NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.

Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.

Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.

Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"

Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 Membutuhkan.

Langkah Alea terus berlari pergi dari tempat tersebut dengan membawa rasa sakit hati dan kekecewaannya atas perselingkuhan suaminya.

Alea benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya, beberapa orang yang dia tabrak, air matanya sejak tadi tidak berhenti keluar. Alea sampai tidak bisa bertindak apapun atau langsung menggerebek suaminya itu.

Tetapi entah mengapa ada yang memilih lebih baik mundur. Entah perasaan seperti apa yang saat ini menyelimuti dirimu. Alea sebenarnya tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Alea hanya membawa luka dengan pengkhianatan suaminya itu atas perselingkuhan.

Semua pembicaraan Dharma bersama dengan Monica terus saja terngiang di dalam benak pikirannya, Dharma tidak mencintainya melainkan hanya memanfaatkannya untuk mendapatkan keturunan.

Dharma tidak menyentuhnya bukan hanya karena alasan mandul, tetapi karena memiliki kesepakatan dengan Monica, kecemburuan Monica yang tidak ingin Dharma bermesraan dengan istrinya.

Ditengah Alea berlari tiba-tiba saja hujan deras turun seolah-olah ikut menyertai kesedihan hatinya. Alea tidak mencari tempat perlindungan terus berlari di bawah guyuran hujan, sampai langkahnya tidak dapat dikendalikan membuat Alea terjatuh dengan kedua lututnya menyentuh aspal.

"Aaaaaaaaa!" Alea berteriak dengan sekuat tenaganya dengan bayangan percintaan suaminya bersama dengan Monica di atas ranjang yang disaksikan kedua bola mata yang saat ini terus mengeluarkan air mata.

Alea mungkin saat ini melupakan bahwa dia sedang mengandung. Ada bayi kecil yang harus dia jaga.

******

Sesampainya di Apartemen Alea masih dipenuhi dengan kesedihan, tubuhnya tampak menggigil yang sejak tadi dia peluk terduduk di sudut ranjang. Pakaian yang dia gunakan masih basah.

Ponselnya menyala yang berada di dekatnya memperlihatkan bagaimana foto pernikahannya bersama dengan Dharma. Rasa sakit hatinya seolah-olah tidak bisa terbayarkan dengan apapun.

Alea sudah banyak mengalah pada pernikahannya dan ternyata dia harus mendapatkan penghianatan yang besar.

Dratt-dratt-dratt.

Ponsel itu tiba-tiba saja menyala, matanya yang kosong menatap layar ponsel tersebut yang tertuliskan nama Raidan. Alea mengabaikan panggilan telepon yang sejak tadi tidak berhenti.

Mungkin bagi Alea tidak saatnya untuk berbicara, dia butuh banyak waktu untuk menenangkan diri, mengerti dengan situasi yang dia hadapi saat ini.

Tinnong, tinnong, tinnong.

Hanya selang beberapa detik suara bel kamar hotelnya terdengar. Lagi dan lagi Alea tidak berniat untuk bergerak dan bahkan menutup telinganya tidak ingin mendengar apapun.

Suara bel itu terus saja terdengar, sungguh sangat mengganggu dalam situasi seperti ini seharusnya ada ketenangan untuk tidak.

"Hentikan!" Alea berteriak sekencang mungkin seolah-olah marah dengan siapapun yang mengganggunya saat ini.

Sampai beberapa detik kemudian pintu hotel tersebut terbuka. Kepala Alea terangkat melihat orang yang berdiri di depan pintu hotel itu tak lain adalah Raidan.

"Raidan...." lirih Alea.

Raidan berdiri tegap dengan nafas naik turun, wajah tampan itu terlihat khawatir dan seolah-olah terluka melihat Alea seperti buka dirinya. Raidan bahkan melihat pisau di ujung ranjang, entahlah apakah Alea sebelumnya memiliki niat untuk mengakhiri hidupnya.

Raidan tidak berkata apapun menghampiri Alea dan langsung memeluknya, Raidan merasakan tubuh bergetar Alea seolah-olah tahu apa yang dialami Alea saat ini.

Alea merasa nyaman di dalam pelukan itu dengan memejamkan mata. Mungkin saat ini dia memang butuh seseorang untuk menenangkan dirinya, menenangkan pikirannya dan bagaimana perasaannya saat ini yang penuh dengan luka.

Kondisi Alea masih belum stabil, tidak bisa mengendalikan diri dan untung saja Raidan menemaninya. Sampai akhirnya Alea saat ini duduk pinggir ranjang dengan Raidan di hadapannya.

Raidan membantu Alea untuk mengganti pakaiannya. Alea sejak tadi hanya diam mematung, membiarkan bagaimana laki-laki itu melepas pakaiannya yang begitu dingin dan kemudian menggantinya.

