NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keberangkatan yang sunyi

​Di dalam kamar utama yang sejuk oleh embusan pendingin ruangan, Angga menatap Rani yang baru saja selesai mengecek isi kopernya. Gejolak emosi, rasa jenuh, rasa bersalah, serta hasrat yang memuncak setelah melihat Tyas dan kekasihnya di ruang tamu, membuat dada Angga terasa sesak. Ia membutuhkan pelampiasan untuk menenangkan pikirannya yang mulai liar.

​Angga berjalan mendekat, lalu meraih pinggang Rani dari belakang. Tindakan mendadak itu membuat Rani sedikit terkejut, namun ia segera membalikkan badannya menghadap sang suami.

​"Mas? Kenapa?" tanya Rani lembut, menatap mata Angga yang tampak meredup penuh kabut gairah.

​"Ran... sebelum kamu berangkat sore nanti, kita melakukannya dulu, ya?" bisik Angga dengan suara serak, mempererat pelukannya di pinggang sang istri. "Mas kangen."

​Mendengar permintaan suaminya, Rani sempat melirik jam tangan. Masih ada waktu sekitar dua jam sebelum jadwal keberangkatannya ke bandara. Sebagai istri yang berbakti dan selalu ingin menyenangkan suami—terlebih mereka sudah lama tidak menikmati momen intim berdua karena kesibukan kerja—Rani tidak memiliki alasan untuk menolak. Ia mengangguk pelan dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.

​"Iya, Mas. Kebetulan koperku juga sudah siap semua," jawab Rani tulus.

​Angga tidak membuang waktu. Ia segera menuntun Rani menuju ranjang besar mereka, mengunci pintu kamar rapat-rapat agar privasi mereka terjaga dari keberadaan Tyas dan Satya di luar. Di bawah temaram lampu kamar, siang itu mereka berdua menenggelamkan diri dalam keintiman rumah tangga yang sudah berjalan lima tahun.

​Bagi Rani, momen ini adalah bentuk kasih sayang dan pelepasan rindu sebelum ia meninggalkan suaminya selama dua hari ke luar kota. Namun bagi Angga, setiap sentuhan dan desahan di dalam kamar itu adalah upayanya yang frustrasi untuk meredam kekosongan jiwa, sebuah pelarian instan demi menepis bayangan adik iparnya yang terus mengusik batas imannya sejak pagi tadi.

Waktu berjalan begitu cepat. Jarum jam dinding di kamar utama kini sudah menunjukkan pukul 15.00 sore. Napas Rani masih sedikit memburu, namun menyadari waktu keberangkatannya ke bandara semakin mepet, ia segera menyibak selimut dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Dengan gerakan cepat, Rani membersihkan diri lalu memoles wajahnya dengan riasan seadanya—hanya sapuan bedak tipis dan sedikit lipstik agar wajah lelahnya tampak segar saat bertemu klien nanti.

​Tak lama setelah Rani keluar dari kamar mandi, gantian Angga yang membersihkan tubuhnya. Setelah selesai, Angga segera mengenakan pakaian rapi, bersiap untuk kembali ke bank. Tadi saat mereka sedang beristirahat, ponselnya sempat bergetar beberapa kali; ada panggilan darurat dari karyawan lain di bank yang membutuhkan kehadirannya untuk menyelesaikan urusan administrasi sore ini.

​Sementara itu, di ruang tamu, suasananya sudah sepi. Satya ternyata sudah pamit pulang lebih dulu sekitar setengah jam yang lalu agar Tyas bisa beristirahat dan tidak mengganggu persiapan keberangkatan Mbak Rani. Tyas kini duduk sendiri di sofa, penampilannya masih sama dengan kaus oversize dan celana jin pendeknya.

​Rani menarik kopernya keluar dari kamar, roda koper itu berderit pelan memecah kesunyian rumah. "Mas, taksiku sepertinya sudah mau sampai. Aku tunggu di depan pagar saja ya," ujar Rani sambil menoleh ke arah Angga yang sedang membetulkan kerah kemejanya di depan cermin lorong.

​"Iya, Ran. Biar Mas yang bawakan kopermu sampai depan," jawab Angga. Ia mengambil alih koper hitam tersebut dan berjalan beriringan dengan Rani menuju halaman depan.

​Tyas ikut mengiringi langkah kakak dan kakak iparnya sampai ke ambang pintu. "Mbak Rani, hati-hati di jalan ya. Jangan lupa kabari Tyas kalau sudah sampai di sana."

​"Iya, Sayang. Kamu di rumah baik-baik ya, jaga kesehatan. Kalau perutmu sakit lagi, langsung minum obat," pesan Rani penuh kasih, memberikan pelukan hangat terakhir untuk adik kandungnya.

​Tak lama kemudian, sebuah mobil taksi online putih berhenti tepat di depan pagar rumah. Angga dengan cekatan memasukkan koper Rani ke dalam bagasi mobil. Setelah selesai, Rani berbalik menghadap Angga, meraih tangan suaminya, lalu menciumnya dengan takzim.

​"Mas, aku berangkat dulu ya. Jaga diri di rumah, tolong lihat-lihat Tyas juga," ucap Rani lembut.

​Angga mengangguk, mencium kening Rani dengan hangat seolah-olah semua baik-baik saja, menutupi gejolak yang baru saja mereka tuntaskan di ranjang beberapa menit lalu. "Iya, Ran. Kamu fokus kerja saja di sana, tidak usah mengkhawatirkan rumah. Assalamu'alaikum."

​"Wa'alaikumussalam," jawab Rani.

​Ia melangkah masuk ke dalam taksi, dan perlahan mobil itu melaju meninggalkan kompleks perumahan. Angga berdiri di depan pagar, menatap kepergian istrinya sampai mobil itu hilang di belokan jalan. Kini, separuh perlindungan di rumah itu telah pergi. Angga berbalik masuk ke pekarangan, bersiap menyalakan mogenya untuk pergi ke bank, sementara pikirannya tahu betul bahwa malam nanti, hanya akan ada dia dan Tyas yang tersisa di dalam rumah yang sunyi ini.

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!