NovelToon NovelToon
Segel Kekosongan Abadi : Iblis Berbaju Dewa

Segel Kekosongan Abadi : Iblis Berbaju Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri / Iblis
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Di bawah langit yang memisahkan tiga alam: Surga, Bumi, dan Neraka, lahir seorang anak yang sejak dalam kandungan telah menjadi bahan percobaan para tetua kultivasi terlarang.

Wei Mou Sha tidak pernah meminta untuk lahir. Ia tidak pernah meminta untuk menjadi percobaan. Dan ia tidak pernah meminta untuk merasakan ribuan kematian dalam satu jiwa.

Sejak usia tujuh tahun, tubuhnya ditanamkan Segel Kekosongan Abadi, sebuah kutukan kuno yang memakan sedikit demi sedikit rasa kemanusiaannya setiap kali ia menggunakan kekuatannya. Semakin kuat ia bertarung, semakin kosong jiwanya. Semakin kosong jiwanya, semakin brutal ia membunuh.

Yang mengerikan bukan caranya membunuh.

Yang mengerikan adalah ekspresinya yang tidak pernah berubah.

Ia tersenyum lembut saat menghabisi seorang jenderal dewa. Ia mengangguk sopan sebelum menghancurkan tulang seorang iblis betina. Tidak ada kebencian. Tidak ada kepuasan. Hanya kekosongan yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Rasa Sakit Adalah Guru Pertamanya

Tubuh manusia memiliki tiga ratus enam puluh titik qi.

Wei Mou Sha mempelajari semuanya bukan dari kitab, bukan dari guru, tapi dari jarum yang menghujam titik-titik itu satu per satu selama bertahun-tahun, sampai ia hafal letaknya.

Rasa sakit adalah cara paling efisien untuk mengingat sesuatu.

Itu pelajaran kedua yang ia pelajari di dunia.

Para asisten Ordo Kekosongan tidak pernah menyiksanya untuk kesenangan.

Itu yang membuat semuanya lebih sulit dipahami oleh bagian kecil dirinya yang masih mencoba memahami, mereka melakukannya dengan cermat, dengan catatan, dengan prosedur yang jelas dan terstruktur.

Tidak ada kebencian di balik semua itu. Dan entah kenapa, itu lebih menyakitkan dari kebencian itu sendiri.

Usia delapan tahun, mereka mulai mengajarkan meditasi qi. Bukan karena peduli pada perkembangannya, tapi karena segel yang sudah tertanam di dadanya membutuhkan aliran qi yang stabil agar tidak meledak ke dalam, dan merusak organ-organnya sebelum waktunya.

Seorang asisten perempuan muda, dengan suara yang selalu terdengar seperti sedang meminta maaf atas sesuatu, duduk di luar sel dan menginstruksikan dengan suara pelan.

"Tarik napas. Rasakan qi di sekitarmu. Jangan di paksakan biarkan masuk sendiri."

Wei Mou Sha duduk bersila di atas lantai batu dan mengikuti instruksi itu dengan patuh.

Qi masuk. Ia merasakannya seperti asap mengalir masuk melalui titik-titik di telapak tangan dan kepalanya. Kemudian menyentuh segel di dadanya.

"Bagus," kata asisten itu. "Coba lagi."

Wei Mou Sha tidak bilang bahwa setiap kali qi menyentuh segel itu rasanya seperti menelan bara api. Ia hanya menarik napas lagi dan mengulangi prosesnya.

Tiga bulan kemudian, ia bisa bermeditasi selama dua jam tanpa menunjukkan reaksi apapun di wajahnya.

Tetua berwajah kabut yang mengamati dari sudut mencatat sesuatu dan mengangguk kecil.

"Toleransi rasa sakit meningkat signifikan. Lanjutkan fase selanjutnya."

Fase selanjutnya adalah pertarungan.

Wei Mou Sha berdiri di depan boneka pertamanya dan menatapnya lama.

Ia tahu letak titik-titik qi di tubuh manusia, sudah hafal dari pengalaman bertahun-tahun sebagai subjek eksperimen. Boneka ini hanya versi yang lebih sederhana dari itu.

Ia menekan titik pertama.

Ledakan kecil. Kejutan energi menjalar ke tangannya sampai ke siku. Ia tidak menarik tangannya.

Ia mencatat di mana salahnya. Dan mencoba menekan lagi di titik yang berbeda dari sudut yang berbeda.

Kali ini tidak ada ledakan dan boneka itu runtuh seketika.

Asisten yang mengawasi sesi itu mencatat dengan cepat. "Waktu penyelesaian, dua menit empat puluh detik. Jauh di bawah rata-rata untuk usia nya."

"Naikkan kompleksitasnya," kata suara tetua dari balik kabut. "Ia belajar terlalu cepat untuk dibiarkan stagnan."

Di usia sembilan tahun, boneka diganti dengan kultivator sungguhan.

Bukan untuk dibunuh, hanya untuk dijatuhkan, dilumpuhkan, dibuktikan bahwa teknik yang sudah dipelajari bisa diterapkan pada sesuatu yang bergerak dan melawan balik.

