NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 13

"Bagaimana Bu Bidan? Apa istri saya benar-benar hamil?" tanya Fathur saat mereka berada di ruangan bidan.

"Alhamdulillah, Bu Arumi sedang hamil, enam Minggu. Masih sangat muda dan rawan, tolong dijaga kehamilannya. Apalagi sebelumnya Bu Arumi sudah pernah keguguran. Emosi ibunya juga harus dijaga ya," ujar Bidan membaut Fathur mengangguk sambil tersenyum bahagia.

"Jangan terlalu lelah jangan terlalu stress. Karena jika ibu yang sedang hamil terlalu banyak pikiran akan terasa juga pada janinnya. Ini saya berikan obat mual dan juga vitamin untuk ibunya. Ayahnya yang merasa mual bisa juga diminum obat mualnya!"

"iya Bu bidan, terima kasih!" Fathur sangat bersemangat dan juga terlihat bahagia dengan kabar kehamilan Arumi.

"Kamu mau jajan apa, Dek?" tanya Fathur saat mereka pulang dari rumah bidan.

"Aku masih kenyang Mas, apalagi di rumah juga ada banyak kue yang aku bawa dari rumah Bu Viona. Kuenya juga enak-enak, Sayang kalau tidak dimakan nantinya mubazir," jawab Arumi.

"Ya sudah kalau begitu kita langsung ke rumah Ibu saja. Nanti kamu di sana jangan mengerjakan apapun, biar nanti aku yang bilang kepada ibu!" Fathur meyakinkan istrinya.

Walau rasanya enggan sekali pergi ke rumah sang mertua, akhirnya Arumi setuju untuk pergi ke rumah Bu Sri. Entah ada apa, dia yakin jika ibu mertuanya mengundang ke sana pasti ada sesuatu.

"Mobil siapa itu Mas? sepertinya itu bukan mobil milik Mbak Hani! Apa mungkin itu mobil Dona yang Ibu katakan kemarin? Kamu saja yang masuk Mas, aku pulang lagi saja. Yang dibutuhkan dan diminta datang ke sini adalah kamu bukan aku! Kamu dengar sendiri, itu suara Dona dan ibu kan?" ujar Rumi turun dari motor suaminya dan memilih pergi.

"Tunggu, Dek! Kita pulang bersama!" ujar Fathur menahan tangan istrinya.

"Kamu yakin nggak mau masuk ke rumah ibu? di sana ada Dona mantan kekasihmu? Bukannya dia mantan terindahmu ya? Kalau kamu mau kembali sama Dona juga tidak apa-apa, tapi tolong ceraikan aku dulu! Aku akan pulang ke kampung saja, hidup tenang di sana bersama anak kita!" ujar Rumi menahan air mata dan tersenyum getir.

Ibu mertuanya ternyata tidak main-main dengan ucapannya kemarin. Dia benar-benar menghadirkan Dona di dalam rumah tangganya. Dia bukanlah menantu yang diinginkan oleh ibu mertuanya. Kalaupun anak yang dalam kandungannya lahir, dia hanya akan mendapatkan cibiran dan juga makian seperti yang dia rasakan sekarang. Lebih baik dia pergi jika memang suaminya memilih kembali bersama wanita di masa lalunya.

"Naik dek, jangan pernah berpikir dan berbicara macam-macam! Yang istrinya Mas itu adalah kamu, yang mas cintai juga kamu. istri Mas bukan orang lain! Ayo kita pulang!" Ajak Fathur.

Dia teringat dengan ucapan bidan tadi, jika istrinya tidak boleh stress karena akan mengganggu kandungannya. Apalagi kandungan Romi masih sangat muda. Dan rentan keguguran, dia tidak ingin kehilangan calon bayinya ataupun Rumi.

Rumi dan Fathur akhirnya pulang kembali ke rumah. Walau ponsel Fathur terus berbunyi, Siapa lagi yang menghubungi kalau bukan Bu Sri. Rumi lebih memilih tak peduli, dia masuk ke dalam kamar. Fathur menyusul karena menyadari istrinya sedang dalam mode cemburu.

"Iya Bu ..." Fathur menerima telepon dari ibunya sambil memeluk pinggang Arumi dari belakang.

