Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.
Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.
Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.
Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zeus's Heart Troubles
Kehidupan di dalam mansion klan Cyrillus mengalami pergeseran atmosfer yang sangat signifikan. Arzeus Ezoic Cyrillus, pria yang dikenal kasar, arogan, dan mendominasi dunia bawah tanah dengan tangan besi, kini nampak memberikan perhatian khusus pada istrinya, Yorinka. Di koridor-koridor mansion yang biasanya hanya dipenuhi oleh instruksi taktis yang kaku, kini sesekali terdengar langkah kaki Zeus yang sengaja melambat hanya untuk memastikan kenyamanan wanita yang tengah mengandung darah dagingnya tersebut.
Perubahan kecil ini tentu saja tidak luput dari pandangan tajam Dom. Sahabat sekaligus sekutu terdekat Zeus itu mendatangi markas Cyrillus sore itu dengan membawa berkas analisis rute penyelundupan senjata yang baru. Namun, alih-alih membahas bisnis, Dom justru bersandar di sofa ruang kerja Zeus sembari menatap sang kepala klan dengan senyuman manipulatif yang khas.
"Kau mengabaikan laporan dari distrik utara pagi ini, Zeus. Josh mengatakan kau terlambat dua jam karena harus menemani dokter klan memeriksa kondisi kandungan di kamar utama" ujar Dom dengan nada suara formal namun sarat akan cemoohan yang tajam
Zeus yang sedang menandatangani berkas logistik tidak mengalihkan pandangannya.
"Itu urusan internal saya, Dom. Tidak ada hubungannya dengan distribusi senjata kita" balas Zeus acuh
Dom terkekeh pelan, kilat kejam di matanya mendadak berubah menjadi binar geli.
"Urusan internal? Jangan naif, Sahabatku. Seorang Arzeus Ezoic Cyrillus yang tega membantai belasan pengawal dalam semalam, kini berubah menjadi pria sensitif hanya karena seorang wanita? Aku bisa membaca tanda-tandanya dengan sangat jelas. Kau telah jatuh cinta pada Yorinka" ucap Dom terkekeh
Mendengar kata "cinta", gerakan pena Zeus mendadak terhenti. Udara di dalam ruangan itu seakan membeku seketika. Sisi arogan dan dominan Zeus bergejolak, menolak keras diagnosis emosional yang dilontarkan oleh Dom. Ia menegakkan tubuhnya, menatap Dom dengan pandangan elang yang dingin dan kaku.
"Saya tidak percaya pada cinta" bantah Zeus dengan nada tegas
"Di dunia kita, perasaan seperti itu adalah sebuah hal yang melemahkan. Saya memberikan perhatian lebih pada Yorinka semata-mata karena ada sesuatu yang mengharuskan saya melakukannya, dia sedang membawa penerus sah klan Cyrillus. Saya hanya memastikan investasi masa depan klan saya berada dalam kondisi prima" bantah Zeus
Mendengar bantahan Zeus yang begitu kaku dan terkesan defensif, Dom mendadak tertawa terbahak-bahak. Suara tawanya yang menggelegar memenuhi ruang kerja yang kedap suara itu, terdengar sangat sinis sekaligus terhibur melihat tingkah sang bos mafia besar yang tampak sedang menipu dirinya sendiri.
"Investasi, katamu? Luar biasa" ujar Dom di sela sisa tawanya
Dom bangkit dari sofa, berjalan mendekati meja kerja Zeus dengan ekspresi wajah yang kembali serius dan sombong.
"Kau boleh membohongi seluruh klan di luar sana dengan topeng kejammu, Zeus. Tapi kau tidak bisa membohongi saya. Namun, baiklah... jika itu yang membuat egomu merasa aman" ujarnya menghela nafas berat
Dom menopang kedua tangannya di atas meja, menatap Zeus dengan pandangan mengintimidasi.
