NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:827
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

Di ruangan inap itu, kini terasa begitu sepi.

Sebelumnya, Cherly memilih untuk segera pulang ke rumah, menghindari suasana yang semakin mencekam di rumah sakit—tepatnya di ruangan putri angkatnya.

Walaupun suaminya, Aron, dan mantan suaminya, Daniel, tidak terlibat dalam perseteruan fisik, namun tatapan permusuhan keduanya cukup membuat Cherly merasa terjepit. Ia kemudian memutuskan untuk mengajak suaminya pulang, mengingat masih ada Stela dan Lian yang menemani Maura di rumah sakit.

Maura, yang berusaha untuk memahami posisi ibu angkatnya, tak mampu memaksanya untuk tetap tinggal. Ia hanya bisa berharap keadaan akan membaik dalam waktu dekat.

Sekarang, di dalam ruangan itu hanya terdapat Maura yang sedang tertidur nyenyak setelah mengonsumsi obatnya, serta kehadiran Stela, Lian, Daniel, dan Vince yang masih berada di sana.

"Kenapa semua ini harus terjadi? Seharusnya, aku tetap berada di rumah sakit untuk menemani Maura, bukan malah terjebak dalam situasi yang semakin rumit ini," batin Cherly saat keluar dari ruangan, mencoba menenangkan diri. Ia berharap semuanya akan kembali normal, dan mereka dapat fokus pada kesembuhan Maura—tanpa ada permusuhan atau rasa terjepit di antara mereka semua.

Cherly merasa khawatir, bagaimana dampak situasi ini terhadap Maura, dan bagaimana cara mereka nantinya menyelesaikan masalah ini.

Hening, di dalam ruangan inap itu sangatlah hening, bahkan suara nyamuk yang sedang lewat sampai terdengar di dalam ruangan itu.

Semua orang terlihat kalut dengan pemikiran masing masing.

"Vin, ayo kita pulang! Besok masih banyak urusan sekolah yang harus kita selesaikan!" ajak Daniel.

Vince hanya bisa menghembuskan nafas kasar, ia melirik ke arah muridnya yang tertidur nyenyak dengan rasa tidak rela.

"Ya sudah ayo, lagian sekarang udah malam."

"Tapi kenapa aku ingin tetap di sini dan menjaga Maura?" batin Vince, namun ia tak ingin mengungkapkan perasaannya itu.

Mata Stela memicing tajam, kala Daniel dan juga Vince membicarakan perihal sekolah. Namun akhirnya ia memilih untuk tidak memperdulikan perkataan Vince dan berpikir, "ayo Stela, jangan pernah memikirkan hal hal yang tidak penting."

"Stela... Lian, kalau begitu kami berdua pamit dulu," ujar Daniel sembari menjabat tangan Lian dan juga Stela bergantian.

"Iya... Terimakasih banyak, tadi sudah membawa Maura ke rumah sakit ini," ujar Lian tulus.

Sementara Stela, terlihat acuh seraya memasang wajah tidak suka seraya berkata dalam hatinya, "syukurlah mereka ingin pergi, aku juga ingin segera meninggalkan ruangan inap ini. Berada terlalu lama di sini sungguh membuang waktuku!"

"Terus mengenai uang masuk rumah sakit yang habis..." Ucapan Daniel terhenti, kala Vince menyenggol lengan dan menginjak kaki sahabatnya itu.

"Sudahlah, ayo kita segera pulang!" Vince terlihat menarik paksa tangan sahabatnya itu.

"Loh Vince, tapi uang tadi ..." Kilah Daniel.

"Tunggu! Memangnya biaya rumah sakit ini sudah kalian bayarkan?" tanya Lian sembari menghadang Vince.

"Aku sih ikhlas membayar 8 juta untuk DP inap rumah sakit perawatan Maura," gumam Vince dalam hati, namun ia tidak ingin orang lain tahu tentang niat baiknya itu.

"Sudahlah Lian, gak perlu di bahas. Yang penting ke depannya aku tidak ingin melihat luka di punggung Maura lagi. Apalagi sampai membuatnya harus menginap di rumah sakit," sahut Vince sembari menepuk punggung Lian.

Daniel sendiri memasang wajah bingung.

"Loh! Vince ini maksudnya apa? Bukankan Maura di rawat inap di sini karena demam dan sakit tipes. Kok malah jadi punggung. Memangnya punggung Maura kenapa?" Sontak Daniel pun bertanya, ia benar benar kebingungan. Karena tadi saat ada Cherly, Vince menjelaskan jika Maura itu demam akibat tipesnya yang kambuh. Namun kenapa sekarang ini penjelasan sahabatnya itu bisa berubah.

"Sudah lah Daniel, sekarang sudah malam. Udah hampir jam 11 malam, bukankah besok kita ada rapat. Mendingan kita pulang saja, nanti aku ceritakan!" Vince terus menarik tangan sahabatnya.

Sementara Lian hanya berdiri seperti patung, ucapan Vince sungguh mengguncang hatinya.

Stela terlihat mengelus elus punggung suaminya.

"Ucapan mereka sungguh tidak penting, jangan jadikan pikiran!" ucap Stela untuk menghibur suaminya.

Hembusan nafas kasar keluar dari ke dua hidung Lian, ntah kenapa setelah mendengar ucapan istrinya. Ia malah semakin merasa kecewa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!