Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.
namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.
bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
sudah hampir satu minggu hubungan segar dan Rangga terasa hampa.
Kedua orang itu berada dalam satu rumah namun seperti orang asing yang tidak saling mengenal.
"mas, boleh aku bicara sebentar? "
Sekar tiba-tiba saja datang menghampiri Rangga Yang tengah duduk di ruang tengah sembari membaca buku audit restoran.
Rangga menoleh sebentar ke arah sang istri kemudian meletakkan buku itu di meja.
" Apa yang ingin kau bicarakan? " tanya laki-laki itu dengan nada suara dingin. " kalau ini mengenai penolakanmu tentang pernikahanku dengan Rinjani, maka Simpan saja penolakanmu itu karena sampai kapanpun, aku tetap akan menikahinya. "
tepat setelah kalimat itu meluncur dari mulut Rangga, Satu Tetes air mata jatuh membasahi wajah cantik milik Sekar.
Namun dengan segera diusap oleh perempuan itu sendiri.
" kalau itu emang mau kamu, silakan menikah lagi tapi tolong lepaskan aku dulu. " ucap Sekar dengan nada suara tenang.
Suasana tampak hening untuk beberapa saat sebelum akhirnya Rangga menatap tepat mata sang istri yang tampak rapuh dan penuh luka.
" Kamu yakin mau lepas dari aku? " tanya laki-laki itu dengan tatapan penuh cemoohan, " Apakah kamu yakin ada laki-laki yang mau menikahimu sementara kamu adalah perempuan mandul? "
Sekar menekan dadanya yang terasa nyeri setelah mendengar penuturan menyakitkan yang dilontarkan oleh suaminya.
Namun sekuat tenaga perempuan itu mencoba untuk tegar dengan menghela nafas berkali-kali.
" aku yakin, Aku tidak mau dimadu. jadi daripada aku menahan sakit terlalu lama Lebih baik aku melepaskan diri. " Sekar berkata dengan nada suara tenang dan wajah nyaris tanpa ekspresi.
" Baiklah kalau begitu, aku akan kabulkan semua permintaanmu. " sahut Rangga pada akhirnya, " Tapi satu hal yang harus kamu tahu Dan kamu ingat, Jangan pernah menyesal Jika kamu sudah terlepas dari keluargaku. karena di luaran sana banyak orang-orang yang lebih kejam dari keluargaku. "
"baik, Mas! " Sekar mengangguk patuh.
Tak lama perempuan itu segera menyeret langkah kakinya untuk menuju kamar untuk membereskan barang-barangnya.
Sekarang, Sekar harus mencari tempat tinggal karena tidak mungkin mereka berada dalam satu atap.
Setelah beberapa saat berada di dalam kamar Sekar pada akhirnya keluar dengan membawa tas kecil yang berisi beberapa pakaian.
Saat berada di ruang tengah Sekar sedikit terkejut saat mendapati keluarga suaminya sudah berada di sana.
" dasar wanita tidak diuntung, Kamu pikir kamu bisa hidup tanpa keluarga kami? Saya jamin suatu saat nanti kamu akan datang ke sini dan bersujud di kaki Putraku untuk meminta kembali! " Bu Risty berkata dengan nada suara tajamnya.
" kita lihat saja sampai kapan kamu akan bertahan di luaran sana, " Timpal Gendis dengan tatapan sinisnya.
"cih, Dasar tidak berguna! sudah untung keluarga kami mau menampung, kalau tidak mungkin kamu tidak akan pernah merasakan hidup enak sepanjang hidupmu. " hardik Ayu.
Sementara Sekar yang menjadi bahan olok-olokan, hanya bisa diam dengan sesekali menarik nafas.
" aku pamit semuanya, Terima kasih atas kebaikan kalian selama 5 tahun ini. Aku berharap perbuatan kalian bisa mendapatkan balasan yang setimpal. "
Sebelum benar-benar pergi, Sekar memberikan perkataan sarkas hingga membuat Gendis dan yang lain mendelik karena merasa ucapan sekarang mengatai mereka.
" kamu-"
" kalau gitu aku permisi dulu, Selamat sore semuanya! "
setelahnya Sekar benar-benar pergi dari sana meninggalkan keluarga itu yang masih bungkam.
" dasar wanita tidak tahu diri! " sungut Bu Risty.