NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2.

Pukul 9 malam dini hari.

Seorang gadis yang berumur 15 tahun nampak berjalan mondar mandir di depan rumah mewahnya.

Seorang laki laki yang baru turun dari motor sport miliknya pun terlihat berjalan menghampiri gadis itu.

"Kak Soka, aku harus gimana? Tadi aku ketiduran di rumah Mamih Cherly," kata gadis itu dengan wajah panik.

"Berarti sekarang kamu baru sampai rumah ini?" tanya Soka sembari melihat jam yang terpasang di pergelangan tangannya.

Dengan wajah polos nan imut, Maura kecil nampak mengangguk. Hal itu sungguh membuat jantung Soka sang Kakak seakan berhenti untuk berdetak.

"Lebih baik kamu langsung masuk ke dalam kamar saja!" titah Soka.

"Tapi aku takut Kak, kalau nanti ketahuan sama Mama Stela gimana? Aku takut dia menghajar dan memberikan hukuman pada ku," sahut Maura dengan wajah takut.

"Kakak janji, kali ini pasti Kakak akan membantu mu," kata Soka menyakinkan adiknya.

Maura menjawab dengan sebuah anggukan pasti. Sudah berkali kali Soka berjanji akan membantu adiknya jika sang adik itu mendapatkan hukuman atau pun kekerasan fisik dari sang ibu. Namun tetap saja, sang adik selalu mendapatkan hukuman yang parah dari sang ibu dan seperti biasa juga. Sang kakak tidak pernah bisa berbuat banyak.

Kadang Soka sebagai anak pertama nampak bertanya tanya, kenapa ibunya itu terlihat sangat membenci adiknya. Padahal adiknya itu sangat baik dan juga manis. Tapi, ya Soka akui memang kadang Maura itu manja. Tapi manjanya Maura seperti anak anak seumuran dirinya, apalagi Maura itu anak ragil.

Contohnya, seperti beberapa hari lalu, saat Maura ijin mau ikut acara kelulusan yang di adakan di sekolahnya. Padahal Maura sudah ijin, tapi saat pulang dari acara itu, Maura malah mendapatkan amukan dan juga tamparan dari Stela, bahkan Maura juga di hukum untuk tidur di dalam kamar mandi dan tidak di perbolehkan untuk memakan malamnya.

Alasan Stela sungguh tidak masuk akal kala menghukum Maura, hanya karena Soka anak pertamanya itu jatuh dari motor kala pulang sekolah. Stela menyalahkan kesialan yang menimpa anak pertamanya itu kepada Maura.

Sekarang Maura dan juga Soka berjalan masuk ke dalam rumah, ke duanya berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah kaki yang terlihat begitu pelan.

"Maura, sekarang sangatlah sepi, mendingan kamu itu buruan masuk ke dalam kamar. Mungkin sekarang Mamah sudah tidur," ujar Soka pelan, ia terlihat celingukan guna melihat kesana kemari.

"Tapi aku takut Kak, kalau tiba tiba nanti Mamah ada di dalam kamarku gimana? Soalnya sekarang ini aku memang sedikit gak enak badan. Akibat tadi siang aku itu di hukum, gara gara MOS yang terlambat terus di hukum deh sama si Guru aneh."

"Lah kata Mamah kamu itu mau home schooling, kok malah sekolah formal sih Dek," tegur Soka.

"Home schooling? Memangnya Mamah Stela pernah bilang pada ku? Lagian aku juga gak bakalan mau kalau di suruh home schooling. Kak Soka itu kan tahu? Aku selalu di suruh di rumah di kamar terus, bahkan aku juga sering di kunciin di dalam kamar mandi. Main ke rumah teman saja selalu dapat ceramah dari Mamah, masak aku juga harus sekolah di rumah sih!" keluh Naura dengan suara pelan, sembari terus melangkahkan langkah kakinya.

Soka hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar. Karena ia tidak tahu alasan kenapa hati kecilnya itu selalu gusar, jika melihat adiknya itu berdekatan dengan laki laki lain. Makanya Soka mendukung penuh keputusan Mamahnya untuk membuat adiknya itu home schooling.

Bahkan Soka sampai melarang teman tamannya sekolahnya untuk datang berkunjung ke rumahnya ini. Karena dulu pernah ada 2 teman nya yang mengatakan ketertarikannya pada Maura, ya Soka akui, Maura adalah gadis yang ceria dan sangatlah cantik. Tapi ntah kenapa? Ia merasa jengkel dan sangat marah apabila Maura dekat dengan laki laki muda selain dirinya.

"Terus tadi kamu daftar sekolah sama siapa? Jangan bilang sama Mamih Cherly!" tebak Soka.

"He he he." Maura hanya bisa nyengir kuda setelah mendengar tebakan yang baru saja di katakan oleh Kakak nya.

"Nanti kalau di sekolah baru ada laki laki yang mendekat atau macam macam kepadamu, jangan sungkan untuk mengatakannya pada Kakak. Biar Kakak buat kapok, jika ada laki laki yang berniat mendekati mu!" Wajah Soka sekarang ini terlihat menggebu gebu.

