NovelToon NovelToon
Diantara Ketulusan Dan Kekuasaan.

Diantara Ketulusan Dan Kekuasaan.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Office Romance / Komedi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Sheila Maharani hanya ingin hidup tenang sebagai karyawan baru yang kalem dan setia pada kekasihnya, Malik. Namun, impian itu hancur saat ia membuka pintu ruang CEO dan menemukan Jeremy Nasution—kakak tingkat masa kuliah yang dulu mengejarnya secara ugal-ugalan—kini menjadi bosnya.
Jeremy yang percaya diri maksimal (PD mampus) tidak membiarkan Sheila lari untuk kedua kalinya. Di antara tumpukan berkas properti dan aroma siomay kantin, Jeremy mulai menyusun strategi untuk merebut hati Sheila kembali.
Bisakah Sheila tetap profesional dan setia pada Malik, atau ia akan menyerah pada "perintah atasan" yang semakin hari semakin tidak masuk akal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Mobil SUV mewah Jeremy berhenti di depan sebuah restoran fine dining tersembunyi di daerah Menteng. Restoran itu bergaya kolonial dengan pilar-pilar putih besar dan pencahayaan temaram yang sangat romantis—jenis tempat yang biasanya digunakan untuk melamar kekasih, bukan untuk membahas draf anggaran proyek properti.

Jeremy turun dan membukakan pintu untuk Sheila dengan gerakan yang sok ksatria, namun Sheila keluar dengan wajah yang masih ditekuk masam. Begitu masuk, seorang pelayan berseragam rapi langsung menyambut mereka dan mengantar ke sebuah ruangan privat di lantai dua yang menghadap ke taman air mancur.

"Jeremy! Kita ngapain di sini sih?! Kayak orang mau kencan saja!" protes Sheila begitu pintu ruangan privat itu tertutup. Ia menghempaskan tasnya ke kursi beludru dengan kasar.

Jeremy melepas jasnya, menyampirkannya di sandaran kursi, lalu melonggarkan dasinya dengan gaya santai yang justru membuat Sheila makin gerah. "Ini namanya working dinner, Sheila. Di sini tenang, nggak ada gangguan Nilam atau karyawan lain yang hobi gosip."

"Tenang mata kamu! Ini tempat kencan, Jer!" Sheila berdiri, menengadahkan tangannya di depan dada Jeremy. "Mana HP aku? Ini kan sudah bukan jam kerja! Sudah jam empat lewat, tadi Bapak bilang jam empat kita keluar kantor, berarti sekarang hak asasi aku buat pegang ponsel sudah kembali!"

Jeremy merogoh saku celananya, mengeluarkan ponsel Sheila, namun ia tidak langsung memberikannya. Ia malah mengangkatnya tinggi-tinggi, memanfaatkan perbedaan tinggi badan mereka yang cukup jauh.

"Nanti, setelah makanan pembuka datang. Aku nggak mau kamu sibuk chatting sama si 'Jangkar Ketulusan' itu padahal aku ada di depan mata kamu," ucap Jeremy sambil tersenyum miring.

"Jeremy! Berhenti ngomongin yang nggak penting! Kok ada sih CEO modelan kayak kamu! Nggak profesional, kekanak-kanakan, dan hobi banget nyandera orang!" Sheila mendengus frustrasi, ia duduk kembali dan melipat tangan di dada.

Tak lama kemudian, pelayan masuk membawa hidangan utama yang sudah dipesan Jeremy sebelumnya tanpa bertanya pada Sheila: sepinggan besar King Crab dengan saus mentega bawang yang aromanya sangat menggoda.

Sheila melirik kepiting itu, lalu melirik Jeremy yang masih menatapnya dengan pandangan memuja yang menyebalkan. "Makan tuh kepiting biar nggak banyak omong!" celetuk Sheila sambil mendorong piring saus ke arah Jeremy dengan kasar.

Jeremy malah terkekeh, ia membelah cangkang kepiting itu dengan alat penjepit khusus dengan gerakan yang sangat mahir. "Ohh... jadi kamu nyuruh aku makan? Perhatian banget sih calon istri. Takut ya kalau suaminya kelaparan terus pingsan pas lagi rapat?"

Mendengar kata 'calon istri' dan 'suami' keluar dari mulut Jeremy untuk kesekian kalinya hari ini, kesabaran Sheila benar-benar habis. Secara refleks, tangannya meraih garpu perak di samping piringnya dan melemparkannya ke arah Jeremy.

TING!

Garpu itu tidak mengenai Jeremy—karena Jeremy dengan sigap menghindar—dan hanya mendarat di atas taplak meja putih yang mahal.

"Eh! Jangan gitu dong. Belum nikah kok sudah KDRT sama calon suami," goda Jeremy, matanya berkilat jenaka seolah-olah dilempar garpu adalah hal paling romantis yang pernah ia alami.

