NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Investor Philipina

Meeting selesai, Mega membereskan semua yang ada diatas meja, laptop dan berkas hasil meeting di simpan dengan baik, lalu melihat ekspresi wajah Sera yang masih duduk dengan wajah kesalnya.

"Mungkin apa yang dikatakan Tuan Graven tidak semuanya salah Nona, dia bersikap seperti itu karena tidak ingin proyek ini gagal atau terjadi masalah, mengingat nilainya sangat besar dan menentukan nasib dua perusahaan" Mega bicara pelan, berharap bisa menenangkan Atasannya.

Sera bersandar di kursinya, otot nya terasa begitu tegang, kepala bahkan terasa berat, otak seperti mau terbakar, dia tau isi meeting terakhirnya, dia menyimak dengan baik, walau dengan pikiran yang bercabang karena adik sepupunya.

Masalah semakin bertambah, yang pertama kini Sera resmi menjadi orang nomer 2 di bawan pimpinan CEO muda yang lebih mirip setan saat melemparkan semua sanggahan dan juga sindiran.

Yang ke dua fix dia terjebak kerjasama sepuluh tahun dengan orang modelan Graven yang membuatnya terkadang panas dingin.

Dan yang ke tiga Sera masih harus mengawasi satu wanita dari garis keturunan Nugraha yang nakalnya bukan main, dan sayangnya dia adalah sepupunya.

Rasanya lengkap sudah penderitaannya, di jamin hidupnya tak akan pernah bisa tenang setelah ini, bahkan dia ragu, apakah masih bisa bertahan dalam kewarasan jika tekanan yang di berikan oleh Graven semakin meninggi.

"Aku benar-benar tak percaya bisa berada di lingkaran setan yang berwujud manusia, dia benar-benar gila!" ucap Sera di tengah kelelahan yang luar biasa.

Mega menatapnya, ini masih delapan jam saja, bisa di bayangkan jika nanti hari kerja aktif yang artinya Rudolf Company akan gencar mengaktifkan konektifitasnya dengan Megatan Company, mungkin sebentar lagi akan terasa di tengah Medan perang, batin Mega dengan helaan nafas beratnya.

"Tidak ada pilihan Nona, dan sebaiknya kita memang harus menyerah jika ingin keluar dari Zona nya, kita tidak akan bisa"

"Apa kau tau, dia itu dingin, ngeselin, tapi juga tak bisa kita tinggalin, rasanya aku ingin sekali lenyap dari dunia ini, atau di telan bumi sekalian!"

"Nona, jangan sembarangan kalau bicara, kita harus bersyukur, masih bisa bekerjasama dengan perusahaan sebesar Rudolf Company, akan banyak pengalaman, dan saat kita lepas dari ikatan kontrak, Nona Sera akan lebih siap memimpin Megatan Company sendiri, kita ambil sisi baiknya saja, walaupun itu_"

"Terlalu lama, sepuluh tahun Mega, dan aku rasa Oma sudah kena guna-guna"

Mega ingin tertawa, tapi segera ditahannya, melihat betapa serius wajah Sera kini.

"Emm, saya rasa Tuan Graven adalah orang yang realistis, jadi soal guna-guna_, sepertinya tidak mungkin Nona"

"Tapi dunia itu kejam Mega, setidaknya itulah yang selalu di katakan orang tuaku dan tentunya Oma juga"

"Dalam artian Nona Sera tidak pernah mendapat praktek nyata kejamnya dunia?"

"Tentu saja tidak, aku merasa semua baik-baik saja dan sangat menyenangkan kan, sampai datang hari ini, datang Graven, datang Rudolf Company, semuanya kacau!"

"Mungkin sudah saatnya Nona tau yang sebenarnya tentang apa itu kejamnya dunia" sahut Mega sambil tersenyum ke arahnya.

Sera terdiam, mengingat apa yang telah terjadi untuk di hubungkan dengan omongan sekretarisnya, dan sepertinya memang benar.

"Kamu benar, dan Graven Rudolf salah satu pelaku kekejamannya, benar bukan?"

"Emm, mungkin"

Mega hanya pasrah saja, dipaksa seperti apapun sepertinya tetap tidak bisa, Sera akan tetap menjadikan Graven Rudolf sebagai tempat untuk semua kesalahannya, padahal maksudnya bukan itu, melainkan benturan pekerjaan lah yang dianggap kejamnya dunia saat ini, batin Mega.