"Aku akan membantumu untuk menjaga keamanan Yorinka dan bayimu dari gangguan luar, termasuk dari sisa-sisa klan Leona yang mungkin masih menaruh dendam. Aku akan mengerahkan beberapa informanku untuk memonitor area sekitar mansion dengan catatan, kau tidak boleh lupa pada tugas utamanya sebagai kepala klan Cyrillus. Ekspansi imperium kita tidak boleh mandek hanya karena kau sibuk mengkhawatirkan suasana hati seorang wanita" ucap Dom tegas
Di sudut ruangan, Josh yang sejak tadi berdiri dengan posisi siap sedia, tampak mengangguk pelan. Sebagai tangan kanan yang patuh, hormat, dan tunduk sepenuhnya pada Zeus, Josh merasa memiliki kewajiban moral untuk menjaga kewarasan tuannya.
"Mohon maaf atas kelancangan saya, tuan Zeus" sapa Josh dengan nada penuh penghormatan tapi serius
"Namun saya menyetujui perkataan tuan Dom. Stabilitas klan saat ini sedang berada di puncak tertinggi pasca-peluncuran senjata baru. Kehadiran anda secara penuh di masa depan sangat dibutuhkan oleh para prajurit untuk menjaga loyalitas mereka" lanjutnya
Dikeroyok oleh argumen dari dua orang kepercayaannya, Zeus nampak terdiam. Di balik wajahnya yang mengeras bagai batu karang, ada keraguan dan kebimbangan yang luar biasa besar yang berkecamuk di dalam hatinya sendiri. Sifat kasarnya menuntutnya untuk mengabaikan Yorinka dan kembali menjadi monster yang tidak peduli, namun kehangatan yang sempat ia rasakan dari senyuman manis Yorinka belakangan ini membuat hatinya menolak untuk menjauh. Zeus bimbang dengan perasaannya sendiri yang semakin tidak menentu.
Di lain tempat, jauh dari konspirasi dan pembicaraan berat pria-pria dunia bawah tanah, nampak Yorinka tengah duduk di sebuah kursi kayu di taman belakang mansion. Taman mawar itu kini menjadi satu-satunya tempat pelarian yang diizinkan oleh Zeus, di bawah pengawasan ketat dari kejauhan oleh para pengawal bersenjata.
Sinar matahari sore yang hangat menerpa wajah pucat Yorinka. Wanita itu mengenakan dress longgar berwarna pastel, tangannya yang kurus bergerak lembut mengelus perutnya yang sudah membuncit besar. Gerakan janin di dalamnya terasa semakin aktif, memberikan tendangan-tendangan kecil yang jelas.
"Hei, anak gendut" bisik Yorinka lembut
Yorinka mencoba menghidupkan kembali keceriaan yang sempat mati di dalam dirinya.
"Kamu kuat banget ya di dalem sana? Mungkin dalam waktu dua bulan lagi kamu bakal lahir ke dunia yang aneh ini. Nanti kalau kamu udah keluar, jangan galak-galak kayak bapakmu, ya. Harus jadi anak yang ramah dan murah senyum kayak mama" ucapnya tertawa kecil
Yorinka memaksakan sebuah senyuman hangat, namun binar matanya tidak dapat berbohong. Di balik kepasrahan dan usahanya untuk bersikap ceria pasca-trauma pemerkosaan sebulan lalu, sifat cengengnya mendadak bangkit saat sebuah memori melintas di benaknya.
Sejujurnya, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Yorinka sangat merindukan kedua orang tuanya. Ia merindukan rumahnya yang sederhana, merindukan omelan ibunya tentang target menikah, dan merindukan kehangatan keluarga yang normal, kehidupan yang jauh dari aroma darah, senapan, dan pengurungan. Rasa rindu itu begitu membludak hingga membuat dadanya terasa sesak. Ia ingin sekali bertemu dengan mereka, menceritakan kehamilannya, dan menangis di pelukan ibunya. Namun, rasanya tidak mungkin.
Yorinka menatap para bodyguard bertubuh tegap di ujung taman yang mengawasinya tanpa berkedip. Dia tahu posisinya sekarang. Dia adalah tawanan sekaligus istri dari kepala klan mafia paling berbahaya. Jika dia mencoba menghubungi orang tuanya, itu sama saja dengan menyeret mereka ke dalam pusaran bahaya dunia hitam Cyrillus, atau memicu kemarahan Zeus yang kasar dan tega seperti sebelumnya.
Yorinka menggigit bibir bawahnya, menahan isak tangis agar tidak terdengar oleh para penjaga. Air matanya menetes pelan, membasahi permukaan kulit perutnya yang buncit dibalik dress.
