Seina adalah gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal. Setelah lulus sekolah, hidupnya terasa sempurna ketika dia berhasil debut di dunia hiburan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di puncak awal kariernya, Seina justru dibunuh oleh seorang haters yang iri padanya.
Saat membuka mata, Seina tidak lagi berada di tubuhnya sendiri. Dia terbangun di tubuh Serina Elvano, seorang wanita egois yang dibenci banyak orang. Lebih mengejutkannya lagi, dia berpindah tubuh saat Serina sedang berjuang melahirkan anaknya.
Serina harus menjalani kehidupan baru sebagai istri Cristian Elvano, pria dingin dan berkuasa yang sama sekali tidak mencintai istrinya. Tidak hanya diabaikan oleh sang suami, Serina juga diperlakukan rendah oleh keluarga Elvano karena sikap buruknya di masa lalu.
Dia bertekad mengubah hidupnya, merebut kembali harga dirinya, dan membuat semua orang yang meremehkannya menyesal, terutama Cristian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 02
Seina yang sekarang menempati tubuh Serina termenung meratapi nasibnya yang sulit di terima logika. Dia masih belum bisa menerima bahwa jiwanya menempati raga orang lain, dan lebih mengejutkannya lagi dia menempati raga wanita yang sudah bersuami dan baru saja selesai melahirkan yang artinya sekarang dia menjadi seorang ibu dadakan.
"Haha, apa ini yang di sebut takdir sialan?" Serina tertawa pahit. "Aku kira hal konyol seperti ini hanya ada di dunia novel, ternyata ada di dunia nyata juga."
Ingatan dari tubuh Serina sudah masuk ke dalam ingatannya saat dia tak sadarkan diri, fakta bahwa Serina seorang yatim piatu sepertinya membuat Seina merasa kasihan pada tubuh Serina.
"Miris banget, padahal Serina bisa jadi wanita yang mapan dan independen tapi dia malah bersikap arogan yang merugikan diri sendiri."
Serina Elvano, itulah nama tubuh yang kini Seina tempati. Dia masih seorang istri dari keluarga Elvano, tapi Serina tak punya kerjaan lain selain menghabiskan uang suaminya untuk berfoya-foya. Sebanyak apa pun usaha Serina untuk mempercantik diri agar di lirik oleh suaminya, hal itu tidak pernah terjadi.
Cristian Elvano membencinya. Pria tak berperasaan itu mengabaikan Serina layaknya wanita itu hanyalah mahluk tak kasat mata.
Sejujurnya Seina membenci sikap Serina yang egois dan semena-mena, tapi di sisi lain dia juga merasa iba dengannya. Usaha yang di lakukan Serina selalu berakhir sia-sia, dari ingatan yang dia dapat sebelum menjadi istri keluarga Elvano, Serina adalah gadis yang baik dan ramah tapi sejak menikah perlahan sikap itu menghilang dari Serina.
Serina tak pernah di anggap oleh suaminya, meski dia sangat mencintai Cristian. Mungkin alasan di baliknya karena Serina melakukan trik kotor untuk mendapatkan Cristian, hingga mengandung anak pria itu dan menuntut pertanggung jawaban.
Serina pikir setelah menikah, Cristian akan mencintainya tapi pengabaian demi pengabaian yang terus dia dapatkan dari pria itu hingga merenggut akal sehatnya.
Serina menghela napas berat, pandangannya tertuju pada bayi mungil yang berada di sebelah ranjangnya. Bayi tak bersalah yang menjadi korban keegoisan orang dewasa. Dia sendiri merasa penasaran bagaimana wajahnya kini, akankah berubah atau masih tetap sama seperti dulu.
"Suster, saya mau ke toilet dulu. Titip anak saya sebentar, ya." Kata Serina pada suster yang berjaga di ruangannya.
"Baik, Nyonya."
Serina melangkah menuju toilet, meski tubuhnya terasa remuk setelah melahirkan normal dia tetap memaksakan diri. Begitu sampai di toilet, Serina langsung melihat ke arah cermin hingga dia bisa melihat dengan jelas bagaimana rupa wajahnya saat ini.
"Woah, inikah wajahku yang baru?" Ujarnya takjub.
Tubuh barunya tak berbeda jauh dengan tubuhnya yang dulu, meski dulu dia baru lulus sekolah SMA tapi bodi tubuhnya sudah sangat proposional hingga dia menyukai pakaian yang pas bodi dan seksi yang mampu membentuk lekukan tubuhnya.
Serina meneliti wajahnya dengan seksama, wajah tanpa riasan namun terlihat cantik alami tanpa ada jerawat di sekitarnya. Tapi, kenapa suaminya tidak bisa mencintainya?
Namun, sedetik kemudian dia ingat jika selama menjadi istri seorang Elvano dia selalu hidup dengan riasan tebal tanpa sedikit pun menunjukan wajah aslinya. Tapi itu bukan masalah sekarang, karena mulai detik ini juga dia akan membuat Cristian menyesal telah mengabaikannya.
Setelah puas melihat wajah barunya, Serina keluar dari toilet untuk melihat wajah anaknya yang masih terlelap.
