NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Pesona Istri Galak

Transmigrasi: Pesona Istri Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Aliansi Pernikahan
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Yvaine, ratu es yang legendaris di pasukan khusus, mengalami pengkhianatan dalam misinya. Dua tembakan menghantam tubuhnya, dan dia jatuh tak bernyawa di tempat.

Namun, ketika Yvaine membuka matanya lagi, dunia telah berubah. Kini dia menjadi nyonya rumah dari keluarga besar yang menyepelekan dirinya, seorang istri yang marah tapi diabaikan suaminya, dan seorang ibu yang anaknya juga tak pernah memperhatikannya.

“Kalau aku tidak salah, kita sudah bercerai. Sekarang kamu malah masuk ke rumahku, mantanku tercinta,” suara dingin sang mantan terdengar.

Yvaine mengangkat dagu, duduk di ujung sofa dengan kaki terlipat, menebarkan aura sombong yang tak terbantahkan. “Kalau begitu… kita bisa menikah lagi,” ujarnya dengan tenang tapi penuh tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Setelah selesai menelepon, Yvaine duduk santai sambil makan buah bersama Joy, namun tak lama, perhatiannya tertarik pada kepala pelayan tua di kejauhan.

Pria itu sedang berbicara di telepon dengan ekspresi yang serius bahkan semakin lama ia terlihat semakin tegang.

Yvaine mengerutkan kening lalu berdiri, ia melangkah tenang, namun tegas.

Sebelum kepala pelayan sempat menyadari kehadirannya, ponsel di tangannya sudah berpindah.

“Nyonya..”

“Ssst.”

Yvaine mengangkat satu jari, menyuruhnya diam, lalu ia berbicara ke telepon.

“Tobias?”

Di seberang sana, suara itu terhenti sejenak.

“Kamu?”

Yvaine tersenyum tipis. “Apa? Tidak bisa mengenali suara istrimu sendiri?”

Di seberang sana Tobias tidak menjawabnya, namun Yvaine bisa membayangkan wajah pria itu yang berubah menjadi dingin dan kesal.

Setelah beberapa saat, Tobias akhirnya berkata, “Aku dengar kamu ingin bertemu.”

Nada suaranya datar, tapi penuh ketidaksenangan, berbeda dengan Yvaine yang tidak terpengaruh akan hal itu.

“Kita pernah menikah,” jawab Yvaine dengan santai. “Tidak berlebihan kan kalau aku ingin bertemu sekali lagi sebelum bercerai?”

“Tidak perlu.” Jawaban Tobias singkat.

Mendengar itu justru membuat Yvaine tersenyum.

“Benarkah?” katanya ringan. “Perjanjian perceraian itu masih di tanganku. Bukankah kamu bilang akan mengabulkan semua permintaanku?”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada sedikit menekan.

“Bertemu sekali saja.. tidak seberapa dibandingkan permintaanku sebelumnya, kan?”

Ada hening lagi, kemudian beberapa detik kemudian pria itu menjawab, “Kita bertemu di Direct Sun Cafe sore ini.”

Nada suaranya tajam. “Itu permintaan terakhirmu. Jangan uji kesabaranku.”

Namun Yvaine hanya mencibir, “Jangan uji kesabaranku juga,” balasnya. “Setengah jam lagi. Datang atau tidak, terserah kamu.”

Tanpa menunggu jawaban, Yvaine segera menutup telepon.

Di sisi lain, Tobias menatap layar ponselnya dengan raut ekspresi yang dingin sedikit berubah.

'Wanita itu berani sekali!'

Di ruangan itu, Sofia yang sedang minum sup hanya bisa menghela napas.

Ia tersenyum samar karna merasa bahwa tontonannya sekarang menjadi lebih menarik daripada pergi mengecek kandungannya.

Sementara itu, kepala pelayan tua hampir pingsan melihat kejadian tadi.

Ia tak percaya bahwa Yvaine benar-benar telepon tuan muda secara sepihak, terlebih lagi Yvaine melakukannya tanpa ragu.

Yvaine yang telah mengembalikan ponsel kepala pelayan akhirnya kembali pada Joy dan mencium anak itu dengan lembut.

“Mommy harus keluar sebentar,” katanya. “Tunggu di rumah, ya. Nanti sore Mommy akan jemput kamu ke rumah baru kita.”

Joy mengangguk, namun sebelum Yvaine pergi, ia menarik ujung bajunya.

“Kamu harus cepat pulang, Mom..”

Yvaine tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya, ia kemudian berdiri, lalu menatap kepala pelayan seolah memberi kode bahwa dirinya butuh kendaraan untuk pergi.

“Saya sudah siapkan mobil, Nyonya,” kata pria itu cepat.

Yvaine mengangguk, dalam hatinya, ia mengakui bahwa kepala pelayan adalah orang yang cukup cekatan.

Ia mengambil dokumen perceraian, lalu berjalan keluar.

