NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#11

Udara fajar di Los Angeles bertiup dingin melalui celah ventilasi, membawa aroma embun pagi yang segar namun kontras dengan kehangatan yang masih tertinggal di dalam ruang keluarga mansion Snowden.

Jam dinding kuno yang berdiri megah di sudut ruangan baru saja berdenting pelan, menunjukkan pukul lima pagi.

Pendar cahaya matahari belum sepenuhnya memecah langit, hanya menyisakan semburat ungu keperakan di cakrawala yang menyusup samar melalui tirai kaca besar.

Di atas sofa beludru abu-abu gelap yang kini tampak berantakan—menjadi saksi bisu atas pergulatan hebat dan penuh pemujaan sepanjang malam—Kingdom Kyle Stone terbangun lebih dulu.

Sebagai seorang pria yang bertahun-tahun hidup di bawah ketegangan taktis saraf tingkat tinggi, matanya langsung terbuka sempurna tanpa menyisakan rasa kantuk.

Detak jantungnya konstan, dan indra pendengarannya langsung memetakan seluruh sudut ruangan.

Kyle menundukkan kepalanya perlahan. Di dalam pelukan lengan kekarnya, Dr. Emmeline Valerio masih terlelap dengan sangat nyenyak.

Wanita itu meringkuk lelah, menyembunyikan wajah cantiknya yang pucat di ceruk leher bidang Kyle. Kulit mulusnya yang putih aristokrat kini dipenuhi dengan ruam kemerahan yang pekat—tanda klaim kepemilikan mutlak yang Kyle tinggalkan di setiap inci tubuhnya tanpa ampun sepanjang malam suntuk.

Kyle mengulas senyum tipis, sebuah ekspresi yang sangat langka dan penuh dengan kelembutan murni. Dia mengecup puncak kepala Emmeline dengan lama, menghirup aroma manis rambut wanita itu yang kini berantakan.

"Sayang... Bangun," bisik Kyle, suaranya terdengar sangat rendah, serak khas fajar, namun sarat akan kasih sayang yang dalam. "Bangunlah. Kau harus mandi dan sarapan sebelum pergi bekerja ke rumah sakit, hm?"

Emmeline melenguh pelan. Kelopak matanya yang terasa berat perlahan terbuka, menampilkan sepasang manik mata bulat yang masih diselimuti kabut keletihan ekstrem.

Rasa remuk di sekujur sendi dan pangkal pahanya membuat wanita dewasa itu mendesis lirih. Namun, begitu kesadarannya pulih dan menyadari di mana dia berada, matanya mendadak melebar minimalis. Kilatan panik langsung menyapu wajah cantiknya.

Emmeline bergerak gelisah, mencoba mendorong dada bidang Kyle dengan tangan yang masih lemas. "Segera pergi, Kyle... Kumohon, segera pergi dari sini," bisik Emmeline dengan suara yang terengah-engah penuh kekhawatiran. "Aku... aku sangat khawatir jika Edward tiba-tiba kembali ke mansion ini pagi-pagi sekali. Jika dia melihatmu di sini, aku tidak mau Kalian bertengkar."

Melihat kepanikan wanita yang dicintainya, Kyle tidak menunjukkan gumpalan amarah atau cemburu seperti kemarin.

Dia justru tersenyum menenangkan, sebuah senyuman hangat yang seketika mencairkan ketegangan di antara mereka. Kyle menunduk, mengecup pipi kanan Emmeline yang lembut, lalu beralih memberikan kecupan dalam di kening wanita itu, menyalurkan rasa aman yang protektif.

"Jangan khawatir, Sayang. Aku akan segera pergi. Aku tidak akan membiarkan bajingan itu mengusik ketenanganmu," ucap Kyle halus, suaranya bagai mantra penenang yang perlahan meredam detak jantung Emmeline yang liar.

Namun, belum sempat Kyle menarik tubuh masifnya dari atas sofa untuk mengenakan pakaiannya yang berserakan di lantai marmer, sebuah getaran hebat disertai suara dengung yang agresif mendadak memecah keheningan fajar.

Drrrtt! Drrrtt! Drrrtt!

Ponsel taktis milik Kyle yang terletak di atas meja kaca di samping sofa bergetar hebat. Itu bukan ponsel umum miliknya; itu adalah gawai dengan enkripsi militer tingkat tinggi yang hanya diketahui oleh segelintir orang di Langley.

Kyle mengernyitkan alisnya yang tebal, rahangnya mengeras seketika saat melihat nama kontak yang berkedip di layar satelit tersebut.

Samuel.

Kyle menarik napas dalam-dalam, meraih ponsel itu, lalu menggeser tombol hijau ke atas tanpa melepaskan dekapannya pada tubuh Emmeline.

Dia justru semakin merapatkan tubuh polos wanita itu ke dalam dada bidangnya, memberikan isyarat tak kasat mata bahwa dia tidak menyembunyikan apa pun dari Emmeline.

