NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Ratu Mafia Di Tubuh Istri Bodoh

Transmigrasi: Ratu Mafia Di Tubuh Istri Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Mafia
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Akira tewas terbunuh karena ledakan bom yang di pasang di mobilnya, oleh musuh. Namun keajaiban terjadi, dia terbangun di tubuh wanita bernama Elvira, seorang istri yang tak di anggap oleh suaminya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 - Gagal

Akira kembali mengawasi gerak-gerik semua orang dari cctv, setiap sudut, setiap ruangan, halaman, dapur, hanya menyisakan kamar tidurnya yang tak mampu iya akses menggunakan cctv.

“Calvin, kau masih disana?” Akira bicara pada Calvin.

“Ya, aku baru saja ingin keluar,” sahutan pelan, hampir berbisik.

“Tunggu, jangan keluar dulu.”

“Kenapa?”

“Aku ingin kau memasang kamera di kamar utama, kamar Akira. Kamar itu tidak di pasang cctv jadi aku tidak bisa mengaksesnya.”

“Baiklah. Akan aku coba.”

“Oke. Aku akan mengawasimu dari sini.”

“Dimana kamar utamanya?”

“Di lantai dua. Hati-hati, ada penjaga di ujung lorong.”

Calvin bersembunyi dibalik pot besar, sedang Akira menjadi penunjuk jalan, dia menjadi mata kedua bagi Calvin.

Kembali berjalan, Calvin mulai naik ke lantai dua.

“Sembunyi dulu, tunggu sampai Lea keluar kamar. Kamar itu menggunakan kunci keamanan digital, kau tidak akan bisa masuk tanpa kartu akses.”

“Ck, apa saja yang dia simpan di dalam sana sampai kamar pun memakai kunci digital, gunung emas,” komentar Calvin.

“Lebih dari itu.”

“Apa?”

“Bukan apa-apa.”

Calvin mendengus pelan, tak ingin bertanya lebih lanjut meski dalam hatinya timbul puluhan bahkan ratusan pertanyaan untuk Elvira. Dia tahu ada rahasia besar yang tersimpan di balik pintu berkunci itu, sesuatu yang disembunyikan Lea dari dunia. Dari balik dinding sempit di ujung tangga, dia mengintip ke arah lorong lantai dua yang remang-remang. Lampu hanya menyala redup, membiarkan bayangan bergerak pelan di sepanjang dinding.

“Aku melihat Lea keluar kamar,” bisik Calvin melalui alat komunikasi kecil di telinganya. “Dia sedang berbicara dengan seseorang di telpon. Sepertinya akan lama.”

“Tunggu saja sampai dia pergi atau turun ke bawah,” suara Akira terdengar tenang namun tegas dari seberang. “Penjaga di sana hanya berganti setiap dua jam. Kalau kita terlewat kesempatan ini, kita harus menunggu lagi.”

Beberapa menit terasa berjam-jam. Calvin memeluk tubuhnya agar tak terlihat, matanya tak lepas mengawasi setiap gerakan di lorong. Akhirnya, Lea berbalik arah dan berjalan menuju tangga utama, diikuti oleh salah satu penjaga. Begitu sosok mereka menghilang dari pandangan, Akira segera memberi perintah.

“Lorong kosong. Cepat, tapi jangan berisik.”

Calvin melangkah pelan, telapak kakinya menyentuh lantai kayu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan bunyi berderit. Saat sampai di depan pintu kamar utama, dia menatap panel kunci digital yang berkilau samar. Layarnya hitam pekat, menolak disentuh siapa pun yang tidak memiliki izin.

“Benar saja,” gumam Calvin sambil mengamati sekeliling pintu. “Tidak ada celah sedikit pun. Bagaimana aku bisa memasukkan kamera di sini?”

“Coba lihat bagian atas kusen pintu,” arah Akira. “Ada celah kecil antara rangka dan langit-langit. Kamera yang aku berikan cukup kecil untuk diselipkan di sana. Sudah terpasang perekat khusus, tidak akan terlihat dari bawah.”

