasa khawatir kembali menyelinap masuk ke dalam hati dan pikiran Aditya.

"Luna..." panggil Aditya pelan, nadanya yang tadinya penuh kebahagiaan kini berubah menjadi sedikit lebih serius dan berat.

"Ya, Aditya? Ada apa?" tanya Luna dengan tatapan yang penuh perhatian, menyadari adanya perubahan suasana hati pada kekasihnya itu.

Aditya menarik napas panjang sejenak, seolah sedang memikirkan cara yang tepat untuk menyampaikan hal ini kepada Luna agar tidak membuat gadis itu terlalu cemas atau terbebani. Ia menatap mata Luna dengan tatapan yang dalam dan serius.

"Ada satu hal lagi yang sebenarnya masih membuatku penasaran, bingung, dan sekaligus khawatir, Sayang. Sesuatu yang belum terungkap sepenuhnya dan masih menjadi misteri besar bagi kita semua. Dalam dokumen-dokumen lama dan rahasia yang kami temukan di tempat persembunyian Bapak Surya, tertulis jelas bahwa nenekmu, Ibu Sinta, adalah ibu kandung dari Ibumu, Ibu Laras. Namun... ada satu bagian yang kosong dan tidak ada catatan atau penjelasan apa pun sama sekali, yaitu siapa sebenarnya ayah kandung dari Ibumu, ayah yang membuat Nenek Sinta melahirkan Ibumu saat itu. Identitasnya tidak tercantum di mana pun, namanya tidak ada, riwayat hidupnya kosong melompong seolah orang itu tidak pernah ada di dunia ini."

Luna tertegun sejenak mendengar penjelasan Aditya, ia mengerutkan keningnya sedikit berusaha memahami apa yang dimaksudkan oleh kekasihnya itu.

"Jadi... maksud Aditya, aku belum tahu siapa sebenarnya kakek kandungku ya? Identitasnya belum diketahui sama sekali?" tanya Luna pelan dengan nada yang sedikit bingung dan ragu.

Aditya mengangguk perlahan dengan tatapan yang masih serius dan penuh perhitungan.

"Betul sekali, Sayang. Belum diketahui siapa orang itu, dan jujur saja, hal ini cukup membuatku merasa khawatir dan gelisah. Selama ini kita mengira bahwa musuh terbesar dan satu-satunya bahaya yang mengancam hidup kita hanyalah Bapak Surya beserta anak buahnya. Namun, kalau ternyata ayah kandung dari Ibumu itu adalah seseorang yang memiliki latar belakang yang rumit, seseorang yang memiliki kekuatan besar, seseorang yang punya masalah lama dengan keluarga kita, atau bahkan seseorang yang ternyata masih hidup dan memiliki ambisi atau keinginan tertentu terhadapmu atau harta keluarga kita... maka ada kemungkinan besar bahaya lain yang jauh lebih besar dan lebih mengerikan masih mengintai kita di masa depan. Misteri yang belum terpecahkan ini bisa saja menjadi ancaman yang nyata bagi keselamatan dan kebahagiaan kita berdua."

Wajah Luna yang tadinya penuh senyum dan kebahagiaan perlahan berubah menjadi pucat dan sedikit cemas. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa ternyata setelah berhasil melewati begitu banyak bahaya dan akhirnya mencapai kebahagiaan ini, ternyata masih ada satu misteri besar yang belum terungkap dan bisa saja membawa dampak buruk bagi kehidupan mereka berdua di masa depan. Ia pikir semuanya sudah berakhir dan aman, namun ternyata perjalanan mereka belum sepenuhnya selesai.

"Terus... apa yang harus kita lakukan sekarang, Aditya? Apakah kita harus mencari tahu siapa sebenarnya ayah kandung Ibu? Apakah itu aman dan bijaksana buat kita, atau sebaiknya kita diam saja dan tidak perlu ikut campur dengan masa lalu yang sudah berlalu itu?" tanya Luna dengan nada yang penuh keraguan dan kekhawatiran.

Aditya memegang kedua bahu Luna dengan lembut namun tegas, menatap mata gadis itu dengan tatapan yang penuh tekad dan kewaspadaan, berusaha meyakinkan kekasihnya itu agar tidak terlalu cemas namun tetap waspada.

"Menurut pendapatku, kita memang harus mencari tahu kebenarannya sampai tuntas, Luna. Kita tidak bisa hidup dalam ketidaktahuan selamanya, selalu merasa curiga dan takut bahwa ada bahaya yang mengintai di balik kegelapan. Kita harus tahu siapa asal-usul asli keluargamu, siapa orang-orang yang ada di balik silsilah keluargamu, dan apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu, supaya kita bisa mempersiapkan diri dengan baik, melindungi diri kita sendiri dan orang-orang yang kita cintai, serta menghadapi apa pun yang mungkin akan terjadi nanti dengan kepala tegak dan penuh persiapan. Kita tidak bisa membiarkan ada bagian yang kosong dan misterius dalam hidup kita, apalagi hal itu berkaitan erat dengan identitas dan keselamatanmu sendiri."