"Kenapa kamu belum datang juga? Cepat kesini dan suruh juga si Rumi datang ke sini untuk beres-beres di dapur! Ibu kedatangan tamu yang membawa banyak makanan enak dari restoran mahal!" suara nyaring Bu Sri terdengar dengan jelas.

"Maaf Bu, setelah melihat tamu yang datang ke rumah Ibu Fathur kembali lagi pulang ke rumah bersama dengan Rumi. kenapa ibu membawa Dona ke dalam pernikahan Fathur dan Rumi?" jawab Fathur.

"oh jadi wanita kampung tak berguna itu yang meminta kamu kembali ke rumah? Bilang padanya! Sampai kapanpun Ibu tidak akan pernah merestui pernikahan kalian. Ibu mau kamu menceraikan dia dan menikah dengan Dona! Bukannya kamu juga sangat mencintai Dona? Sekarang waktunya sudah tiba, menikahlah dengan Dona! Maka kehidupan kamu juga akan lebih baik. Tidak menjadi gembel seperti itu Bahkan kamu juga tidak terurus!" Bu Sri benar-benar mulutnya minta di geplak dengan parutan kelapa.

"Tapi menantu yang tak berguna inilah yang selalu Ibu jadikan babu gratisan! Menantu tidak berguna inilah yang selalu berbagi nafkah dari suaminya untuk ibu! Tolong jangan menjadi Ibu yang Nurjanah! Apa Ibu tidak takut azab datang padamu atau karma yang akan menimpa kepada Elisa? Ibu punya anak perempuan, jangan sampai nasibnya sama sepertiku!" ujar Rumi benar-benar tak habis fikir dengan ucapan mertuanya.

"heh! Jangan samakan hidupmu dengan hidup Elisa! Dia tidak akan pernah hidup miskin sepertimu! karena dia akan menikah dengan anak orang kaya!" emosi Bu Sri di sebrang sana.

"Seharusnya aku juga bisa hidup lebih baik dan tidak miskin seperti ini. Jika saja suamiku tidak pernah membagi nafkah untukku denganmu, Bu! Seperti dua anak kebanggaan ibu yang tidak pernah memberikan uang sepeserpun kepadamu kan? Bahkan dia saja sudah berdosa karena lebih mementingkan ibunya dibanding istrinya! Sedangkan tanggung jawab dia lebih besar kepadaku dibanding kepadamu!"

"Seharusnya aku panggil ustadz untuk meruqyah kalian berdua! Anak laki-laki boleh berbakti kepada ibunya! Namun dia juga jangan lupa dengan kewajibannya yang lebih utama setelah berkeluarga! Pemikiran yang Ibu berikan kepada anak laki-lakinya salah kaprah! eh aku lupa, ucapan Ibu hanya berlaku kepada Mas Fatur! Sedangkan dua anak Ibu tidak pernah Ibu mintai uang bulanan! Apalagi sampai setengahnya! Bisa mencak-mencak dua menantu kesayanganmu!" Rumi juga tak bisa menahan emosinya.

Dia bahkan sedari tadi menatap tajam ke arah sang suami yang hanya diam saja mendengar istrinya emosi. Arumi bahkan mematikan ponsel suaminya saat masih terdengar suara mertuanya mencak-mencak di sebrang sana.

"Sana kalau kamu mau menuruti keinginan ibumu! Lebih baik jangan menjadi suamiku lagi kalau kamu selalu lebih memilih ibumu, mas! Aku capek! Aku capek dengan ucapan menyakitkan ibumu dan kamu hanya bisa diam saja! Aku jadi meragukan cintamu padaku, Mas!"

"Aku tahu kalau aku orang miskin yang bahkan kata ibumu sangat beruntung menikah dengan kamu. Tapi kamu jangan lupa, sebelum kamu melamarku, ada banyak pria yang juga ingin meminangku! Gini-gini juga aku masih laku kalau jadi Janda!" Kesal Rumi kepada suaminya yang selalu diam dan diam.

"Dek! Kenapa kamu malah ngomong begitu! Tidak ada! Kamu dan aku tidak akan pernah berpisah, nggak usah mikir macam-macam dan juga marah-marah terus. Nanti anak kita ikut pusing di dalam sini!" Fathur malah takut sendiri dengan ucapan Rumi.

