NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:372
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Celestine

Anna menyeret Leonard, pemuda itu pun dengan patuh mengikuti Anna hingga aula pertemuan istana. Saat itu Kaisar, putra mahkota dan Duke Jonathan stephanos baru saja keluar.

"Itu dia cucuku" ucap Kaisar tersenyum dari kejauhan.

"Siapa pemuda penurut yang diseret itu?" ucap Nicholas.

"Dia adalah Putraku Yang Mulia, tapi julukan pemuda penurut itu agak...." Duke menatap putranya aneh, karena bagi Duke..Leo sangat tidak cocok dengan sebutan itu.

Nicholas mendekat, "Kenapa kau memegang tangan bocah ini Sylvanna? Lepas!" Nicholas menepis tangan Leonard.

"Kali ini apa lagi yang mau Ayah ributkan? Beliau ini adalah Duke muda, anda harus bersikap dengan sopan! Jangan memanggilnya bocah" jawab tegas Anna.

"Apa yang terjadi Leo, apa kau mengganggu Putri?" tanya Duke kawatir.

"Maaf ayah, aku tidak sengaja masuk ke rumah kaca dan ketiduran" ucap Leo tersenyum kecil.

"Hah.. Bisa bisanya kau ketiduran sembarangan begitu, ayo minta maaf dengan benar kepada Tuan Putri" ucap Duke.

"Tidak perlu Tuan Duke! Tadi Duke muda sudah meminta maaf dengan sopan, karena katanya ia tersesat jadi saya mengantarnya kesini"

"Iya terimakasih Tuan Putri, Leo ini memang anak yang ceroboh.. Karena urusan kami disini sudah selesai kami pamit pulang dulu, Baginda Kaisar, Putra Mahkota dan Tuan Putri" ucap Duke sembari memberi hormat.

"Iya pergilah Duke, aku sudah menyita waktumu yang berharga terlalu lama" ucap Kaisar.

Sebelum pergi Leonard berbisik kepada Anna "Sampai jumpa lagi Putri.. Panggil saya Leo saat kita bertemu lagi" setelah berbisik Leonard mengedipkan satu matanya sambil tersenyum lebar.

"Apa apaan anak genit itu!" gerutunya Putra Mahkota. "Jangan dekat dekat dengan anak laki-laki sepertinya Sylvanna!"

Anna mengabaikan omong kosong Ayahnya itu.

"Sylvanna.. Kakek sudah bilang ada orang yang mau menemuimu kan? Sekarang orang itu sudah menunggu di istanamu" ucap Kaisar.

"Baik.. Saya akan kembali dan menemuinya" jawabnya tenang.

"Pergilah bersama Ayahmu, kau akan kesulitan jika menghadapi keluarga itu sendirian"

"Baik!"

Sylvanna dan Ayahnya pergi meninggalkan Kaisar.

"Kenapa kau sangat menurut dengan Kakekmu?" ucap Nicholas tiba tiba.

"Karena Beliau adalah Kaisar"

"Ah.. Berarti saat Ayah menjadi Kaisar nanti kau akan menurut pada Ayah juga?"

"Entahlah.. Aku pikir pikir dulu"

"Tuan Putri.. Apa kau membenci ayah?"

Langkah Anna terhenti.

"Tolong jangan membuatku mengingat kembali alasan kekecewaanku pada Ayah, itu membuat perasaanku buruk"

"Maaf.." Nicholas merasa ia benar-benar tak berdaya di hadapan putrinya.

Melihat wajah ayahnya yang sedih membuat Anna merasa bersalah. "Mungkin aku akan lebih mengerti ayah suatu hari nanti, tapi tidak sekarang"

"Ayah akan menunggu"

Mereka berdua kembali berjalan berdampingan dengan Deryl di belakang.

Kedatangan Anna sudah ditunggu tunggu oleh keluarga Celestine diruang tamu istana putri.

Disana terlihat Marquess, Marchioness, dan Putri tunggal mereka yang sepantaran dengan Putri Maria.

Begitu melihat Anna, Marquess Celestine ingin segera memeluk Anna namun Nicholas menghalangi dengan pedang panjangnya.

"Jaga jarak kalian dari Putriku!" ucapnya dengan bengis.

"Yang Mulia Putri.. Perkenalkan, saya adalah Kakek anda dan Marchioness adalah Nenek anda, ini adalah Rosana.. Adiknya Helena, Rossana sangat mirip dengan Ibumu kan?" ucap Marquess sambil menangis.

Nicholas mengernyitkan keningnya, ia merasa bahwa akting sedih mereka benar benar payah. Sementara Anna hanya terdiam memperhatikan.

