NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Beban yang Berpindah

​Tabib istana menyeka keringat di dahinya dengan tangan yang gemetar. Dia baru saja selesai menjahit luka menganga di dada Pangeran George yang terbaring lemah di atas ranjang medis.

​"Bagaimana keadaan kakakku, Tabib?" tanya Jacob dengan nada suara yang penuh kecemasan.

​Pangeran George berhasil melewati masa kritis, namun tebasan pedang besar di dadanya telah merusak saraf tulang belakang secara permanen. Beliau tidak akan bisa bertarung atau berdiri dengan normal lagi selamanya.

​Jacob merasakan jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Dia mendekati ranjang George dan melihat kakaknya yang gagah itu kini terlihat sangat rapuh dengan perban tebal yang menutupi seluruh dadanya.

​||||||||||||||

​George perlahan membuka matanya dan menatap atap tenda dengan pandangan kosong. Dia mencoba menggerakkan kakinya, namun anggota tubuh itu tetap diam tak bergeming sama sekali.

​"Jacob... apakah aku sekarang menjadi orang cacat?" tanya George dengan suara yang sangat parau.

​Jacob tidak bisa menahan air matanya lagi. Dia menggenggam tangan kiri kakaknya yang masih terasa dingin dengan sangat erat.

​"Maafkan aku, Kak. Seharusnya aku yang terkena tebasan itu, bukan kau," ucap Jacob dengan isak tangis yang tertahan.

​George tersenyum pahit sambil menatap adiknya dengan tatapan yang penuh rasa kasih sayang.

​"Jangan menangis, Jacob. Sekarang kau adalah harapan satu-satunya bagi kerajaan Helios. Aku tidak bisa lagi memimpin pasukan Black Knight di garis depan," bisik George dengan lemah.

​{Kasihan sekali Kak George. Dia adalah ksatria terbaik kita yang bahkan ditakuti lawan, tapi sekarang dia harus kehilangan segalanya demi melindungiku. Beban berat ini sekarang benar-benar berpindah ke pundakku.}

​Jacob merasa sangat terpukul karena dia tahu betapa besar tanggung jawab yang harus dia pikul sebagai pangeran yang masih sehat.

​||||||||||||||

​Pintu tenda medis tiba-tiba terbuka dengan sangat kasar hingga menghantam tiang penyangga. Raja Ferdinand masuk dengan suara langkah kaki yang menghentak keras, wajahnya memerah karena amarah yang sangat memuncak.

​"Siapa yang berani membuat putra mahkotaku menjadi tidak berdaya seperti ini!" teriak Raja Ferdinand hingga suaranya mengguncang seluruh ruangan.

​Raja Ferdinand menatap kondisi dada George yang mengenaskan dan segera membalikkan badannya ke arah Jendral Veldora yang berdiri di dekat pintu.

​"Veldora! Siapkan seluruh pasukan elit sekarang juga! Kita akan menyerbu ibu kota Scolar malam ini dan menghancurkan mereka tanpa sisa!" perintah Raja Ferdinand dengan penuh emosi.

​Veldora hanya terdiam sejenak, namun dia mulai memberikan tanda kepada pengawalnya untuk menyiapkan perlengkapan perang sesuai perintah raja yang sedang murka.

​"Ratakan setiap bangunan dan jangan biarkan satu pun prajurit Scolar tetap bernapas!" lanjut Raja Ferdinand dengan kepalan tangan yang sangat kuat.

​Jacob segera berdiri dan menghadang langkah ayahnya sebelum sang raja benar-benar keluar dari tenda tersebut.

​"Tunggu, Ayah! Anda tidak boleh melakukan itu sekarang! Itu adalah tindakan yang sangat ceroboh dan berisiko!" teriak Jacob dengan suara yang lantang.

​||||||||||||||

​Raja Ferdinand terhenti dan menatap putra keduanya itu dengan tatapan yang tajam sekaligus tidak percaya.

​"Apa kau bilang? Kau berani menyebut perintah ayahmu ceroboh?" tanya Raja Ferdinand dengan nada suara yang sangat rendah namun mengancam.

​Jacob mengatur napasnya agar tetap tenang meskipun hatinya sedang berdegup sangat kencang karena menghadapi aura menekan sang raja.