Belum juga lepas dari pikiran panasnya, tiba-tiba saya ponsel Mega berdering cukup kencang.

"Kuping mu gak sakit?!" teriak Sera setelah terkejut sesaat tadi, kesal akan deringan nyaring ponsel Mega yang tak segera berhenti.

"Maaf Nona, suara kerasnya agar saya cepat terjaga saat ada panggilan darurat dari anda,"

"Lalu itu suara pesan dari siapa?" tanya Sera uang kini memijit keningnya.

"Dari Tuan Harry"

Sera melirik tajam kearah Mega, aneh juga kenapa Harry sudah berani mengirim pesan ke Mega.

"Oh, pribadi?"

"Bukan Nona Sera, soal Megatan Company"

"Maksud mu?"

"Ada Investor asing dari Philipina, dan mereka ingin bekerjasama dengan kita"

"Bagus kan, lalu_?"

"Emm, masalahnya, apa Nona Sera bisa berbahasa Philipina?"

"Apa?, maksut mu?" Sera semakin bingung.

"Investor asing dari Philipina, ingin bergabung dan bekerjasama dengan kita, dan Tuan Graven menyuruh anda untuk belajar bahasanya"

"What!, apa?!, bahasa apa?"

"Philippina Nona, waktunya tak banyak, besok siang anda sudah harus bisa berbincang dengan mereka, karena besok tugas anda sebagai orang yang akan menemui Investor itu bersama tuan Graven"

Stress langsung, nafasnya terasa tercekik seketika, bahkan saat orangnya sudah tidak ada, perintahnya sanggup membuat Sera Asma dadakan.

"Nona tidak apa-apa?" jelas Mega prihatin akan wajah Atasannya.

"Kenapa laki-laki itu setan sekali Mega?" Sera lelah jiwa dan raga.

Begitu juga dengan Mega yang kini hanya menghela nafasnya.

"Saya sudah mencarikan guru privat yang handal untuk nanti malam Nona, apa anda berkenan?" tanya Mega.

"Apa aku punya pilihan?" tanya Sera yang sebenarnya sudah bisa tau akan jawabannya.

Sera berpikir sejenak setelah Mega menggelengkan kepala, dan akhirnya ada senyuman yang entah itu sebuah bencana atau bukan.

"Berikan ponselmu Mega"

"Hah, apa?!" tentu Mega terkejut, namun tangannya reflek memberikan apa yang diminta oleh Sera.

Memang kadang otak sama tubuhnya berlaku tak sama, dan Mega menggerutu atas kebodohannya, saat kini ponselnya berpindah tangan dengan cepatnya.

Sera segera menghubungi, dan disanalah Harry menjawabnya.

"Berikan pada Tuan mu atau aku tidak akan mau melakukan apa yang dimintanya, cepat!"

"I iya Nona, sebentar"

Tak lama, bahkan hanya beberapa detik saja, kini terdengar suara Graven di sana.

"Ada apa Nona Sera, masih terlalu dini untuk merindukanku karena aku baru berapa menit keluar dari ruangan mu"

"Ck, jangan terlalu percaya diri, kamu mungkin tampan dan punya segala fasilitas yang diinginkan banyak wanita, tapi aku_ TIDAK!"

"Okey, lalu_?"

"Aku tidak bisa bahasa Philipina, dan bagaimana untuk yang satu ini, cukup kamu yang bertemu dengan mereka, aku akan membantu di belakang layar, jadi tidak_"

"STOP!, sepertinya sebagai CEO, kamu terlalu banyak bicara"

"Apa?!, aku hanya menjelaskan keadaanku kalau tidak mungkin dalam semalam aku menguasai bahasa itu Graven!"

"Kalau begitu berusahalah lebih keras lagi"

"Apa?!, aku ini manusia bukan Google translate, yang bisa mengeluarkan semua terjemahan dari kata yang di masukkan!"

"No, kita tetap akan mendatangi mereka, aku dan kamu, nanti cukup belajar dasar bahasanya saja, selebihnya serah kan padaku, jadi_, jangan membuat alasan lagi untuk mempatenkan rasa malas mu, gunakan otak dan belajarlah"

KLIK

"GRAVEN!"

Bersambung.

Jangan lupa Like dan Komentarnya ya.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!