Di dalam mobil, Yvaine duduk dengan santai, matanya menatap ke luar jendela, lalu ia mengambil ponselnya, tangannya dengan cepat mengirim sebuah pesan singkat sambil tersenyum.

***

Sementara itu, di sudut area parkir yang agak tersembunyi di samping kafe, seorang pria berdiri bersandar santai pada mobil sport hitamnya.

Louis sudah menunggu cukup lama, tetapi raut wajahnya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kesabaran yang menipis. Sebaliknya, dia tampak santai, bahkan terlalu santai, seolah menunggu seseorang hanyalah bagian dari rutinitas hiburannya.

Jari-jarinya memainkan kunci mobil, sementara matanya sesekali melirik ke arah pintu masuk parkiran. Namun, ketika sebuah limusin panjang berhenti dengan elegan tidak jauh darinya, perhatian Louis langsung tersedot sepenuhnya.

Pintu mobil itu terbuka perlahan, dari sana turun seorang wanita yang memakai gaun merah cerah dan langsung mencuri perhatiannya.

Siluet tubuhnya ramping, anggun, tetapi juga memancarkan aura menggoda yang sulit diabaikan. Rambut panjangnya tergerai, tertiup angin dengan sempurna, seolah-olah bahkan angin pun berpihak padanya.

Louis membeku sejenak lalu, tanpa sadar, ia bersiul pelan.

“Wah.. menarik,” gumamnya, senyum nakal langsung terukir di wajahnya.

Matanya berbinar, jelas terpikat. Terlebih lagi saat wanita itu justru berjalan lurus ke arahnya, langkahnya mantap, penuh percaya diri, tanpa sedikit pun keraguan.

Senyum Louis semakin melebar.

Dia merapikan jaketnya sedikit, lalu berdiri lebih tegap, bersiap memainkan peran sebagai pria menawan seperti biasanya.

Begitu wanita itu mendekat, Louis langsung membuka mulutnya dengan nada ringan dan menggoda, “Nona cantik, apakah Anda tersesat atau..”

Belum sempat kalimatnya selesai, sebuah tas tangan melayang dan buk!

Tas itu menghantam dadanya dengan cukup keras.

“Ugh!”

Louis tersentak, tubuhnya terdorong mundur satu langkah. Dia hampir kehilangan keseimbangan, tetapi berhasil menahan dirinya sebelum benar-benar jatuh. Namun sebelum ia sempat bereaksi lebih jauh, wanita itu sudah mencengkeram kerah bajunya.

Gerakan itu cepat, bahkan terlalu cepat untuk seorang wanita biasa.

Louis yang menyadari itu akhirnya tertegun.

Dari jarak sedekat ini, ia akhirnya melihat wajah wanita itu dengan jelas tapi dia yakin bahwa dia tidak mengenalnya.

Namun anehnya, ekspresi wanita itu yang tersenyum tipis, dengan sorot mata yang tajam dan penuh permainan telah membuat bulu kuduknya meremang.

Seolah-olah dia sedang berhadapan dengan seseorang yang sangat berbahaya yang sangat ia kenal.

Louis menelan ludah.

“Kak... Yvaine?” tanyanya ragu, hampir tidak yakin dengan kata-katanya sendiri.

Wanita itu mengangkat alis sedikit, lalu tersenyum santai sebelum melepaskan kerah bajunya.

“Syukurlah,” jawabnya ringan, “ternyata kemampuan penilaianmu belum sepenuhnya rusak.”

Dia kemudian merapikan rambutnya yang sedikit berantakan akibat angin, sikapnya kembali anggun seolah insiden barusan tidak pernah terjadi.

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
yah terus menggali kisah mantanmu talitobiss
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
lain kali bagi sekalian dengan tendangan maut
Uthie
Lanjut 👍😆
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kalau tolitabiss tu tak mengalah dengan anak dia urmm tak tahu la
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
Lynn_: Iya.. makasih sudah mendukung🙏😇
total 1 replies
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut thor, dan semangat 💪
BONBON: serigala kah itu awokawok 🤣
total 1 replies
Uthie
Belum tau mereka Vaine yg baru sekarang 😏😏
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
yang "mengintai" menjadi banyak!!! seru
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
Uthie
dasar wanita licik 😡
Nurmalasari
Luar biasa
Uthie
Wahhhh.. ada pemeran yg lainnya juga niii 😏
Uthie
keren gan 👍👍👍🤩😁
Uthie
Lanjutttt Vain👍😂
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
fayya_naz
suka karakter wanita nya sat set ga menye2
cerita nya bagus
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
lalalala🎼🎼🎶lalalala🎼🎶🎶🎼
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
Anita Rahayu
ayo gampar an tendang pasangan laknatnya kalau bisa bonyok tuh muka medusa biar dtg anaknya dan merasakan sendiri rasanya arti di siksa thor🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠
Uthie
Bagussss... kuliti terus orang-orang pengkhianat macam mereka 👍👍👍😡😡

seruuuuu 👍😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!