"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."
Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Jerat di Celah Kematian
Kegelapan malam menyelimuti pergerakan ribuan kuda yang berderap kencang menembus dasar lembah sempit itu. Cahaya obor di tangan para ksatria Helios menciptakan bayangan panjang yang menari di dinding tebing yang kian menghimpit posisi mereka.
Prajurit melihat barisan infanteri Scolar kocar-kacir menuju ujung lembah yang terlihat terbuka di bawah sinar rembulan yang samar. Kemenangan seolah sudah berada di depan mata bagi para ksatria Helios yang membawa dendam atas kematian Pangeran George.
"Hancurkan mereka sebelum mereka sempat melarikan diri ke dataran terbuka di balik kegelapan itu! Jangan biarkan satu pun sampah Scolar lolos dari lembah ini!" teriak Veldora sambil mengacungkan kapak raksasanya ke arah musuh yang terlihat panik di bawah temaram cahaya obor.
Jacob menarik tali kekang kudanya perlahan. Matanya yang bersinar biru terus memindai dinding tebing vertikal yang hanya terlihat siluetnya dalam kegelapan malam. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam benaknya, sebuah anomali taktis yang terasa terlalu mudah bagi pasukan elit sekelas Legiun Besi Scolar yang seharusnya memiliki disiplin tinggi.
{Sistem, periksa ulang jumlah energi kehidupan di balik celah tebing yang gelap ini. Mengapa mereka membiarkan jalur lembah sesempit ini tanpa penjagaan busur raksasa padahal mereka tahu aku baru saja meruntuhkan benteng mereka?}
[Analisa Panca Indra: Jumlah target di depan berkurang drastis secara mendadak. Terdeteksi adanya mekanisme katrol besar yang tersembunyi di balik bayangan dinding tebing. Terdeteksi getaran frekuensi rendah yang menandakan massa batu seberat sepuluh ton sedang dalam posisi siap jatuh.]
"Veldora! Hentikan seluruh pasukan sekarang juga! Ini adalah jebakan penghancur massa yang dirancang untuk mengubur kita hidup-hidup!" teriak Jacob dengan nada suara yang penuh otoritas mutlak.
||||||||||||||
Suara gemuruh yang sangat dahsyat tiba-tiba terdengar dari arah puncak tebing yang menghitam tertutup malam. Ratusan bongkahan batu raksasa jatuh menghujam, menutup jalur depan dan jalur belakang pasukan Helios secara bersamaan dalam satu serangan cepat.
Pasukan Black Knight kini terjebak di tengah lembah sempit yang telah berubah menjadi peti mati batu tanpa jalan keluar.
"Brengsek! Mereka benar-benar memancing kita masuk ke titik terlemah geografi tempat ini saat kita sedang buta oleh emosi!" umpat Veldora sambil mencoba mengendalikan kudanya yang panik akibat guncangan tanah.
Dinding lembah yang tadinya gelap gulita perlahan mulai menampakkan lubang-lubang kecil tempat ribuan moncong busur silang menyembul keluar secara serentak.
Di atas puncak tebing yang menjulang, pasukan pemanah Scolar muncul satu per satu dengan anak panah yang ujungnya sudah menyala merah membara, memecah kegelapan malam dengan cara yang mengerikan.
"Perhatikan itu, Tuanku! Mereka menggunakan pelontar minyak alkimia cair yang biasa digunakan untuk menghancurkan kapal perang!" ucap Natali sambil menarik Jacob agar lebih dekat ke dinding tebing untuk berlindung dari serangan atas.
Jacob menatap ke arah depan, tempat barisan infanteri Scolar tadi menghilang dalam kegelapan. Kini, posisi mereka telah digantikan oleh barisan prajurit zirah emas dengan tameng raksasa yang saling mengunci, memantulkan cahaya api yang mulai menyala di sekeliling mereka.
{Cerick benar-benar memanfaatkan kontur lembah ini untuk melumpuhkan kavaleri kita secara permanen di tengah malam yang buta ini.}
[Peringatan: Musuh mulai meluncurkan minyak hitam ke dasar lembah. Potensi kebakaran tingkat tinggi: sembilan puluh delapan persen. Pengguna disarankan untuk segera melakukan serangan terpusat pada satu titik sebelum oksigen menipis akibat asap.]
||||||||||||||
Suara teriakan perintah dari arah atas tebing segera bergema menembus kesunyian malam, diikuti oleh hujan cairan hitam yang disusul oleh anak panah api yang meluncur deras.
Dahsyatnya api menyambar permukaan tanah yang sudah berminyak, menciptakan kobaran api raksasa yang dengan cepat menjalar di sepanjang barisan pasukan Helios.