"Tuan Putri.. Datanglah ke kediaman kami sesekali, anda juga bisa menginap di sana semau anda" ucap Marchioness. "Sayang sekali Helena tiba tiba pergi tanpa sepatah katapun dari rumah.. Jika saja anak itu tidak pergi maka hubungan kita semua akan lebih baik"

"Kalau Ibuku tetap tinggal di rumah anda dia tidak akan melahirkan ku, bukankah sepertinya Ibuku akan dijual kepada bangsawan tua yang memiliki banyak harta?" celetuk Anna membuat semua orang kaget. Disini diam diam Anna sudah mencari tahu informasi tentang keluarga ini dari para pelayan.

Yang di dengar keluarga Celestine Anna adalah gadis kecil yang polos, baik hati, dan mudah memberikan simpatinya kepada pelayan di istana, tapi apa ini? Bagi Marquess dan Marchioness sikap anak di depannya itu persis seperti anggota keluarga raja yang lainnya.

"Jangan bicara begitu dong Tuan Putri" jawab Rossana. "biarkan masa lalu cukup menjadi masalalu.. Benar kan ayah Ibu?"

"Itu benar Putri" sahut Marquess.

"Yasudah.. Berarti hubungan darah kita juga berakhir cukup di masa lalu saja!"

"Helena akan sangat sedih jika mendengar putrinya berkata seperti itu kepada orang tuanya Putri.. Bersikap baiklah pada Kakekmu ini ya??" bujuknya.

"Katanya kalian meminta ijin kunjungan terus menerus sejak aku datang kesini.. Tapi cuma ini yang mau kalian bicarakan? Semuanya omong kosong!"ucap Anna.

Semua orang tercengang dengan cara bicara Anna, termasuk Nicholas yang baru mengetahui langsung sisi lain Putrinya.

"Kalau tidak ada yang mau kalian katakan lagi aku akan pergi karena sebentar lagi aku ada kelas!"

"Tunggu! Satu lagi Putri.." Marchioness mendekatkan wajahnya ke telinga putri,"Katanya anda tidak menyukai Diana Angelos menjadi Ibu sambung anda kan?.. Jadi.. Bagaimana kalau anda menjodohkan Putra Mahkota dengan Rossana? Rossana sangat mirip dengan Helena kan? pasti kau akan merasa lebih nyaman dengannya" bisiknya.

Kata kata Marchioness membuat tubuh Anna gemetar karena sangat marah. "Pergi!! Semuanya pergi!!!" teriak Anna histeris.

Nicholas segera mengusir keluarga Celestine.

Mereka meninggalkan Istana dengan terburu buru.

Begitu sampai di kediaman, Marquess marah besar, ia menampar istrinya.

"Apa yang kau bisikkan pada anak itu sampai dia bereaksi seperti ingin melahap kita?!" teriak Marquess.

"Aku cuma menyarankan anak itu untuk menjodohkan rosanna dan putra mahkota seperti yang kau inginkan!!" jawab Marchioness.

"Bodoh! Wanita bodoh! Seharusnya kita dekati dulu anak itu biarkan dia bersimpati pada kita baru kita manfaatkan dia! Kalau sudah begini mau bagaimana? Bagaimana kalau anak itu mengadukan ke ayahnya lalu Kaisar dengar? Lalu count Angelos juga dengar? Keluarga kita akan hancur bodoh!!" Teriak Marquess lalu mendorong istrinya hingga jatuh ke lantai kemudian meninggalkannya begitu saja.

.

Setelah mendengar situasinya Kaisar marah besar kepada keluarga Celestine, Kaisar mengeluarkan perintah, seluruh anggota Keluarga Celestine dilarang mendekati tembok istana.

Rumor tentang keluarga Celestine yang berusaha memanfaatkan Tuan putri itu mulai tersebar luas, perlahan namun pasti rumor rumor buruk lain ikut menyebar membuat keluarga Marquess Celestine kehilangan reputasinya.

.

Nicholas duduk terdiam di kamarnya ditemani oleh minuman beralkohol, perasaannya rumit. Putrinya baru saja mengalami kejadian buruk karena keluarga Celestine namun Anna tak mau mengatakan apa yang dibisikkan oleh Marchioness sebelum anak itu meledak ledak.

"Helena.. Putri kita sekarang sedang sedih tapi aku tak bisa memeluknya.." gumamnya.

Tok.. Tok.. Tok.."Yang Mulia ini Deryl"

"Masuk!"

"Ada yang mau saya laporkan terkait hasil penyelidikan rahasia kasus pembunuhan Nona Helena!"

Deg! Seketika jantung Nicholas seolah terhenti.

"Katakan"

"Di dalam hutan yang tak jauh dari kediaman ditemukan banyak mayat pengawal Count Darkan Angelos tetapi kondisinya sudah membusuk"

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!