Aditya mengusap lembut pipi Luna yang terlihat sedikit cemas, lalu melanjutkan ucapannya dengan nada yang lebih lembut dan menenangkan.

"Tapi tenang saja, Sayang... apa pun yang akan kita hadapi nanti, apa pun bahaya atau masalah yang akan muncul dari pengungkapan rahasia masa lalu ini, aku akan selalu ada di sampingmu. Kita akan mencari tahu kebenaran ini bersama-sama, kita akan menyelidiki asal-usul keluarga aslimu bersama-sama, dan kita akan menghadapi apa pun yang datang menerjang ke arah kita bersama-sama juga. Aku tidak akan pernah membiarkan hal buruk apa pun terjadi padamu lagi, dan aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun mengganggu kebahagiaan dan kedamaian yang sudah susah payah kita bangun ini. Kita berdua adalah satu tim yang kuat dan tak terkalahkan, Sayang. Selama kita saling menjaga dan saling mendukung, tidak ada misteri yang tidak bisa kita pecahkan dan tidak ada bahaya yang tidak bisa kita kalahkan."

Luna mengangguk perlahan, rasa cemas dan takutnya perlahan berkurang dan berganti dengan rasa percaya diri serta rasa aman yang selalu ia rasakan setiap kali berada di dekat Aditya. Ia tahu betul bahwa selama ia bersama Aditya, tidak ada hal yang mustahil dan tidak ada masalah yang terlalu besar untuk mereka hadapi berdua. Aditya is pelindungnya, kekuatannya, dan cintanya yang paling besar.

"Baiklah, Aditya. Aku percaya sepenuhnya sama kamu. Kalau begitu, mari kita cari tahu kebenaran itu sampai tuntas bersama-sama. Aku juga sebenarnya ingin tahu siapa saja keluarga asliku yang sebenarnya, siapa ayah dari Ibu, dan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu yang membuat semua identitas mereka dirahasiakan dan disembunyikan begitu rapat. Aku juga ingin tahu asal-usul darahku yang sebenarnya, supaya aku bisa merasa lebih utuh dan lengkap sebagai manusia," ucap Luna dengan penuh tekad dan semangat yang mulai bangkit kembali dari dalam dirinya.

Aditya tersenyum puas dan bangga melihat keberanian serta keteguhan hati yang dimiliki oleh kekasihnya itu. Ia merasa semakin mencintai dan mengagumi Luna dengan setiap detik yang berlalu. Wanita di hadapannya ini bukanlah wanita yang lemah dan penakut, melainkan wanita yang tangguh, kuat, dan memiliki semangat yang luar biasa besar untuk terus berjuang dan mencari kebenaran.

"Bagus sekali, Sayang. Itu Luna yang aku kenal dan cintai, wanita yang tangguh dan pemberani. Mulai besok, kita akan mulai menyelidiki hal ini lebih dalam lagi bersama Pak Herman. Kita akan menelusuri jejak masa lalu, mencari tahu siapa sosok Ibu Sinta, nenekmu itu, mencari tahu ke mana perginya ayah kandung Ibumu, dan mencari tahu alasan apa yang membuat identitas orang-orang ini disembunyikan begitu rapat selama puluhan tahun lamanya. Aku yakin, seberat apa pun rahasia yang tersimpan di masa lalu itu, seberapa pun gelap dan rumitnya cerita yang ada di baliknya, kebenaran pasti akan terungkap, dan kita akan mampu menghadapinya dengan kepala tegak."

Meskipun bahaya yang baru dan misteri yang rumit mungkin saja sedang mengintai mereka di balik bayang-bayang masa lalu yang gelap, namun semangat, keberanian, dan kekuatan cinta yang ada di antara mereka berdua tidak pernah pudar sedikit pun. Bersama-sama, mereka merasa mampu menaklukkan dunia ini dan menghadapi segala rintangan yang ada di depan mata dengan kepala tegak dan hati yang penuh cinta.

Kisah cinta dan perjuangan mereka ternyata masih sangat panjang dan penuh kejutan. Setelah berhasil mengalahkan satu musuh besar dan mengatasi begitu banyak rintangan maut, ternyata misteri lain yang jauh lebih besar, lebih rumit, dan lebih berbahaya baru saja mulai terkuak perlahan-lahan, siap menguji kekuatan cinta, kesetiaan, dan persatuan mereka berdua sekali lagi. Babak kedua dari kehidupan mereka yang penuh petualangan dan ketegangan pun baru saja dimulai dengan penuh teka-teki yang menarik dan misterius.

(BERSAMBUNG)

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Ate Ida Rustono
tambah penasaran dehh
Ate Ida Rustono
penasaran jadinya
visa lestari
💪💪💪👍
visa lestari
ceritanya bagus thor semagata
visa lestari
mampir thor💪
Nadia Permatasari
mampir juga thor😍
Eemlaspanohan Ohan
lanjut makin seru
Eemlaspanohan Ohan
lanjut
Eemlaspanohan Ohan
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!