karena Ayahnya tewas di tangan Arya saat melakukan Pemberontakan Nirmala pergi ke negeri Bharat, guna belajar ilmu kanuragan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di tolong Yeti
Tubuh Han Le meluncur terus masuk ke dalam jurang yang gelap, kesadarannya perlahan menghilang, namun saat matanya akan tertutup ia melihat sebuah bayangan putih mendekat
Sementara di atas jurang pertarungan semakin menghebat, Tetua Lu yang melihat Han Le yang memiliki ilmu tetua mereka terjatuh ke dalam jurang menyerang dengan ganas pada orang yang menyebabkan Han Le terjatuh
Han le yang terjatuh ternyata di sambar oleh sesosok mahluk raksasa berbulu putih, raksasa putih itu menyambar tubuh han le dan membawanya ke sebuah goa , walau tubuhnya besar gerakannya cepat dan gesit seperti orang yang mempunyai ginkang tingkat tinggi
Han Le di letakkan di sebuah batu datar dalam sebuah ruangan yang ada di goa itu
Han le tak sadarkan diri selama beberapa hari, selama itu juga mahluk putih besar itu merawat han le
" Enggg" Han le terbangun , tubuhnya terasa kaku , ia membuka mata dan melihat keadaan sekitar
" tempat apa ini?"tanya Han le dalam hati. Ia melihat ruangan itu sangat luas, ada beberapa bangku dan meja dari batu, juga beberapa senjata, namun semua ruangan itu tertutup, tak ada pintu untuk masuk dan keluar dari ruangan itu
" Drrrrrrrt"
Tiba tiba salah satu dinding bergeser dan satu sosok putih tinggi besar masuk
" Yeti!" Han Le berseru kaget , ia mencoba bangun , namun tubuhnya masih susah di gerakan
" jangan takut" ucap Yeti itu saat melihat Han Le yang berusaha bangun
" Kau...kau bisa berbicara!" seru Han Le semakin takut
" tenanglah, namaku Coa Lin" ucap Yeti itu sambil duduk di dekat Han le, ia menyodorkan mangkuk obat yang di pegangnya " minumlah nanti kau akan merasa lebih baik"
" Han le menerima mangkuk obat itu dengan gemetaran
" Terima kasih Namaku Han Le" ucap Ha Le mengenalkan dirinya, ia meminum obat yang ada di mangkuk itu
" Argh, Pahit" seru Han Le sambil nyengir
" namanya juga obat, semakin pahit semakin bagus khasiat obat itu. kau masih muda mengapa kau bisa terjatuh ke dalam jurang ini, apa yang kau cari di gunung Himalaya ini?" tanya Coa lin sambil memandang Han Le penuh tanda tanya
" locianpwe , siaute mencari obat untuk orang tuaku" jawab han Le , Dari nada suara Yeti itu, ia bisa tahu jika di hadapannya seorang tokoh tua yang sakti, entah apa sebabnya menyamar sebagai Yeti
" Kamu berbakti, tetapi juga terlalu nekat" tegur Coa lin sambil memeriksa kondisi Han le
" Pukulan Penghancur Jantung" gumam Coa Lin " rupanya dia juga tergiur oleh buah Ling Ce yang langka" gumam Coa Lin pelan
" Dia siapa Locianpwe, pukulannya sangat kejam, aku merasa aliran tenaga dalamku sangat kacau saat ini" ucap han Le
" Kamu masih beruntung memiliki tenaga dalam yang melindungi jantungmu, jika tidak kau telah tewas dengan jantung Pecah" Coa lin kembali merebahkan tubuh Han Le " kau harus beristirahat agar tubuhmu cepat pulih, tetapi mungkin tenaga dalammu akan hilang" lanjut Coa Lin berkata dengan sedih
" apa tenaga dalamku bisa di sembuhkan locianpwe?" tanya Han Le
" Bisa, jika kau menemukan tanaman langka, seperti Buah Ling Ce, atau Teratai Salju" jawab Coa Lin sambil menggelengkan kepala, kedua tanaman itu sangat langka dan jika ada pastinya akan menjadi rebutan, belum lagi penunggu tanaman itu, setiap tanaman langka yang berkhasiat sudah pasti ada binatang purba yang menunggunya matang
" selain di sini di mana lagi aku bisa mendapatkan buah Ling Ce atau Teratai Salju
