NovelToon NovelToon
SATU ATAP DI BARAK MILITER

SATU ATAP DI BARAK MILITER

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

Ghazali Atharrazka adalah perwujudan dari presisi dan kedinginan yang sempurna. Sebagai Kapten termuda dengan rekam jejak tanpa celah, hidupnya diatur oleh jam dinding dan hukum militer yang kaku. Baginya, kesalahan adalah aib dan kecerobohan adalah gangguan yang harus dimusnahkan. Dia adalah pria dengan tatapan sedingin es yang mampu membungkam satu batalion hanya dengan satu kata.

Lalu hadir seorang bernama Keyra Azzahra

Seorang mahasiswi tingkat akhir yang hidupnya adalah definisi dari kata chaos, Sebuah insiden memaksa mereka tinggal di bawah atap yang sama di lingkungan barak. Di antara derap sepatu laras dan aroma mesiu, mampukah si mahasiswi perusuh mencairkan hati sang Kapten yang membeku? Ataukah markas ini akan meledak karena ulah Keyra yang selalu di luar kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SKANDAL PAGI BUTA

Ketukan di pintu depan paviliun terdengar makin tidak sabar. Suara cempreng Ziva yang memanggil nama Keyra memecah keheningan pagi yang baru saja terasa damai. Di dalam kamar, Keyra menggeliat, kelopak matanya mengerjap berat saat menyadari kepalanya tidak lagi bersandar pada bantal, melainkan pada sesuatu yang keras namun hangat lengan berotot Ghazali.

---

Keyra tersentak bangun sepenuhnya. Matanya membulat saat menyadari posisinya yang masih berada di samping tempat tidur Ghazali, dengan tangan yang entah sejak kapan menggenggam jemari pria itu. Ia mendongak dan langsung bertatapan dengan mata elang Ghazali yang sudah terbuka lebar. Tidak ada kemarahan di sana, hanya tatapan dalam yang membuat jantung Keyra seolah berhenti berdetak sesaat.

"Key! Keyra Azzahra! Kamu di dalam? Ini sudah jam tujuh, kita telat apel medis!" teriak Ziva dari balik pintu depan.

"Gawat!" bisik Keyra panik. Ia segera melepaskan tangan Ghazali seolah tangan itu adalah besi panas. "Kalau Ziva lihat aku keluar dari kamarmu, habis riwayatku. Gosip di barak mahasiswi lebih cepat menyebar daripada virus flu!"

Ghazali mencoba duduk, meski wajahnya masih sedikit pucat, ia sudah kembali ke mode "Kapten" yang sigap. "Keluar lewat pintu belakang dapur. Jangan sampai ada yang lihat."

Keyra mengangguk cepat, menyambar handuk kompres dan baskomnya dengan gerakan kikuk. Namun, keberuntungan sedang tidak berpihak padanya. Suara kunci pintu yang diputar terdengar Bastian rupanya memiliki kunci cadangan paviliun untuk keadaan darurat pasca-badai.

"Ghaz? Kamu masih hidup? Ziva panik karena Keyra tidak angkat telepon" Kalimat Bastian terhenti tepat saat ia dan Ziva melangkah masuk ke ruang tengah dan melihat Keyra baru saja keluar dari kamar pribadi Ghazali dengan rambut berantakan dan wajah bantal.

Hening.

Ziva menjatuhkan tas medisnya ke lantai. Matanya bergantian menatap Keyra, lalu menatap Ghazali yang muncul di ambang pintu kamar tanpa atasan, hanya mengenakan kaus dalam hijau dan celana pendek hitam.

"Key... kamu... sejak kapan kamu pindah kamar?" tanya Ziva dengan suara yang naik satu oktav.

"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan!" seru Keyra, tangannya melambai-lambai panik. "Dia demam semalam! Aku cuma... aku cuma mengompresnya!"

Bastian menyandarkan tubuhnya di pintu, sebuah senyum jahil tersungging di wajahnya. "Mengompres sampai pagi, ya? Wah, luar biasa sekali dedikasi mahasiswi magang kita ini. Sepertinya paviliunmu memang butuh sentuhan feminin."