​"Pasukan kita baru saja kembali dari pertempuran berdarah dan stamina mereka sudah habis. Menyerang Scolar yang memiliki pertahanan benteng kuat dalam kondisi lelah hanya akan membuat kita semua mati konyol," jelas Jacob dengan argumen yang sangat logis.

​Raja Ferdinand mendengus kasar, namun dia tidak bisa membantah kenyataan bahwa pasukannya memang sedang berada di titik terlemah mereka saat ini.

​"Kemudian kau ingin aku diam saja melihat pangeran pertamaku dihina seperti ini?" tanya Raja Ferdinand dengan gigi yang bergemeretak.

​Jacob menatap ayahnya dengan pandangan yang sangat serius dan penuh tekad.

​"Beri aku waktu untuk memulihkan diri. Aku sendiri yang akan memimpin serangan itu dengan cara yang lebih cerdas, bukan dengan amarah yang buta," ucap Jacob dengan penuh keyakinan.

​{Sistem Auto Pilot tadi masih tersimpan di dalam diriku. Jika aku menggunakannya lagi, aku yakin bisa menembus pertahanan Scolar tanpa harus mengorbankan banyak prajurit.}

​||||||||||||||

​Sebuah notifikasi transparan tiba-tiba muncul di sudut penglihatan Jacob, menunjukkan bahwa sistem sedang memproses data di sekitarnya.

​[Saran Strategi: Pengguna disarankan untuk melakukan pengintaian jarak dekat pada struktur utama benteng Scolar.]

​{Pengintaian? Untuk apa? Aku bukan seorang mata-mata yang terlatih,} batin Jacob dengan penuh tanda tanya.

​[Penjelasan: Modul Analisis dapat mendeteksi kelemahan struktural dan titik buta penjagaan. Sistem membutuhkan input data melalui panca indra pengguna untuk memetakan rute serangan paling mematikan.]

​Mata Jacob berbinar mendengar penjelasan mekanis tersebut. Dia menyadari bahwa dia bisa menjadi pengintai paling akurat di dunia dengan bantuan sistem misterius ini.

​"Ayah, izinkan aku pergi ke wilayah perbatasan Scolar malam ini juga tanpa membawa pasukan," kata Jacob tiba-tiba dengan suara yang mantap.

​Raja Ferdinand menghentikan gerakannya dan menatap Jacob dengan ekspresi seolah sedang melihat orang yang sudah bosan hidup.

​"Apa kau kehilangan akal sehatmu, Jacob? Kau ingin pergi ke sarang musuh sendirian setelah kita hampir kehilangan George?" bentak sang raja dengan wajah yang kembali memerah.

​||||||||||||||

​Suasana di dalam tenda seketika menjadi sangat dingin dan mencekam. Veldora bahkan memegang gagang kapaknya karena khawatir dengan ketegangan antara ayah dan anak tersebut.

​"Aku tidak akan mati, Ayah. Aku akan menyusup sendirian agar tidak memancing kecurigaan patroli musuh. Jika aku membawa pasukan, mereka pasti akan bersiaga penuh," jelas Jacob sambil menatap mata ayahnya tanpa rasa takut sedikit pun.

​Raja Ferdinand mendekati Jacob dan memegang bahu putranya dengan cengkeraman yang sangat kuat.

​"Tidak! Aku sudah kehilangan kegagahan kakakmu untuk sementara! Aku tidak akan membiarkanmu menjadi mayat di tanah musuh hanya karena kesombonganmu!" teriak Ferdinand dengan penuh emosi.

​Jacob tetap berdiri tegak, dia tidak meringis sedikit pun meskipun cengkeraman ayahnya terasa ingin meremukkan tulangnya.

​"Percayalah padaku kali ini saja, Ayah. Aku memiliki rencana yang akan menjamin kemenangan bagi Helios tanpa banyak darah yang tertumpah," tegas Jacob dengan nada suara yang penuh wibawa.

​Ferdinand terdiam cukup lama sambil menatap dalam ke mata putra keduanya itu. Dia melihat sebuah keyakinan yang sangat besar yang belum pernah dia temukan pada Jacob sebelumnya.

​"Pergilah, tapi jika dalam tiga hari kau tidak kembali, aku sendiri yang akan memimpin seluruh pasukan untuk menghancurkan Scolar," ucap Raja Ferdinand akhirnya sambil melepaskan cengkeramannya.

​Jacob membungkuk hormat dengan cepat dan segera keluar dari tenda untuk menyiapkan kuda terbaiknya.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!