"Astaga, Kak Soka itu apa apaan sih! Baru aja sehari masuk sekolah. Mana ada laki laki yang ganggu —." Ucapan Maura terhenti, kala dirinya teringat dengan guru di sekolahnya yang tadi tiba tiba memeluk dirinya.

Bahkan Maura sampai di buat begidik dan juga merinding sendiri kalau teringat akan tingkah guru yang sangat aneh itu.

Beberapa bulan lalu, Soka yang tiba tiba sedih dan memeluk Maura saja. Maura sampai di buat merinding, risih dan tidak nyaman. Padahal kan setahu Maura Soka adalah Kakak kandungnya yang sejak kecil itu hidup bersama. Nyatanya Maura benar benar di buat tidak nyaman, dan ia langsung menginjak kaki Kakaknya itu agar segera melepaskan pelukannya.

"Kakak mau kemana? Ayo ikut masuk ke dalam kamarku! Katanya Kakak itu mau membantu ku!" Naura terlihat menarik

Pergelangan tangan Kakak nya itu.

Soka hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Sudah lama sebenarnya ia memendam perasaan pada adiknya itu, namun Soka sadar. Jika ia harus menghilangkan perasaannya itu pada adiknya. Karena hubungan sesama saudara kandung itu di agama manapun tetaplah di larang.

Dan sekarang Soka di hadapkan untuk berduaan di kamar bersama dengan adiknya. Hal yang sungguh membuat Soka takut jika sampai berbuat lebih.

Namun yang di pikirkan Soka sungguh jauh berbeda dengan apa yang di pikirkan oleh Maura, ia mengajak Kakak nya itu masuk ke dalam kamarnya karena Kakaknya itu tadi sudah berjanji akan membantu dirinya dari amukan ibunya.

"Bagaimana pun caranya, aku harus menyeret Kak Soka untuk masuk ke dalam kamar! Feeling ku mengatakan jika sekarang Mamah Stela itu sudah menungguku di dalam kamar." gumam Maura di dalam hatinya, ia terlihat terus menarik tangan Kakaknya itu agar ikut masuk ke dalam kamar.

Semburat merah tampak jelas terlihat dari ke dua pipi Soka saat adiknya itu memegang tangannya. Bahkan ia merasa jika adiknya itu seperti mengalirkan sebuah aliran listrik lewat tangannya.

Ceklek.

Kamar Maura nampak gelap sekarang ini.

Soka pun terlihat buru buru melepaskan pegangan tangan adiknya, lalu ia membalikkan badannya. Soka benar benar ingin segera kembali ke dalam kamarnya, karena jantungnya sekarang ini benar benar dalam keadaan yang tidak aman.

"Kakak mau kemana? Ini kan lampunya belum di hidupkan, tunggu dulu lah!" Maura malah terlihat kembali menarik pergelangan tangan Kakak nya itu.

"Hadeh, susah susah kabur. Eh malah tanganku di tarik kembali," kata Soka dalam hati.

"BAGUS, JAM 9 LEBIH 12 MENIT 20 DETIK BARU SAMPAI RUMAH KAMU!"

Kedua bola mata Maura maupun Soka nampak membulat sempurna. Melihat wanita yang berdiri tak jauh dari mereka, bahkan wajah wanita itu terlihat merah padam.

"Ma - maaf Mah, tadi Maura tidak keluyuran! Maura itu hanya ketiduran di rumah Mamih Cherly," kata Maura dengan wajah takut.

"Siapa yang menyuruhmu untuk lama lama berada di rumahnya? Terus siapa yang membolehkan untuk bersekolah? Orang seperti mu itu tidak pantas bersekolah. Kau hanya pantas di rumah!" Amarah Stela benar benar meledak, ia terlihat menarik telinga Maura, dan menariknya masuk ke dalam kamar mandi.

"Mah, apa yang mamah lakukan? Tolong jangan lakukan ini pada Maura!" Soka nampak memohon pada Mamahnya untuk menghentikan aksinya yang akan menyiram Maura dengan air shower yang dingin.

"Jangan ganggu aku Soka! Pergilah ke kamar mu! Bukankah besok kamu itu harus pergi bersekolah! Anak ini harus di hukum, perempuan seperti dia hanya pantas untuk di kurung di rumah! Mamah hanya memberikan dia hukuman agar tidak bisa bertingkah seenaknya di rumah ini."

Stela terlihat mengambil gagang kayu kecil yang memang berada di dalam kamar mandi anaknya itu.

"Mana tanganmu Maura?" bentak Stela.

"Mah aku mohon maafin Maura, Maura janji tidak akan main ke rumah Mamih Cherly lagi!" Maura nampak ketakutan seraya berlinang air mata.

"Mah tolonglah!" Soka berusaha menghentikan aksi Mamahnya.

"Mana tangan mu? Apa kamu itu ingin mendapatkan hukuman lebih dari Mamah!"

Maura terlihat meluruskan tangannya itu ke depan, air shower juga terlihat terus mengguyur tubuhnya.

Ctek

Ctek

Stela terlihat memukul kayu itu di tangan anak nya dengan keras sebanyak dua kali.

Tangisan dan juga jeritan pilu nampak menggema di dalam kamar mandi milik Maura.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!