Sejujurnya memang karena Rumi itu memang cantik, bahkan jauh lebih cantik dari Dona. Dulu dia juga punya banyak saingan saat mendekati Rumi. Rumi juga nggak miskin-miskin amat seperti yang di katakan Bu Sri. Neneknya punya beberapa petak sawah di kampung. Makanya Fathur sangat takut kehilangan Rumi dan selalu menolak saat Rumi mengatakan ingin bekerja kembali seperti sebelum mereka menikah.

1
Lovita BM
pada seneng banget tuh para cecunguk² Fatur bentak Rumi, krn takut kebongkar drama patungan 2jt,
lihat selanjutnya ....
Dew666
☀️☀️☀️
gina altira
Fathur masih belum tegas,
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
yayaya.. terus aja begitu, sampe arumi lelah dan menyerah
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
Naah kan...SM othor si paktur diganti ke setelan awal LG.. wadidaaaaow 👻👻👻👻👻👻🤣🤣🤣🤣
Arin
Nah.... kalau sampai Fathur kebawa drama mereka, berarti bagus..... rencana mereka berhasil. Karena sudah membuat Fathur percaya dengan rencana licik mereka. Gitu aja kok ya gak bisa kasih pembelaan to Fathur..... Itu kakak-kakakmu kenapa gak suruh andil dalam pemberian jatah ibu dan Elisa. Kenapa dirimu dan Rumi aja yang di rong-rong duit dan tenaganya
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪: biariin kak, biar othornya seneng bisa misahin fathur dan arumi 😂😂
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kocak ngapain buang duit buat nyewa hal gk penting.. mending patungan buat ngidupin mertua kalian ooii
Muft Smoker
rencana adalah doa ,,
rencana pura2 sakit akhir ny sakit beneran ,, fathur yg kecewa krn di bohongi dg alasan sakit ,, jd gx percaya ( semoga ) dsaat ibu ny sakit beneran ,, gmna tuuuh rasa ny bu sriii Dan kawan2 ,, 😒😒😒😒
punya rencana koq dangkal ,,
semoga rencana mereka gagal total ,, biarin tu si Dona Dan menantu bu Sri yg lain jd babu dadakan ,,
Dan Elisa yg tau rencana ini bisa kasih tau fathur ,,
biar fathur gx ke jebak ,,
gina altira
kapan keluarga ini dapet ganjarannya
nely_48
semoga sakit parah beneran ga sih bu sri itu, biar ga bs ngomong apalagi memaki n berteriak pd rumi,, jahit az mulut bu Sri sekakian🤭🤭
Arin
Ngomong in orang egois, helow..... pada gak merasa ya.... Kalau kalian juga lebih egois dari Fathur dan Rumi
Arin: Betul
total 2 replies
nely_48
semoga hana susah melahirkan bayi na biar habis harta yg d bangga² oleh nya itu,, biar merasakan miskin spt yg rumi rasakan sll d hina n d rendahkan krn miskin,,, muak sangat dgn drama sri family ini 💣💣
Muft Smoker
bu srii gx sadar ,, klo dy udh buang berlian kayak rumii yg rela ngelakuin ap aja buat keluarga mereka ,, uang gaji d bagi 2 , jd pembntu dadakan , penampung cacian dn makian ,, tp liat 2 menantu yg kta ny pengertian ,, semua tggal beres , tinggal makan tanpa harus pusing beres2 rumah dn membagi gaji mereka ,, tp ttap aj manusia gx da puas ny ,, sama Kyak bu srii ,,
nnti penyesalan akn tiba tempat pda waktu ny ,, disaat semua terjadii mungkin Rumi udh pergiii atau udh menjadi sosok yg gx mereka kiraa sebelum ny ,, 😒😒😒😒
Anonim
bunuh
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kira2 di bab BRP Thor si rumi hidup tenang dan diatas angin dan para kuman bakteri Uda PD keok?? 🤣🤣🤣
Arin
Perempuan kampung yang lebih bermartabat dari pada menantu kaya, tapi pelit bin pedit perhitungan dalam soal keuangan dan tenaga.
gina altira
kumpulan orang ga tau malu
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
jiwa merintahnya kntel bgt ya, cocoknya jd orang kaya.. 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kok sekarang berani nyuruh2 ,emang anakmu udH mau nikah sama anaknya siti?
nely_48
jalani nikmati n syukuri az dl yg sedang d lalui y rumi,, blm tentu idup pageto s mak Lampir beneran datang merusak rmh tangga mu,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!