"Gunakan tameng kalian sebagai atap pelindung! Jangan biarkan minyak panas itu menyentuh kulit kuda kalian dalam lautan api ini!" perintah Veldora dengan suara yang serak karena mulai menghirup asap panas yang menyesakkan paru-paru.
Api mulai merayap naik ke kaki-kaki kuda, menciptakan kepanikan massal yang membuat formasi Black Knight berantakan dalam hitungan detik.
Suara jeritan prajurit yang mulai terpanggang di dalam zirah besi mereka sendiri menjadi suara paling mengerikan yang pernah didengar Jacob di tengah kegelapan lembah ini.
"Pangeran Jacob, jika kita diam di sini satu menit lagi, kita semua akan menjadi abu di dasar lembah ini sebelum fajar menyingsing!" teriak Natali sambil menebas anak panah yang meluncur ke arah punggung Jacob tanpa rasa takut sedikit pun.
Jacob merasakan panas yang menyiksa mulai menembus lapisan kulitnya, sementara sistem terus berkedip merah menunjukkan suhu lingkungan yang sudah melampaui batas toleransi manusia.
Ia menatap dinding tameng emas di depan mereka yang berkilauan terkena api, menyadari bahwa satu-satunya cara adalah menghancurkan penghalang tersebut dengan kekuatan murni.
{Sistem, aktifkan Mode Auto Pilot sekarang juga! Aku akan menggunakan momentum panas ini untuk merusak formasi tameng mereka dan menembus keluar dari neraka ini!}
[Peringatan: Energi fisik pengguna sedang menurun drastis akibat panas ekstrem. Mengaktifkan Mode Auto Pilot sekarang akan memaksa otot jantung bekerja di atas batas normal. Apakah Anda tetap bersedia menanggung risikonya demi kemenangan?]
||||||||||||||
Darah mulai merembes dari hidung Jacob karena tekanan sistem yang mulai memaksakan kinerja saraf secara brutal pada otaknya di tengah kekacauan api. Ia menarik napas dalam-dalam, merasakan udara panas yang membakar tenggorokannya sebelum memberikan perintah terakhirnya dengan sangat tenang.
"Segera lakukan saja! Aku tidak akan membiarkan dendam atas kematian George berakhir menjadi tumpukan abu di tempat menjijikkan ini!" teriak Jacob dengan ekspresi wajah yang sangat mengerikan di bawah cahaya api.
Sistem mengambil alih kendali tubuhnya dengan sentakan yang membuat Jacob hampir kehilangan kesadaran karena rasa sakit yang luar biasa pada setiap sendinya.
Otot-otot lengannya membengkak hingga hampir merobek zirah lengannya, sementara aliran adrenalin dipompa secara paksa ke seluruh pembuluh darahnya.
"Natali, Veldora, tetap berada di belakangku dan pastikan kalian menembus celah yang kubuat nanti sebelum api ini melahap segalanya!" ucap Jacob dengan nada suara yang datar namun sangat menekan.
Tubuh Jacob meluncur maju seperti kilat yang membelah kegelapan, kakinya bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal di atas tanah yang membara. Ia mengayunkan pedangnya dengan teknik putaran udara yang menciptakan tekanan angin besar untuk membelah kobaran api yang menghalangi jalannya.
Prajurit zirah emas Scolar mempererat pegangan pada tameng mereka, bersiap menahan tabrakan dari pangeran yang mereka anggap sudah gila di tengah kepungan maut itu.
Jenderal musuh di atas tebing hanya tersenyum dingin sambil menunggu saat-saat kehancuran pasukan Helios di bawah sana.
"Tembakkan semua sisa minyak alkimia itu! Biarkan pangeran mereka mati dalam tarian api yang indah di lembah ini sebagai kado kematian bagi saudaranya!" teriak sang jenderal dengan penuh kepuasan.
Jacob melompat setinggi tiga meter ke arah tengah barisan tameng musuh. Pedangnya sudah terangkat tinggi untuk melakukan tebasan vertikal yang mematikan. Namun, secara tiba-tiba, gema kosong terdeteksi di bawah pijakan tameng emas itu, menampakkan parit besar yang dipenuhi dengan cairan asam hijau yang mendidih di bawah bayangan tameng.
{Tunggu, ini bukan parit biasa, ini adalah perangkap korosif yang sengaja disembunyikan di bawah lapisan tanah untuk menyambut pendaratanku!}
[Kondisi Kritis: Target berada dalam posisi jatuh bebas menuju cairan asam korosif. Kemungkinan kegagalan peralatan tempur: seratus persen.]
Pangeran muda itu hanya bisa menatap tajam ke arah cairan hijau yang bergejolak di bawahnya, sementara Natali melompat maju dengan tangan terulur lebar mencoba menangkap jubah Jacob sebelum tuannya itu tenggelam dalam kehancuran yang tak terelakkan.