Kultivator pertama yang dimasukkan ke dalam sel Wei Mou Sha adalah seorang pria muda yang tampak bingung dan ketakutan. Pria itu jauh lebih besar, jauh lebih tua, dengan qi yang sudah terbentuk stabil di tingkat Qi Awal atas.

Wei Mou Sha berusia sembilan tahun dan tingginya baru sampai di dada pria itu.

"Aku tidak mau menyakiti anak kecil," kata pria itu dengan nada yang mencoba terdengar tegas tapi gagal. "Ini tidak benar. Kalian tidak bisa..."

Wei Mou Sha menekan dua titik di pergelangan tangan kirinya secara bersamaan sebelum pria itu melanjutkan kata katanya.

Pria itu langsung jatuh berlutut, lengan kirinya tiba-tiba tidak bisa digerakkan.

"Apa..."

Titik ketiga, di bawah tulang belikat kanan.

Pria itu jatuh ke lantai sepenuhnya, tubuhnya lumpuh dari pinggang sampai ke bawah. Ekspresinya menunjukan ketidakpercayaan.

Wei Mou Sha menatapnya dengan ekspresi yang sama seperti biasanya. Kemudian ia duduk kembali di sudut kamarnya dan melanjutkan meditasi.

Sesi itu selesai.

***

Ekspresi marah adalah yang pertama pergi. Pada saat seorang asisten menjatuhkan mangkuk makanannya dan tidak menggantinya, Wei Mou Sha duduk kelaparan selama enam jam, tetapi tidak ada sikap marah datang seperti biasanya.

Ketakutan pergi di usia dua belas. Ia tahu karena tetua berwajah kabut melakukan tes khusus, memasukkan sesuatu ke dalam sel yang seharusnya memicu respons ketakutan, Wei Mou Sha hanya menatapnya dengan mata yang sama ratanya seperti ia menatap segala sesuatu.

Tetua itu mencatat dengan nada yang hampir terdengar seperti kepuasan.

"Fase tiga selesai. Lebih cepat dari jadwal."

Tapi ada satu hal yang segel itu tidak berhasil sepenuhnya. Yaitu rasa ingin tahu.

Mungkin karena rasa ingin tahu bukanlah emosi atau mungkin memang ada bagian dari dirinya yang terlalu keras untuk dicerna oleh segel sekuat Kekosongan Abadi.

Wei Mou Sha masih ingin tahu. Ingin tahu mengapa tetua berwajah kabut itu melakukan semua ini, dan untuk tujuan apa, dan apa yang dimaksud dengan fase akhir yang selalu disebut dalam bisikan-bisikan di luar selnya.

Dan di usia tiga belas tahun, satu tahun sebelum ia akhirnya keluar, ia menemukan sebuah buku.

Seorang asisten melupakannya di sudut sel saat terburu-buru keluar, itu sebuah catatan tipis dengan sampul kulit yang sudah usang, tulisan di dalamnya kecil-kecil dan rapat.

Wei Mou Sha tidak langsung membacanya. Ia menyimpannya dulu, memastikan tidak ada yang kembali mencarinya.

Pada saat tidak ada yang kembali dan mencari nya. Malam itu ia membaca dari awal sampai akhir.

Sebagian besar isinya tentang teknis, catatan eksperimen, angka-angka, terminologi yang belum ia pahami sepenuhnya. Tapi di bagian terakhir, ada tulisan tangan yang berbeda dari sisanya, ada satu kalimat yang ia baca tiga kali sampai hafal di luar kepala.

"Subjek tidak boleh tahu bahwa Segel Kekosongan Abadi adalah kunci, karena jika ia tahu, seluruh rencana sepuluh ribu tahun ini bakalan runtuh sebelum sempurna."

Wei Mou Sha menutup buku itu.

Menatap langit-langit batu abu-abu yang sudah ia tatap selama tiga belas tahun.

Kunci.

Ia tidak mengerti apa artinya waktu itu. Tapi ia menyimpan kalimat itu di bagian paling dalam pikirannya.

Setahun kemudian, ia keluar. Dan Wei Mou Sha, yang sudah lama belajar bahwa tindakan yang diambil berdasarkan fakta lebih baik dari tindakan yang ditunda.

Rasa sakit adalah guru pertamanya.

Tapi malam itu, saat kaki keluar untuk pertama kalinya, Wei Mou Sha menyadari satu hal lagi yang tidak pernah diajarkan siapapun kepadanya :

Bahwa ada perbedaan antara tidak merasakan apapun, dan memilih untuk tidak menunjukkan apapun.

Ia belum tahu mana yang berlaku untuknya.

Dan di barat sana, sinyal itu berdenyut lagi, lebih kuat dari malam sebelumnya, seperti sesuatu yang sadar bahwa ia semakin dekat.

Wei Mou Sha mempercepat langkahnya.

1
Romansah Langgu
Cerita tentang apa nhe??? Novel yg pelik pula nhe..
Budi Xiao
Luar Biasa
Green Boy
ditunggu up nya thor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!