"Diam, Bastian," potong Ghazali dingin, meski suaranya masih agak serak. "Keyra hanya menjalankan tugas medisnya. Dia menyelamatkanku dari demam tinggi. Jangan buat rumor yang tidak perlu."

"Aku tidak buat rumor, tapi prajurit yang sedang lari pagi di depan paviliun tadi mungkin iya," Bastian terkekeh sembari menunjuk ke jendela. "Mereka melihat Keyra mondar-mandir di dapurmu sejak jam dua pagi tadi lewat celah gorden."

Wajah Keyra memerah padam, lebih merah dari warna kaosnya. Ia ingin sekali menghilang dari muka bumi saat itu juga. Ziva mendekat, membisikkan sesuatu yang membuat Keyra makin ingin tenggelam. "Key, bajumu terbalik. Labelnya ada di depan."

Keyra menunduk dan benar saja. Ia sangat ceroboh semalam karena terlalu panik merawat Ghazali.

"Sudah, cukup," Ghazali melangkah maju, memecah kecanggungan. Ia menatap Ziva dan Bastian dengan otoritas penuh. "Apel pagi dimulai lima belas menit lagi. Keyra dan Ziva, segera kembali ke klinik. Bastian, siapkan laporan logistik yang tertunda. Kejadian semalam tidak untuk dibahas lagi."

Meskipun perintah sudah turun, aura gosip sudah terlanjur meledak. Saat Keyra berjalan menuju klinik bersama Ziva, ia merasa setiap pasang mata prajurit yang berpapasan dengannya memberikan senyuman penuh arti.

"Key, jujur padaku," Ziva menyenggol lengannya saat mereka sudah di dalam klinik. "Si Kapten Kulkas itu... dia tidak sedingin yang kita kira, kan? Maksudku, dia membiarkanmu memegang tangannya semalaman?"

Keyra terdiam, teringat bagaimana hangatnya tangan Ghazali dan bagaimana pria itu menyebut nama adiknya dengan penuh luka. "Dia... dia cuma manusia biasa yang kesepian, Ziv. Tapi tetap saja dia menyebalkan!"

Baru saja Keyra hendak mulai bekerja, seorang prajurit jaga masuk dengan napas terengah-engah. "Izin, Dokter. Ada tamu di gerbang utama. Seorang pria paruh baya yang mengaku sebagai pemilik Atharrazka Group. Beliau memaksa bertemu Kapten Ghazali sekarang juga."

Keyra membeku. Ayah Ghazali datang ke markas?

***

1
Murni Asih
Ghazali... aku sebel sama kamu..!
Rika Pulungan
up
Murni Asih
tenang keyra.... saya temenin...saya jg sakit ati kamu di gituin sm kapten Ghazali ,
Murni Asih
biar cuma buat melindungi keyra atau kenyataan tp aku sebel bgt sm kapten Ghazali yg kaya gini...
Murni Asih
keyra tau klo sarah benci sm keyra
Murni Asih
keyra udh pasrah...
Murni Asih
lanjut ka
Murni Asih
pengorbanan kapten Ghazali dan Dokter Keyra
Murni Asih
minta maaf kapten Ghazali
Murni Asih
semoga otor melindungi kalian ber empat. 😭😭😭❤️❤️❤️
Murni Asih
msh perang aja.... 😭
Herfan Wahyudi
ceritanya sangat bagus...lanjut lagi ya kak🙏
Murni Asih
sampe di part ini , otor seneng bgt bikin orang jedak-jeduk....
Murni Asih
jgn smpe chip nya ketemu sm mereka
Murni Asih
lagi dan lagi lindungi mereka ber 4 ya kaka.... 💪
Murni Asih
Ghazali....
keyra...
Bastian...
yudha....
kamu dimana....
Murni Asih
pinta ku selalu , tolong lindungi mereka ber 4 ya author
Rika Pulungan
crazy up
Murni Asih
baru bangun tidur , lngsng deg²an... author...tolong lindungi mereka ber 4
Murni Asih
ish... sempet² nya ngegombal dulu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!