NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:970
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Cery Vanesa Chaseiro, gadis mungil berusia delapan belas tahun, saat ini ia baru menduduki bangku kelas sebelas SMA, namun tingkah nya masih seperti anak kecil, begitu juga dengan penampilan nya.

Bagi yang tidak tau bagaimana cerita hidup Cery yang sebenarnya, mereka mengatakan kalau Cery adalah gadis paling ceria. Itu karena Cery sangat baik dengan semua orang dan selalu membantu mereka yang kesulitan. Meskipun kenyataannya dia tidak punya teman dan sering di cemooh anak-anak di sekolah nya.

Kenapa ia di cemooh? Ya karena penampilan nya yang kusut dan terlihat sangat miskin, bukan hanya itu banyak yang mengatakan kalau Cery tidak tahu diri?

Kenapa begitu? Ya karena meskipun Cery seperti anak-anak dia tetap lah gadis remaja yang punya perasaan seperti gadis remaja pada umumnya, dia naskir dengan laki-laki tertampan di sekolah Mawar Mekar. Linus Caesar Pratama, kakak kelas sekaligus ketua tim basket di sekolah Cery, ya sekaligus anak seorang CEO kaya. Seperti raja di sekolah, Linus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #11

Cery turun dari taxi di depan sebuah rumah mewah, suasana terlihat sangat ramai, benar itu adalah kediaman keluarga Linus.

Setelah membayar ongkos Taxi yang diberikan oleh BI Suni, Cery pun berjalan pelan menuju gerbang yang di jaga oleh penjaga gerbang

Ia melihat orang-orang menyerahkan kartu undangan pesta kepada penjaga gerbang tersebut untuk di cek, mungkin mereka takut tamu tidak di undang bisa masuk ke dalam sana.

"Ini pak," ujar Cery dengan sopan sambil menyerahkan surat undangan milik nya.

Penjaga gerbang tersebut segera melakukan pengecekan dan tidak butuh waktu lama Cery di persilahkan masuk ke dalam.

Rumah yang begitu megah, halaman yang sangat luas, beberapa orang memilih untuk bersantai dan minum di taman dekat dengan kolam renang.

"Itu bukan nya Cery?" ujar Della melihat kalau Cery ternyata juga menghadiri pesta tersebut.

Namun Della tidak sama sekali menghampiri Cery, dia masih sibuk dengan teman-teman nya. Della juga masih merasa malu soal kejadian tadi.

"Aku gak punya teman, harus ke mana ya?" tanya Cery kepada dirinya sendiri.

Dirinya cukup malu dan merasa tidak pantas untuk bergabung dengan mereka-mereka yang berpakaian rapi dan mengunakan dres mahal nan cantik. Hal ini membuat Cery terdiam dan minder, ia memilih diam seperti patung di sudut taman, mau masuk pun tidak berani.

Sangking besarnya pesta itu, tidak hanya dalam rumah di dekorasi, di taman dan kolam renang juga di dekorasi dengan lampu-lampu yang begitu indahnya.

Di saat Cery sedang melihat suasana pesta, Ia malah di kaget kan dengan seseorang yang tiba-tiba menghampiri nya, orang itu menepuk pundak Cery dari belakang.

"Hey!" ujar nya sambil membawa segelas minuman.

Cery berbalik dan melihat suara yang menurut nya tidak asing.

"Kak Rena," ujar Cery tersenyum lega karena akhirnya ia menemukan orang yang mungkin bisa menemani nya selama di rumah Linus.

"Ngapain di sini? Temenin aku masuk ke dalam yuk, kasih kado ke Linus," ujar Rena yang di tangan nya memegang sebuah kota kado berukuran sedang.

Cery melihat kotak kado Rena Rena dan melihat kotak kado miliknya, terasa benar-benar tidak berharga sekali dibandingkan dengan milik Rena yang mungkin isinya adalah barang mahal.

Ia segera menyembunyikan kotak kado miliknya dari tatapan Rena.

"Gak apa-apa, gak perlu malu yaudah ikut gue aja sekalian, Lo pasti pengen ketemu Linus juga kan?" ungkap Rena tanpa menunggu persetujuan Cery, Rena langsung menarik tangan Cery untuk segera mengikuti nya.