Calvin mengangkat kepalanya, mengamati titik yang dimaksud. Dia mengeluarkan kamera seukuran kuku jari dari saku jaketnya, lalu perlahan menjangkau bagian atas pintu. Tangannya sedikit gemetar—bukan karena takut, tapi karena sadar bahwa satu kesalahan kecil saja bisa membuat mereka tertangkap dan semuanya berakhir.

Tepat saat dia hendak menempelkan kamera, suara langkah kaki terdengar cepat dari arah tangga.

“Dia kembali!” bisik Akira mendadak, nadanya berubah tegang. “Sembunyi! Di samping lemari di sebelah kanan pintu!”

Tanpa membuang waktu, Calvin melompat dan merapatkan tubuhnya di samping lemari yang berisi hiasan boneka porselen kecil dan miniatur-miniatur. Napasnya ditahan rapat, matanya mengintip dari celah sempit. Lea muncul kembali, berjalan dengan langkah pasti seolah dia ingat sesuatu yang tertinggal. Dia berhenti tepat di depan pintu kamar utama, mengangkat tangannya dan menempelkan kartu akses di panel kunci.

Bip.

Suara kunci terbuka terdengar jelas. Pintu didorong perlahan, dan cahaya samar dari dalam kamar menyelinap keluar. Calvin memicingkan mata, berusaha menangkap apa yang ada di baliknya, tapi bayangan tubuh Lea menghalangi pandangannya.

“Aku tahu kau di luar sana,” suara Lea tiba-tiba bergema, tidak terlalu keras tapi cukup jelas sampai terdengar melalui alat komunikasi Calvin. “Siapa kau?”

Jantung Calvin berdegup kencang. Dia menoleh sekilas ke arah tangga, berharap ada jalan keluar, tapi lorong itu hanya memiliki satu arah.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” bisiknya.

“Tetap sembunyi dan jangan bersuara.”

Tiba-tiba, suara langkah kaki berat terdengar dari arah belakang Calvin. Dua penjaga muncul dari ujung lorong lain, memotong jalan pelariannya. Dia terjebak.

“Mundur,” perintah Akira dengan cepat. “Jangan melawan. Aku mencari jalan keluar.”

Tapi sebelum Calvin bisa bergerak, Lea berbalik menatap tepat ke arah persembunyiannya. Matanya tajam, seolah dia bisa melihat menembus kayu lemari.

“Keluarlah. Aku tidak akan menyakitimu… setidak untuk saat ini,” ucapnya pelan. “Atau kau ingin aku memanggil lebih banyak orang dan membuat ini menjadi sulit?”

Calvin mengertakkan rahangnya. Dia tahu jika keluar sekarang, rencana mereka gagal total. Tapi jika tetap bersembunyi, dia bisa tertangkap tanpa kesempatan apa pun. Sambil memegang erat kamera di tangannya, dia perlahan melangkah keluar dari balik lemari, mengangkat kedua tangannya sedikit ke atas sebagai tanda tidak berniat melawan.

Lea menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Katakan siapa kau. Apa tujuanmu datang kemari?” suaranya tajam penuh intimidasi.

Calvin diam tak menjawab.

“Turun ke bawah, lalu belok kanan ada jalan disana, aku sudah membuka kunci gerbangnya. Lari ke sana. Aku akan mematikan listrik selama sepuluh detik—gunakan itu dengan baik,” instruksi Akira.

Calvin mengangguk pelan, siap bergerak. Lea sepertinya menyadari ada sesuatu yang akan terjadi, dia mengangkat tangannya memberi isyarat pada penjaga untuk segera mendekat.

“Tangkap dia, bawa ke ruang interogasi,” titahnya pada dua penjaga dibelakang Calvin.