Tubuh polos yang terlihat itu mungkin tidak perlu lagi untuk ditutupi karena Raidan sebelumnya sudah melihatnya berkali-kali.

Setelah pakaian itu terganti dalam suasana hening, Raidan berjongkok di hadapan Alea dengan memegang kedua pipi Alea. Mata Alea melihat ke arah Raidan. Raidan menatap tatapan mata yang sayu itu.

"Semua akan baik-baik saja. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun," ucap Raidan.

"Jangan pernah pergi dariku. Aku takut sendirian," ucap Alea dengan suara lembut bahkan suara pelan itu hampir tidak terdengar.

Raidan menganggukkan kepala dan merasa lega akhirnya Alea bisa berbicara juga.

"Aku tidak akan pergi kemanapun, aku mengerti saat ini apa yang kamu rasakan, aku tidak mungkin meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini. Kamu harus istirahat dan tenangkan pikiran kamu, aku akan terus tetap berada di sini," ucap Raidan begitu berusaha memberikan semangat Alea membuat air mata Alea menetes.

Raidan tidak menunggu lama dengan langsung mengusap air mata itu.

Kemudian Raidan langsung membawa Alea ke dalam pelukannya, memberikan pelukan yang paling hangat untuk Alea agar bisa tenang.

Raidan juga membantu Alea untuk membaringkan diri di atas tempat tidur. Posisi Alea berbaring miring dengan diselimuti oleh Raidan. Raidan menepati janjinya tidak meninggalkan Alea.

Raidan memeluk Alea dari belakang, memberikan kenyamanan pada tubuh lemah itu. Alea diam dalam pelukan itu, merasakan kehangatan dan perlahan memejamkan matanya.

Dengan keberadaan Raidan di sisinya cukup membuatnya tenang dan pikirannya perlahan mulai melupakan apa yang telah dia lihat.

Jika Alea benar-benar hancur dan saat ini kondisinya ditangani oleh Raidan. Maka Dharma sudah selesai melakukan percintaan panas itu dengan kekasih gelapnya duduk di sofa sembari merokok dan sementara Monica menarik selimut saat menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang untuk menutupi tubuh polosnya itu.

"Kamu belum kembali ke Indonesia?" tanya Monica.

"Kenapa sayang? Kamu sudah bosan melihatku berada di sini?" tanya Dharma.

"Tidak begitu, bagaimana jika istrimu mencurigaimu dan mengetahui bahwa kamu tidak di Amerika dan melainkan di Singapura?" tanya Monica.

"Alea tidak mungkin tahu, Alea bukan wanita yang sedikit-sedikit harus curiga, aku cukup berpamitan padanya dan sisanya Alea tidak perlu tahu akan apapun, dia juga sudah mengerti dan tidak akan mencari tahu apapun itu," ucap Raidan.

"Kamu yakin, Alea tidak akan curiga jika kamu berselingkuh denganku?" tanya Monica.

"Sayang kamu seperti ingin sekali, jika Alea harus mengetahui bahwa kamu berselingkuh?" tanya Raidan.

"Tidak juga, aku sebenarnya tidak terlalu peduli, Alea mengetahui hubungan kita atau tidak," jawab Monica.

"Tetapi bukankah jika dia mengetahui bahwa kita berdua memiliki hubungan spesial di saat dia sedang hamil saat ini, itu akan menjadi masalah besar dan apalagi anak yang dia kandung bukan anak kamu dan apa kamu tidak pernah berpikiran bagaimana jika Alea bersama dengan Raidan pada akhirnya sama-sama nyaman dan memiliki hubungan spesial tanpa sepengetahuan kamu," ucap Monica tiba-tiba saja mengompori Dharma.

"Tidak mungkin mereka memiliki hubungan spesial dan jika itu sampai terjadi maka mereka berdua harus siap mendapatkan resikonya. Hubungan mereka berdua hanya sebatas penyalur dan memproduksi untuk menghasilkan keturunan untuk kedua orang tua ku," ucap Dharma penuh dengan penekanan.

"Ya semoga saja apa yang aku khawatirkan tidak terjadi dan sebaiknya kamu kembalilah ke Indonesia, karena kamu terlalu lama di sini dan lama kelamaan seorang istri bisa merasa jenuh dan dari kejenuhan itu bisa menimbulkan kecurigaan," ucap Monica memberi saran Dharma.

"Aku akan memikirkannya nanti," sahut Dharma terlihat begitu santai dan masih menghisap rokoknya.

Bersambung.....

1
Dew666
💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
Dew666
👄👄
Dew666
💃💃💃
Dew666
💜💜💜
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!