NovelToon NovelToon
Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Rela menunggu kepulangan seorang lelaki selama 5 tahun. Alisa harus dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa gadis yang akan Gus Hafidz nikahi, bukanlah dirinya.

Sebagai salam perpisahan terakhir, Alisa rela menjadi bridesmaid pengantin wanita sebelum ia memilih untuk pergi dari pesantren.

Namun ternyata, kakaknya, Zefano. Pria yang baru pulang dari luar negeri itu jatuh cinta pada Alisa pada pandangan pertama. Dan berusaha menjerat Alisa agar menjadi miliknya. Hingga melakukan hal diluar nalar demi menjadikan Alisa istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian suami

Alisa terbangun dari tidurnya saat mendengar suara-suara benda bergesekan di dalam kamar. Ia bangkit perlahan, mengucek matanya yang masih sedikit rabun usai bangun tidur.

Ia menoleh ke arah dinding, "Masih jam 2, siapa yang malam-malam begini pukul-pukul barang. Saat ia menoleh ke arah kamar mandi. Ia melihat Zefano, suaminya. Tengah memukul-mukul sesuatu di dalam.

Penasaran Alisa pun memutuskan untuk turun dari ranjang, berjalan dengan langkah pelan menuju kamar mandi. Langkahnya nyaris tak terdengar, saking lembutnya gadis itu melangkah.

Ia terperanjat saat melihat Zefano, suaminya, tengah memasang setiap sudut kamar mandi dengan silikon. Bahkan di dudukan toilet dipasang suatu yang kenyal agar saat Alisa duduk disana tidak terasa keras.

Melihat pemandangan mengharukan itu air mata Alisa menetes. Zefano, pria yang ia kira kasar dan bertindak semaunya. Justru pria yang paling pengertian.

Mendengar suara isakan seseorang, Zefano lekas menoleh. Ia langsung panik saat melihat Alisa, istrinya. Tengah menangis menatap ke arahnya dengan tangan menangkup di wajah.

"A-Alisa....Kenapa kamu bangun? Aku cuma—"

Ucapan Zefano terhenti tatkala Alisa menghambur ke dalam pelukannya. Membuat seluruh tubuh pria itu terpaku, mematung di tempat. Japitan di tangannya jatuh lemah ke lantai.

"Hikss...kakak."

Mendengar Alisa menangis hati Zefano langsung sesak. Ia langsung mengangkat tubuh Alisa ke dalam pelukannya. Tak membiarkan istrinya itu menginjak lantai kamar mandi yang dingin. Mendudukkannya di sisi ranjang.

Ia usap anak rambut Alisa yang keluar dari jilbab. Mengulum senyum tipis, "Kenapa kamu bangun, hmm? Apa ada yang bikin kamu ngga nyaman? Tidurmu nyenyak? Maaf jika suara mas tadi disana membangunkan dirimu, Alisa." lirih Zefano lembut.

Alisa mendongak, air matanya masih mengalir, hidungnya yang merah akibat tangis membuat Zefano merasa gemas.

"Kenapa hm? Apa yang bikin kamu sedih." Tanya Zefano lembut.

Alisa masih menahan Isak tangisnya agar lebih mereda, merunduk menatap tanagn Zefano yang lecet akibat tak terbeset-beset pisau dan gunting.

"Tangan kakak berdarah." cicit Alisa terisak, meraih tangan lebar suaminya itu.

Ia lekas menoleh, mencari-cari kotak P3K yang sempat dipake tadi. Saat melihatnya di samping nakas ia lekas turun dari ranjang. Mengambil kotak itu lalu duduk kembali di samping Zefano.

Zefano tatap intens pergerakan istrinya. Dalam hati ia merasa bersyukur karena akhirnya istrinya itu tidak setakut tadi. Bahkan gadis itu berani memeluknya. Meski masih sedikit kagetan.

Dengan lembut Alisa ambil plaster didalam sana dengan tangan mungilnya. Zefano tak sanggup menahan tawanya saat tangan semungil itu masuk ke dalam loker kecil pada P3K. Sementara dirinya untuk mengambilnya saja harus pake cutikan kecil saking sempitnya loker itu.

Dengan hidung yang masih meler, Alisa kerap menarik ingus hingga menimbulkan suara sedotan mungil di hidungnya. Membuat Zefano merasa gemas.

"Bahkan dia tanganmu cuma sebesar satu tanganku, Alisa." bisik Zefano lembut, menatap intens jemari-jemari lentik Alisa yang sedang memasangkan plaster di tangannya.

Pipi Alisa memerah mendengar bisikan suaminya itu. Lekas menyelesaikannya dengan cepat. Lalu mengembalikan plaster itu ke tempat semula. Duduk ragu-ragu di samping Zefano.

Zefano tersenyum menghela, "Yah, baru tadi ngga takut, sekarang takut lagi." batinnya.

"Kakak penasaran, tinggimu berapa sih, Alisa?" tanya Zefano lembut.

Alisa tatap ragu-ragu suaminya itu, lagi, rasanya kepala Zefano berasap melihat pipi chubby istrinya yang memerah menahan malu itu.

"145, kakak." cicitnya, memilin jemarinya yang lentik itu gusar.

Tawa Zefano langsung lepas, menepuk jidatnya pelan, "Astaga..pantas saja, aku melihatmu seperti melihat kucing, harus merunduk."

