NovelToon NovelToon
Celestia Online

Celestia Online

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Aksi / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: alicea0v

Seorang gadis terbangun di tengah rimbunnya hutan benua Vlagria tanpa ingatan bagaimana ia bisa sampai disana. Ini adalah dunia Celestia Online, sebuah MMORPG megah yang menjanjikan petualangan tanpa batas. Namun, bagi Alice, petualangan itu berubah menjadi teka-teki mematikan. Bisakah Alice pulang ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alicea0v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARC 1-Gema Di Lembah Keputusasaan

Suara logam yang beradu dengan tulang terdengar memilukan, mengoyak kesunyian hutan.

Dari balik rimbunnya semak berduri, Alice menyaksikan sebuah neraka kecil yang terbentang di dasar lembah.

​Tiga ekor Mountain Ogre—raksasa setinggi lima meter dengan kulit legam serupa batu granit—sedang berpesta pora dalam kekacauan yang brutal. Di tengah kepungan mahluk purba itu, sekelompok ksatria berbaju zirah perak berjuang dalam keputusasaan yang sunyi.

​Arthur, sang pemimpin, berdiri di baris terdepan bagaikan pilar yang retak. Perisainya sudah hancur parah, dan zirah bahunya remuk, menampakkan luka menganga yang terus mengucurkan darah segar ke tanah Vlagria yang haus. Ia terengah, setiap tarikan napasnya terdengar berat dan kasar, menyerupai gesekan amplas di atas kayu.

​"Kapten! Mundur! Kami akan menahan mereka!" teriak salah satu prajurit muda dengan wajah yang nyaris tak dikenali karena bersimbah darah.

​"Diam!" bentak Arthur. Suaranya serak, namun mengandung wibawa yang tak tergoyahkan. "Tidak ada ksatria Eltra yang mati memunggungi musuh. Jika hari ini kita gugur, kita gugur sebagai perisai rakyat!"

​Namun, dari kejauhan, Alice bisa melihat getaran hebat di tangan Arthur yang menggenggam pedang raksasanya. Itu bukan getaran ketakutan, melainkan tanda bahwa staminanya telah mencapai batas. Salah satu Ogre mengangkat gada kayunya, sebatang pohon utuh yang dipangkas kasar, lalu mengayunkannya dengan kecepatan mematikan ke arah ksatria muda di samping Arthur.

​CRACK.

​Prajurit itu terlempar bagaikan boneka kain, tubuhnya menghantam dinding batu dengan bunyi debukan yang menjijikkan. Ia tidak bergerak lagi.

​"Hah..." Alice membekap mulutnya sendiri. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

​Ini bukan sekadar angka-angka damage yang melayang di atas layar monitor. Ini adalah nyawa yang padam dalam sekejap mata. Bau amis besi dari darah dan pekatnya aroma keputusasaan di udara begitu menyengat, membuat perutnya mual.

​Arthur tertegun sejenak. Ia tidak sempat menoleh ke arah pasukannya yang baru saja tewas, namun matanya terbelalak sesaat sebelum kembali meredup dalam tekad yang tajam. Ia mengeluarkan raungan, teriakan penuh duka dan kemarahan yang menggetarkan lembah. menerjang maju, mencoba menebas kaki raksasa itu, namun Ogre kedua menghantam punggungnya dengan tinju mentah.

Buukk!!!

​Arthur jatuh berlutut. Pedang raksasanya terhujam ke tanah, menjadi satu-satunya penyangga agar tubuh kekarnya tidak ambruk sepenuhnya. Di ambang maut, ia memejamkan mata, membisikkan doa lirih kepada dewa lama yang mungkin telah melupakannya.

​Mata Alice membelalak. Gada raksasa milik Ogre itu terangkat perlahan ke udara, bersiap mengakhiri segalanya. Jika senjata sebesar itu menghantam tubuh manusia yang sudah sekarat, tamat sudah.

​Jauh di lubuk hatinya, rasa iba bergejolak hebat, berperang dengan insting pengecutnya.

"​Haruskah aku menolongnya? Aku hanyalah gadis lemah, apa aku sanggup?" bahu Alice masih terasa perih akibat terjatuh tadi, sebuah bukti otentik bahwa rasa sakit di dunia ini bukan sekadar simulasi.

"Jika aku berada di posisinya, pasti aku akan sangat mengharapkan pertolongan. Aku masih memiliki sedikit Mana. Jika memang aku bisa membantu, maka harus kulakukan!"

​Logika level 30-nya berteriak untuk lari, tapi hatinya tidak sanggup melihat pahlawan itu hancur menjadi debu.

​"Hentikan!"

​Alice melompat keluar dari persembunyiannya. Rambut merah mudanya berkibar, memberikan kontras yang menyolok di tengah latar hutan yang kelam. Ia mengangkat tongkat kayunya dengan tangan yang gemetar hebat, namun sorot matanya memancarkan tekad yang murni.

​"[Area Blessing: Physical Fortitude]!"

​Cahaya kebiruan yang hangat dan lembut meledak dari tubuh Alice, menyebar bagaikan riak air di permukaan danau yang tenang. Saat pendar itu menyentuh para ksatria, keajaiban terjadi. Stamina mereka pulih kembali dengan kecepatan yang tak masuk akal. Kelelahan yang melumpuhkan di tubuh Arthur memudar, digantikan oleh gelombang energi asing yang menyegarkan setiap serat ototnya.

​Arthur mendongak, matanya yang lelah terbelalak melihat sosok gadis asing di atas bukit kecil itu. Baginya, Alice tampak seperti fatamorgana suci di tengah neraka.