" Semua tergantung jodoh " sahut Coa Lin pelan
Han Le menatap lemas pada Coa lin " sepertinya aku tak berjodoh" ucap Han Le lirih nyaris tak terdengar
" Yang penting sembuhkan dulu dirimu, nanti kita cari caranya agar tenaga dalammu bisa pulih" hibur Coa Lin
Han le mengangguk pasrah
Sementara di atas jurang saat Han le terjatuh, pertarungan semakin meningkat
Suara benturan senjata teriak marah dan kesakitan menjadi satu, membuat lembah itu menjadi neraka bersalju
Di tepi jurang tempat Han Le terjatuh beberapa tubuh tergeletak tak bernyawa, di sekitarnya ada beberapa pendekar yang merintih kesakitan, namun tak ada yang peduli, semua tertuju pada Buah Ling ce
Batangnya yang berwarna keperakan pucat berkilau lembut bagai kristal es, di sela daunnya yang tak banyak satu buah menggantung memancarkan cahaya keemasan dan mengeluarkan hawa hangat tanda buah itu akan matang
" Buahnya matang!" seorang pendekar dari perguruan kunlun berteriak saat melihat buah ling ce itu semakin terang cahayanya
" Cepat ambil, siapa cepat dia dapat" seru yang lain
Wuuush
Para pendekar Kunlun yang sebelummnya membentuk barisan ( Tin) perlahan mulai pecah beberapa pendekar yang ada di barisan sudah ada yang melesat ingin memiliki buah Ling Ce
Syuuut
Praaak
Satu cambuk terdengar berdesing dan tak lama seorang pendekar Kunlun terbanting di tanah
" Buah ini milik Gobi!" satu murid kepala berambut coklat berdiri menghadang
Di sisi lain Tetua Lu dari Kaypang memutar tongkat di tangannya , matanya memerah wajahnya muram, karena ia tak berhasil menyelamatkan Han Le yang ia pikir murid tetua Han an, bayangan tubuh Han Le yang meluncur terjun ke jurang terbayang di matanya
" Tetua perguruan Kunlun dan Gobi mulai bertarung! Apa perintahmu?!" seorang murid Kaypang melaporkan kunlun dan gobi yang mulai bertarung
Bentuk Formasi, jangan biarkan siapapun mendapatkan buah Ling Ce!" seru Tetua lu
Para anggota Kaypang bergerak cepat menyusun satu barisan pertahanan guna mencegah orang laib mendekati buah Ling ce
Di sisi lain Biksu Kong Hui berdiri tegak agak jauh dari pertarungan hanya pihak Shaolin saja yang tidak ikut meramaikan pertarungan kacau itu
" Amitaba..!, keserakahan tellah membutakan mata dan Hati, guamnya sambil melangkah mmaju degan tangan terangkat
" Berhenti!" Suara biksu kong hui mengalun pelan, tetapi seperti mempunyai kekuatan gaib, yang mampu membuat semua pertarungan terhenti karena seruan pelannya
" Amitaba....! Buah Ling Ce hanya untuk yang berjodoh percuma jika kalian bertarung tetapi tak berjodoh dengan buah itu" ucap Biksu Kong Hui
" Buah ini harus jadi milikku!" iblis bayangan Merah berteriak dan melesat dengan kecepatan tinggi, semuanya terjadi tiba tiba hingga tak ada yang bisa menghentikannya
Namun belum sempat ia meraih buah itu, tanah tiba tiba bergetar
Roaaaaaar
Kraaaaak
tebing di yang ada di bawah buah ling Ce itu retak dan perlahan menjadi sebuah Goa
Hssssssssssss
Tak lama dari goa itu terdengar desis keras
" Amitaba...!, buah ini ternyata ada yang menjaga ucapnya pelan
Tak lama dari terdengarnya suara desisan, dari dalam goa terlihat satu sosok sedang merayap, perlahan ia sosok itu merayap keluar, yang ada di sana langsung menahan napas melihat sosok yang keluar dari goa, seekor ular besar merayap keluar, tubuhnya sebesar rumah, dengan sisik biru pucat berkilau , ular es itu mengangkat kepalanya melihat buah ling ce yang telah matang
" Ular es" seorang pendekar dari kunlun berkata penuh ketakutan