Mau tidak mau Cery pun harus berjalan bersama Rena masuk ke dalam rumah Linus, beberapa orang memperhatikan mereka, Cery sungguh merasa sangat malu,di samping nya Rena begitu cantik dengan gaun labuh dan gemerlapan, setara dengan wajah manisnya, sementara Cery terlihat sangat lusuh dan memalukan.

Setibanya di dalam, Rena di sambut hangat oleh mama nya Linus, "Maya" ya mama Linus bernama Maya.

"Malam Tante," ujar Rena menyapa mama Maya sambil tersenyum.

"Eh, sayang kau sangat cantik," ujar mama Maya yang kemudian memeluk Rena, mereka sempat cipika cipiki (Cium pipi kanan, cium pipi kiri)

Jangan heran kenapa mama Maya dan Rena akrab, itu semua karena mama nya Rena adalah teman baik mama Maya.

Saat mereka mulai asik berbincang-bincang, Cery merasa menjadi patung, atau pengawal dari Rena.

Bertepatan di saat itu, Linus datang menghampiri sang mama.

"Ma, aku keluar ya mau lihat Raja datang apa engga tu anak," ujar Linus meminta ijin untuk keluar dengan alasan melihat Raja.

Ia tidak menggubris Rena dan Cery yang ada di sekitar mama nya.

"Tunggu Linus, ini Rena datang loh, kenapa kamu gak basa-basi dulu sama dia?" ujar mama Maya sambil memegang pundak Rena.

"Oh iya, makasih ya udah datang," ucap Linus sambil tersenyum paksa.

"Ini hadiah buat Lo, semoga suka ya, oh iya Cery juga katanya punya hadiah buat Lo dan dia ikut gue masuk ke dalam buat ngasih hadiah sama Lo," ujar Rena seenaknya.

Hal ini membuat Cery tidak habis firkir, padahal Rena sendiri lah yang memaksa Cery untuk ikut dengan nya masuk ke dalam rumah, ia malah menduduh Cery sengaja ingin ikut untuk memberikan hadiah.

Namun Cery tidak ingin berfikir negatif, ia maju beberapa langkah dan memberikan hadiah tersebut kepada Linus.

"Ada ya orang ke pesta ulang tahun mewah dengan pakaian seperti ini? Dia siapa?" bisik mama Maya ke telinga Rena.

Meskipun itu hanya sebuah bisikan, namun Cery masih bisa mendengar nya.

"Kak Linus, ini hadiah buat kakak, sekaligus buat permintaan maaf atas kejadian beberapa hari terakhir," jelas Cery mengumpulkan segenap keberaniannya untuk menyerahkan kotak jam tangan kecil tersebut kepada Linus.

"Makasih," jawab Linus dingin dan kemudian pergi tanpa mengambil hadiah dari Cery.

Seorang pelayan pun mengambil itu dari tangan Cery dan Rena kemudian mengumpulkan nya di tempat kado yang sudah bertumpuk.

"Kenalin tante,ini adik kelas Rena dan Linus, namanya Cery, dia juga orang yang suka banget ngejar-ngejar Linus di sekolah, Tante tau sendiri kan Linus itu banyak fans nya," ungkap Rena sambil tersenyum ia memperkenalkan sekaligus mempermalukan Cery di depan mama Maya.

Deg ...

Jantung Cery terasa berhenti memompa, mendengar ucapan Rena barusan, meskipun ia sudah berusaha kuat untuk tidak berfikir negatif atas ucapan Rena, namun kali ini sudah keterlaluan, Rena mengatakan apa yang seharusnya tidak ia katakan.

mama Maya yang mendengar itu sontak menatap tajam Cery, ia mendekati Cery dan melihat nya dari ujung kaki sampai ujung kepala.

"Aku tidak melarang siapapun mengejar Linus, tapi yang ini, maaf tapi aku lihat kau ini tidak pantas," ujar mama Maya setengah berbisik ke kuping Cery.

Cery tidak bisa melawan nya,ia hanya bisa diam dan menundukkan kepala, menyembunyikan wajahnya dari tatapan sinis orang-orang tua di dalam rumah.

Ya di dalam memang begitu banyak teman-teman mama Maya dan papa nya Linus, sementara anak-anak sekolah muda mudi lebih memilih untuk menikmati suasana taman dan kolam renang.

"A-aku permisi," Cery memberanikan diri nya untuk keluar dari dalam rumah tersebut, ia merasa kalau di luar lebih baik.