Mendengar dirinya disamakan dengan kucing bibir Alisa sontak mencebik, memalingkan muka sembari mendengus lirih, sangat lirih. Namun mampu Zefano dengar.

"iya ngga-ngga, Alisa seperti marmut." kekeh Zefano, mengelus lembut kepala Alisa.

Alisa semakin mencebik, "Ish! Sama aja!" dumalnya dengan suara lembutnya yang tak bisa Zefano tahan.

Zefano langsung lemas, menjatuhkan kepalanya di pangkuan Alisa dengan senyum merekah lebar, "Kamu lucu sekali sih, Alisa. Lama-lama kakak diabetes liat sikap kamu."

Alisa terkejut, pipinya memerah. Tubuhnya gemetar saat Zefano memeluk pinggangnya, tidur di pangkuannya. menatapnya dengan senyum candunya yang sesiapapun melihatnya pasti akan salting. Begitu juga dengan Alisa.

"K-kak, jangan natap aku seperti itu." cicitnya, memalingkan wajahnya malu-malu ke samping.

Senyum Zefano semakin mengembang. Ia raih pipi Alisa yang sengaja gadis itu tutupi, mencubitnya lembut, "Aku ingin mencium mochi ini, Alisa. Boleh?"

PUSHHH!!

Telinga Alisa langsung berasap, begitu juga dengan kepalanya.bia sontak menutup wajahnya total, menutup seluruh wajahnya yang memerah menahan salting.

Zefano terkekeh. Lekas bangkit dari pangkuan istrinya. Menatap istrinya lembut, berdiri di depan Alisa sembari mengelus pucuk kepala Alisa tenang.

"Mulai sekarang kamu tidak perlu takut jatuh lagi di kamar mandi, Alisa. Semuanya sudah kualasi dengan silikon, jadi kamu tidak akan merasan sakit." ucap Zefano lembut.

Alisa yang semula malu itu terperanjat. Membuka matanya perlahan, menurunkan tangannya dari wajah pelan-pelan.

Air matanya kembali luruh. Membuat Zefano yang hendak menuju sofa menjadi terhenti. Berjongkok di depan Alisa untuk mengecek wajahnya.

"Heyy...kenapa menangis lagi sih, Hmm?"

Alisa usap lembut air matanya pelan, menggeleng tenang.

"Gapapa, Mas. Alisa cuma terkejut saja. Selama Alisa hidup. Tidak pernah ada yang memperlakukan Alisa selembut, Kakak."

Zefano tersenyum tipis, "Memangnya adikku tidak pernah lembut padamu, hm? Sepertinya dia kecintaan sekali denganmu. Tapi kamu sekarang milik kakak, Alisa. Kakak tidak akan membiarkan Hafidz mengambilmy lagi."

Alisa tertegun. Ia mendongak pelan, menatap Zefano di bawahnya nanar, "Aku tidak mau kembali pada Gus Hafidz, Kak."

"Jadi?"

UcapJ Zefano seolah memaksa Alisa untuk bilang bahwa Zefanolah pria yang Alisa ingin. Membuat gadis itu lagi-lagi kemakan gengsi.

"Ja-jadi, Alisa cuma mau kakak." cicitnya, memejam cepat karena malu.

Zefano tertawa lepas, menoel hidung Alisa yang merah merona itu gemas, "Pesek ini bisa saja."

Alisa sontak membuka mata, cemberut ke arah Zefano. Semakin membuat laki-laki itu terkekeh.

"Ngga, Alisa mancung kok."

Meski begitu Alisa tak lekas merasa senang, "Iya aku tau aku pesek!"

Zefano terkejut. Baru kali ini Alisa merajuk dan ngambek seperti anak kecil. Membuatnya semakin gemas.

Dengan berani ia naikkan tingginya sedikit, mengecup sekilas pipi Alisa, membuat gadis yang ngambek sembari membuang muka itu kembali nge-blush.

"Kakak!" serunya sebal, mengelus bekas kecupan Zefano di pipinya singkat.

Sementara pria itu justru sudah duduk di ranjang cepat. Seolah menghindari amukan dirinya.

Alisa tertawa juga sebal. Namun perlahan tawa itu berubah menjadi senyuman dan tatapan intens yang tertuju pada suaminya.

"Kakak, gabakal berubah kan?"

1
falea sezi
pergi sejauhnya biar suami. goblok mu klo uda inget pasti kelabakan🤣 sebel liat laki oon gini pengen tak timpuk🤭 lanjut banyak thor q ksih hadiah deh
falea sezi
pergi aja Alisa biar klo dia inget mampus uda telat🤣 laki. goblok gini males bgt bkin Alisa pergi thor biar gk kayak ikan terbang
Dynhz: hhhi siap, aku juga klo jadi Alisa pergi sih😭
total 1 replies
Winny
👍
AsLan 🦁
diawal-awal udah bagus makin kesini makin pret kaya sinetron ikan terbang, basiiii
Dynhz: maaf yah kalo cerita saya kaya ikan terbang😁🙏🏻makasih sudah mampir😁🙏🏻
total 1 replies
AsLan 🦁
preeeetttlaaaghh
falea sezi
yaa kemana si zafano😕 msak hanyut nanti amnesia lagi😕
falea sezi
lanjut donk
Dynhz: uwokeee😍👍
total 1 replies
falea sezi
jahat bgt si hafiz makan aja itu ning nong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!