"Ada apa, Samuel?" tanya Kyle, suaranya mendadak berubah menjadi sangat dingin, datar, dan sarat akan otoritas seorang komandan lapangan.

"Telepon khusus berenkripsi milikmu tidak bisa dihubungi sejak semalam, K!" Suara Samuel di seberang telepon terdengar sangat terburu-buru, dipenuhi oleh deru suara mesin jet dan ketegangan yang masif.

"Ketua langsung menyuruhku untuk menghubungi Nomor pribadimu. Ini darurat tingkat merah."

Emmeline yang berada di dalam pelukan Kyle bisa mendengar setiap kata yang keluar dari speaker ponsel tersebut karena jarak wajah mereka yang begitu dekat.

Jantung Emmeline kembali berdegup kencang, merasakan ada atmosfer berbahaya yang tiba-tiba melingkupi ruang keluarga mereka.

"Katakan," perintah Kyle pendek.

"Kembalilah, Alpha K. Kami sangat membutuhkanmu untuk memimpin misi di perbatasan Timur Tengah. Konflik faksi hitam pecah semalam dan aset berharga kita tersandera," ucap Samuel dengan nada mendesak. "Kapten mengatakan... surat pengunduran dirimu yang kau ajukan Tiga bulan lalu akan langsung disetujui secara resmi setelah kau menyelesaikan misi terakhir ini."

Deg.

Tubuh Kyle menegang selama satu detik. Sepasang mata elangnya menggelap sempurna, menatap lurus ke arah perapian yang sudah padam. "Aku sudah pensiun, Samuel. Aku bahkan belum sempat pulang ke Chicago untuk menemui keluarga besarku, dan aku baru saja—"

"Tiger di sini, Alpha K."

Sebuah suara bariton yang jauh lebih tua, berat, dan dipenuhi oleh aura komando yang tak terbantahkan mendadak memotong kalimat Kyle dari seberang telepon.

Suara sang Kapten tertinggi agensi rahasia yang selama ini menjadi mentor Kyle di medan perang hitam.

Deg.

Emmeline menahan napasnya, matanya menatap wajah Kyle yang kini sepenuhnya mengeras bagai batu pahatan.

Seluruh kelembutan domestik pria itu menguap tak berbekas dalam hitungan detik, digantikan oleh aura dingin seorang mesin pembunuh yang sangat mematikan.

"Tim Alpha sedang menunggumu, K. Katakan di mana koordinatmu sekarang? Tim taktis akan langsung menjemputmu dengan helikopter siluman dalam waktu lima belas menit," ucap Kapten Tiger dengan tegas dari balik sambungan satelit. "Surat pengunduran diri dan kebebasan mutlakmu dari agensi akan diterima tepat setelah kesuksesan misi ini. Hanya dua bulan, K. Hanya dua bulan, lalu kau bisa menjalani hidup normal yang kau inginkan. Negara membutuhkan kapten terbaiknya."

Keheningan yang mencekam mencengkeram ruang keluarga itu selama beberapa detik.

Kyle menatap Emmeline, melihat bagaimana wanita itu menatapnya dengan tatapan mata bulat yang dipenuhi oleh rasa takut dan kebingungan yang teramat sangat.

Logika Kyle bertarung hebat; antara egonya yang ingin tetap tinggal menjaga Emmeline dari Edward, atau menyelesaikan kewajiban berdarahnya demi mendapatkan kebebasan murni di atas kertas agar bisa memiliki Emmeline seutuhnya tanpa bayang-bayang agensi di masa depan.

Dengan rahang yang mengetat hingga urat-urat di lehernya menonjol tajam, Kyle menegakkan punggungnya.

"Siap, Kapten. Jemput aku di koordinat landasan pacu pribadi sektor barat LA dalam waktu Tiga puluh menit. Aku akan ada di sana," jawab Kyle dengan suara yang lantang, tegas, dan penuh kepatuhan militer.

Tut.

Sambungan telepon terputus.

Duarr.

Bagi Emmeline, jawaban tegas Kyle barusan terasa seperti hantaman bom yang meledak tepat di depan wajahnya.

Seluruh tubuhnya menegang sempurna di bawah selimut beludru. Otak kedokterannya yang cerdas dengan cepat mencerna setiap diksi yang dia dengar dari telepon tadi: Alpha K, Kapten, misi, helikopter menjemput, Timur Tengah.

Ini bukan pekerjaan pengusaha atau bisnis keluarga dari Chicago. Ini adalah pekerjaan yang berurusan dengan nyawa, darah, dan kegelapan dunia bawah yang sangat berbahaya. Pria yang baru saja memujanya semalaman suntuk ternyata adalah sosok yang hidup di antara hidup dan mati setiap detiknya.