Sementara Rena tersenyum tipis dan kemudian mengikuti Cery dari belakang.

"Cery, kok buru-buru banget?" ucap Rena memegang pundak Cery. Saat ini mereka sedang berdiri di tepi kolam renang.

Cery sebenarnya ingin menghindari Rena, dia tidak mau terus berdekatan dengan Rena, merasa kalau Rena itu senag bersilat lidah di depan nya, ia memilih untuk pergi ke kolam renang karena melihat di sana sedang tidak begitu banyak orang, menyediri adalah jalan paling aman bagi Cery sampai acara selesai.

Namun Rena malah tidak berhenti mengikuti nya, seolah senang mencari masalah.

"Kenapa kak? Kamu bikin aku malu di depan mama nya Linus, seharusnya gak perlu ngomong sampai berlebihan dengan nya," jelas Cery memberanikan diri untuk mengatakan itu kepada Rena.

"Jadi Lo marah sama gue? Tapi gue gak berniat sih kan apa yang gue ngomong itu fakta Cery, gue gak bermaksud memeprlakukan Lo jugak," Rena yang jahat malah mengatakan itu dengan suara lantang ia juga memasang wajah sedih.

Segera saja mereka menjadi pusat perhatian bagi beberapa orang yang ada di dekat kolam renang.

"Kok kak Rena makin menjadi-jadi?" ujar Cery kesal dan memegang lengan Rena.

Rena yang melihat itu memanfaatkan kesempatan, ia dengan sengaja mengunakan tangan Cery untuk mendorongnya ke kolam renang.

Byurrrrrr! ...

Suara Rena yang tercebur ke dalam kolam renang membuat banyak orang kaget dan melihat ke arah mereka.

"Tolong! Tolong gue gak bisa berenang!" teriak Rena sambil berkecimpung di dalam air yang dingin.

Tiba-tiba seseorang datang dan segera masuk ke dalam kolam renang dan mengangkat Rena naik ke atas.

Beberapa menit kemudian kolam renang tersebut sudah di penuhi banyak orang yang melihat keadaan Rena.

Linus mengendong Rena naik ke tepian kolam, sementara itu Cery tidak bisa berkata apa-apa, dia tidak menyangka Rena akan seberani ini nyebur ke kolam renang sat dirinya tau tidak pandai berenang.

Namun Cery masih tidak tau kalau dirinya sedang di jebak oleh Rena.

Mama Maya bergegas keluar karena ada keributan, sesampainya di kolam renang, ia melihat Rena yang sudah basah kuyup di tepi kolam.

"Astaga! Ada apa ini? Rena, kok bisa sampai kecebur gini?" tanya mama Maya menghampiri Rena.

"Ambilin handuk!" perintah Linus kepada pelayan yang ada di sana.

"Aku gak apa-apa kok tante, kami bertengkar dan Cery tidak sengaja emosi lalu mendorong ku ke kolam renang," jelas Rena sambil mengigil kedinginan.

Seketika semua mata tertuju kepada Cery, termasuk Linus dan mama Maya yang menatap nya dengan tatapan tajam.

"A-aku?" ujar Cery tidak mengerti sambil menujuk dirinya sendiri.

Mama Maya berdiri dan kemudian menghampiri Cery, ia terlihat sangat kesal dengan Cery.

Plak ...

Sebuah tamparan keras dari mama Maya berhasil mendarat di pipi Cery.

Semua orang yang melihat kaget, mereka juga tidak tau harus bicara apa karena kelihatan juga Cery yang mendorong Rena.

Sementara itu Della hanya memperhatikan mereka dari jauh, ia kini sudah tau bagaimana trik Rena yang begitu licik menjebak Cery.

"Kenapa Tante menampar ku?" ujar Cery sambil memegang pipinya.

"Karena kau benar-benar tidak tau tau terima kasih kepada Rena, padahal dia baik dan mau menemani mu di saat kau terlihat tidak punya teman," ungkap mama Maya sambil menuding Cery.

"Udah ma, bawa Rena masuk ke dalam, kasih pakaian ganti, biar aku aja yang urus perempuan ini," ungkap Linus kepada sang mama.

Mama Maya pun mendengar kan Linus, dia membawa Rena masuk ke dalam rumah, sementara itu Rena tersenyum setelah melihat apa yang di lakukan mama Maya kepada Cery.

Setelah itu ia tau, Linus akan semakin benci kepada Cery.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!