"Amit-amit aku nikah sama orang modelan kayak kamu, Jeremy Nasution! Lebih baik aku jomblo seumur hidup daripada harus dengerin kamu nambah-nambahin marga kamu di belakang namaku tiap lima menit!" Sheila berdiri, wajahnya merah padam karena marah sekaligus malu.

"Kenapa? Nasution itu marga yang terhormat, Shei. Dan itu bakal terdengar sangat cantik kalau bersanding dengan nama kamu. Sheila Maharani Nasution. Kedengarannya seperti nama ibu pejabat yang paling berpengaruh di Jakarta," Jeremy meletakkan potongan daging kepiting yang sudah bersih dari cangkang ke piring Sheila. "Makan. Kamu kalau lapar makin galak, makin pengen aku halalin secepatnya."

"Berhenti, Jer! Sumpah, berhenti!" Sheila menutup telinganya. "Aku punya Malik! Kamu tahu itu! Kita sudah bahas ini di Bogor, di mall, di depan pagar rumah aku. Kenapa kamu nggak bisa terima kenyataan kalau aku nggak mau sama kamu?"

Jeremy meletakkan alat penjepit kepitingnya. Ekspresi tengilnya mendadak hilang, digantikan oleh tatapan yang sangat dalam dan serius—tatapan yang dulu sering Sheila lihat saat mereka masih kuliah dan Jeremy sedang berusaha mendapatkan perhatiannya.

"Karena Malik nggak bisa jagain kamu kayak aku jagain kamu, Shei," ucap Jeremy lirih. "Malik mungkin kasih kamu ketulusan, tapi di dunia yang keras ini, ketulusan saja nggak cukup buat bayar penalti kontrak kamu. Ketulusan nggak bisa kasih kamu posisi aman di perusahaan ini. Aku punya segalanya buat bikin hidup kamu mudah, kenapa kamu pilih jalan yang susah?"

"Karena jalan yang susah itu ada cintanya, Jer! Sedangkan jalan yang kamu kasih itu cuma ada paksaan dan denda!" balas Sheila telak.

Suasana ruangan privat itu mendadak menjadi sangat kaku. Jeremy terdiam, ia menatap daging kepiting di piringnya yang mulai mendingin. Ia kemudian merogoh saku jasnya, mengeluarkan ponsel Sheila, dan meletakkannya di atas meja, menggesernya perlahan ke arah Sheila.

"Ambil. Hubungi dia kalau itu memang bikin kamu tenang," kata Jeremy dengan suara datar.

Sheila segera menyambar ponselnya. Ia menyalakannya dengan tangan gemetar. Begitu layar menyala, ada puluhan panggilan tak terjawab dari Malik dan pesan yang masuk bertubi-tubi.

"Sayang, kamu di mana? Aku di depan kantor tapi kata satpam kamu sudah pergi sama Pak Jeremy."

"Shei, angkat telepon aku. Aku khawatir."

"Aku tunggu di depan rumah kamu ya."

Hati Sheila mencelos. Ia merasa sangat bersalah. Ia segera mengetik pesan balasan.

"Malik, maaf banget. HP aku tadi disita. Aku lagi ada urusan kerjaan mendadak, sebentar lagi aku pulang. Jangan tunggu di depan rumah ya, nanti masuk angin. Aku sayang kamu."

Jeremy memerhatikan setiap perubahan ekspresi di wajah Sheila saat gadis itu berkirim pesan dengan Malik. Ada rasa perih yang nyata di dadanya, namun ego Nasution-nya menolak untuk menyerah.

"Sudah selesai?" tanya Jeremy dingin setelah beberapa menit.

"Sudah. Aku mau pulang sekarang," Sheila berdiri dan menyampirkan tasnya.

"Habiskan dulu makanan kamu. Aku nggak mau asistenku pingsan besok pagi dan bikin jadwal rapat berantakan," perintah Jeremy, kembali ke mode bos yang otoriter meskipun matanya masih memancarkan luka.

Sheila kembali duduk dengan terpaksa. Ia makan dengan cepat, tidak memedulikan rasa makanan mewah itu lagi. Pikirannya hanya satu: ingin cepat sampai di pelukan Malik dan menjauh dari magnet posesif bernama Jeremy ini.

"Jer," panggil Sheila setelah beberapa saat.

"Ya?"

"Sampai kapan kamu mau begini? Pakai kontrak buat nahan aku?"

Jeremy menatap langit-langit ruangan sejenak, lalu kembali menatap Sheila dengan senyum misterius. "Sampai kamu sadar kalau tempat terbaik kamu itu memang di sini, di samping aku. Entah itu sebagai asisten, atau sebagai nyonya Nasution."

Sheila mendengus, ia tidak mau membalas lagi. Ia tahu, berdebat dengan Jeremy sama saja dengan mencoba menghentikan badai dengan tangan kosong.

1
putmelyana
next Thor ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!