NovelToon NovelToon
Orang Malas? Tidak Saya Adalah Immortal

Orang Malas? Tidak Saya Adalah Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Xianxia / Mengubah Takdir
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Dao Sejati

​"Kultivasi energiku memang kembali jadi kecoa, tapi dengan fisik dewa ini... jika ada master yang mencoba meninjuku, tangannya sendiri yang akan patah menjadi tebu!"
​Seratus tahun disiksa dan dibuang ke kolam darah Gunung Ming akibat konspirasi kejam di masa lalunya, Lin Ling akhirnya berhasil bangkit. Melalui ritual terlarang yang membakar habis basis kultivasi Nascent Soul-nya, ia melebur esensi Ular Purba Mahayana dan Kristal Dao Agung untuk menciptakan sebilah wadah kedewaan baru.
​Namun, takdir bercanda dengannya. Tubuh barunya menjelma menjadi monster dengan kekuatan fisik murni ranah Mahayana Lapisan 1, tetapi dantian spiritualnya kosong melompati segala bentuk Qi. Karena bakatnya terkunci di Akar Spiritual Kelas Menengah, Lin Ling terpaksa harus merangkak kembali dari dasar bumi—ranah Body Tempering lapisan pertama.
​Trauma masa lalu? Dendam yang meledak-ledak? Tidak ada waktu untuk itu! Lin Ling yang baru telah menjelma menjadi sosok Immortal yang bebas, konyol, super santai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Dao Sejati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa yang sebenarnya terjadi digunung?

"Tuan Muda! Mohon belas kasihnya! Ampuni cucu saya yang bodoh ini...!"

​Suara parau yang bergetar hebat itu memecah keheningan halaman timur yang mencekam. Nenek tua datang dengan langkah goyah, menyeret kaki rentanya menembus lapisan salju yang tebal. Wajahnya yang dipenuhi gurat usia tampak sepucat kain kafan, dan air mata ketakutan telah membasahi pipinya yang keriput.

​Begitu sampai di dekat rombongan, Nenek tanpa ragu langsung menjatuhkan dirinya bersujud di atas tanah yang membeku, tepat di samping Lin Ling.

​DUK!

​Suara dahi Nenek yang membentur permukaan tanah berlapis es tipis itu terdengar begitu nyata dan menyakitkan di telinga Lin Ling.

​"Tuan Muda Kedua yang agung..." tubuh Nenek bergemetar hebat seperti daun kering yang dihantam badai. "Xiao Yu adalah anak yang malang. Dia kehilangan seluruh keluarganya akibat serangan monster di hutan utara. Otaknya agak terganggu karena trauma, itulah mengapa dia sering bersikap aneh dan tidak tahu adat di pasar. Dia tidak bermaksud menyinggung Klan Huang yang perkasa!"

​Lin Ling yang masih mempertahankan posisi berlututnya, perlahan melirik ke samping. Menatap punggung ringkih Nenek yang gemetar di bawah tekanan aura Huang Shi.

​Di dunia lamanya, di dalam Istana Giok Emas Klan Lin, ketika dia dituduh sebagai pembawa sial karena Akar Spiritual Kelas Rendahnya, tidak ada satu orang pun yang berdiri untuk membelanya—bahkan orang tua kandungnya sendiri justru membuangnya. Namun sekarang, seorang wanita fana tua yang rapuh, yang baru dia kenal beberapa hari, justru rela menyerahkan seluruh harga diri dan nyawanya bersujud di atas es demi melindunginya.

​Dinding es di lubuk hati Lin Ling yang paling dalam tampak bergetar samar, memicu riak emosi asing yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

​Secara taktis, Lin Ling tahu dia harus memanfaatkan momentum ini untuk mengakhiri kecurigaan Huang Shi. Dia langsung merendahkan tubuhnya lebih dalam, ikut bersujud di samping Nenek.

​"Mohon ampuni kami, Tuan Muda..." suara Lin Ling bergetar dengan nada kepasrahan yang sangat meyakinkan. Jari-jari mungilnya mencengkeram permukaan salju yang membeku hingga rasa dingin yang menusuk membuat kuku-kukunya mulai mati rasa dan memutih. "Saya berjanji tidak akan menjual kayu itu lagi di pasar jika itu membuat Tuan Muda murka."

​Melihat dua sosok manusia fana yang bersujud tak berdaya di depannya, dua pengawal di belakang Huang Shi mendengus dingin penuh kejenuhan.

​"Tuan Muda, tampaknya mereka memang hanya tikus fana miskin yang kebetulan beruntung," salah satu pengawal berbisik rendah. "Membunuh mereka hanya akan mengotori pedang kita dan memicu keresahan di antara pekerja fana di desa ini menjelang musim panen musim dingin."

​Huang Shi tidak langsung menjawab. Dia berdiri tegap, menatap lurus ke arah dua orang yang bersujud di bawah kakinya.

​Jubah sutra biru tuanya bergoyang pelan ditiup angin pagi, memancarkan pendar energi spiritual yang perlahan-lahan mulai ditarik kembali ke dalam tubuhnya, mengurangi tekanan mental yang mencekik udara di halaman tersebut.