​"[Binding Chains of Light]!" Alice berteriak lagi, memeras sisa energinya.

​Rantai-rantai cahaya murni melesat keluar dari tanah, melilit pergelangan tangan Ogre yang hendak menghantam Arthur. Rantai itu berderit nyaring, menahan beban berton-ton dari sang raksasa.

Kriiieek!!!

Mana milik Alice terkuras drastis, wajahnya seketika pucat pasi seputih kapas, namun ia tetap bertahan.

​"Sekarang!... serang sekarang!"

​Arthur merasakan kekuatan meluap kembali ke lengannya. Ia tidak membuang waktu sedetik pun. Dengan raungan yang menggetarkan seluruh lembah, ia mencabut pedangnya dari tanah. Logam raksasa itu kini berpendar dengan cahaya putih yang menyilaukan.

​SLASH!

​Dalam satu gerakan melingkar yang dahsyat, Arthur menebas leher Ogre yang terikat itu, lalu memutar tubuhnya untuk memberikan serangan susulan pada Ogre kedua. Darah hitam monster menyembur deras, dan raksasa-raksasa itu tumbang satu per satu bagaikan gunung yang runtuh. Bruk!!

​Keheningan yang mencekam kembali menyelimuti lembah. Ogre yang tersisa melarikan diri ke dalam kegelapan, lari terbirit-birit karena ketakutan oleh kekuatan misterius yang baru saja mengintervensi.

​Alice jatuh terduduk, napasnya tersengal-sengal. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga dadanya terasa sesak.

​Langkah kaki yang berat dan berdentang mendekat.

Arthur berjalan mendaki bukit itu. Ia berhenti tepat di depan Alice, bayangan tubuhnya yang besar menelan sosok gadis itu sepenuhnya. Pria itu bersimbah darah monster, namun matanya, mata biru tajam yang sedalam samudra, menatap Alice dengan intensitas yang mengerikan.

​Arthur melepas helm besinya, menyingkap wajahnya. Ia tidak terlihat berterima kasih. Ia terlihat... terguncang.

​"Sihir itu..." suara Arthur rendah dan bergetar, "Itu bukan sihir biasa. Tidak ada pendeta di seluruh Eltra yang bisa memulihkan stamina secara instan seperti itu."

​Ia berlutut dengan satu kaki di depan Alice, menyamakan tinggi mereka, namun tangannya tetap terjaga di atas gagang pedang.

​"Kau muncul entah dari mana di tengah wilayah terlarang, tanpa pengawal, dan menggunakan sihir yang tidak tercatat dalam kitab mana pun." Arthur mencondongkan wajahnya, menatap lurus ke dalam netra Alice yang masih berkaca-kaca.

​"Katakan padaku, Nona... siapa kau sebenarnya? Apakah kau utusan Dewa, atau iblis yang sedang menyamar?"

1
T28J
buset, kebablasan bah, jauh banget 20 meter 🤣
alicea0v: Eh, Kejauhan kah🤭🤭🤭 gomenasaai..
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
aku akan selalu mendukungmu/Rose/
Manusia Ikan 🫪
TUH SUDAH AKU DUGA DARI AWAL CHAPTER 🤣
Manusia Ikan 🫪: insting ku ini cukup kuat loh/Doge/
tidak ada yang kebetulan untuk nama author dan MC yang sama... kecuali keduanya saling terhubung🥴
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
inilah tantangannya :v
Manusia Ikan 🫪
semangat ya, aku juga gitu T_T
cape😅
alicea0v: makasih bg 🤣 semangat atta halilintar.
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
Hai sayang☺
Manusia Ikan 🫪
is is iiis :v
Manusia Ikan 🫪: iyaa, cantik kok kayak authornya🌹
total 6 replies
Manusia Ikan 🫪
wow bisa ganti POV gitu ya dari sudut pandang ketiga ke pertama... menarik manrik... 🥴
Manusia Ikan 🫪
ooh bagus bagus, aku bakal copy skill ini untuk ceritaku selanjutnya😜
Manusia Ikan 🫪: iya iyaaa :v
total 4 replies
Manusia Ikan 🫪
baru juga aku selesai nulis pertempuran di reruntuhan kuno juga, sama sama di ganggu oleh debu yang bikin sedak sama sakit mata😹 malah ketemu bab ini di sini, kebetulan macam apa ini. 😹
Manusia Ikan 🫪
segala ada lubang 😹
Manusia Ikan 🫪: iyaaah, maap baru hadir :v
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
uweeek daging orc🥴
Manusia Ikan 🫪
temaram artinya apa?
Manusia Ikan 🫪: oalaaah :v
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
agak kejam juga aturannya😹
alicea0v: kan dunianya jadi real gitu🤭
total 1 replies
T28J
cantik. juga si Hestia /Drool/
alicea0v: Ehehe... 🤭 apa ceritanya udah bagus kak? apa yang kurang?
total 1 replies
T28J
kasih bunga untuk 3 jam nya /Rose/
alicea0v: Terima kasih /Drool/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
bahaya, bisa meninggal oleh tersedak kalau kayak gitu🥴
alicea0v: Roti bantal bang.. gak kesedak kok.. 😄
total 1 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
T28J
/Sob/ gak jadi sedih deh gue🤣
alicea0v: Wah makasih banyak kakak, kalau ada kritik yang membangun jangan segan-segan ya.. 🙏🙏😍😍
total 3 replies
T28J
/Sob//Sob//Sob//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!