Tiba-tiba, seluruh lampu di lantai dua padam seketika. Kegelapan total menyelimuti lorong, hanya diterangi sedikit cahaya remang dari jendela di ujung sana.

“Lari!” teriak Akira.

Calvin memanfaatkan momen itu, membelokkan tubuhnya dan berlari sekencang mungkin menuju lorong kiri. Teriakan dan suara langkah kaki terdengar di belakangnya, tapi dia terus berpacu, menerobos kegelapan yang membuatnya sulit melihat jalan. Napasnya memburu saat dia sampai di tangga belakang, melompat turun dua anak tangga sekaligus.

Di ruang penyimpanan, gerbang besi kecil sudah terbuka. Dia melompat keluar, menembus semak-semak di pinggir halaman, dan terus berlari sampai dia merasa aman. Di tempat yang agak jauh, dia berhenti sejenak, menunduk sambil terengah-engah. Tangannya masih memegang kamera yang belum sempat terpasang.

Saat dia mencoba berbicara dengan Akira, suara di seberang sudah terputus—sepertinya sinyalnya terblokir. Calvin mendongak menatap bangunan besar itu dari kejauhan. Di jendela kamar utama, dia melihat sosok Lea berdiri diam, menatap ke arahnya seolah bisa melihatnya meski dari kejauhan.

1
partini
ko beleh ,aihh ada si Kunti bogel lah di dalam
Susi Akbarini
jreng3...


ikutan tegang

😍😍💪💪🙏🙏
Susi Akbarini
semoga elvira hk ketahuan...
😍😍😍😍💪💪💪💪🙏🙏🙏
Susi Akbarini
apa yg akan ekvira lakukan?
apa selama ini akira jga memanipulasi dana amal?
😍😍😍😍💪💪💪💪
Susi Akbarini
jadi mupeng deh zavian..
🤣🤣🤣🤣🙏🙏😍😍💪💪
Susi Akbarini
luar biasa kisah ini..
gk nyangka kalo hub akira dan calvin seperti itu awqlnya..
gk krtebak.

🙏🙏🙏😍😍😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
ternyata ada hubungan ketulusan antara Dori dan caviar.
akankah mereka saling jatuh hati saat caviar tau kalo ebelyn adalah dori nya alias akira.?

🤣🤣😍🙏🙏💪💪
Susi Akbarini
lanjuuutttttttt..

😍🙏🙏💪💪
Susi Akbarini
siapkah calvin bagi akira dulu..

penuh misteri..
seruu..

😍🙏🙏💪💪💪
Susi Akbarini
apa yg akan calvin katakan pada elvira..

🤣🤣💪🙏😍😍
Susi Akbarini
calvin masih jadi mata2 zavian..
jadi dia masih ngitilin elvira..
jadi tau saat elvira brkanja senjata ...

🤣🤣💪🙏😍
Susi Akbarini
lanjuttttt

🤣💪🙏😍😍😍😍
Susi Akbarini
😄😄🤣🤣💪🙏😍😍😍

rencana raisa kalah telak sama elvira
Susi Akbarini
akankah zavian belain akiraaa...
daripada raisa..

🤭😄😄💪💪🙏🤣🤣😍
Susi Akbarini
waahhh..
tambah seru..
apa yg akan raisa lakukan...

bagaimna zavian menaggapi ..
apa yg akan akira lakukan..



🤣🤣😍😍🙏🤣🤣🤣😍😍😍
Susi Akbarini
good job Akira..
biar zelda kapok..
🤣😍😍🙏🙏💪💪
Yuni Alyssa
Elvira sepertinya cocok dengan ibunya zavian 🤣🤣🤣
Susi Akbarini
jreng2..

mulai..
🤣😍🙏🙏💪💪
Susi Akbarini
waaaahhhh...
jgn2 mantan tunangan Zavian...
😍😍😍😍🙏🙏💪
partini
siapa itu hemmm ulet pongpong kah ayo Elvira bantai dia dengan mutiara kata" yg pedas gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!