​Kecurigaan Huang Shi bahwa bocah ini adalah mata-mata sekte luar mulai sedikit goyah. Jika anak ini benar-benar seorang kultivator yang menyamar atau pion terlatih, insting bertahan hidup seorang kultivator tidak akan membiarkan mereka bersujud serendah ini di depan kultivator Tahap Kondensasi Qi tanpa memancarkan fluktuasi Qi defensif sedikit pun.

​Namun, sebelum Huang Shi sempat memberikan keputusan mutlaknya—

​KRETEK... BOOM!

​Sebuah suara dentuman berat yang berasal dari arah pegunungan utara tiba-tiba bergema, merambat melalui permukaan tanah hingga menyebabkan getaran halus di bawah kaki mereka.

​Huang Shi seketika menegakkan tubuhnya, sepasang mata kuningnya menyempit tajam dan langsung dialihkan ke arah puncak gunung yang diselimuti kabut tebal. Indra spritualnya yang pekat bisa merasakan adanya pusaran energi alam yang bergerak kacau di atas sana.

​‘Fluktuasi ini... rumor tentang Ular Raksasa itu ternyata bukan sekadar bualan manusia fana,’ batin Huang Shi menduga dengan dahi berkerut dalam. Tugas utamanya di desa ini adalah mengawasi kestabilan wilayah demi kepentingan klan, dan ancaman dari Monster Beast tingkat tinggi jauh lebih mendesak daripada mengurusi bocah penjual kayu.

​Huang Shi kembali menurunkan pandangannya, menatap Lin Ling untuk terakhir kalinya dengan tatapan yang sulit diartikan. ​"Bangunlah," ucap Huang Shi dingin, suaranya kembali datar tanpa emosi. "Uang lima belas perak kemarin adalah hakmu karena kualitas kayu itu memang layak. Tapi ingat nasihat nenekmu, Bocah. Di dunia ini, memiliki sesuatu yang terlalu berharga tanpa adanya kekuatan untuk melindunginya... hanya akan menuntunmu pada kehancuran."

​Setelah menjatuhkan kalimat penuh penekanan psikologis itu, Huang Shi membalikkan tubuhnya dengan anggun. "Kembali ke paviliun. Kita harus mempersiapkan barisan pertahanan jika makhluk di gunung itu benar-benar turun ke bawah," perintahnya pada kedua pengawalnya.

​Rombongan klan penguasa itu akhirnya berjalan pergi, meninggalkan halaman timur dengan langkah kaki yang perlahan lenyap di balik ketebalan kabut pagi.

​Setelah aura menakutkan itu benar-benar menghilang, Nenek tua langsung terkulai lemas di atas salju, napasnya memburu berat diselingi batuk parau yang menyakitkan akibat menghirup udara dingin terlalu banyak.

​Lin Ling buru-buru bangkit, memapah tubuh ringkih Nenek dengan kedua tangan kecilnya. "Nenek, kita masuk ke dalam."

​Nenek tua itu menatap Lin Ling dengan mata yang masih basah, lalu menggenggam erat tangan kecil Lin Ling dengan jemarinya yang gemetar. "Xiao Yu... syukurlah... kau tidak apa-apa..." ​Lin Ling tidak menjawab. Sambil membantu Nenek berjalan masuk ke dalam gubuk kayu mereka yang hangat, sepasang manik mata hitam Lin Ling melirik sekilas ke arah gerbang gunung utara di balik pagar desa.

​Peringatan dari Huang Shi tadi terus terngiang di dalam kepalanya. 'Memiliki sesuatu tanpa kekuatan hanya akan menuntun pada kehancuran...' Lin Ling menyeringai dingin di dalam batinnya. Tuan muda klan besar itu benar, dan itulah alasan mengapa dia, Lin Ling, harus segera menemukan cara untuk membuka kembali jalur kultivasinya sebelum badai yang sesungguhnya di gunung itu runtuh membanjiri desa ini.

1
Boqin Changing
mantap
Alia Chans
keren thor
Arena Breakout1
lanjut
Arena Breakout1
mantap ceritanya lebih enak di baca dan alurnya mulai menari👍👍👍
Pencari Dao Sejati
Sekali lagi saya ingatkan untuk membaca ulang buat yang belum baca
Jiwa Kuno
lanjutttttttttt
yayat
lanjut lah kapan terungksp kebenarn lin ling
Jiwa Kuno
Jangan lama lama upnya
Arena Breakout1
lanjut thorrr
Arena Breakout1
bagus juga
Arena Breakout1
oke 👍
Jiwa Kuno
Cepetin upnya thor bikin penasaran
Wu Xin
up lagii🙏🙏
Wu Xin
lanjutt thorr penasaran
yayat
kapan jd kuatnya lin ling
Pencari Dao Sejati: entar di bab 17-20
total 1 replies
yayat
biasa itu konspirasi untuk mengulingkan pimpinan klan
yayat
ok alus alurnya mudah dipahami moga ga mengecewakan para pecinta fantim
Wu Xin
peakkk/Scream/
Jiwa Kuno
bro~~~~~~
Wu Xin
haha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!