Kyle meletakkan ponselnya, lalu berbalik menatap Emmeline. Melihat ketakutan yang mendalam di mata wanita itu, seluruh kekejaman militer di wajah Kyle kembali meleleh, digantikan oleh tatapan mata yang dipenuhi rasa bersalah yang amat sangat.

Kyle merangkak mendekat, menangkup wajah Emmeline dengan kedua tangan besarnya yang hangat.

Kyle menunduk, mengecup mata kanan Emmeline yang mulai berkaca-kaca, lalu turun mengecup pipinya, dan berakhir dengan sebuah kecupan lama yang sangat dalam di kening Emmeline.

"Sayang... dengarkan aku," ucap Kyle, suaranya bergetar rendah oleh emosi yang tertahan. "Aku akan kembali secepatnya. Aku bersumpah akan kembali kepadamu dalam waktu dua bulan. Kumohon, selama aku pergi, jaga dirimu dengan baik. Jangan bekerja terlalu lelah di rumah sakit." Kyle menarik napas pendek, matanya berkilat penuh tekad.

"Aku harus menyelesaikan ini agar aku bisa kembali ke Amerika sebagai pria bebas yang bisa memilikimu sepenuhnya tanpa sembunyi-sembunyi lagi."

Kyle kemudian menggeser posisi duduknya, menundukkan kepalanya hingga wajah tampannya sejajar dengan perut rata Emmeline yang masih polos di balik selimut beludru. Gerakannya seakan-akan sedang melakukan sebuah ritual suci.

Dengan kelembutan yang luar biasa seolah seorang ayah yang sedang berpamitan untuk pergi bekerja jauh menyeberangi lautan, Kyle menempelkan bibirnya di atas permukaan kulit perut Emmeline yang hangat.

"Sayang... Anak Daddy..." bisik Kyle dengan suara yang sangat halus, mengelus perut rata Emmeline dengan jemari besarnya yang gemetar. "Jagain Mommy untuk Daddy selama Daddy pergi ya, Nak? Daddy sangat mencintaimu."

Mendengar ucapan Kyle yang terlampau jauh dan tidak masuk akal itu, Emmeline rasanya ingin sekali mengumpat keras di depan wajah pria ini.

Perutnya masih kosong murni! Tidak ada janin atau tanda-tanda kehamilan apa pun di sana. Bagaimana bisa pria ini bertingkah seolah-olah dia sedang berpamitan pada calon anaknya?

Namun, melihat intensitas ketegangan, tatapan mata Kyle yang begitu serius, dan situasi darurat yang sedang terjadi di depan matanya, seluruh kata umpatan di tenggorokan Emmeline mendadak lenyap.

Otaknya benar-benar tidak bisa mencerna rangkaian peristiwa yang terjadi dengan begitu cepat ini.

Hubungan mereka bahkan baru benar-benar dimulai kembali selama satu malam penuh di atas sofa ini, setelah enam tahun terpisah. Dan sekarang? Apa-apaan ini? Pria ini akan pergi ke medan perang?

"Kau... kau akan kemana, Kyle?" tanya Emmeline, Tiba-tiba air mata yang sejak tadi dia tahan akhirnya menetes melewati pipinya. Suaranya terdengar begitu rapuh dan bergetar hebat. "Aku tidak mengerti... Siapa kau sebenarnya? Pekerjaan apa yang membuatmu harus pergi sejauh itu?!"

Kyle bangkit kembali, menghapus air mata di pipi Emmeline dengan ibu jarinya dengan sangat lembut, lalu mengenakan celana dan kemeja hitamnya dengan gerakan yang luar biasa cepat dan efisien.

Dia berbalik di ambang pintu ruang keluarga, menatap Emmeline untuk terakhir kalinya dengan tatapan posesif yang absolut.

"Ini pekerjaanku, Sayang. Sesuatu yang harus kuselesaikan demi masa depan kita," ucap Kyle rendah, sebelum tubuh masifnya berbalik dan menghilang berbaur dengan kegelapan kabut fajar Los Angeles, meninggalkan Emmeline sendirian di dalam mansion yang kembali sunyi dengan rahasia besar yang baru saja dimulai.

1
Agus Tina
Iya thor jangan buat ketiga pangeran kembar itu berpasangan sama wabita biasa, bukan kalangan dari mereka. Buat mereka apt daddynya yg bisa berpasangan dgn wanita hebat swperri mommy mereka
Zahra Alifia Hidayat
love my kaelix😍😍😍😍
Zahra Alifia Hidayat
pangeran bungsu kak😍😍😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Sholikhah Sholikhah
penasaran dgn mantannya emmelin 🤔
Ros 🍂: mantan suaminya Sudah berakhir ya kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
Ros 🍂: Hihihi author mah ngikut alur Reader saja 🤭🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
Ros 🍂: haha mommy perlu dikasih tau kak🤭🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!