"Imut banget bayinya, ganteng lagi." Ujar Serina bangga dengan hasil jerih payahnya mengejan.
Perlahan mata bayi itu terbuka, mata berwarna hazel itu menatapnya dan sesekali berkedip. Seakan dia tahu jika kini ibunya sedang menatapnya, Serina tersenyum canggung masih aneh baginya karena sekarang dia menjadi seorang ibu.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Serina, dia menoleh ke arah pintu masuk dan melihat seorang pelaya muncul. Dari ingatannya, pelayan itu bernama Emma yang bekerja di kediamannya. Serina menatapnya sekilas lalu mengalihkan pandangannya kembali ke arah sang bayi.
"Nyonya, kata dokter Anda bisa pulang sekarang." Ucap Emma dengan gugup, mungkin wanita itu takut dengan reaksi yang akan Serina berikan.
"Kenapa hanya kamu yang datang menemuiku? Di mana mereka? Apa mereka tidak datang menemui bayiku?"
Serin bertanya datar, dia sudah menduga jika Elvano family tidak mungkin akan datang menjenguknya. Mereka membenci keberadaannya, dan kelahiran bayi itu adalah aib bagi mereka. Tapi Serina tak menyangka jika dugaannya memang nyata.
Emma tampak sangat bingung dan tidak mengelurkan suara, dia tidak tahu bagaimana harus memberikan jawaban pada Serina.
Paham dengan reaksi pelayannya, Serina menghela napas berat lalu menarik sudut bibirnya ke atas hingga membentuk senyuman.
"Apa kamu takut padaku?" Tanya Serina.
Emma menggeleng kaku. "Ti-tidak, Nyonya."
"Kamu tidak perlu merasa tertekan seperti itu, aku bukanlah Serina yang dulu."
Serina melihat Emma menundukkan kepala, hal itu membuat Serina mendengus sebal. Memang sulit untuk memulihkan nama baiknya di kalangan para pelayan, terlebih sikap Serina sebelumnya memang sangat buruk.
"Susah kubilang jangan takut, apa suaraku kurang jelas di telingamu?" Tanya Serina sedikit menekan nada suaranya jadi tajam.
"Bu-bukan seperti itu, Nyonya."
"Lalu, kenapa sejak tadi kamu menunduk?"
"Itu... Karena Anda jika tersenyum terlihat sangat cantik." Kata Emma jujur.
Serina terdiam, pengakuan itu sedikit membuatnya terkejut. Memang benar, selama ini Serina tidak pernah tersenyum pada orang lain kecuali Cristian. Wanita itu selalu marah-marah yang membuat semua orang takut dan benci padanya.
"Sungguh?" Tanya Serina antusias. "Jika senyumku membuatmu tidak takut, maka mulai sekarang aku akan lebih banyak tersenyum."
"Tidak perlu seperti itu, Nyonya. Anda bisa melakukan apa pun yang Anda mau, tanpa perlu memikirkan orang lain."
Detik itu juga tawa Serina terdengar, baginya reaksi Emma terlihat lucu. Serina melangkah mendekati Emma lalu memegang tangannya, dia bisa merasakan jika tubuh wanita itu menegang.
"Emma, sebelumnya aku mau minta maaf karena pernah berbuat jahat padamu. Tapi, sekarang aku sungguh ingin berubah ke arah yang lebih baik. Bisakah kamu membantuku, dan menjadi temanku? Kalau bukan kamu siapa lagi? Keluarga suamiku tidak menyukaiku dan aku yatim piatu."
Serina sengaja mengatakan hal itu agar membuat Emma bersimpati padanya dan mau membantunya, jik tidak seperti itu Emma tidak mungkin akan mempercayainya.
Detik itu juga, mata Emma langsung berkaca-kaca. Dia benar-benar iba dengan nasib yang di alami oleh Serina, walau dulu Serina jahat dan selalu membentaknya tapi sekarang melihat tekad Serina yang ingin berubah membuat Emma sangat sersyukur. Emma membalas genggaman tangan Serina, berharap jika itu mampu memberi kehangatan pada kekosongan hati Serina.
"Nyonya tidak perlu minta maaf pada saya. Harusnya saya yang meminta maaf karena belum bisa bekerja dengan baik untuk Anda, saya berterima kasih karena bantuan Anda saya bisa menyekolahkan adik saya. Saya akan selalu membantu Anda, Nyonya."
Seketika Serina tertegun mengetahui fakta tersebut, jika Serina yang memperkerjakan Emma lantas kemana ingatan tentang hal itu? Mengapa ingatan yang dia dapat tidak ada yang menyangkut tentang fakta tersebut?
.. pelan pelan sajaaaaa 🎵🎶🎵
mulai berpihak ke serin kamu cris🫶
novel kmrin blm selesai thor
cerita mu makin seruuu
ada sistem aseekkkk... bisa bantu seina menjinakkan Cristian 😁😁😁😁
ayoooo semangat update. aku maraton nih bacanya😁
lama lama kalau diperlakukan baik lemah lembut Cristian juga akan luluh yaa gaaakkkk😄😄😄
bagus si Serina, ambil hati suamimu. kalau ga bisa cara halus cara kasar aja. terjang 🤣🤣🤣