NovelToon NovelToon
My Sexy Lady

My Sexy Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:467.1k
Nilai: 5
Nama Author: lena linol

"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.

"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.

DOR!

Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.

Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hug me

Nick gelisah sejak tadi. Nomor ponsel Ele tidak dapat dihubungi. Ia sudah berulang kali menghubungi akan tetapi hanya suara operator yang menjawab. Tidak biasanya Ele seperti ini.

Nick bergegas menyambar jaketnya, keluar dari rumah, mengendarai sepeda motor menuju rumah Nero.

Sampai tujuan. Nick memperhatikan rumah tersebut dari kejauhan. Terdapat banyak pengawal yang menjaga ketat rumah mewah bergaya klasik khas Italia itu.

Tak berselang lama. Mobil mewah warna hitam memasuki rumah tersebut. Kedua tangan Nick mengepal kuat saat melihat bayangan wanita dari balik kaca jendela mobil, yang ia yakini adalah Ele.

*

"Tuan Nero, yang aku katakan tadi ..." ucapannya terhenti saat Nero memintanya diam.

"Aku sudah tahu semuanya, jauh sebelum kau tahu mengenai kekasihmu itu!" jawab Nero, penuh sindiran yang membuat gadis itu berdecak kesal seraya memalingkan wajah.

Nero tersenyum kecil melihat gadis itu kesal. "Jadi, aku memintamu untuk tetap menjadi kekasihnya."

"Apa? Kau gila?!" Ela langsung menoleh, menatap tajam Nero.

"Wah? Kenapa ekspresimu seperti ini? Kemarin kau memakiku saat aku menjelekannya," ledek Nero. "Apa sekarang kau sudah sadar jika pria itu bukanlah pria baik?" imbuhnya, terkekeh pelan.

Ele menghembuskan nafas kasar, malas menanggapi ucapan Nero, ia memilih beranjak keluar dari mobil.

"Hei, Nona Pemabuk, ingat ucapanku ini jangan putus darinya agar dia tidak curiga. Kau paham 'kan maksudku? Ini demi kebaikan dan keselamatanmu. Bersikaplah seperti biasa, seolah kau tidak tahu apa-apa tentangnya."

Ele menoleh, "kita lihat saja nanti!" jawabnya ketus seraya menutup pintu mobil dengan keras. Ia kesal, dan menyesal karena sudah memberitahukan hal ini pada Nero, karena sekarang ia dijadikan 'umpan'.

"Cih!" Nero berdecih kesal mendengar jawaban gadis itu. Ia hendak turun dari mobil, tapi ponselnya mendadak berdering panjang menandakan ada panggilan masuk dari anak buahnya.

*

*

Ketika sampai kamar, Ele langsung meraih semua barang pemberian Nick. Ia membuangnya ke tempat sampah.

"Tidak kusangka, ternyata kau selama ini hanya memanfaatkanku, penjahat!" geram Ele penuh emosi dan kekecewaan yang bercekol di dalam dada. Ia juga membuang semua foto Nick.

Ele membawa tempat sampah itu ke halaman belakang, lalu membakarnya.

Ele berdiri mematung sembari menatap nanar kobaran api yang membakar semua kenangan tentang Nick. Ia membiarkan air matanya membasahi pipinya.

Hatinya remuk redam mengetahui sebuah kebenaran yang mengejutkan seperti batu besar yang menghantam kepalanya.

"Aku tidak menyangka kau akan bertindak secepat ini." Suara Nero membuat Ele menoleh seraya menghapus air mata.

"Kau ingin menertawakan aku?" balas Ele, serak, lalu kembali terisak.

Nero menatap kobaran api itu sembari bersedekap, kedua matanya menyipit, menatap Ele lekat. "Bukan hanya ingin menertawakanmu, tapi ingin memaki kebodohanmu juga!" balas Nero, terus terang.

Ele mendengus seraya mencebik kesal mendengar ucapan Nero. "Pergi sana!" usirnya, langsung melengos, malas menatap Nero.

Bukannya pergi, Nero malah mendekat, lalu mengusap pucuk kepala gadis itu. "Jangan menangis," katanya pelan. "Pria bajingan seperti dia tak pantas kau tangisi, air matamu terlalu berharga," imbuhnya.

Entah kenapa hati Ele seketika menghangat mendapat sentuhan lembut di pucuk kepalanya. Perasaannya juga jauh lebih tenang saat mendengar nasehat dari Nero.

"Boleh peluk?" Ele bertanya lirih.

Belum sempat menjawab, gadis itu sudah lebih dulu menubruk tubuhnya, memeluknya erat, membuat tubuh Nero menegang seketika.

1
neng ade
nanti kamu juga akan tau bagaimana rasanya setelah menikah yang pasti nya mau berduaan terus 😂
neng ade
pasti salah paham lagi nih .. Elle sangka Ava hamil anaknya Nero 😂
neng ade
Elle cemburu sama Ava karena dia mengira Ava itu kekasih mu 😂
neng ade
kejutan pelukan dari Elle ..
neng ade
Nero hidup mu jadi lebih berwarna karena Elle si gadis bar-bar .. pembangkang .. jangan marah kalau dikatakan Tya sama Elle 😁
neng ade
nah kan .. akhirnya Elle tau sendiri siapa Nick sebenarnya..
neng ade
Elle belum menyadari bahaya dalam hidup nya .. pria yang dicintainya justru yang akan menghancurkan diri nya dan keluarga nya..
Hanima
🤭🤭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
hehehehe..,
Syavira Vira
lanjut
sansan
hahaha botak menyesal... telat woiiii.... baru rasa kannnn...
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋😘💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
Berta lavender, nama 3maknya beti lavea😁
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋😘😘
Anonim
Berta dan Cammora baru pulang. Mereka berdua tampak bahagia. Seperti layaknya sepasang kekasih nih mereka berdua.

Botak tidak mengenali wanita cantik yang bersama Cammora.

Botak tentu sangat geram melihat Cammora pulang tidak bersama Berta.
Anonim
Pegawai salon sukses bikin Cammora terperangah - sampai tidak percaya apa benar gadis di depannya Bear.

Cammora memuji Berta sangat cantik, bagaikan berlian langka.


Berta pemilik wajah terkejut melihat pantulan dirinya di cermin. Nyaris tak mengenali dirinya.
Ratna Sumaroh
botak botak makin panas aja kau botak
nikmati kegengsianmu botak 🤣🤣
Ratna Sumaroh
kalau botak liat perubahan bear pasti syok 🤭🤭
Nazwa Azzahra
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!