"Nggak boleh egois, Yorinka" gumamnya parau pada diri sendiri sambil menghapus air mata itu dengan kasar menggunakan ujung dress nya
"Kamu harus mengubur impian itu dalam-dalam. Demi keselamatan ayah dan ibu, kamu harus pura-pura bahagia di sini. Kamu harus melupakan masa lalu mu" ucapnya tegar
"Nyonya Yorinka?" sebuah suara lembut memecah lamunan sedih Yorinka
Bi Maria melangkah mendekat dari arah pintu belakang mansion, membawa segelas susu hangat khusus ibu hamil dan sepotong brownies.
Wajah paruh baya kepala pelayan itu nampak dipenuhi perhatian dan kehangatan yang tulus sejak Yorinka mulai mau membuka diri kembali.
"Eh, bi Maria" sapa Yorinka cepat langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi ceria dalam sekejap mencoba menyembunyikan sisa-sisa kesedihan dengan sangat terlatih
"Wah, tahu aja nih kalau bumil lagi butuh asupan yang manis-manis" candanya
Bi Maria duduk di kursi sebelah Yorinka, menaruh susu tersebut di meja kecil. Matanya yang berpengalaman langsung menangkap gurat kemerahan di sekitar mata Yorinka yang sembap. Bi Maria mengulurkan tangan untuk mengusap lembut bahu Yorinka.
"Nyonya... jika anda merasa lelah atau ada sesuatu yang mengganjal di hati, anda bisa bercerita kepada saya. Menahan tangis tidak baik untuk kesehatan bayi nda" ucap i Maria dengan nada suara yang sangat hangat dan tulus seperti seorang ibu
Mendengar perhatian itu, pertahanan Yorinka hampir runtuh kembali, namun ia menahannya dengan tawa kecil yang dipaksakan.
"Ah, enggak apa-apa kok, bi. Cuma masalah bawaan bayi aja, agak sensitif kalau sore-sore begini. Maklum, efek kangen makan sup gerobakan depan rumah" gurau Yorinka dengan gaya santainya mencoba mengalihkan topik
Bi Maria tersenyum maklum, meskipun ia tahu ada kepedihan yang lebih mendalam yang sedang disembunyikan oleh nyonyanya itu.
"Tuan Zeus sangat mengkhawatirkan anda, nyonya. Meskipun beliau tidak mengatakannya secara langsung, beliau selalu menanyakan setiap detail perkembangan anda kepada saya dan dokter klan setiap malam" ucap bi Maria pelan
Yorinka tertegun mendengar penuturan bi Maria. Nama "Zeus" kembali memicu rasa takut yang kecil di dalam dadanya, namun kali ini bercampur dengan rasa bingung. Pria kasar dan dominan itu memperhatikannya? Yorinka memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.
Bagi Yorinka, perhatian Zeus kemungkinan besar hanyalah bentuk proteksi berlebihan terhadap calon penerus klan, bukan terhadap dirinya sebagai seorang individu.
"Oh, ya? Bagus deh kalau dia peduli sama anaknya" jawab Yorinka singkat
Yorinka mulai meminum susunya dengan pandangan yang kembali beralih menatap hamparan mawar di depannya. Perjalanan waktu dua bulan ke depan menjelang kelahiran bayi tersebut akan menjadi fase paling krusial. Di satu sisi, Zeus harus bertarung dengan kebimbangan perasaannya sendiri di bawah tekanan tugas klan dari Dom dan Josh. Di sisi lain, Yorinka harus terus bertahan dengan topeng keceriaannya di dalam sangkar emas, mengubur seluruh impian normalnya demi kelangsungan hidup anak yang dikandungnya.
Misteri tentang bagaimana akhir dari hubungan rumit penuh dominasi dan trauma ini masih tersimpan rapat di balik kabut tebal masa depan klan Cyrillus.
🔪🔪🔪
Bagaimana menurut kalian guys? Silahkan tinggalkan komentar kalian ya.
mommy yorinka jangan2 nanti ada kejutan anak yang dilahirkan kembar sepasang nih
daddy zeus siap2 jadi daddy yg bucin sama anak ceweknya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya